Posts tagged ‘YESUS POKOK DAN KITA CARANG-NYA’

BERBUAH BANYAK (2)

BERBUAH BANYAK (2)

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Atanasius, Uskup Pujangga Gereja – Rabu, 2 Mei 2018)

 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8) 

Bacaan Pertama: Kis 15:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5

Sampai saat Perjamuan Terakhir, sabda Yesus kepada para murid yang dipilih-Nya adalah selalu: “Ikutlah Aku” (Mat 4:19; 9:9; bdk. Yoh 10:27; 12:26). Mereka harus meneladani-Nya, mencontoh-Nya, mendengarkan suara-Nya serta taat kepada-Nya, dan meninggalkan segala hal yang lain. Akan tetapi, sekarang, selagi Yesus mempersiapkan diri-Nya untuk merangkul salib dan pulang kembali kepada Bapa surgawi, Dia mengundang para murid-Nya kepada suatu relasi yang lebih mendalam lagi dengan diri-Nya. Sejak saat itu, sabda-Nya kepada para murid akan berbunyi: “Tinggallah di dalam Aku” (Yoh 15:4).

Yesus memanggil para murid-Nya yang awal – dan semua orang yang datang belakangan – untuk hidup dalam Dia, untuk menerima kehidupan dari Dia dan tidak mencarinya dari sumber yang lain. Diri kita dimaksudkan untuk dipenuhi dengan Kristus, untuk memperoleh kehidupan Allah yang bergerak dalam diri kita masing-masing, memerintah kita, menghibur kita, dan membangun di dalam diri kita karakter Kristus sendiri. Kita dimaksudkan agar dapat berbuah banyak – buah-buah yang menyatakan kasih dan keadilan Allah bagi orang-orang lain – selagi kita berupaya untuk berelasi dengan sesama dalam kasih dan kerendahan hati.

Karena Allah ingin agar kita menemukan kehidupan dalam Dia, maka salah satu pekerjaan terbesar dari Roh Kudus adalah menunjukkan kepada kita cara-cara spesifik bagi kita dalam kita mencari hal-hal lain untuk mengalami damai sejahtera. Allah ingin membersihkan kita sebagaimana seorang pengusaha kebun anggur membersihkan setiap ranting anggur yang berbuah (Yoh 15:2). Ia ingin membersihkan kita dari setiap hal yang bukan dari diri-Nya sehingga dengan demikian kita dapat menghasilkan buah lebih banyak lagi dan menjadi seperti Dia dalam setiap hal. Bahkan cara-cara yang kita coba dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, tanpa suatu relasi yang konsisten dengan Dia – ketika kita mengandalkan hikmat-kebijaksanaan kita sendiri, keberanian kita sendiri atau afeksi-afeksi kita sendiri – dapat menghalangi kita untuk menghasilkan buah berlimpah seperti dikehendaki-Nya bagi kita masing-masing.

Pada hari ini, marilah kita memusatkan pandangan kita pada Yesus dan mencoba untuk tetap berada dalam kehadiran-Nya. Walaupun kita sibuk bekerja di rumah atau di tempat kerja, kita dapat menempatkan iman dalam kasih-Nya dan mohon kepada-Nya agar senantiasa kita dapat senantiasa berada dekat dengan-Nya. Akhirnya, marilah memohon kepada Roh Kudus agar terus membersihkan diri kita masing-masing. Marilah kita katakana kepada Allah Tritunggal Mahakudus bahwa kita sungguh ingin bebas dari ranting-ranting mati dalam kehidupan kita sehingga dengan demikian kita dapat mengenal serta mengalami kasih-Nya secara lebih mendalam dan menyatakan kasih ini kepada setiap orang yang kita jumpai.

DOA: Bapa surgawi, buatlah diriku menjadi milik-Mu sendiri. Bersihkanlah diriku sehingga dengan demikian aku dapat berbuah banyak untuk Kerajaan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “POKOK ANGGUR YANG BENAR” (bacaan tanggal 2-5-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-05 BACAAN HARIAN MEI 2018. 

Cilandak, 30 April 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements

MURID YESUS YANG BERBUAH BANYAK

MURID YESUS YANG BERBUAH BANYAK

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH V [Tahun B], 29 April 2018)

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8)  

Bacaan Pertama: Kis 9:26-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 22:26-28,30-32; Bacaan Kedua: 1Yoh 3:18-24

Dalam Perjanjian Lama, Israel seringkali diibaratkan sebagai pohon anggur. Allah menanam pohon anggur itu dan memeliharanya, namun pohon anggur itu menjadi jelek dan akhirnya diinjak-injak: “Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!” (Yer 2:21). Sebagai perbandingan, bacalah juga Mzm 80:8-15; Yes 5:1-7; Yeh 19:10-14. Pohon anggur liar memang sangat berbeda dengan pohon anggur yang dipelihara dalam kebun anggur. Pohon anggur liar menghasilkan buah-buah anggur berukuran kecil dan pahit sedangkan pohon anggur yang dipelihara dalam kebun anggur menghasilkan buah-buah anggur yang relatif berukuran besar dan terasa manis.

Yesus menyatakan diri-Nya bahwa Dialah “pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya” (Yoh 15:1). Dalam diri Yesus dan para pengikut-Nya, Bapa akan menemukan jenis buah anggur yang dihasrati-Nya. Tugas kita adalah untuk tetap terhubungkan dengan pokok anggur yang merupakan sumber makanan dari Kristus sendiri. Adalah tugas Bapa surgawi untuk memelihara pokok anggur agar dapat berbuah banyak. Pernyataan ini terdengar begitu eksplisit sehingga kita dapat luput melihat kebesaran dari tantangan dan janji yang diberikannya.

Tanaman besar (bukan tanaman perdu) tidak hanya bertunas dan bertumbuh, namun harus menghasilkan buah. Yesus bersabda, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, ……  Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yoh 15:5-8).

Kristianitas/Kekristenan bukanlah sebuah agama negatif yang terdiri dari peraturan-peraturan “jangan ini/itu atau tidak boleh ini/itu” atau sekadar menghindari dosa, melainkan sebuah agama yang berisikan ajaran untuk melakukan hal-hal yang baik dan positif. Yesus dengan jelas menghendaki kita – para pengikut-Nya – untuk menghasilkan buah secara berlimpah, yaitu buah-buah dari pekerjaan-pekerjaan baik kita. Santo Paulus menulis: “… bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mepunyai arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (Gal 5:6). Jadi menghasilkan buah dapat disingkat sebagai upaya pelayanan sederhana menolong, memperhatikan, berbagi dengan orang-orang lain.

Dalam “perumpamaan tentang penghakiman terakhir” (Mat 25:31-46), Yesus mengatakan bahwa hanya mereka yang dengan setia menjalankan tugas pelayanan Kristiani mereka dalam menolong, memperhatikan dan berbagi dengan “orang-orang yang hina-dina”, yang akan mengalami “hidup kekal”.

Ketika kita (anda dan saya) menghadapi moment of truth “penghakiman terakhir”, maka kepada kita sang Hakim tidak akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini: Berapa kali kamu telah menghadiri Perayaan Ekaristi? Berapa banyak doa yang telah kamu panjatkan ke hadirat Allah? Berapa banyak dosa yang telah kamu berhasil hindari? Sebaliknya, kepada kita akan ditanyakan satu pertanyaan penting dan menentukan: “Apa yang telah kamu lakukan untuk orang-orang yang hina-dina?”

Dengan demikian, apakah kehadiran dalam Misa Kudus, kegiatan doa, dan ketaatan kepada Gereja tidak penting? Penting, namun buah dari doa-doa kita, buah dari keikutsertaan kita dalam liturgi gerejawi, buah dari studi Alkitab kita, pencaharian akan kebenaran yang kita lakukan lewat studi teologi dlsb., di ujung-ujungnya harus terwujud dalam pelayanan kasih kepada sesama.

Ada cerita tentang seorang yang membayangkan dirinya sedang “antri” mau masuk surga. Dia berkata, “Apa yang kutakuti adalah jika aku harus berhadapan face to face dengan Allah dalam kehidupan yang akan datang. Bunda Teresa dari Kalkuta datang melapor dan Allah berkata, ‘Teresa, seharusnya engkau melakukan lebih banyak lagi pekerjaan baik.’ Dan bayangkan, saya berdiri tepat di belakang Bunda Teresa!”

Kita diajar untuk taat kepada kehendak Allah – melakukan apa yang diperintahkan oleh-Nya – yang  adalah jalan satu-satunya untuk berhasil dalam hidup ini. Bibir kita mengucapkan semua ini hari demi hari, namun sampai berapa seringkah kita bertindak seturut apa yang kita ucapkan? Walk the talk! Atau hanya sekadar “nato” atau “omdo”?

Saudari dan Saudaraku terkasih. Kita semua mempunyai niat-niat baik terhadap orang-orang lain. Kita mempunyai niat mengampuni. Kita mempunyai niat untuk berdamai. Kita mempunyai niat untuk memperbaiki komunikasi. Kita mempunyai niat untuk setia kepada pasangan hidup kita. Kita mempunyai niat untuk memberikan donasi kepada sebuah karya karitatif. Kita mempunyai niat untuk mengunjungi anggota keluarga yang sudah lama kita tidak kunjungi. Kita mempunyai niat memberikan sedekah, dlsb. Pada hari Minggu ini, marilah kita lupakan semua niat itu, kecuali satu saja. Lalu kita laksanakan! JUST DO IT!

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau  berbagi kehidupan ilahi-Mu dengan kami masing-masing. Biarlah segala sesuatu yang kami lakukan  dipimpin oleh pengenalan akan kebenaran-Mu. Ingatkanlah kami, ya Tuhan, bahwa sebagai murid-murid-Mu – umat Kristiani – berarti kami harus banyak melakukan pekerjaan baik, teristimewa bagi mereka yang hina-dina.  Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “KITA DIUNDANG OLEH YESUS UNTUK TINGGAL DALAM DIA” (bacaan tanggal 29-4-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-04 BACAAN HARIAN APRIL 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal  3-5-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 26 April 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BERBUAH BANYAK

BERBUAH BANYAK

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Rabu, 17 Mei 2017)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Paskalis Baylon, Bruder Fransiskan Observanti tak berkasut

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8)  

Bacaan Pertama: Kis 15:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5

“Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:8)

Yesus menyatakan bahwa Dia adalah pokok anggur dan Bapa-Nya adalah pengusahanya (Yoh 15:1). Sebelum menyelesaikan gagasan-Nya, yakni memanggil para murid-Nya sebagai ranting-ranting atau cabang-cabang dari pokok anggur (Yoh 15:5), Yesus menyisipkan sejumlah komentar tentang dahan-dahan yang tak berbuah dan yang berbuah (Yoh 15:2-4). Yesus menggaris-bawahi pentingnya tinggal di dalam Dia untuk berbuah banyak (Yoh 15:5). Ia menekankan bahwa kita harus menghasilkan buah Roh Kudus, buah kesucian (Gal 5:22-23).

Yesus sedemikian mengasihi dunia sehingga Dia sama sekali tidak ingin jika kematian-Nya di atas kayu salib guna penebusan kita menjadi sia-sia belaka (lihat 1 Kor 1:17). Yesus ingin menyalakan api di dunia ini (Luk 12:49), agar semua saja akan “diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1 Tim 2:4). Yesus membuat kita menjadi saksi-saksi-Nya (Kis 1:8). Dan … kita harus bersedia menjadi hamba-hamba “dari semua orang, supaya (aku) boleh memenangkan sebanyak mungkin orang (1 Kor 9:19).

Kasih Yesus itu sedemikian besar dan penebusan-Nya begitu penting, sampai-sampai Dia mengancam melemparkan kita ke dalam kobaran api dan terbakar untuk selamanya, apabila kita menolak untuk berupaya agar berbuah banyak (Yoh 15:6).

Saudari dan Saudaraku, kita (anda dan saya) belum terlambat dan kesempatan masih tetap terbuka. Oleh karena itu, marilah kita mengasihi Yesus dengan serius dan karenanya berbuah banyak.

DOA: Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku kepada Engkau. Bersihkanlah diriku dengan darah-Mu yang kudus, penuhilah diriku dengan pemikiran-pemikiran dan hasrat-hasrat-Mu. Aku ingin mengalami kehadiran-Mu secara lebih penuh pada hari ini dan berbuah bagi-Mu. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “JIKA KITA BERBUAH BANYAK, BAPA PUN DIMULIAKAN” (bacaan tanggal 17-5-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-05 BACAAN HARIAN MEI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-4-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 15 Mei 2017   

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

YESUS MENGUNDANG KITA UNTUK TINGGAL DALAM DIA

YESUS MENGUNDANG KITA UNTUK TINGGAL DALAM DIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Rabu, 6 Mei 2015)

Byz-LastS-BR750

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8)  

Bacaan Pertama: Kis 15:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-5

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh 15:4).

Ini adalah sebuah janji Yesus yang sungguh luarbiasa! Kita adalah milik Yesus dan Ia milik kita, tidak ubahnya ranting-ranting adalah milik pokok anggur dan pokok anggur adalah milik dan sekaligus sumber kehidupan ranting-rantingnya. Walaupun dalam kehidupan kita yang penuh dengan kesibukan sehingga kita seringkali tidak menyadari akan kehadiran-Nya, Dia tetap ada bersama kita, mengasihi kita, memperkuat kita, berdoa syafaat kepada Bapa sebagai Pengantara kita (lihat Ibr 9:11 dsj), siap untuk memberikan kepada kita hikmat-kebijaksanaan dan hidup. Ia tidak membuang atau meninggalkan kita pada masa-masa pencobaan atau kesulitan atas diri kita. Bahkan pada saat-saat kita meninggalkan diri-Nya (menyeleweng atau melanggar perintah-perintah-Nya), Yesus tetap siap menerima pertobatan kita dan membersihkan kita dari dosa-dosa kita.

Sebagaimana Dia tinggal dalam kita, Yesus mengundang kita untuk tinggal dalam Dia – dalam hati-Nya yang terluka. Karena kita dikasihi oleh-Nya dengan begitu mendalam dan tanpa syarat, kita dapat beristirahat dengan aman dan penuh kedamaian dalam hati Yesus. Dalam Dia kita adalah suatu ciptaan baru, segala dosa kita diampuni dan diperdamaikan dengan Bapa surgawi.

images (15)Selagi kita tetap tinggal dalam Yesus, kita akan memahami bahwa Dia melihat semua orang dengan kasih sama seperti yang diberikan-Nya kepada kita. Kita sebenarnya tidak pantas untuk mendapatkan posisi istimewa sedemikian. Kita ditebus oleh rahmat Allah semata – rahmat yang diberikan oleh-Nya kepada semua orang. Kita juga dapat mengasihi secara tanpa syarat, hanya apabila kita mengalami kehadiran Yesus yang tinggal di dalam diri kita. Bila kita memperkenankan Yesus menyatakan diri-Nya kepada kita, misalnya ketika kita berdoa, ketika kita membaca dan merenungkan sabda Tuhan dalam Kitab Suci, ketika kita menerima sakramen-sakramen, maka hidup-Nya akan mengalir dari diri kita kepada orang-orang lain dan memampukan kita untuk berbuah yang menyenangkan hati Allah dan menyegarkan orang-orang lain (lihat Yoh 15:8). Kristus dalam diri kita menjadi harapan akan kemuliaan, tidak hanya bagi diri kita, melainkan juga untuk setiap orang yang yang hidupnya kita sentuh.

Saudari-Saudara yang terkasih. Apakah anda merasa seakan tidak dapat melanjutkan fungsi anda sebagai penyalur kasih-Nya? Apakah anda menghadapi kesulitan untuk mengampuni orang-orang yang telah mendzolimi anda, yang telah membuat anda menderita? Inilah saatnya bagi anda untuk menyerahkan diri kepada kehadiran Kristus dalam diri anda dan memperkenankan Dia untuk memberi asupan makanan kepada anda, seperti sebuah ranting menerima hidup dari pokok anggur. Yesus bersabda, “Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalu kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yoh 15:4).

Tuhan telah memberikan kepada kita masing-masing berbagai karunia dan talenta. Kita masing-masing mempunyai peranan yang harus kita mainkan dalam memajukan Kerajaan Allah. Oleh karena itu, baiklah pada hari ini kita berseru kepada Tuhan memohon kehadiran-Nya untuk menguasai diri kita, memperbaharui diri kita, memperdalam kapasitas kita untuk tinggal dalam Dia.

DOA: Tuhan Yesus, aku menyerahkan diriku kepada Engkau. Bersihkanlah diriku dengan darah-Mu yang kudus, penuhilah diriku dengan pemikiran-pemikiran dan hasrat-hasrat-Mu. Aku ingin mengalami kehadiran-Mu secara lebih penuh pada hari ini dan berbuah bagi-Mu. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 15:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH PUSAT KEHIDUPAN KITA” (bacaan tanggal 6-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

“BERDAMAI DENGAN ALLAH MELALUI IMAN KITA KEPADA YESUS” (bacaan tanggal 21-5-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Mei 2015 [HARI MINGGU PASKAH V]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

AKULAH POKOK ANGGUR YANG BENAR

AKULAH POKOK ANGGUR YANG BENAR

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH V [Tahun B], 3 Mei 2015)

jesus_christ_image_235“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh 15:1-8) 

Bacaan Pertama: Kis 9:26-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 22:26-28,30-32; Bacaan Kedua: 1Yoh 3:18-24

Yesus bersabda, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya” (Yoh 15:1). Sebagai pokok anggur yang benar, Yesus adalah penggenapan dari segala sesuatu yang dikatakan tentang Israel sebagai kebun anggur pilihan Allah. Semua hal ini hanyalah bayangan dari realitas yang kita kenal sebagai Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah sungguh Putera terkasih dari Bapa di surga, Sang Terpilih dalam artian yang sangat unik. Relasi intim yang terjalin antara Bapa dan Yesus kemudian “diperpanjang” sampai kepada para murid-Nya: “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (Yoh 15:5).

Ini adalah sebuah alegori yang agak berbeda dengan perumpamaan dalam arti parabel (Inggris: parable). Dalam sebuah parabel, hanya poin utama sajalah yang dimaksudkan untuk diterapkan dalam kehidupan. Sebaliknya, dalam sebuah alegori semua detil diterapkan. Selagi alegori pokok anggur diceritakan, para murid mendengar banyak aspek relasi Kristus dengan mereka. Tema-tema seluruh diskursus dalam Perjamuan Terakhir dapat diringkaskan sebagai berikut: (1) Walaupun Yesus sedang berada pada titik siap untuk berpisah secara fisik, pekerjaan-Nya akan berlanjut; (2) para murid akan diberi amanat untuk melanjutkan tugas-Nya; (3) mereka akan menerima energi ilahi untuk melaksanakan tugas itu.

Pekerjaan Bapa sebagai pengusaha adalah memotong ranting yang tidak berbuah dan membersihkan ranting yang berbuah, juga diterapkan pada kehidupan. Pohon anggur  adalah sebatang tetumbuhan yang bertumbuh dengan cepat dan harus dipotong, dipangkas secara drastis apabila ingin menghasilkan buah secara berlimpah. Pemangkasan ranting yang tidak berbuah mengingatkan kita bahwa komunitas orang yang sungguh percaya itu dipisahkan dari mereka yang telah “dipangkas” dari Kristus melalui/karena ketidak-percayaan mereka. Pembersihan ranting yang berbuah mengingatkan kita pada proses pemurnian atau pembersihan. Jadi, mengingatkan kita pada peristiwa pembasuhan kaki para murid oleh Yesus sebelum Perjamuan Terakhir, ketika Yesus berkata kepada Petrus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku” (Yoh 13:8). Akan tetapi, sekarang Yesus meyakinkan mereka kembali para murid bahwa mereka telah dibersihkan oleh ajaran-ajaran-Nya …… “karena firman yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 15:3).

GRAPE VINES - 4Poin berikutnya dalam alegori ini adalah kebenaran yang indah bahwa para murid merasa nyaman dalam Kristus, seperti ranting dengan pokok anggurnya. Rumah adalah tempat di mana kita berdiam dan di mana kita kembali dan kembali lagi setiap kali kita di luar. Inilah bagaimana seorang murid menemukan bahwa hidup-Nya berakar dan bertumpu pada Kristus dan dia selalu kembali kepada Kristus untuk arti, terang dan makanan. Yesus bersabda: “Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5). Yang dimaksudkan itu buah macam apa? Kita memperoleh jawabannya dalam Bacaan Pertama: “Dan inilah perintah-Nya: supaya kita percaya kepada nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita” (1Yoh 3:23).

Percaya berarti membuat pikiran (akal budi) kita dicerahkan oleh ajaran Yesus, untuk mempunyai kepercayaan kita sepenuhnya berakar pada diri-Nya, dan memperoleh damai-sejahtera kita dalam pengampuan ilahi-Nya. Ketika kita begitu berakar dalam Yesus, maka kita dengan sukarela membuka hidup kita dalam kasih praktis bagi orang-orang lain dengan kasih Yesus sendiri.

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:7). Jawaban atas doa dijamin … namun catatlah syaratnyua: “jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu”. Kenyataannya adalah bahwa siapa saja yang kokoh berakar dan bertumpu dalam Kristus hanya akan meminta apa saja yang dikehendaki oleh Allah.

Poin terakhir berurusan dengan perpanjangan kemuliaan Bapa. Ada perasaan bahwa di mana karya Allah belum lengkap sampai kita meluaskan Kerajaan-Nya ke setiap bagian masyarakat.

“Alegori tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya” ini mengajar kita bahwa menjadi seorang murid Yesus Kristus merupakan suatu panggilan yang agung. Kita ditantang untuk menjadi pelayan-Nya yang menghasilkan buah di tengah dunia dewasa ini. Dengan indah kita dijamin kembali bahwa sukses dalam tugas ini adalah karena energi ilahi yang ada dalam diri kita apabila kita hidup dalam Kristus.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau  berbagi kehidupan ilahi-Mu dengan kami masing-masing. Biarlah segala sesuatu yang kami lakukan  dipimpin oleh pengenalan akan kebenaran-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 15:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “MURID YESUS YANG BERBUAH BANYAK” (bacaan tanggal 3-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 6-5-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 29 April 2015 [Peringatan S. Katarina dr Siena, Perawan Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS