Posts tagged ‘YANG BERBAHAGIA IALAH MEREKA YANG MENDENGARKAN FIRMAN ALLAH DAN YANG MEMELIHARANYA’

BERIKANLAH PUJIAN KEPADA ALLAH

BERIKANLAH PUJIAN KEPADA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Sabtu, 14 Oktober 2017) 

Ketika Yesus masih berbicara tentang hal-hal itu, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Tetapi Ia berkata, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:27-28) 

Bacaan Pertama: Yl 3:12-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2,5-6,11-12

Apa yang dikatakan oleh Yesus kepada perempuan itu adalah gema dari apa yang telah dikatakan-Nya kepada 70 murid-murid-Nya pada saat mereka kembali dari perjalanan misi mereka (Luk 10:17-20).

Pada waktu itu para murid memuji Dia dan diri mereka sendiri untuk kuasa nama Yesus atas roh-roh jahat. Kemudian Yesus meluruskan kembali “euforia” mereka dengan mengajar mereka: “Janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga”  (Luk 10:20). Langsung setelah mengatakan hal itu Yesus juga bersukacita dalam Roh Kudus dan memuji Bapa-Nya di surga untuk apa yang dinyatakan-Nya kepada para murid-Nya.

Sekarang, ketika perempuan dalam bacaan Injil hari ini memuji Yesus dan ibunda-Nya dengan mendeklarasikannya sebagai “berbahagia” karena mengandung dan menyusui seorang nabi besar, sekali lagi Yesus meluruskan kembali pujian itu kepada Allah: “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya” (Luk 11:28). Yesus dapat membaca apa yang ada dalam pikiran perempuan itu, sebagaimana Dia sebelumnya dapat membaca apa yang ada dalam pikiran para murid-Nya yang baru kembali dari perjalanan misi mereka. Kepada para murid-Nya, Yesus memperingatkan, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Luk 10:18). Dengan perkataan lain, seolah-olah Yesus mengatakan: “Jangan mengambil “kredit” seakan-akan kamu sendirilah yang melakukan pekerjaanmu. Itu adalah pekerjaan Allah, oleh karena itu berikanlah pujianmu kepada-Nya.”

Kepada perempuan dalam bacaan Injil hari ini Yesus memberikan nasihat serupa: “Apabila yang ibu maksudkan adalah, ‘sayang sekali aku tidak dapat menjadi ibunda Mesias,’ ingatlah, ibu dapat berada dekat dengan Allah juga. Ibu dapat mendengar sabda Allah dan memeliharanya juga. Itulah yang membuat ibu-Ku Maria, seorang perempuan besar. Ibu-Ku Maria senantiasa membawa privilese-privilese dan kehormatannya, demikian pula pencobaan-pencobaan yang dihadapinya, kemiskinannya dan kesulitan-kesulitannya ke dalam pujian kepada Allah. Ibu dapat melakukan hal yang sama, dan ibu akan diberkati, ibu akan berbahagia. Yang paling berbahagia dan terberkati adalah mereka yang mendengarkan sabda Allah, yaitu pesan-pesan-Nya, dan menanggapinya, mentaatinya, setia kepada sabda-Nya sepanjang hidup mereka. Baik ibu-Ku maupun Aku sendiri tidak mencari-cari pujian bagi diri kami sendiri. Hidup kami dimaksudkan untuk menjadi pujian bagi Bapa surgawi, dan kami memuji Bapa dengan memegang sabda-Nya, dengan melaksanakan rencana-Nya bagi kami.”

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah menunjukkan arah tujuan hidupku. Berikanlah kepadaku terang agar mampu mendengarkan sabda-Mu, sabda Allah, dan memeliharanya dengan setia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:27-28), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPA YANG BERBAHAGIA?” (bacaan tanggal 14-10-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2012) 

Cilandak, 12 Oktober 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements

SIAPA YANG BERBAHAGIA?

SIAPA YANG BERBAHAGIA?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Sabtu, 8 Oktober 2016) 

jesus_christ_picture_013Ketika Yesus masih berbicara tentang hal-hal itu, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Tetapi Ia berkata, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:27-28) 

Bacaan Pertama: Gal 3:22-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:2-7

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar, seorang perempuan dari antara orang banyak berseru: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” (Luk 11:27). Kata-kata yang dilontarkan oleh perempuan ini adalah cara orang Semit (antara lain Yahudi) untuk mengatakan sesuatu seperti ini: “O, menjadi ibu dari seorang anak yang sedemikian besar!”  Perempuan itu jelas terkesan dengan Yesus dan dia mengucapkan kata-kata itu sebagai suatu penghargaan yang tulus terhadap Yesus (dan ibu-Nya). Namun demikian Yesus menggunakan kata-kata yang diucapkan perempuan itu sebagai suatu kesempatan  menantang siapa saja agar supaya mau mendengarkan fiman Allah dan mematuhinya (Luk 11:28).

Kita semua tahu bahwa peristiwa ini terjadi dalam perjalanan Yesus menuju Yerusalem. Satu pelajaran yang diinginkan Yesus untuk kita pelajari dalam perjalanan ke Yerusalem ini adalah apa artinya menjadi seorang murid Yesus. Tanggapan Yesus terhadap seruan-pujian perempuan itu merupakan inti makna kemuridan (pemuridan): Seorang murid adalah seseorang yang mendengar firman Allah dan memeliharanya. Sebelumnya Yesus telah mengindikasikan bahwa kebundaan-biologis harus diletakkan di bawah relasi yang terbuka terhadap semua orang yang mendengar dan mematuhi firman-Nya (lihat Luk 8:19-21).

Kita harus menyadari bahwa Yesus samasekali tidak bermaksud untuk menyepelekan ibu-Nya dengan kata-kata yang diucapkan-Nya tentang mendengarkan dan melaksanakan firman Allah itu. Pada kenyataannya Maria adalah seorang murid par excellence, ‘model’ seorang murid Yesus. Lukas mengindikasikan hal ini dalam lebih dari satu peristiwa. Dalam peristiwa-peristiwa itu Lukas menggambarkan bagaimana Maria menyimpan segala sesuatu dalam hatinya dan merenungkannya (lihat Luk 2:19.51) – sikap dan perilaku yang harus ditunjukkan oleh setiap murid Yesus yang sejati. Kita juga diingatkan kepada sebuah peristiwa yang digambarkan dalam Injil Yohanes, yaitu ‘Perkawinan di Kana’ (Yoh 2:1-11), di mana Maria mohon pertolongan bagi keluarga yang mempunyai hajat, karena ada urgensi kehabisan anggur. Tanggapan Yesus terhadap permintaan tolong Maria terkesan keras dan menolak, “Mau apakah engkau dari Aku, perempuan? Saat-Ku belum tiba” (Yoh 2:4), namun dengan penuh keyakinan Maria berkata kepada para pelayan: “Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!” (Yoh 2:5). Ini adalah sikap dan perilaku seorang murid sejati!

DOA: Tuhan Yesus,  tolonglah aku agar dapat menjadi seorang murid-Mu yang sejati. Kutahu bahwa hal ini berarti bahwa aku harus mendengarkan apa yang Kauperintahkan dan mematuhinya dengan hati yang terbuka dan penuh kemauan. Aku mau melakukan apa saja yang Kauminta dari diriku, dengan cara seturut permintaan-Mu, untuk kurun waktu seturut permintaan-Mu juga, justru karena Dikaulah yang meminta. Aku berdoa agar Roh Kudus-Mu memampukanku untuk meneladan Bunda Maria, ibu-Mu dan ibuku: menyimpan dalam hatiku segala hal yang Kaukatakan dan Kaulakukan, apa pun yang Kauperintahkan untuk aku lakukan. Tuhan Yesus, terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 11:27-28), silahkan membaca juga tulisan yang berjudul “TINDAKAN-TINDAKAN KETAATAN” (bacaan tanggal 8-10-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2009) 

Cilandak, 5 Oktober 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS