Posts tagged ‘PEKAN BIASA VI’

PERTANYAAN-PERTANYAAN SEORANG GURU KEPADA PADA MURID-NYA

PERTANYAAN-PERTANYAAN SEORANG GURU KEPADA PARA MURID-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VI –  Selasa, 13 Februari 2018)

Murid-murid Yesus lupa membawa roti, kecuali satu roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”  Mereka pun memperbincangkan di antara mereka bahwa mereka tidak mempunyai roti. Ketika Yesus mengetahui hal itu, Ia berkata, “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu paham dan mengerti? Belum pekakah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”  Jawab mereka, “Dua belas bakul.”  “Pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”  Jawab mereka, “Tujuh bakul.”  Lalu kata-Nya kepada mereka, “Belum mengertikah kamu?”  (Mrk 8:14-21) 

Bacaan Pertama: Yak 1:12-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 94:12-15,18-19 

Yesus memperingatkan para murid tentang ragi orang Farisi dan ragi Herodes (Mrk 8:15). Ia minta mereka agar mereka waspada dan berjaga-jaga terhadap sikap dan perilaku dari orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya. Ragi adalah suatu gambaran yang cukup tepat untuk mereka yang memusuhi Kristus, karena kata ini menyarankan suatu kontras antara kata-kata dan substansi. Apabila kita menambahkan ragi pada adonan, maka hasilnya bukanlah lebih banyak roti, tetapi lebih banyak udara di dalam roti yang sudah ada. Dengan perkataan lain ragi membuat bengkak … membuat gembung! Ragi tidak menambahkan substansi! Sebaliknya, Yesus datang untuk membawa roti sejati – sesuatu yang diingatkan-Nya kepada para murid, sewaktu Dia merujuk kepada kemampuan-Nya untuk memberi makan kepada ribuan orang dalam suatu mukjizat pergandaan (Mrk 8:19-20).

Yesus datang untuk membuat perubahan-perubahan yang substansial dan radikal dalam diri kita. Ia datang untuk memungkinkan kita turut ambil bagian dalam hidup ilahi. Yesus tidak berminat untuk “menggembungkan” hidup kita – membuat kita sedikit lebih menyenangkan, atau sedikit lebih sabar, atau sedikit lebih bersahabat. Ia mau mencabut dari kita sifat mementingkan diri sendiri dan memberikan kepada kita hati yang dipenuhi dengan cintakasih kepada Allah dan hasrat serta rasa rindu untuk melayani umat-Nya.

Tentu saja Yesus senang manakala kita menjadi lebih penuh pertimbangan dalam berhubungan dengan pasangan hidup kita atau menjadi lebih sabar dengan anak-anak kita. Tetapi visi Yesus bagi kita adalah jauh melampaui hal seperti ini. Ia berniat untuk mengubah kita sehingga kita menjadi laki-laki dan perempuan spiritual – orang-orang yang mengenal damai-sejahtera secara mendalam, memiliki sukacita dan harapan, meski dalam situasi-situasi yang paling sulit sekalipun. Yesus ingin membuat kita menjadi sebuah tanda bagi dunia, yaitu tanda dari hidup yang ditawarkan Allah kepada setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan mengikuti jalan-Nya.

Tentu saja, dengan kekuatan sendiri kita tidak mungkin membuat perubahan seperti itu, … powerless. Akan tetapi Yesus yang telah membuktikan diri-Nya mampu melakukan mukjizat pergandaan makanan untuk ribuan orang, Dia memiliki kuat-kuasa untuk membuat kita menjadi baru.

Para murid tidak memahami apa yang dimaksudkan oleh Yesus karena mereka tidak dapat melihat lebih jauh dari roti yang bersifat material (Mrk 8:16). Mereka berpikir Yesus berbicara mengenai perut mereka, bukan hati mereka. Bukankah kita kadang-kadang juga membatasi perhatian kita pada keprihatinan-keprihatinan dan kesusahan-kesusahan sehari-hari kita yang bersifat keduniaan, dan kita luput melihat Yesus dengan kuat-kuasa-Nya yang mampu mengubah kita. Marilah hari ini – teristimewa dalam Ekaristi – kita sambut Yesus untuk masuk ke dalam hati kita, dan kita mohon kepada-Nya untuk melanjutkan karya transformasi-Nya. Jangan sampai Dia bertanya kepada kita sama seperti yang ditanyakan-Nya kepada para murid-Nya yang awal: “Belum mengertikah kamu?” (Mrk 8:21).

DOA:  Datanglah Roh Kudus, penuhilah diriku dengan hidup Kristus. Aku ingin menjadi seorang ciptaan baru oleh kuasa transformasi-Mu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 8:14-21), bacalah tulisan yang berjudul “MEMOHON KARUNIA AGAR DAPAT MEMAHAMI YESUS DAN KARYA-NYA” (bacaan tanggal 13-2-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-2-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  10 Februari 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

ORANG FARISI MEMINTA DARI YESUS SUATU TANDA DARI SURGA

ORANG FARISI MEMINTA DARI YESUS SUATU TANDA DARI SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VI – Senin, 12 Februari 2018)

Kemudian muncullah orang-orang Farisi dan mulai berdebat dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari Dia suatu tanda dari surga. Lalu mendesahlah Ia dalam hati-Nya dan berkata, “Mengapa orang-orang zaman ini meminta tanda? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, kepada orang-orang ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.”  Ia meninggalkan mereka, lalu Ia naik lagi ke perahu dan bertolak ke seberang. (Mrk 8:11-13) 

Bacaan Pertama: Yak 1:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:67-68,71-72,75-76

Menghadapi “tuntutan” dari sejumlah orang Farisi akan suatu “tanda dari surga”, Yesus mendesah dalam hati-Nya. Bukankah Ia telah memberi lebih dari cukup tanda-tanda? Tidak sedikit orang yang disembuhkan secara ajaib, misalnya orang kusta disembuhkan (1:40-45); orang lumpuh disembuhkan (2:1-12); demikian pula angin ribut diredakan (4:35-41); roh-roh jahat diusir pergi (5:1-20); lima roti dan dua ikan dilipat-gandakan untuk memberi makan ribuan orang (6:30-44); dan lain-lain mukjizat lagi.  Malah anak perempuan  seorang kepala rumah ibadat (Yairus) yang telah meninggal pun dihidupkan-Nya kembali (5:21-24.35-43). Bukankah sekarang begitu jelas bahwa Allah – dengan segala kuasa-Nya – sedang datang mengunjungi umat-Nya melalui Yesus?

Kelihatan letak persoalannya bukanlah apakah Yesus tidak memberikan cukup banyak tanda atau tidak. Orang-orang Farisi tidak mampu dan/atau tidak mau membaca tanda-tanda yang telah diberikan oleh-Nya. Mengapa orang-orang Farisi tidak dapat memahami apa yang kelihatan jelas-nyata di depan mata dan kepala mereka? Suatu religiositas yang terlalu kaku, cupat, sempit? Kesombongan rohani? Barangkali. Atau barangkali karena yang dilakukan Yesus begitu baru bagi mereka, begitu asingnya, sehingga mereka sungguh tidak tahu bagaimana menafsirkannya. Sepertinya hampir berdasarkan naluri mereka berpegang erat-erat pada asumsi-asumsi mereka sendiri tentang bagaimana Allah akan berkarya … dengan demikian ‘tanda-tanda’ yang telah diberikan Yesus selama ini tidaklah cocok, … tidak memenuhi syarat atau tolok ukur yang telah mereka tetapkan sendiri.

Bagaimana dengan kehidupan modern di abad ke-21 ini? Apakah Yesus masih terus melakukan mukjizat-mukjizat? Apakah masih terjadi peristiwa-peristiwa penyembuhan, pengusiran roh-roh jahat dan lain sebagainya? Apakah terjadi pertobatan-pertobatan yang disebabkan kehadiran Allah? Jawabnya adalah YA! Namun pada saat yang sama, sikap skeptis dan tidak percaya juga jelas terasa dan terlihat di antara umat Kristiani sendiri. Banyak orang yang mendasarkan diri pada pendekatan-pendekatan terhadap dunia yang bersifat “ilmiah” atau ‘rasional’; mereka menutup diri terhadap adanya kemungkinan bahwa Allah akan mau melakukan intervensi secara ajaib dalam kehidupan orang-orang. Ada juga orang-orang yang ingin menyangkal atau menghindarkan diri dari hal-hal yang berbau mukjizat atau dimanifestasikan oleh “tanda-tanda heran”, karena takut kalau-kalau dituntut sesuatu dari mereka. Akan tetapi kita tidak dapat menyangkal, bahwa “tanda-tanda heran” seperti itu selalu ada di sekeliling kita. Saya ulangi: Selalu ada, karena “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8).

Bagaimana dengan anda? Apakah anda percaya bahwa pada hari ini pun Yesus masih bekerja dengan penuh kuat-kuasa? Apakah anda percaya bahwa Yesus mengasihimu, sama seperti Dia mengasihi para murid-Nya yang pertama? Apakah anda percaya bahwa Dia cukup mengasihimu sehingga menyembuhkanmu atau membebaskanmu dari dosa?

Sebaiknya anda mohon kepada Roh Kudus untuk membuka hatimu bagi tanda-tanda supernatural dari kehadiran-Nya. Lakukanlah hari ini juga, karena hidupmu tidak pernah akan sama lagi.

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah aku menjadi lebih fleksibel sehingga aku dapat menaruh kepercayaan pada-Mu. Bukalah mataku agar dapat melihat cintakasih-Mu kepadaku yang penuh keajaiban. Terpujilah nama-Mu yang terkudus, ya Yesus! Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mrk 8:11-13), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MENDESAH DALAM HATI-NYA” (bacaan tanggal 12-2-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-2-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  9 Februari 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS