Posts tagged ‘TOMAS’

MENGHADAP-NYA DENGAN HATI TERBUKA DAN PENUH RASA PERCAYA

MENGHADAP-NYA DENGAN HATI TERBUKA DAN PENUH RASA PERCAYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH V [Tahun A], 14 Mei 2017)

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Apabila aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa…” (Yoh 14:1-12) 

Bacaan Pertama: Kis 6:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2,4-5,18-19; Bacaan Kedua: 1Ptr 2:4-9

“Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi.” “Tuhan, bagaimana kami tahu jalan ke situ?” “Tuhan , tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.” Kadang-kadang para murid kelihatan terlalu “bodoh” untuk memahami apa yang dikatakan/diajarkan oleh Yesus kepada mereka. Namun, apakah mereka benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk memahami kata-kata-Nya? Barangkali, untuk semua ketidakpahaman mereka yang begitu jelas, para murid sebenarnya menunjukkan satu hal yang mungkin kita tidak pernah pikirkan, yaitu kerendahan hati.

Marilah kita pertimbangkan bahwa para murid telah hidup bersama-sama dengan Yesus selama paling sedikit tiga tahun. Mereka telah mendengar pengajaran Yesus di depan umum dan mereka juga telah mendengar penjelasan-penjelasan yang lebih mendalam oleh Yesus secara privat, khusus bagi mereka. Mereka telah diutus oleh Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan malah telah membuat mukjizat-mukjizat dalam nama-Nya lihat Luk 9:1-6). Jelas mereka adalah sedikit orang yang dipilih sendiri oleh Tuhan Yesus. Namun demikian, mereka harus mengakui, baik di depan satu sama lain maupun di depan Yesus sendiri, bahwa mereka masih belum mengerti benar segala ajaran Yesus, belum paham sepenuhnya,  … nggak mudeng! Dengan demikian, tidak mengherankanlah jika tersirat dalam tanggapan Yesus terhadap permintaan Filipus adanya rasa dongkol atau kekesalan (lihat Yoh 14:9 dsj.).

Di satu sisi, kelambatan (kebebalan?) para murid dapat saja telah membuat Yesus mendongkol atau kesal, namun di sisi lain hasrat mereka untuk belajar tentunya menghibur Yesus juga. Bagaimana pun juga para murid dapat saja berpura-pura sudah paham. Mereka dapat saja bertindak seolah-olah telah paham semua dan siap untuk menjalankan misi yang dipercayakan kepada mereka. Namun secara positif kita harus melihat bahwa para murid melihat Injil dan pewartaannya sebagai sesuatu yang serius dan memandang serta mempertimbangkan bahwa kasih Yesus dan hidup-Nya sangatlah berharga, sehingga tidak pantaslah untuk main-main dengan itu semua. Para murid ingin semuanya benar sehingga mereka dapat menerima segala yang telah dijanjikan oleh Yesus dan kemudian mensyeringkannya dengan orang-orang lain.

Sekarang, apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa Yesus sungguh merasa terhibur dan senang ketika kita mengakui/menerima kelemahan-kelemahan kita di hadapan hadirat-Nya? Apakah kita percaya bahwa Yesus tersenyum ketika kita mengakui kebutuhan-kebutuhan kita kepada-Nya? Yesus ingin agar kita datang menghadap hadirat-Nya dengan hati yang terbuka dan penuh rasa percaya. Bagi kita senantiasa ada sesuatu yang perlu kita pelajari dan alami lagi, karena yang kita telah pahami (atau yang  kita pikir kita telah pahami) senantiasa memerlukan perbaikan. Yesus selalu siap dan penuh gairah untuk membawa kita di bawah sayap-Nya dan terus mengajar kita. Oleh karena itu marilah kita datang ke altar-Nya pada Misa Kudus pada hari ini dengan kerendahan hati dan keterbukaan sebagai para murid-Nya. Marilah dengan mendengar baik-baik sabda-Nya, lalu makan tubuh-Nya (dan minum darah-Nya). Kita semua tidak akan begitu kenyangnya dengan memakan tubuh Kristus (dan meminum darah-Nya); kita akan terus merindukan untuk mengalami-Nya lagi dan lagi.

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin melihat kemuliaan-Mu dalam Misa Kudus hari ini – kebesaran-Mu, keindahan-Mu dan kebaikan-Mu. Aku tahu bahwa aku tidak melihat-Mu selama ini secara seharusnya. Oleh karena itu aku mohon agar Engkau membuka mataku. Yesus – Tuhan dan Juruselamatku, perkenankanlah aku melihat Engkau! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 6:1-7), bacalah tulisan yang berjudul “TUJUH DIAKON PERTAMA DALAM GEREJA” (bacaan tanggal 14-5-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-05 BACAAN HARIAN MEI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 18-5-14) 

Cilandak, 15 Mei 2014  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

KITA TAHU BAHWA KITA TIDAK SENDIRI

KITA TAHU BAHWA KITA TIDAK SENDIRI

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH II – 23 April 2017)

MINGGU KERAHIMAN ILAHI 

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Lalu kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Tetapi Tomas, salah seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Jadi, kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!”  Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku menaruh jariku ke dalam bekas paku itu dan menaruh tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan taruhlah ke lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Memang masih banyak tanda mujizat lain yang diperbuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi hal-hal ini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya karena percaya, kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (Yoh 20:19-31) 

Bacaan Pertama:  Kis 2:42-47; Mazmur Tanggapan: Mzm 118:2-4,13-15,22-24; Bacaan Kedua: 1Ptr 1:3-9 

Para rasul/murid Yesus untuk sekian lama berkumpul dalam ruang tertutup pada bagian atas sebuah bangunan di Yerusalem. Mereka diliputi rasa khawatir apakah sebentar lagi tiba giliran mereka untuk ditangkap dan diadili serta dijatuhi hukuman. Ditengah-tengah kekhawatiran dan kegalauan mereka muncullah Yesus. Kehadiran Yesus ini membuat mereka bersukacita dan penuh damai. Hanya seorang rasul yang tidak hadir, yaitu Tomas. Penkhianatan dan penyaliban atas diri Yesus membuat Tomas patah hati, dan kelihatannya dalam kesedihannya dia memilih isolasi, bukannya suatu persekutuan yang memberi penghiburan dari para rasul/murid yang lain.

Bayangkanlah betapa terkejutnya Tomas ketika Yesus secara tiba-tiba muncul lagi satu pekan kemudian. Dikelilingi oleh para saudari dan saudara seiman, Tomas akhirnya melihat Tuhan yang telah bangkit, dan keragu-raguannya semula berganti menjadi keyakinan iman yang kokoh dan ia juga mengalami sukacita yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Tomas tidak hanya melangkah dari “ketidakpercayaan kepada kepercayaan”, dia juga melangkah dari “isolasi” kepada “komunitas”. Ungkapan iman Tomas singkat saja namun tak meragukan sedikitpun: “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28). Jawaban Yesus kepada Tomas dalam menanggapi pernyataan imannya adalah “pegangan-abadi” bagi kita semua: “Karena engkau telah melihat aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29). Tentang karya kerasulan Tomas sesudah itu, Kitab Suci tidak menyebutkan apa-apa lagi. Juga tidak ada surat (epistola) peninggalan Tomas yang sampai kepada kita. Menurut tradisi, Tomas menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus ke arah timur dengan mengikuti jalan para pedagang, yaitu ke Siria, Armenia, Persia dan India. Orang kudus ini mengalami kematian sebagai seorang martir sejati. Sisa potongan tombak yang dipakai untuk membunuhnya ditemukan kembali sewaktu makamnya di Mailapur dekat kota Malabar, India dibuka kembali pada tahun 1523.

Paus Santo Gregorius Agung [540-601] pernah menulis, bahwa Allah “mentakdirkan murid yang tak percaya itu, ketika dia menyentuh luka-luka Gurunya, untuk menyembuhkan luka-luka ketidakpercayaan dalam diri kita”. Orang kudus ini lebih lanjut mengatakan, bahwa keragu-raguan Tomas dapat menolong kita untuk lebih percaya ketimbang iman para murid yang percaya. Mengapa? Karena kita tahu bahwa kita tidak sendiri. Ada Tomas, seorang dari 12 rasul yang dipilih oleh Yesus sendiri – juga seperti kita …… tidak sempurna!

Apakah kita (anda dan saya) sekarang mengenal seseorang yang sedang mengalami kegoncangan dalam imannya atau merasa ditinggalkan oleh Allah? Baiklah anda berdoa agar Tuhan Yesus “muncul” di depan orang itu dan meyakinkan dirinya, menghiburnya, menyemangatinya, serta menguatkannya dengan kehadiran-Nya. Barangkali kita (anda dan saya) juga merasakan adanya “jarak” yang mengganggu antara diri kita dengan Tuhan, atau kita merasa galau, bingung karena kita telah melakukan sesuatu yang menurut kita tidak akan dapat diampuni oleh-Nya. Dalam hal ini patutlah kita ingat, bahwa keberadaanYesus senantiasa disertai belas-kasih-Nya dan rahmat-Nya.

Dalam Misa Kudus hari ini, selagi kita sujud menyembah bersama saudari-saudara kita lainnya, Tuhan Yesus ingin menunjukkan betapa mendalam Ia mengasihi kita masing-masing. Ia selalu siap untuk berbicara kepada kita, bahkan pada saat-saat kita merasa sangat tertekan oleh berbagai masalah/kesulitan kehidupan ini; ketika kita merasa ditinggalkan oleh para sahabat yang kita kasihi dan percayai; atau ketika kita berada di tengah-tengah godaan serius. Marilah kita membuka hati kita dan memperkenankan Yesus memperkuat iman kita seperti yang telah dilakukan-Nya atas diri Tomas.

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kemenangan-Mu atas dosa dan maut dapat membebaskan setiap orang dari ketidakpercayaannya. Anugerahilah karunia iman kepada orang-orang yang hampir putus-asa dan tanpa harapan sebagai pengikut-Mu, sehingga dengan demikian setiap orang dapat menemukan kehidupan, kedamaian dan sukacita karena kehadiran-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 20:19-31), bacalah tulisan yang berjudul “TOMAS BERKATA: YA TUHANKU DAN ALLAHKU” (bacaan tanggal 23-4-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-04 BACAAN HARIAN APRIL 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 3-4-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 19 April 2017 [HARI RABU DALAM OKTAF PASKAH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP

JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Jumat, 1 Mei 2015)

Peringatan S. Yusuf Pekerja

NAMA YESUS YANG KUDUS - 555 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Apabila aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:1-6) 

Bacaan Pertama: Kis 13:26-33; Mazmur Tanggapan: Mzm 2:6-11

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6).

Dalam Bacaan Injil hari ini, Santo Yohanes Penginjil menginginkan agar kita sering kembali ke ruang atas di Yerusalem, di mana Yesus duduk pada meja perjamuan bersama-sama para murid-Nya yang pertama di malam hari sebelum kematian-Nya pada kayu salib. Murid-murid Yesus ini makan bersama dalam perayaan Ekaristi yang pertama, Roti Kehidupan, di mana Yesus telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita, dalam bentuk pemberian tubuh-Nya, suatu kematian simbolis yang akan menjadi kematian riil diri-Nya pada keesokan harinya, yaitu pada hari yang kita kenal sebagai hari Jumat Agung.

Pada malam itu juga, sebelum Yesus dan murid-murid-Nya meninggalkan tempat itu untuk pergi ke taman Getsemane, Yesus berdoa untuk para murid-Nya (Yoh 17:1-26), a.l. yang berikut ini: “Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku …” (Yoh 14:24). Dengan kata lain, Yesus mau mengatakan kepada Bapa-Nya, “Besok Aku akan melalui kematian dan akan berdiri dalam kekekalan. Aku ingin agar para sahabat-Ku berada berama-sama dengan Aku. Seperti Aku meminta Bapa agar tidak meninggalkan Aku sendiri dalam kematian-Ku, maka Aku pun minta kepada-Mu agar tidak meninggalkan para sahabat-Ku sendirian dalam kematian mereka.” Demikianlah Yesus berjanji untuk menyiapkan sebuah tempat bagi kita, sehingga di mana Dia berada kita juga berada (Yoh 14:2-3).

Marilah kita mencatat bagaimana Yesus pergi, Kita perlu memahaminya karena Dia berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup”  (Yoh 14:6). Ia menunjukkan kepada kita JALAN menuju sukacita kekal ini; Ia mengatakan KEBENARAN mengenai hal itu; Ia memberikan kepada kita HIDUP, karena hanya Dialah yang memiliki kuat-kuasa yang sejati.

275px-Geertgen_Man_van_smartenApakah yang dimaksud dengan “Yesus adalah JALAN”? Jalan macam apakah itu? Itu adalah JALAN SALIB. Tentu ada kepedihan dan penderitaan, beratnya beban yang harus dipikul, pengorbanan dan rasa duka. Ini adalah JALAN yang ditempuh oleh Yesus pada hari Jumat Agung, satu hari setelah Dia berbicara mengenai hal ini dan membuat janji besar. Namun ini bukanlah akhir dari jalan, malah jauh dari akhir. Tiga hari kemudian terwujudlah JALAN KEMENANGAN PENUH KEMULIAAN, suatu kebangkitan yang menakjubkan, suatu kehidupan yang dipenuhi dengan sukacita, kuat-kuasa, damai-sejahtera, dan kasih.

Yesus adalah KEBENARAN! Ia adalah jawaban terhadap semua teka-teki dan pencobaan dalam kehidupan manusia. Yesus adalah HIDUP untuk mana kita diciptakan. Ia adalah sang Pencipta yang Mahakuasa, dan Ia adalah makna dan tujuan hidup. Yesus, dalam kasih-Nya yang tanpa batas, berjanji bahwa kita akan ikut ambil bagian dalam hidup penuh kemuliaan yang penuh kuat-kuasa dan tanpa batas itu. Satu-satunya persyaratan yang dibutuhkan adalah bahwa kita mengikut Dia dengan penuh iman: “Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yoh 11:25-26).

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah “Jalan dan Kebenaran dan Hidup”. Engkaulah Mesias, Putera Allah yang hidup, yang telah menyediakan tempat di surga yang penuh kemuliaan bagi kami semua. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:1-6), bacalah juga tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH JALAN KEPADA BAPA SURGAWI” (bacaan tanggal 1-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 13:26-34), bacalah tulisan yang berjudul “KHOTBAH PAULUS PERTAMA YANG DICATAT DALAM KITAB SUCI” (bacaan tanggal 16-5-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 16-4-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 29 April 2015 [Peringatan S. Katarina dr Sienna] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA

BERBAHAGIALAH MEREKA YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH II, Hari Minggu Kerahiman Ilahi – 7 April 2013) 

TOMAS - YESUS DAN TOMASKetika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Lalu kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Tetapi Tomas, salah seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Jadi, kata murid-murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!”  Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku menaruh jariku ke dalam bekas paku itu dan menaruh tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan taruhlah ke lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Memang masih banyak tanda mujizat lain yang diperbuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi hal-hal ini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya karena percaya, kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (Yoh 20:19-31)

Bacaan Pertama:  Kis 5:12-16; Mazmur Tanggapan: Mzm 118:2-4,22-27; Bacaan Kedua: Why 1:9-13,17-19 

KEBANGKITAN - PENAMPAKAN SETELAH KEBANGKITAN - YA TUHANKU DAN ALLAHKUPara rasul/murid Yesus untuk sekian lama berkumpul dalam ruang tertutup pada bagian atas sebuah bangunan di Yerusalem. Mereka diliputi rasa khawatir apakah sebentar lagi tiba giliran mereka untuk ditangkap dan diadili serta dijatuhi hukuman. Ditengah-tengah kekhawatiran dan kegalauan mereka muncullah Yesus. Kehadiran Yesus ini membuat mereka bersukacita dan penuh damai. Hanya seorang rasul yang tidak hadir, yaitu Tomas. Pengkhianatan dan penyaliban atas diri Yesus membuat Tomas patah hati, dan kelihatannya dalam kesedihannya dia memilih isolasi, bukannya suatu persekutuan yang memberi penghiburan dari para rasul/murid yang lain.

Bayangkanlah betapa terkejutnya Tomas ketika Yesus secara tiba-tiba muncul lagi delapan hari kemudian. Dikelilingi oleh para saudari dan saudara seiman, Tomas akhirnya melihat Tuhan yang telah bangkit, dan keragu-raguannya semula berganti menjadi keyakinan iman yang kokoh dan ia juga mengalami sukacita yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Tomas tidak hanya melangkah dari “ketidakpercayaan kepada kepercayaan”, dia juga melangkah dari “isolasi” kepada “komunitas”. Ungkapan iman Tomas singkat saja namun tak meragukan sedikitpun: “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28). Jawaban Yesus kepada Tomas dalam menanggapi pernyataan imannya adalah “pegangan-abadi” bagi kita semua: “Karena engkau telah melihat aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yan tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29). Tentang karya kerasulan Tomas sesudah itu, Kitab Suci tidak menyebutkan apa-apa lagi. Juga tidak ada surat (epistola) peninggalan Tomas yang sampai kepada kita. Menurut tradisi, Tomas menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus ke arah timur dengan mengikuti jalan para pedagang, yaitu ke Siria, Armenia, Persia dan India. Orang kudus ini mengalami kematian sebagai seorang martir sejati. Sisa potongan tombak yang dipakai untuk membunuhnya ditemukan kembali sewaktu makamnya di Mailapur dekat kota Malabar, India dibuka kembali pada tahun 1523.

250px-GregorythegreatPaus Santo Gregorius Agung [540-601] pernah menulis, bahwa Allah “mentakdirkan murid yang tak percaya itu, ketika dia menyentuh luka-luka Gurunya, menyembuhkan luka-luka ketidakpercayaan dalam diri kita”. Orang kudus ini lebih lanjut mengatakan, bahwa keragu-raguan Tomas dapat menolong kita untuk lebih percaya ketimbang iman para murid yang percaya. Mengapa? Karena kita tahu bahwa kita tidak sendiri. Ada Tomas, seorang dari 12 rasul yang dipilih oleh Yesus sendiri – juga seperti kita …… tidak sempurna!

Apakah anda sekarang mengenal seseorang yang sedang mengalami kegoncangan dalam imannya atau merasa ditinggalkan oleh Allah? Baiklah anda berdoa agar Tuhan Yesus “muncul” di depan orang itu dan meyakinkan dirinya, menghiburnya, menyemangatinya, serta menguatkannya dengan kehadiran-Nya. Barangkali kita (anda dan saya) juga merasakan adanya “jarak” yang mengganggu antara diri kita dengan Tuhan, atau kita merasa galau, bingung karena kita telah melakukan sesuatu yang menurut kita tidak akan dapat diampuni oleh-Nya. Dalam hal ini patutlah kita ingat, bahwa keberadaanYesus senantiasa disertai belas-kasih-Nya dan rahmat-Nya.

Dalam Misa Kudus hari ini, selagi kita sujud menyembah bersama saudari-saudara kita lainnya, Tuhan Yesus ingin menunjukkan betapa mendalam Ia mengasihi kita masing-masing. Ia selalu siap untuk berbicara kepada kita, bahkan pada saat-saat kita merasa sangat tertekan oleh berbagai masalah/kesulitan kehidupan ini; ketika kita merasa ditinggalkan oleh para sahabat yang kita kasihi dan percayai; atau ketika kita berada di tengah-tengah godaan serius. Marilah kita membuka hati kita dan memperkenankan Dia memperkuat iman kita seperti yang telah dilakukan-Nya atas diri Tomas.

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa kemenangan-Mu atas dosa dan maut dapat membebaskan setiap orang dari ketidakpercayaannya. Anugerahilah karunia iman kepada orang-orang yang hampir putus-asa dan tanpa harapan sebagai pengikut-Mu, sehingga dengan demikian setiap orang dapat menemukan kehidupan, kedamaian dan sukacita karena kehadiran-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 20:19-31), bacalah tulisan yang berjudul “MENYENTUH LUKA-LUKA YESUS” (bacaan tanggal 7-4-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-04 BACAAN HARIAN APRIL 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “BERSAMA TOMAS KITA BERKATA ‘YA TUHANKU DAN ALLAHKU’” (bacaan tanggal 15-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 15-4-12 dalam situ/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 1 April 2013

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS