Posts tagged ‘YESUS MENGUSIR SETAN DENGAN KUASA BEELZEBUL?’

YESUS DAN IBLIS

YESUS DAN IBLIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Prapaskah – Kamis, 8 Maret 2018) 

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Lalu heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpin setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Karena itu, merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”  (Luk 11:14-23) 

Bacaan Pertama: Yer 7:23-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-9

Di abad ke-21 ini seringkali dianggap keterlaluanlah kalau kita memandang kejahatan sebagai akibat dari kekuatan-kekuatan Iblis dan roh-roh jahat. Berbicara mengenai Iblis, setan dan roh jahat pada zaman modern ini terasa sebagai takhyul yang jauh dari “keindahan” logika. Namun demikian, oleh iman dan perwahyuan dalam Kitab Suci kita tahu bahwa Iblis itu sungguh riil. Lihatlah “bacaan singkat”’ yang kita baca dan renungkan ketika mendoakan “Ibadat Penutup”’ setiap Selasa malam: “Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman” (1Ptr 5:8-9; teks diambil dari Ofisi Ilahi). Untuk apa Santo Petrus menyinggung soal setan kalau hal itu hanyalah khayalan manusia belaka? Iblis dan para pengikutnya adalah memang musuh kita.

Tujuan Iblis dan roh-roh jahat adalah untuk menyerang Yesus dengan menyerang umat Allah – kita. Iblis tahu  benar bahwa kalau dia dapat mengganggu damai-sejahtera kita, kesatuan dan persatuan kita dan kepercayaan kita pada Allah, maka dia akan sangat melemahkan Gereja-Nya. Seperti yang telah dilakukannya ketika pertama kali memberontak melawan Allah (lihat Why 12:7 dsj.), Iblis dan para pengikutnya terus saja melakukan manuver-manuver di atas muka bumi ini, dengan mencoba merampas dari Allah sebanyak mungkin anak-anak-Nya. Kalau saya mengatakan anak-anak-Nya, hal ini berarti termasuk juga para rohaniwan, biarawan dan biarawati, karena secara jujur tidak ada yang kebal terhadap serangan dari si “pangeran kegelapan” dan pasukannya. Jubah religius warna apa pun yang dipakai sungguh tidak akan menjamin. Dengan berbagai cara, halus maupun kasar, Iblis dan roh-roh jahat pendukungnya akan mengganggu serta menggoda agar kita ragu-ragu atau berpikiran lain atas berbagai butir kebenaran yang selama ini kita telah terima dari Kitab Suci dan Gereja. Rasa percaya kita pada cintakasih Bapa surgawi serta pemeliharaan-Nya atas diri kita semua, terus saja digerogoti dengan berbagai macam cara oleh si Jahat dan kawan-kawannya itu.

Dalam Injilnya, Santo Lukas melukiskan gambaran-gambaran jelas tentang realitas dan kuasa Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya, namun dia juga dengan cepat menunjukkan bahwa mereka bergetar ketakutan di hadapan hadirat Yesus, bermohon-mohon untuk dikasihani. Dengan kata lain, sejago-jagonya Iblis, jauh lebih hebat dan penuh kuasalah Yesus kita. Yesus datang ke dunia untuk membawa kita dengan aman ke dalam kerajaan Allah dengan membebaskan kita dari Iblis, “pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran … ia adalah pendusta dan bapak pendusta” (Yoh 8:44). Dari Injil kita dapat melihat bahwa kehidupan Yesus di depan publik hampir terus menerus merupakan perjuangan melawan Iblis dan dosa yang diinspirasikan olehnya. Sepanjang karya pelayanan publik-Nya Yesus membebaskan orang-orang yang dirasuki Iblis dan menyembuhkan orang-orang yang sakit, sambil memproklamasikan: “Sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu” (Luk 11:20).

Kebangkitan Yesus dari maut menandakan kekalahan Iblis. Dosa dan kematian – dua senjata pamungkas miliknya – telah kehilangan kuasanya. Namun demikian, apakah Iblis sudah pergi dan tak mengganggu lagi? Tentu saja dia belum pergi! Kita tidak akan melihat pembebasan sepenuhnya sampai Yesus datang kembali kelak guna mengumpulkan para murid-Nya sepanjang masa. Sementara Iblis dan para pengikutnya akan berupaya terus untuk menghancurkan kerajaan Allah, dan dia menggunakan dosa-dosa kita dan kodrat manusia yang cenderung jatuh ke dalam dosa. Misalnya, kita tahu benar bahwa kita harus berdoa dan semakin dekat kepada Allah. Maka kita membaca Kitab Suci, kita pergi ke gereja dll., kita berketetapan untuk hidup seturut firman Allah. Akan tetapi, pengalaman kita menunjukkan bahwa Iblis dan roh-roh jahat selalu menggoda kita dengan kenikmatan dunia dan lain sebagainya; pokoknya untuk menjauhkan kita dari Allah.

Yesus memahami perjuangan kita melawan godaan-godaan seperti itu. Yesus sendiri telah mengalami cobaan dan godaan Iblis agar Ia tidak percaya pada kuasa Bapa-Nya, menaruh hasrat pada kekuasaan, mengejar hal-hal duniawi dan mempunyai ambisi untuk kepentingan diri-sendiri (lihat Luk 4:1-13). Namun karena kasih-setia-Nya kepada Allah, Yesus memenangkan “pertempuran”-Nya dengan Iblis pada waktu itu. Atas dasar fakta inilah kita harus datang kepada-Nya kalau kita digoda. Jika kita rasakan ada sesuatu yang menghalangi jalan kita kepada Allah, tidak salahlah kalau kita menduga bahwa Iblis dan kawan-kawannya sedang melakukan sesuatu atas diri kita. Janganlah takut karena Yesus telah mengalahkan Iblis. Iblis memang riil, akan tetapi Yesus adalah sang Pembebas yang telah membuktikan kemenangan-Nya atas Iblis itu. Kepada Dia sajalah kita harus mohon pertolongan dalam melawan Iblis dan roh-roh jahat.

DOA: Roh Kudus Allah, Engkau datang untuk menyingkap kesalahan dunia. Ungkapkanlah di mana kami telah memperkenankan menancapkan kaki-kakinya dalam dalam kehidupan kami. Bebaskanlah kami dari yang jahat. Bawalah kami dengan aman ke dalam Kerajaan Allah. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yer 7:23-28), bacalah tulisan yang berjudul “IKUTILAH SELURUH JALAN YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU, SUPAYA KAMU BERBAHAGIA” (bacaan tanggal 8-3-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-03 BACAAN HARIAN MARET 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-3-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 5 Maret 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

YESUS VS IBLIS DAN ROH-ROH JAHATNYA

YESUS VS IBLIS DAN ROH-ROH JAHATNYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVII – Jumat, 13 Oktober 2017) 

Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpin setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Karena itu, merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”  Apabila roh jahat keluar dari seseorang, ia mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Ia pun pergi dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.” (Luk 11:15-26) 

Bacaan Pertama: Yl 1:13-15;2:1-2; Mazmur Tanggapan: Mzm 9:2-3,6,8-9,16

Pernahkah anda tergoda untuk berpikir bahwa anda dapat menjalani kehidupan ini tanpa Allah? Pada saat-saat seperti itulah Iblis datang dan menggoda kita. Dia dapat membuat kita berpikir yang tidak-tidak tentang orang lain atau melakukan sesuatu yang tidak baik terhadap orang lain itu. Dia juga dapat membujuk kita untuk berhenti berdoa; dengan memberikan alasan sinetron tertentu atau acara “infotainment”di televisi lebih mengasyikkan daripada berdoa, yang tokh tak pernah dikabulkan oleh Allah dll. Salah satu taktik favorit Iblis adalah menyulut konflik di antara umat Allah, teristimewa di dalam keluarga-keluarga kita.

Akan tetapi, percayalah bahwa apabila kita sungguh bersatu dengan Yesus, Iblis tidak akan menang! Pada waktu Yesus mencurahkan darah-Nya dari atas kayu salib, Ia menjembatani kesenjangan yang selama itu memisahkan antara kita-manusia dengan Allah Bapa di surga. Yesus mempersatukan kita dengan diri-Nya dan memberdayakan kita agar mampu mengatasi dosa, kematian, dan Iblis serta roh-roh jahat pengikutnya. Yesus meneguhkan – artinya mengkonfirmasi – tempat kekal yang ‘ditakdirkan’ bagi kita di hadirat-Nya di surga. Dia mencabut dosa dari hati kita sehingga kebenaran-Nya dapat berakar-kuat dalam diri kita masing-masing. Allah, Bapa kita di surga mengklaim kita sebagai anak-anak-Nya. Inilah kuat-kuasa dari Injil: Iblis tidak lagi berkuasa atas diri kita. Kita dibebaskan dari cengkeraman si Jahat dan sekarang dipegang oleh tangan-tangan penuh kasih dari Bapa surgawi.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, ingatlah siapa sebenarnya diri anda dan apa yang telah diberikan kepada anda masing-masing. Yesus merasa senang  apabila kita menempatkan diri kita lebih kokoh lalgi dalam penebusan yang dimenangkan oleh-Nya bagi kita. Oleh karena itu, baiklah kita mempersembahkan diri kita dan semua anggota keluarga kita kepada Yesus setiap hari. Baiklah kita menempatkan rasa percaya kita dalam otoritas lengkap dari darah-Nya. Kuat-kuasa dari darah Yesus jauh melebihi wacana perdebatan para teolog. Umat Kristiani yang biasa-biasa saja mengalami kuat-kuasa darah Yesus itu dalam kehidupan mereka sehari-hari. Marilah kita berdoa memohon agar darah-Nya melindungi seluruh keberadaan kita dan mereka yang kita kasihi. Di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di dalam mobil angkot, pokoknya di mana saja, kita dapat berdoa mohon perlindungan oleh darah Yesus, dan Iblis dan roh-roh jahat pun akan lari.

Ketika kita mohon kepada Yesus untuk menyembuhkan kita dan memulihkan relasi yang telah dirusak oleh dosa dan oleh Iblis dkk., maka Dia memenuhi diri kita dengan kasih dan bela rasa. Yesus akan menunjukkan kepada kita bagaimana perjuangan kita bukanlah melawan orang-orang lain yang kelihatan, melainkan melawan kuasa-kuasa kejahatan yang bersifat spiritual. Ia juga akan menunjukkan kepada kita bahwa dalam pertempuran melawan kejahatan, kepada kita telah diberikan perlengkapan-perlengkapan senjata kebenaran, keadilan, kerelaan untuk memberitakan Injil damai-sejahtera, iman, keselamatan,  dan sabda-Nya (Ef 6:14-17). Marilah kita terjun ke dalam pertempuran spiritual ini pada hari ini, percaya penuh bahwa dalam Kristus kita mempunyai segalanya yang diperlukan.

DOA: Roh Kudus Allah, kami percaya akan kuat-kuasa-Mu untuk menyembuhkan apa yang telah dirusak dan mengumpulkan serta menyatukan kembali apa saja yang telah dicerai-beraikan. Lingkupilah kami dengan darah Yesus dan ikatlah kami bersama dalam kasih Bapa. Kami tidak percaya pada diri kami sendiri, melainkan percaya kepada-Mu saja. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 11:15-26), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MELAWAN KUASA KEGELAPAN DENGAN KUASA ALLAH” (bacaan  tanggal 13-10-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 11 Oktober 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS