DOA DAN PERNYATAAN DIRI YESUS

Bacaan Injil Misa Kudus – Hari Biasa Pekan Biasa XXVI – Sabtu,  3 Oktober 2020)

Keluarga Besar Fransiskan: Ibadat Sore I HR – Transitus Bapak Fransiskus

HARI SABTU IMAM

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.”

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”  (Luk 10:17-24)

Bacaan Pertama Ayb 42:1-3,5-6,12-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66,71,75,91,125,130

Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang kembalinya 70 orang murid dari misi mereka. Marilah kita soroti dua pokok, yaitu (1) Doa Tuhan Yesus kepada Bapa surgawi, dan (2) perwahyuan/pernyataan diri Yesus.

Pokok yang pertama: Doa Tuhan Yesus. Doa ini merupakan pujian kepada Bapa surgawi, yang mewahyukan rahasia-Nya kepada orang-orang kecil dan menyembunyikannya bagi orang bijak dan orang pandai.

Orang-orang bijak memandang diri mereka bijaksana penuh hikmat. Mereka mengira bahwa diri mereka mengetahui segala-galanya dan dalam kegelapan perkiraan mereka inilah mereka menjadi tidak sanggup menerima sabda Allah. Di lain pihak, orang-orang pandai (berilmu) mengira diri mereka mampu mengerjakan segala sesuatu, sehingga sampai pada keyakinan bahwa mereka tidak membutuhkan bantuan Allah. Sebaliknya orang-orang kecil sangat menyadari bahwa dalam hal-hal yang penting mereka tidak mengetahui apa-apa. Mereka berhadapan dengan kebesaran Allah dan justru karena itu insyaf sedalam-dalamnya akan kekecilan dan kelemahan mereka sendiri, dengan demikian siap menerima kuat-kuasa yang datang dari atas dengan penuh syukur.

Kebanggaan palsu serta kecongkakan menyebabkan orang menutup diri terhadap rahmat. Maka syarat mutlak bagi iman ialah kerendahan hati. Hanya orang-orang yang sadar akan keterbatasan pengetahuan dan kemampuannya, mampu menerima sabda dan karya Allah. Di lain pihak, mereka yang mengira dapat menolong diri sendiri tanpa bantuan dari pihak Allah ujung-ujungnya akan mengalami kebinasaan, ketiadaan.

Pokok yang kedua: perwahyuan/pernyataan diri Yesus. Kata-kata Yesus: “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” (Luk 10:22) sesungguhnya menyatakan kesamaan hakekat-Nya dengan Bapa surgawi. Hanya “seorang” Pribadi saja yang mengenal Anak dengan sepenuh-penuhnya: Dia, yang karena pengenalan akan kesempurnaan-Nya sendiri melahirkan gambar-Nya, Sang Anak (Sang Putera). Dan hanya seorang pula yang mengenal Bapa surgawi sepenuh-penuhnya: Dia, citra/gambaran Bapa dan karenanya memiliki segala sesuatu yang dimiliki Bapa surgawi. Maka Anaklah yang bersabda: “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku” (Luk 10:22; bdk. Mat 11:27).

Inilah kesamaan dan kesatuan mutlak antara Bapa dan Anak (Putera), sedangkan semua yang lain hanya mengenal Bapa sekadar karena diwahyukan kepadanya oleh Anak: “… dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya” (Luk 10:22; bdk. Mat 11:27). Sabda Kristus ini laksana halilintar yang membelah awan-awan karena menyatakan Kristus pada bidang yang berbeda, yang berlainan sama sekali dengan manusia. Walau pun demikian, Kristus bersabda dengan kata-kata insani. Inilah perwahyuan/pernyataan diri Allah Putera sendiri, Allah-manusia (Yesus adalah sungguh Allah, sungguh manusia: Konsili Kalsedon tahun 451).

DOA: Tuhan Yesus Kristus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena pada saat membaca dan merenungkan Injil-Mu hari ini, Roh Kudus mengingatkan diriku bahwa Engkau adalah Putera Allah yang tunggal. Engkau lahir  dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Engkau dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:17-24), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS DAN KETUJUH PULUH MURID PENUH DENGAN SUKACITA SEKEMBALINYA MEREKA DARI TUGAS PERUTUSAN(bacaan tanggal 3-10-20) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 20-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2020.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-10-19 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 2 Oktober 2020 [Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS