Posts tagged ‘TIRUS DAN SIDON’

BAGAIMANA DENGAN SIKAP KITA SENDIRI?

BAGAIMANA DENGAN SIKAP KITA SENDIRI?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV – Selasa, 17 Juli 2018)

FSGM: Peringatan wafat Pendiri Kongregasi

MISC: Hari Raya S. Maria Magdalena Postel, Pendiri Tarekat – anggota OFS

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di sini Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu.” (Mat 11:20-24) 

Bacaan Pertama: Yes 7:1-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-8 

Mungkin agak mengejutkan bahwa mukjizat-mukjizat dan berbagai “tanda heran” yang dibuat oleh Yesus tidak membuat banyak orang bertobat dan berbalik kepada Allah (lihat Mrk 11:20), bahkan mengundang perlawanan dari pihak-pihak yang membenci Yesus dengan tindakan ekstrim seperti merencanakan pembunuhan diri-Nya (lihat Mat 12:13-14).

Mungkin anda pernah mendengar seseorang berkata: “Kalau saja saya hidup pada masa Yesus hidup di atas bumi ini! Alangkah jauh lebih mudah bagi saya untuk memiliki iman, apabila saya dapat melihat-Nya sendiri.” Barangkali anda sendiri pernah mempunyai perasaan seperti itu. Namun pertanyaannya sekarang, apakah betul lebih mudah bagi orang-orang untuk beriman apabila Yesus berada di tengah-tengah mereka?

Lihatlah para penduduk Khorasim, Betsaida dan Kapernaum. Mereka mendengar Yesus berbicara/berkhotbah dan mereka menyaksikan diri-Nya membuat banyak mukjizat dan tanda heran lainnya, akan tetapi mereka tetap tidak mau bertobat, sedemikian sampai yesus membandingkan mereka secara negatif dengan kota Perjanjian Lama Sodom yang terkena kutukan Allah (Mat 11:22-23). Yesus mengingatkan, karena menolak diri-Nya dan pesan kasih dan belas-kasih-Nya, orang-orang Galilea yang tidak percaya ini akan dihukum dengan keras pada Hari Penghakiman.

Seperti banyak orang lain yang menolak Yesus pada masa hidup-Nya di bumi, orang-orang ini mencari Mesias macam lain. Mereka tidak melihat rencana Allah – bahkan ketika cahaya kuasa kasih-Nya memancar keluar dari mukjizat-mukjizat yang dibuat Yesus. Sekarang pertanyaan untuk diri kita masing-masing: Seandainya kitalah yang berada di sana, apakah kita akan bertindak berbeda?

Barangkali pertanyaan yang lebih baik adalah, apakah kita bertindak secara berbeda sekarang ini? Kita harus menyadari bahwa mukjizat-mukjizat Yesus tidak berhenti pada saat Yesus naik ke surga. Yesus masih bersama kita, dan karya-karya dan berbagai mukjizat-Nya masih berlanjut sampai hari ini. Penulis “Surat kepada Orang Ibrani” menulis: “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8). Mukjizat-mukjizat Yesus terjadi di sekeliling kita, menanti-nantikan pengakuan kita. Namun untuk dapat mengenali mukjizat-mukjizat-Nya kita harus menolak/membuang sikap apapun yang menghalangi Yesus masuk ke dalam hati kita.

Marilah kita lihat sekeliling kita dan berharap pada hari ini kita akan menjadi bagian dari mukjizat-mukjizat Yesus. Ia senantiasa terlibat dalam kehidupan kita, baik dalam perkara besar maupun perkara kecil. Kita mohon kepada-Nya untuk membuka mati kita agar dapat melihat berbagai mukjizat dan tanda heran yang dibuat-Nya. Apabila kita mendapat kesempatan untuk menyaksikan hal-hal ajaib tersebut, walaupun sekejab saja – kita sepantasnya dengan penuh syukur memuji-muji dan memuliakan sang Pembuat segala Mukjizat, …… Yesus Kristus! Apabila kita menemukan satu-satunya ruang parkir yang kosong dalam tempat parkir yang penuh sesak, bilamana negosiasi bisnis kita berlangsung alot tetapi secara tak diharap-harapkan menghasilkan buah yang baik, ketika sebuah proyek yang kita tangani dapat diselesaikan tepat waktu walaupun banyak faktor tidak menunjang; dalam hal-hal seperti itu kita tidak pernah boleh lupa untuk memuji-muji-Nya dengan penuh rasa syukur. Kita juga dapat bergabung dengan mukjizat-mukjizat penyembuhan Yesus dengan berdoa bagi seseorang yang sedang menderita sakit serius. Kita bersukacita ketika kesembuhan sungguh terjadi. Karena Yesus itu hidup, setiap hari yang biasa-biasa saja sebenarnya memiliki suatu dimensi kekal-abadi, dengan catatan kita mempunyai mata yang mampu melihat.

DOA: Bapa surgawi, alangkah baik dan berbela-rasa Engkau! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau menarikku ke dalam kasih-Mu. Bukalah mataku agar mampu melihat berbagai mukjizat dan tanda heran-Mu, baik besar maupun kecil. Bukalah bibirku agar aku dapat memuji-muji kehadiran dan kuasa-Mu dengan kidung pujian yang ke luar dari hatiku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:20-24), bacalah tulisan dengan judul “YESUS MENGECAM TIGA KOTA DI DAERAH GALILEA (bacaan tanggal 17-7-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-07 BACAAN HARIAN JULI 2018. 

Cilandak, 15 Juli 2018 [HARI MINGGU BIASA XV – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

KECAMAN YESUS KEPADA TIGA KOTA

KECAMAN YESUS KEPADA TIGA KOTA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV – Selasa, 16 Juli 2013) 

YESUS SEORANG PEMIMPIN YANG TEGASLalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di sini Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu.” (Mat 11:20-24)

Bacaan Pertama: Kel 2:1-15a; Mazmur Tanggapan: Mzm 69:3,14,30-31,33-34 

Kecaman Yesus terhadap kota-kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum pasti keluar dari sebuah hati yang menderita sakit-rindu …… rindu untuk melihat umat-Nya kembali kepada Allah dan percaya kepada keselamatan yang telah dibawa-Nya dari Bapa surgawi. Seruan Yesus ini mengingatkan kita pada ratapan Yesus sebelum memasuki kota Yerusalem untuk terakhir kali sebelum wafat di kayu salib: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Mat 23:37).

Kapernaum terletak dalam teritori Naftali dan Zebulon, dan Kapernaum inilah tempat Yesus memulai pelayanan-Nya di muka publik. Nabi Yesaya telah bernubuat tentang kedatangan sang Mesias ke tempat-tempat ini: “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. …… Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.” (Yes 9:1,5-6). 

Nubuatan ini menjadi sebuah realitas dalam diri Yesus, namun orang-orang di kota-kota yang disebutkan di atas menolak untuk merangkul Yesus dan pesan kehidupan-Nya. Orang mati dibangkitkan; orang lumpuh dibuat berjalan kembali; orang buta dicelikkan matanya, dan pesan keselamatan diwartakan kepada mereka; namun telinga-telinga mereka tetap tertutup dan hati mereka tetap keras. “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung” (Mat 11:21). Hal penting yang tersirat dalam pesan Yesus ini adalah: semakin besar pernyataan/perwahyuan yang diterima, semakin besar pula akuntabilitas, sebuah prinsip yang kita dapat lihat di bagian-bagian lain dalam Perjanjian Baru.

Kita ditantang untuk melihat ke dalam hati kita sendiri dan bertanya: “Bagaimana aku menanggapi harta-kekayaan besar yang telah diberikan kepadaku dalam Kristus?” Kita pantas berdoa kepada Roh Kudus agar Ia menunjukkan kepada kita pentingnya kehidupan kita dengan Yesus dan memperdalam hidup itu dalam diri kita. Marilah kita mendoakan doa itu setiap hari agar dapat mengenal kasih Allah yang besar bagi kita dan menghaturkan terima kasih penuh syukur atas keselamatan kita yang telah dimenangkan oleh Kristus Yesus.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah mengutus Putera-Mu, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan dunia. Semoga Roh Kudus-Mu senantiasa mengingatkan kami tentang apa saja yang telah dilakukan oleh Yesus bagi kami. Semoga kami selalu terbuka bagi sabda kebenaran-Nya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kel 2:1-15a), bacalah tulisan yang berjudul “ORANG-ORANG TIDAK SEMPURNA DIPANGGIL ALLAH” (bacaan tanggal 16-7-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-07 BACAAN HARIAN JULI 2013. 

Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:20-24), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “APAKAH SIKAP KITA TERHADAP YESUS SAMA DENGAN SIKAP PENDUDUK KHORAZIM, BETSAIDA DAN KAPERNAUM?” (bacaan tanggal 17-7-12) dan “YESUS MENGECAM BEBERAPA KOTA” (bacaan tanggal 12-7-11), keduanya dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-7-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 15 Juli 2013 [Peringatan/Pesta S. Bonaventura, Uskup-Pujangga Gereja] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS