Posts tagged ‘PINTU YANG SEMPIT’

EVANGELISASI MENUNTUT ADANYA BIMBINGAN ROH KUDUS

EVANGELISASI MENUNTUT ADANYA BIMBINGAN ROH KUDUS

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XII – Selasa, 23 Juni 2015)

 www-St-Takla-org--Jesus-Sermon-on-the-Mount-030

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Masuklah melalui pintu yang sempit, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Mat 7:6,12-14) 

Bacaan Pertama: Kej 13:2,5-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 15:2-5

Menjelang kedatangan milenium ketiga, almarhum Paus Yohanes Paulus II menyerukan umat Katolik agar milenium  yang baru ini merupakan saatnya untuk kegiatan evangelisasi. Namun demikian, sampai hari ini masih banyak saja dari kita yang merasa ragu untuk mensyeringkan iman kita karena takut apa yang dipikirkan orang lain – dan karena kita merasa belum dipersiapkan untuk kegiatan evangelisasi ini. Memang benar bahwa evangelisasi memerlukan hikmat-kebijaksanaan. Yesus mengatakan kepada para murid-Nya untuk berhati-hati agar tidak memberikan “mutiara-mutiara” kepada “babi-babi” (Mat 7:6) bilamana mereka pergi ke luar untuk mewartakan Injil. Dengan kata-kata ini, Yesus tidak berkata bahwa orang-orang tidak lebih baik ketimbang babi-babi. Yang dimaksudkan oleh Yesus adalah agar kita memilih dengan bijaksana saat-saat kapan kita mengkomunikasikan Injil kepada orang-orang lain.

Seperti juga hal-hal lainnya yang diajarkan Yesus, evangelisasi menuntut adanya bimbingan Roh Kudus. Apabila kita  mencoba untuk mensyeringkan iman kita dengan orang-orang lain, memang crucial kalau kita terbuka bagi apa yang diinginkan oleh Roh Kudus untuk kita lakukan. Roh Kudus mengetahui benar keadaan hati setiap orang. Roh Kudus mengetahui siapa saja yang sudah siap untuk mendengar Injil dan siapa saja yang belum siap. Bilamana kita mencoba untuk menjelaskan iman kita kepada orang-orang lain yang belum siap, maka upaya-upaya kita tersebut dapat menjadi seperti bumerang, malah memprovokasi mereka untuk menolak “mutiara-mutiara” Injil.

Kita melihat ilustrasi yang sangat jelas dari hal ini dalam “Kisah para Rasul”. Melihat kuasa yang ada dalam diri Paulus ketika mewartakan Injil, putera-putera Imam Kepala Skewa mencoba untuk menggunakan nama Yesus juga. Namun karena mereka tidak mempunyai Roh Kudus dalam diri mereka, maka akibatnya adalah kekacauan. Roh-roh jahat menerpa, menguasai dan mengalahkan mereka (Kis 19:11-16).

Apabila kita dipimpin oleh Roh Kudus, maka Dia akan membimbing kita dan menunjukkan kepada kita apa yang seharusnya kita katakan dan apa yang harus kita lakukan. Dengan demikian kita dibebaskan dari beban berat. Kita tidak perlu merasa susah tentang apa yang harus kita katakan atau kapan harus mengatakannya. Yang kita perlukan adalah berdoa memohon bimbingan Roh Kudus. Sesungguhnya lebih banyak yang dapat dicapai dalam satu jam doa daripada yang kita dapat harapkan untuk dicapai dalam satu minggu evangelisasi tanpa doa. Itulah gambarannya betapa dalamnya Allah ingin menarik orang-orang untuk hidup dalam iman kepada-Nya. Oleh karena itu marilah kita meng-komit diri kita supaya berdoa dalam segala hal, teristimewa menyangkut karya di mana kita mensyeringkan iman kita dengan orang-orang lain.

DOA: Tuhan Yesus, kami mohon kepada-Mu agar Engkau mau melepaskan suatu banjir penginjilan di seluruh dunia. Penuhilah diri semua orang Kristiani di mana saja mereka berada dengan Roh Kudus-Mu, agar kami semua dapat menjadi terbuka bagi bimbingan dan ketaatan terhadap dorongan-dorongan-Nya. Semoga dalam milenium ketiga ini banyak jiwa dapat diubah oleh kuasa Injil. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 7:6,12-14), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS AKAN MEMBERDAYAKAN KITA” (bacaan tanggal 23-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 25-6-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 Juni 2015 [HARI MINGGU BIASA XII] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BERJUANGLAH UNTUK MASUK MELALUI PINTU YANG SEMPIT ITU !!!

BERJUANGLAH UNTUK MASUK MELALUI PINTU YANG SEMPIT ITU !!!

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXI [Tahun C] – 25 Agustus 2013) 

275px-Geertgen_Man_van_smartenKemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. Lalu ada seseorang yang berkata kepada-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetuk-ngetuk pintu sambil berkata, ‘Tuan, bukakanlah pintu bagi kami!’ dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu, ‘Aku tidak tahu dari mana kamu datang.’ Lalu kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau  telah mengajar di jalan-jalan kota kami. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! Di sana akan terdapat ratapan dan kertak gigi, ketika kamu melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di  dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. Orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang pertama dan ada orang yang pertama yang akan menjadi orang yang terakhir. (Luk 13:22-30)

Bacaan Pertama: Yes 66:18-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1-2; Bacaan Kedua: Ibr 13:22-30 

Bayangkan sebuah pintu kayu yang kasar dan berukuran kecil, hampir tak dapat dikenali sebagai pintu masuk ke dalam sebuah gubuk kecil yang buruk rupa. Kemudian bayangkan sebuah pintu yang berukuran jauh lebih besar dan indah: pintu masuk sebuah istana. Pintu mana yang akan anda pilih? Kebanyakan kita akan tertarik pada pintu yang lebih besar dan lebih indah itu. Namun bagaimana halnya kalau pintu yang lebih kecil itu adalah untuk membuka jalan ke surga, di mana sudah tersedia meja perjamuan yang penuh dengan makanan yang enak-lezat. Bagaimana kalau pintu yang jauh lebih besar dan lebih indah itu hanya merupakan jalan masuk ke dalam kegelapan dan kekosongan/kehampaan?

KEMURIDAN - SIAPA YANG MAU MENJADI MURIDKUYesus mendorong para murid-Nya untuk masuk melalui pintu yang kecil-sempit, hal ini mengacu pada kepercayaan dalam diri-Nya sebagai Mesias, dan pada suatu tingkat ketaatan kepada Allah yang akan ditolak oleh banyak orang. Dunia, kedagingan, dan Iblis, semua memberi isyarat kepada kita untuk menemukan jalan yang paling mudah, paling enak-nyaman dan paling mengesankan dalam hidup ini. Namun jalan ke surga tidaklah mudah, tidak nyaman dan tidak mengesankan dari sudut mata manusia. Jalan ke surga banyak menuntut dari kita, namun pada saat yang sama memberi ganjaran tanpa batas.

Apabila kita menggantungkan diri pada pemahaman-pemahaman kita sendiri tentang apa-apa yang terbaik bagi kita, maka kita dapat tergoda untuk memilih rute yang paling mudah. Namun Yesus mengajarkan kepada kita untuk memilih pintu sempit yang akan membawa kita kepada hidup. Untuk masuk lewat pintu yang sempit ini, Yesus minta kepada kita untuk melakukan pertobatan dan bebas dari dosa yang menyebabkan kita memilih jalan yang lebih lebar. Ia mengundang kita untuk dengan penuh rasa percaya, karena mengetahui bahwa jalan kepada-Nya itu sempit, tetapi terbuka bagi semua orang.

Yesus hidup dalam jalan yang sempit dan hanya dapat kita jumpai lewat jalan itu. Dia bahkan menerima kematian di kayu salib demi keselamatan kita. Melalui salib-Nya, dosa-dosa kita diampuni. Bahkan sampai hari ini darah-Nya memiliki kuasa untuk membersihkan kita. Yesus meninggalkan Roh Kudus untuk melengkapi kita dengan keberanian, visi dan cintakasih yang diperlukan untuk mengikut Dia sebagai murid-murid-Nya – betapa besar pun biaya kemuridan itu. Roh Kudus akan memberdayakan kita agar mampu melakukan apa saja yang Tuhan minta dari kita, agar kita pun dapat masuk lewat pintu yang sempit itu.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih untuk memilih jalan yang sempit. Kuatkanlah kami dalam pilihan-pilihan yang akan kami buat hari ini, yang akan selalu memilih pintu sempit yang akan membawa kami kepada-Mu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 13:22-30), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPAKAH YANG DISELAMATKAN?” (bacaan tanggal 25-8-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-08  BACAAN HARIAN AGUSTUS 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-8-10 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 Agustus 2013 [Peringatan S. Leo X, Paus]

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 85 other followers