Posts tagged ‘MENGAMPUNI MUSUH’

BUKTI BAHWA KITA BENAR-BENAR ANAK BAPA SURGAWI

BUKTI BAHWA KITA BENAR-BENAR ANAK BAPA SURGAWI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XI  – Senin, 19 Juni 2017)

Kamu telah mendengar yang difirmankan, Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari kamu. (Mat 5:38-42)

Bacaan Pertama: 2Kor 6:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4

Dalam “Khotbah di Bukit”, Yesus mendesak kita untuk mengasihi musuh-musuh kita. Hal ini merupakan suatu “kejutan” yang lengkap selengkap-lengkapnya karena secara total bertentangan dengan dengan “Hukum Pembalasan” yang terdapat dalam Perjanjian Lama (lihat Kel 21:24; Im 24:20: Ul 19:21). Hukum kasih yang diajarkan Yesus ini seharusnya menjadi stempel kita, umat Kristiani.

Pernah ada usaha-usaha untuk menafsirkan ayat Perjanjian Lama ini seakan hanya diberlakukan pada “si Jahat” atau “hal-hal yang jahat” saja, bukannya kepada manusia yang mendzolimi kita. Namun kata-kata Yesus sangatlah jelas. Ia memberikan empat macam peristiwa sebagai contoh bagaimana orang-orang dapat menyakiti kita:

  1. Pertama-tama lewat kekerasan secara fisik. Dalam hal ini Yesus mengajar kita untuk tidak membalas, melainkan menanggungnya (Mat 5:39).
  2. Kedua, Yesus memberi contoh berkaitan tentang tindakan di bidang hukum: “Kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu” (Mat 5:40). Di mata orang Yahudi, “jubah” mempunyai makna yang sangat penting, yaitu “dirinya sendiri” (lihat Kel 22:26). Lihat pula apa yang dilakukan oleh Bartimeus yang buta ketika para murid Yesus memanggilnya untuk bertemu Yesus: dia melemparkan jubahnya! (Mrk 10:50). Seseorang harus meninggalkan “dirinya sendiri” (egonya dll.) ketika memutuskan untuk menghadap Yesus. Di sini (Mat 5:40) Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya memberikan apa yang secara ilegal telah diambil dari kita, akan tetapi bahkan juga memberikan lebih lagi, yaitu diri kita sendiri, sikap pasrah … ikhlas.
  3. Ketiga, dalam hal paksa-memaksa (misalnya dalam hal pekerja paksa): “Siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil” (Mat 5:41). Ajaran Yesus ini kemudian dipakai dalam dunia bisnis: WALKING THE EXTRA MILE adalah salah satu butir panduan mendasar dalam melakukan adhi-layanan kepada para pelanggan di service industry, misalnya industri perbankan, asuransi dll.).
  4. Akhirnya, yang keempat: Yesus mengajarkan bahwa dalam situasi yang masih memungkinkan, janganlah kita menolak orang yang mohon bantuan dan mau meminjam dari kita, apakah kawan ataupun lawan (Mat 5:42).

Yesus kemudian menjelaskan mengapa “mengasihi musuh-musuh kita” begitu penting. Ia mengatakan, bahwa ini adalah bukti bahwa kita adalah “anak-anak Bapa surgawi, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5:45).

Mengasihi para teman dan sahabat kita, mereka yang bersikap dan memperlakukan kita dengan baik adalah hal yang sangat mudah. Hal tersebut tidak membuktikan apa pun perihal sikap Kristiani kita. Orang-orang yang tidak mengenal Allah juga melakukannya (Mat 5:47). Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, tidak mengatakan bahwa mengasihi orang-orang yang baik kepada kita bukannya merupakan cintakasih yang sejati. Namun Ia mau menandaskan bahwa bukti riil dari cintakasih yang sejati adalah jikalau kita mengasihi dengan setulus-tulusnya mereka yang selalu menyakiti kita, mereka yang selalu tidak menghargai kita dlsb. Di sinilah kita memberi kesaksian bahwa cintakasih kita didasarkan secara kokoh pada kehendak Allah sendiri.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau memberikan kepada kami contoh terbaik bagaimana kami harus mengasihi musuh-musuh kami: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Luk 23:34). Terima kasih Tuhan. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin.  

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini  (Mat 5:38-42), bacalah tulisan yang berjudul “KITA TIDAK MELAWAN KARENA ADA KASIH” (bacaan tanggal 19-6-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-06 BACAAN HARIAN JUNI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-6-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 Juni 2016 [ Peringatan B. Anisetus Koplin, Imam dkk. Martir Polandia]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MENGASIHI MUSUH KITA?

MENGASIHI MUSUH KITA?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIII – Kamis, 12 September 2013) 

jesus christ super star “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; berkatilah orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang berbuat jahat terhadap kamu. Siapa saja yang menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan siapa saja yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada yang mengambil kepunyaanmu. Sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka. Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian. Jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari dia, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan tanpa mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu murah hati.”

“Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”  (Luk 6:27-38)

Bacaan Pertama: Kol 3:12-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 150:1-6 

“Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; berkatilah orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang berbuat jahat terhadap kamu” (Luk 6:27-28).

9-11 ATTACKS - 01Kata-kata Yesus ini senantiasa menjadi pesan yang menantang untuk didengar; malah terdengar absurd, tidak masuk akal dan melawan setiap kecenderungan natural manusia. Namun perintah dari Yesus ini secara istimewa menjadi sarat dengan makna dua belas tahun lalu, justru ketika sabda ini diproklamasikan dalam misa-misa yang diselenggarakan hari itu di seluruh dunia, hampir 3.000 orang meninggal dunia sebagai korban serangan teroris di New York, Washington D.C. dan Pennsylvania bagian barat. Pada hari itu semua orang di seluruh dunia ditantang untuk memberkati dan bukan mengutuk! Melihat perkembangan selanjutnya dari peristiwa 9/11 itu, kita tergoda untuk berpikir bahwa keadaan di seluruh dunia menjadi semakin buruk. Sejak hari itu kita melihat serangan-serangan serupa terjadi di mana-mana di seluruh dunia: peristiwa bom Bali, serangan terhadap sinagoga-sinagoga di Istanbul, Turki; pecahnya peperangan  di Irak dan banyak lagi. Belum lama ini (tahun 2013), misalnya, kita mendengar/membaca berita bahwa sekitar 50 bangunan gereja, sekolah dan bangunan lain milik lembaga-lembaga gereja Kristiani di Mesir  mengalami kerusakan berat karena diserang dan ada juga yang dibakar (termasuk yang dikelola oleh Ordo Fransiskan di Sinai), karena umat Kristiani dituduh menjadi penyebab kekacauan politik yang terjadi di Mesir akhir-akhir ini.

Semua peristiwa yang menyedihkan ini dapat menyebabkan kita hidup dalam ketakutan atau membiarkan kemarahan dan dorongan hati untuk membalas dendam menguasai hati kita. Akan tetapi, Yesus tetap berbicara dengan jelas dan lemah-lembut: “Ampunilah mereka yang menganiaya engkau; kasihilah mereka yang membencimu!” Walaupun terdengar tak mungkin, … sesuatu yang mustahil, adalah sebuah kebenaran bahwa Allah tidak akan meminta kita melakukan sesuatu untuk mana Ia sendiri belum melengkapi kita dengan peralatan yang diperlukan. Ia mengundang kita – bahkan menantang kita – untuk memperkenankan kasih-Nya menerobos tembok-tembok pemisah dan kebencian dalam hati kita. Dia minta kepada kita untuk meletakkan rasa sakit kita dan/atau rasa takut kita agar Dia dapat menggantikannya dengan belas kasih-Nya dan berkat-Nya.

Marilah kita bersama mendoakan doa pengampunan bagi mereka yang memusuhi kita, mohon kepada Allah untuk mengatasi semua kebencian dan rasa permusuhan yang ada pada diri kita. Bahkan apabila kita belum sepenuhnya berbelas kasih, kita tetap dapat berdoa, mohon kepada Allah untuk mengubah hati kita juga. Semoga kita tidak memandang enteng kuat-kuasa dari doa-doa seperti ini.

DOA: Bapa surgawi, sebagai umat-Mu kami mohon kepada-Mu agar menyembuhkan segala kebencian dan perpecahan. Sebagai anak-anak-Mu, kami ingin mengikuti Yesus dengan memberkati semua orang yang menyakiti hati kami, mengampuni semua orang berbuat salah kepada kami, dan menunjukkan cintakasih kepada mereka yang membenci kami. Datanglah, ya Tuhan, dan jadikanlah kami satu!. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:27-38), bacalah tulisan yang berjudul “TANTANGAN YANG HARUS KITA JAWAB SEBAGAI MURID-MURID YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 12-9-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2013. 

Bacalah juga tulisan yang berjudul “KASIHILAH MUSUHMU” (bacaan tanggal 10-9-09) dalam situs/blog SANG SABDA. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-9-12) 

Cilandak, 8 September 2013 [HARI MINGGU BIASA XXIII] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS