Posts tagged ‘YESUS BERDOA DI TEMPAT TERPENCIL’

MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA YESUS

MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Rabu, 10 Januari 2018)

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Seluruh penduduk kota itu pun berkerumun di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya mencari-cari Dia. Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata kepada-Nya, “Semua orang mencari Engkau.”  Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.  (Mrk 1:29-39)

Bacaan Pertama: 1Sam 3:1-10,19-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,5,7-10

Yesus menyembuhkan setiap orang yang datang kepada-Nya di Kapernaum. Dia menerima setiap orang, bahkan orang-orang yang mungkin dipertimbangkan sebagai orang-orang yang tak masuk hitungan. Bagi Yesus, tidak ada orang yang dibuang. Yesus membuat jelas bahwa Dia datang untuk menjungkir-balikkan pekerjaan Iblis serta roh-roh jahat pengikutnya, dan membereskan perusakan/kerusakan akibat dosa. Melalui jamahan penyembuhan-Nya, Yesus mengundang setiap orang untuk mengikuti Dia dan memperkenankan Dia memerintah dalam hati mereka.

Ibu mertua Simon Petrus adalah seorang dari mereka yang menerima undangan Yesus itu. Begitu dia menerima jamahan penyembuhan dari Yesus, dia mulai melayani-Nya dan para murid yang ikut serta dengan-Nya (Mrk 1:31). Kelihatan di sini tidak ada keragu-raguan di pihak sang ibu mertua: Dia begitu bersyukur atas apa yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap dirinya, sehingga setelah disembuhkan langsung saja dia bangkit berdiri untuk melayani-Nya.

Melalui Yesus, kerajaan Allah telah datang kepada kita – suatu sentuhan surga pada bumi. Yesus menawarkan penyembuhan kepada masing-masing dari kita – tubuh, pikiran dan roh – sehingga kita pun akan menanggapi dengan penuh sukacita, melayani Dia dan umat-Nya dalam cintakasih. Ibu mertua Simon memberikan kepada kita sebuah contoh cara pelayanan Kristiani. Seandainya dia tidak disembuhkan terlebih dahulu, maka dia pun tidak akan mampu untuk melayani. Tetapi, sekali dia mengalami kerahiman dan penyembuhan ilahi dari Tuhan, dia pun bebas untuk memberikan dirinya sendiri secara penuh bagi Tuhan.

Yesus memanggil kita semua untuk melayani Allah dan sesama. Akan tetapi, sebelum kita menjadi pelayan-Nya, adalah vital bahwa kita mengalami karya penyembuhan-Nya dulu dalam hidup kita. Kita semua telah dilukai oleh efek-efek dosa, dan kita membawa tanda-tandanya dalam tubuh dan hati kita. Sampai berapa jauh kita memperkenankan Tuhan melayani kita dengan menyembuhkan diri kita, sampai sebegitu jauh pula kita akan mampu bergabung dengan-Nya dalam pekerjaan membangun kerajaan-Nya di muka bumi ini. Melayani Tuhan bukanlah sesuatu yang kita kerahkan dari kebaikan kita sendiri. Ini adalah sesuatu yang bertumbuh dalam diri kita selagi kita menyerahkan hidup kita kepada tangan-tangan penyembuhan sang Guru dan Dokter Agung. Marilah kita membawa luka-luka dan sakit-penyakit kita kepada Yesus dan mohon kepada-Nya agar menyembuhkan kita, sehingga kita dapat menjadi pelayan-pelayan-Nya yang penuh sukacita.

DOA: Tuhan Yesus, datanglah dan sembuhkanlah kami sehingga kerajaan-Mu akan datang ke muka bumi ini dalam kepenuhan dan kuat-kuasa. Kami menyerahkan hidup kami kepada-Mu agar supaya kami dapat mengasihi-Mu, melayani-Mu dan bersama dengan-Mu, dengan demikian dapat menjadi perpanjangan tangan-Mu bagi duna di sekeliling kami. Terpujilah Nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:29-39), bacalah tulisan yang berjudul “KITA PUN SEMAKIN SEDIKIT BERBICARA DAN LEBIH BANYAK MEMAKAI WAKTU KITA UNTUK MENDENGARKAN SUARA TUHAN” (bacaan tanggal 10-1-18), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 18-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-1-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Januari 2018 [HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

KESELAMATAN DARI YESUS

KESELAMATAN DARI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Rabu, 11 Januari 2017 

healing-of-the-mother-in-law-of-peter-3Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Seluruh penduduk kota itu pun berkerumun di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya mencari-cari Dia. Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata kepada-Nya, “Semua orang mencari Engkau.”  Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.  (Mrk 1:29-39)

Bacaan Pertama: Ibr 2:14-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-4,6-9

Pernahkah anda berhenti dan berpikir tentang cara yang luarbiasa bagaimana Allah menciptakan kita (anda dan saya)? Bilamana kita sedang menanggung derita dalam satu aspek kehidupan kita – apakah itu penderitaan spiritual/rohani, psikologis/kejiwaan, atau fisik/badani – maka setiap hal lainnya dapat menjadi tidak seimbang … out of balance!  Pikirlah dan bayangkanlah bagaimana orang-orang yang menderita karena relasi yang terluka cenderung untuk lebih rentan terhadap sakit-penyakit. Pikirlah dan bayangkanlah bagaimana sehatnya dan wajah yang berseri-seri memancarkan kebahagiaan seorang pengantin perempuan pada hari pernikahannya. Sungguh mentakjubkan jika kita sungguh merenungkan betapa kompleksnya kita sebagai manusia.

Bayangkanlah ibu mertua Petrus yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya karena sakit demam. Pikiran-pikiran apa yang kiranya berkecamuk dalam kepalanya? Kenyataan bahwa seorang rabi muda usia yang populer datang berkunjung ke rumahnya, dan ia tidak mampu untuk menyambut dan melayani dengan penuh hospitalitas kepada “tamu agung” tersebut? Apakah perempuan itupun menjadi frustrasi karena ketidakmampuannya untuk bergabung dengan orang banyak guna mendengar pengajaran-Nya? Apakah kekhawatirannya akan fisiknya yang semakin lemah karena penyakitnya? Akan tetapi, dengan perintah yang sederhana (namun penuh dengan kuat-kuasa) yang diucapkan Yesus, ia pun disembuhkan. Demamnya langsung hilang, dan ia pun menerima rahmat untuk meninggalkan segala kesusahan hatinya dan menyediakan diri sepenuhnya untuk melayani para tamu yang datang ke rumahnya.

jesus-heals-the-sickDari sejak awal Yesus menunjukkan bahwa Ia datang ke tengah dunia untuk membawa keselamatan penuh – kesembuhan dalam artiannya yang lengkap. Yesus tidak hanya muncul satu hari, wafat di kayu salib, dan kembali ke surga. Tiga tahun lamanya Yesus berkeliling di tanah Galilea, Yudea dll. guna melakukan karya pelayanan di tengah masyarakat. Ia mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan kepada orang banyak (Ingat peristiwa terang yang ketiga dalam doa Rosario). Berjam-jam setiap harinya Yesus menyembuhkan orang-orang sakit dan membuat berbagai tanda heran lainnya, seperti mengusir roh-roh jahat yang merasuki pribadi manusia, memulihkan penglihatan orang dan Ia tak bosan-bosannya menawarkan pengharapan kepada orang-orang yang sedang dilanda kekhawatiran dan rasa takut (lihat Luk 4:18-19; bdk. Yes 61:1-2). Yesus datang untuk membawa suatu restorasi lengkap-total bagi kepribadian kita masing-masing, sesuatu yang dimulai dalam hidup ini dan mencapai kepenuhannya pada waktu kita dipersatukan dengan Dia pada akhir zaman.

Sekarang, apakah kita (anda dan saya) sungguh percaya bahwa Yesus memiliki kuat-kuasa untuk menyembuhkan kita? Apakah kita percaya bahwa Dia dapat menyembuhkan berbagai kenangan/ingatan yang menyakitkan, memulihkan relasi-relasi yang berantakan, dan membuang sakit-penyakit fisik yang kita derita?

Saudari dan Saudaraku dalam Kristus, marilah kita melangkah dalam iman untuk menghadap Dia. Percayalah bahwa Dia baik. Iman seperti ini dapat memindahkan penghalang-penghalang, bahkan penghalang yang besar seperti sebuah gunung (lihat Mat 17:20). Iman seperti ini dapat membuat kita menjadi mengakar kuat dalam kasih Kristus. Dengan demikian, apakah kita telah disembuhkan secara sempurna atau belum, kita akan tetap mengalami damai-sejahtera karena kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan mengalami restorasi secara penuh.

DOA: Tuhan Yesus, aku menaruh semua perkaraku dan keprihatinanku di dekat kaki-kaki-Mu dan percaya sepenuhnya bahwa Engkau akan memperhatikan semua itu. Oleh Roh Kudus-Mu, ajarlah diriku bagaimana memahami dengan penuh dan benar kepenuhan dari keselamatan yang Engkau rencanakan bagiku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:29-39), bacalah tulisan yang berjudul “MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA YESUS” (bacaan untuk tanggal 11-1-17), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 17-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-1-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 9 Januari 2017  [PESTA PEMBAPTISAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS