Posts tagged ‘MEMBERITAKAN INJIL’

KITA PUN DIUTUS OLEH-NYA PADA HARI INI

KITA PUN DIUTUS OLEH-NYA PADA HARI INI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Rabu, 26 September 2018)

Ordo Fransiskan Sekular [OFS]: Peringatan S. Elzear & Delfina, OFS

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kata-Nya kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau kantong perbekalan, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi desa-desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. (Luk 9:1-6) 

Bacaan Pertama: Ams 30:5-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:29,72,89,101,104,163 

Selagi Yesus mulai bergerak menuju Yerusalem, Ia mengakhiri misi di Galilea dengan mengutus kedua belas murid-Nya untuk mewartakan Injil dan menyembuhkan penyakit-penyakit yang diderita dan juga untuk menguasai roh-roh jahat. Apakah para murid sudah sepenuhnya siap dan memenuhi syarat (qualified) untuk itu?

Menarik bagi kita untuk mencatat bahwa bahkan dalam cerita pengutusan para murid ini, Yesus tetap berada di pusat. Yesus-lah yang memanggil kedua belas murid-Nya (Luk 9:1), seperti Ia pada awalnya telah memanggil masing-masing murid itu untuk datang dan mengikut-Nya. Dengan berjalannya waktu, Yesus telah menyatakan diri-Nya dan mensyeringkan hidup-Nya dengan mereka. Mereka ini bukanlah rasul-rasul yang mengangkat diri mereka sendiri, dan mereka pun bukanlah pribadi-pribadi yang memiliki kharisma dan kemampuan secara alamiah. Satu-satunya hal yang membedakan diri mereka dengan orang-orang lain adalah relasi mereka dengan Yesus.

Sebelum Ia mengutus mereka, Yesus memberikan kepada kedua belas murid-Nya itu kekuasaan dan otoritas atas semua roh jahat dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit (Luk 9:1). Semuanya datang dari dari Yesus. Para murid-Nya tidak pernah pergi ke sekolah teologi dan mereka pun belum mempunyai banyak pengalaman dalam melakukan penyembuhan penyakit dan pengusiran roh-roh jahat. Malah mereka kelihatannya mudah merasa takut dan tidak mempunyai iman yang diperlukan. Namun Yesus memberikan kekuasaan dan otoritas atas realitas-realitas fisik maupun spiritual! Dalam menggambarkan pengutusan Yesus ini, Lukas menggunakan kata Yunani apostello bagi para rasul itu, yang berarti “seorang yang diutus oleh orang lain” (Inggris: apostle). Para rasul tidak menawarkan diri mereka secara sukarela untuk misi yang dipercayakan kepada mereka. Inisiatif ada pada Yesus! Mereka sekadar diutus untuk memberi kesaksian siapa Yesus itu, dan untuk memberikan kesaksian tentang kuasa Allah melalui tindakan-tindakan mereka.

Ternyata tidak ada bedanya pada hari ini. Yesus yang sama, yang memanggil kedua belas murid-Nya sekitar 2.000 tahun lalu, pada hari ini juga memanggil kita masing-masing secara pribadi. Yesus yang sama ini memberikan kepada kita otoritas atas roh-roh jahat dan sakit-penyakit hari ini. Yesus yang sama ini mengutus kita untuk pergi mewartakan Injil Kerajaan Allah secara sederhana, menyembuhkan orang-orang yang sakit, baik fisik maupun spiritual, dan mengasihi tanpa syarat siapa saja yang dijumpai sebagaimana Yesus mengasihi. Kita tidak melangkah maju berdasarkan kemampuan, kesempurnaan kita, atau kuat-kuasa yang kita miliki, melainkan sekadar dalam nama dan kuasa Yesus Kristus. Sang Guru dan Tuhan kita itu telah memilih kita dan memperlengkapi kita agar dapat melakukan kehendak-Nya oleh kuasa Roh Kudus yang hidup di dalam diri kita.

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah kami agar dapat mengenali panggilan-Mu, menerima kuat-kuasa dan otoritas-Mu, dan setia dalam mewartakan Kerajaan Allah seturut kehendak-Mu. Oleh Roh Kudus-Mu, perkenankanlah kami meneruskan anugerah kesembuhan dari-Mu kepada semua orang yang membutuhkannya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “KUASA ATAS ROH-ROH JAHAT” (bacaan tanggal 26-9-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 18-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-9-17 salam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 23 September 2018 [HARI MINGGU BIASA XXV – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

KEBERANIAN SEBAGAI SAKSI-SAKSI KRISTUS

KEBERANIAN SEBAGAI SAKSI-SAKSI KRISTUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Rabu, 18 April 2018)

Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Mereka yang tersebar itu menjelajahi seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua memperhatikan dengan sepenuh hati apa yang diberitahukannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh  dan orang timpang disembuhkan. Karena itu, sangatlah besar sukacita dalam kota itu (Kis 8:1b-8)

Mazmur Tanggapan: Mzm 66:1-3a, 4-7a; Bacaan Injil: Yoh 6:30-35

Setelah pembunuhan Stefanus secara brutal, mulailah penganiayaan yang hebat terhadap umat Kristiani di Yerusalem. Kecuali para rasul, umat tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria (lihat Kis 8:1). Mereka yang tersebar itu menjelajahi seluruh negeri itu sambil mewartakan Injil Yesus Kristus (lihat Kis 8:4).

“Yesus telah bangkit, dan kita adalah saksi-saksi-Nya (lihat Kis 1:8; 2:32; 3:15; 4:33; 10:41; 13:31). Dalam Masa Paskah ini, apakah kita (anda dan saya) patuh pada Yesus yang telah bangkit dengan memberikan kesaksian tentang diri-Nya?

Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika: “Janganlah padamkan Roh” (1 Tes 5:19). Jikalau kita (anda dan saya) tidak memberikan kesaksian atau tidak begitu memberikan kesaksian, berarti kita mencekik Roh Kudus, dan kita membiarkan diri kita:

  • direkayasa agar supaya takut ditertawakan orang lain (Kis 2:12-13);
  • ditakut-takuti dengan ancaman (Kis 4:18);
  • sibuk dengan masalah pribadi, keluarga atau komunitas kita sendiri (Kis 6:1 dsj.);
  • mengalami trauma atas kematian dari salah seorang yang kita kasihi (Kis 8:2), atau
  • tergoncang oleh adanya pengejaran dan penganiyaan (Kis 8:1,3).

Adalah suatu kenyataan bahwa Iblis terus-menerus menentang upaya kita untuk bersaksi. Dari kenyataan ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa memberi kesaksian tentang Yesus memang mempunyai kuat-kuasa yang sanggup mengubah hidup orang dan mengubah dunia.

Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita kuat-kuasa untuk mengalahkan segala gangguan dan upaya perlawanan dari si Jahat. Seperti ditulis oleh penulis surat Yohanes: “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia” (1 Yoh 4:4). Rahmat Allah jauh lebih dari cukup! Seperti jawab Tuhan kepada Santo Paulus: “Cukuplah anugerah-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Kor 12:9).

Saudari dan Saudaraku, marilah kita berdoa untuk menerima karunia yang akan membuat kita berani untuk bersaksi tentang Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.

DOA: Bapa surgawi, aku percaya bahwa Engkau menganugerahkan kepada anak-anak-Mu bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Dengan demikian aku tidak akan malu bersaksi tentang Tuhan Yesus dan ikut menderita bagi Injil-Nya (2 Tim 1:7-8). Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:35-40), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUSLAH YANG BEKERJA DALAM DAN LEWAT DIRI DIRI PARA MURID/RASUL” (bacaan tanggal 18-4-18 dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-04 BACAAN HARIAN APRIL 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-4-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 April 2018

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

SETIAP ORANG HARUS MEMBUAT PILIHAN

SETIAP ORANG HARUS MEMBUAT PILIHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Visensius a Paulo, Imam – Rabu, 27 September 2017) 

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kata-Nya kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau kantong perbekalan, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi desa-desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. (Luk 9:1-6) 

Bacaan Pertama: Ezr 9:5-9; Mazmur Tanggapan: Tb 13:2-5,8

Bacaan Injil hari ini adalah tentang misi yang harus diemban oleh kedua belas murid Yesus. Yesus mengutus mereka ke tengah dunia untuk membuat orang-orang menghadapi kehidupan mereka, membuat keputusan-keputusan tentang diri mereka sendiri dan dunia di mana mereka hidup, dan untuk membuat mereka dapat melihat nilai-nilai kehidupan yang mereka anut selama itu.

Para Rasul Kristus – yang hidup dalam semangat kemiskinan – “tidak membawa apa-apa dalam perjalanan mereka” – memberikan mereka lebih banyak otoritas untuk berbicara, dimaksudkan untuk sedikit mendorong orang-orang, untuk mengkonfrontir mereka, untuk meminta mereka membuat pilihan-pilihan yang sejalan dengan Injil Yesus Kristus. Para Rasul itu diberi tugas untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan. Pertobatan berarti tidak hanya rasa sesal-sedih karena dosa, melainkan “membereskan” kembali seluruh kehidupan seseorang. Artinya, ada pembalikan 180 derajat, dari jalan-dosa ke jalan Allah. Dengan demikian kita harus bertanya kepada diri sendiri dan menjawabnya: Hidup macam apakah yang sesungguhnya saya inginkan? Keputusan-keputusan hidup mendasar apa saja yang harus saya buat berkaitan dengan karir saya, pekerjaan saya, relasi saya dengan anggota keluarga saya, bagaimana dengan cara membesarkan anak-anak saya?

Yesus seringkali meminta orang-orang agar mereka membuat pilihan-pilihan seperti itu. Yesus bersabda a.l.: “Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku”  (Luk 11:23). “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Luk 16:13). “Setiap orang yang mau mengikut Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23). Jadi, setiap orang harus membuat pilihan!

Dalam artian yang praktis, hal ini berarti menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini: Bagaimana kiranya saya akan menerima berita bahwa saya (atau seseorang yang saya kasihi) terkena penyakit kanker? Apakah saya akan jatuh dalam depresi  tanpa kesudahan? Apakah saya akan membuat diri saya pusat perhatian keluarga saya sehingga menyusahkan mereka semua? Atau, apakah saya akan mengambil kesempatan untuk menggunakan waktu saya yang tersisa dengan baik, memberikan contoh kegembiraan dan penerimaan yang rendah hati dan ikhlas terhadap kehendak Allah atas diri saya?

Bagaimana saya dapat menerima kenyataan bahwa saya di-PHK oleh perusahaan saya? Kemarahan dan penolakan? Iri hatikah saya? Atau saya dengan pemahaman yang dipenuhi kasih dan keberanian mengevaluasi masalahnya dan kemudian menerima suatu masa depan yang baru dengan penuh keyakinan akan kemampuan saya yang dianugerahkan Allah bagi diri saya? Percayakah saya pada penyelenggaran ilahi?

Semua itu adalah masalah nilai-nilai. Apakah yang sesungguhnya saya inginkan dari hidup saya ini? Kedua belas Rasul diutus untuk mengkonfrontir orang banyak dengan keputusan-keputusan sedemikian. Bacaan Injil hari ini dan para pelayan sabda yang bertugas untuk mewartakan Injil masih mengkonfrontir kita pada hari ini. Apakah tanggapan kita?

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa “apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal 6:7). Tolonglah kami agar supaya kami hanya menabur benih-benih Injil selama masa hidup kami di dunia ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “KITA PUN DIUTUS OLEHNYA PADA HARI INI” (bacaan tanggal 27-9-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-9-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 26 September 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

PERGILAH KE SELURUH DUNIA

PERGILAH KE SELURUH DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Santo Fransiskus Xaverius, Imam & Pelindung Misi – Selasa, 3 Desember 2013) 

KENAIKAN - 1Lalu Ia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam  bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun yang mematikan, mereka tidak akan mendapat celaka; merek akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Mrk 16:15-20)

Bacaan Pertama: 1Kor 9:16-19,22-23; Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1-2 

Para pakar tafsir Kitab Suci berpendapat bahwa Injil Markus berakhir pada Mrk 16:8. Bagian kedua dari Mrk 16:8 sampai dengan Mrk 16-20 ditandai dengan tanda kurung. Ini dilakukan untuk menyatakan bahwa Mrk 16:8b-20 adalah “tambahan”; sebuah ringkasan yang ditambahkan kemudian untuk menggantikan bagian penutup yang tidak ada, mungkin karena Markus keburu wafat sebelum sempat menulisnya atau yang pada suatu saat hilang entah ke mana. Bacaan Injil hari ini adalah sebagian dari “tambahan” dimaksud, namun tentunya ini bukanlah sembarang “tambahan” karena Gereja – di bawah bimbingan Roh Kudus – menyetujuinya untuk menjadi bagian dari Injil Markus (termasuk dalam kanon Kitab Suci).

Bacaan Injil hari menekankan bahwa Gereja mempunyai tugas-tugas tertentu yang diberikan oleh Yesus sendiri.

Pertama, bahwa Gereja mempunyai suatu tugas pewartaan – evangelisasi. Ini adalah tugas Gereja, dengan demikian adalah tugas setiap orang Kristiani untuk mewartakan Kabar Baik Yesus Kristus kepada mereka yang belum pernah mendengarnya atau kepada saudari-saudara seiman yang suam-suam kuku. Tugas orang Kristiani adalah sebagai “bentara” Yesus Kristus.

Kedua, bahwa Gereja mempunyai tugas untuk menyembuhkan (Inggris: healing task). Kita tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menyadari bahwa banyak sekali warga masyarakat yang menderita sakit fisik maupun spiritual. Kristianitas mempunyai keprihatinan terhadap kesehatan badani maupun rohani umat manusia. Yesus ingin melihat manusia sehat seutuhnya.

Ketiga, bahwa Gereja memiliki sumber kuat-kuasa. Memang dalam hal ini kita tidak perlu membaca teks Kitab Suci secara harfiah. Kita tidak perlu berpikir bahwa orang Kristiani harus memegang ular berbisa dan/atau minum racun mematikan untuk membuktikan bahwa dirinya memiliki kuat-kuasa ilahi. Di balik bahasa alkitabiah yang penuh gambaran ini memang ada keyakinan bahwa setiap orang Kristiani dipenuhi dengan kuat-kuasa yang dapat mengatasi masalah-masalah kehidupan, yang orang lain tidak mempunyainya.

Sekitar 20 tahun lalu saya pernah menghadiri acara/kebaktian(?) di Jakarta yang “dibintangi” oleh seorang pendeta yang bernama Pastor Win Worley dari Hegewisch Baptist Church, Highland, Indiana, Amerika Serikat. Acara yang dihadiri oleh ratusan pengunjung tersebut berpusat pada bacaan Injil Markus hari ini, dan atraksi utamanya adalah pengusiran roh-roh jahat. Saya menyaksikan sendiri cukup banyak orang yang “dibebaskan” dari kuasa roh-roh jahat dan mereka rata-rata memuntahkan cairan hijau. Mengerikan memang, dan keesokan harinya saya tidak datang lagi ke pertemuan selanjutnya. Di depan saya sekarang ada salah satu bukunya: “BATTLING THE HOSTS OF HELL – DIARY OF AN EXORCIST”. Karena merupakan sebuah diary, maka buku ini dipenuhi dengan catatan tentang pengusiran roh-roh jahat. Perang melawan roh-roh jahat (pertempuran spiritual) memang merupakan realitas setiap hari, namun tidak perlu dibesar-besarkan seakan-akan Iblis dan begundal-begundalnya itu tidak terkontrol oleh kuasa Yesus Kristus. Sebaliknya juga, janganlah kita dengan mudahnya mengatakan bahwa keberadaan Iblis dan roh-roh jahat adalah fantasi belaka.

Lagi-lagi di Amerika Serikat: di gereja-gereja di negara itu, khususnya di Selatan dan Midwest terdapat gereja-gereja di mana terdapat upacara memegang ular-ular berbisa sebagai praktek keagamaan yang diharuskan atas diri para anggotanya. Apabila tertarik, saya mengajak anda untuk membaca buku (tidak tebal dengan banyak foto) dengan judul “SNAKE HANDLERS: GOD-FEARERS? OR FANATICS?” – A Religious Documentary by Robert W. Pelton & Karen W. Garden (Nashville/New York: Thomas Nelson Inc., 1974. Yang penting untuk direnungkan adalah bagaimana ayat-ayat Kitab Suci dapat ditafsir secara harfiah dan menjadi begitu ekstrim dalam perwujudannya.

Keempat, bahwa Gereja tidak pernah dibiarkan sendiri untuk melakukan pekerjaannya. Kristus senantiasa bekerja dengan Gereja, dalam Gereja dan melalui Gereja. Tuhan Yesus Kristus tetap “berfungsi” sebagai Kepala Gereja yang adalah tubuh-Nya. Dan, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibr 13:8).

st-francis-xavier2S. Fransiskus Xaverius. Pada hari ini kita merayakan pesta S. Fransiskus Xaverius [1506-1552], yang bersama-sama dengan S. Teresa dari Lisieux [1873-1897] adalah orang-orang kudus pelindung Misi. S. Fransiskus Xaverius adalah misionaris terbesar yang dikenal Gereja sejak rasul Paulus. Tidak lama setelah Ignatius dari Loyola mendirikan Serikat Yesus, Fransiskus Xaverius mengikuti jejak kawan sekamarnya, Petrus Faber, bergabung dengan Serikat Yesus. Hatinya digerakkan oleh Roh Kudus untuk bergabung karena pertanyaan penuh tantangan yang diajukan oleh S. Ignatius dari Loyola: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat 16:26).

Kegiatan misioner S. Fransiskus Xaverius di Asia sudah diketahui dengan baik oleh banyak orang, termasuk kepulauan Maluku di Indonesia. Oleh karena itu tidak mengherankanlah apabila nama baptis Fransiskus Xaverius juga sudah menjadi nama “pasaran” di kalangan umat Katolik di Indonesia.

Sebelum sempat melakukan tugas misionernya di daratan Tiongkok, pada tanggal 21 November 1552 Fransiskus Xaverius jatuh sakit demam serta terkurung di pondok rindangnya di pantai pulau kecil San Jian. Dia dirawat oleh Antonio, seorang pelayan Tionghoa yang beragama Katolik. Beberapa tahun kemudian, Antonio menulis sebuah laporan tentang hari-hari terakhir hidup orang kudus itu di dunia. Fransiskus meninggal dunia pada tanggal 3 Desember dan jenazahnya dikuburkan di pulau itu. Pada musim semi tahun berikutnya, jenazahnya dibawa ke Malaka untuk dimakamkan di sebuah gereja Portugis di sana. Beberapa tahun kemudian sisa-sisa tubuhnya dibawa lagi ke Goa di India untuk dimakamkan di Gereja Bom Jesus.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau berhasil memenangkan banyak jiwa bagi-Mu lewat pewartaan Injil yang dilakukan Santo Fransiskus Xaverius. Anugerahilah kami semangat seperti yang dimiliki orang kudus ini dalam mewartakan Injil. Kami percaya bahwa sebagai Gereja, kami mempunyai tugas untuk mewartakan Injil, menyembuhkan penyakit yang diderita umat manusia, dan untuk itu kami Kauberi kuasa dan kami pun percaya bahwa Engkau tidak akan membiarkan kami bekerja sendiri. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 16:15-20), bacalah tulisan berjudul “MEREKA PUN PERGI MEMBERITAKAN INJIL KE SELURUH PENJURU” (bacaan tanggal 3-12-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 13-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2013.

Cilandak, 30 November 2013 [Pesta S. Andreas, Rasul-Martir]

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS