Posts tagged ‘MARILAH KEPADA-KU SEMUA YANG LETIH DAN BERBEBAN BERAT’

YESUS MENGUNDANG KITA

YESUS MENGUNDANG KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV –  Kamis, 19 Juli 2018)

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:28-30) 

Bacaan Pertama: Yes 26:7-9,12,16-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 102:13-21 

“Marilah kepada-Ku ……” (Mat 11:28). Walaupun ditolak oleh orang-orang kampung-Nya sendiri dan beberapa tempat lainnya, seperti Khorazim, Betsaida dan Kapernaum (Mat 11:21-23), Yesus tetap menyampaikan undangan besar-Nya kepada semua orang dari setiap bangsa dan generasi. Yesus menginginkan agar semua orang datang kepada-Nya dan belajar dari diri-Nya bagaimana  menghayati kehidupan di dunia. Dia ingin memberikan kepada kita suatu visi yang akan memampukan kita mencintai surga dan memusatkan perhatian kita pada surga itu, seperti halnya para peziarah dalam suatu perjalanan ziarah.

Dalam perjalanan ini kita seringkali menjadi letih-lesu dari segala pencobaan yang kita hadapi. Lagipula hidup ini kelihatannya membuat kita berbeban berat. Kadang-kadang perasaan ini disebabkan oleh pilihan-pilihan yang kita buat sendiri atau langkah-langkah yang telah kita ambil sendiri, yang menjauhkan kita dari Allah. Pada kesempatan lain, kita dihadapkan dengan sakit-penyakit dan kesulitan-kesulitan yang kita sendiri tentunya tidak akan pilih. Apa pun kasusnya, Yesus mengundang kita untuk dipasangkan kuk/gandar bersama-Nya dan belajar dari sang Guru. Dengan demikian barulah kita akan menemukan kelegaan.

Sekali kita mengambil langkah yang menentukan ini, maka kita akan mengenal dan mengalami damai-sejahtera dari sang “Raja Damai” (Yes 9:5). Dipersatukan dengan Yesus, kita akan siap untuk belajar dari Dia. Apabila beban-berat yang kita tanggung itu disebabkan oleh dosa-dosa kita sendiri, Dia akan mengajar kita bagaimana memilih jalan yang baru. Apabila beban-berat itu disebabkan oleh sesuatu yang berada di luar kontrol atau kekuasaan kita, maka Dia akan memberikan kepada kita pengharapan akan suatu realitas di mana tidak akan ada lagi tangis dan kesedihan. Sebagaimana Yesus menyerahkan hidup-Nya dan kehendak-Nya kepada Bapa surgawi dan dipersatukan dengan diri-Nya, maka kita yang telah dipasangkan kuk/gandar bersama Yesus akan mengenal dan mengalami kesatuan dan damai-sejahtera yang datang dari hal tersebut.

Bilamana kita mengambil keputusan untuk menyerahkan segala cara/jalan kita dan belajar dari Yesus, maka walaupun kita masih menanggung beban, kita akan disegarkan kembali karena kita menerima kehidupan. Kehidupan yang kita terima seringkali mencakup kesembuhan dan pelepasan/pembebasan yang merupakan sebuah tanda kepenuhan final keselamatan. Memandang kehidupan kita dalam terang kasih Allah membangun hasrat dalam diri kita untuk bersatu dengan-Nya. Kuk/gandar Yesus itu ringan-menyenangkan …… karena Yesus memikul bebannya bersama kita.

DOA: Yesus, Engkaulah Kyrios yang berdaulat atas segenap alam ciptaan (Flp 2:9-11), namun demikian Engkau lemah lembut dan rendah hati. Engkau telah mengutus Roh-Mu sendiri untuk berdiam dalam diriku, dan Engkau ingin menyatakan Bapa surgawi kepadaku. Tuhan Yesus, lindungilah diriku dari kekacauan pikiranku sendiri yang timbul karena aku –  dalam kesombonganku – mencari jawaban-jawaban untuk kehidupanku tanpa mengindahkan Engkau. Lindungilah aku, ya Tuhan, dari domain pengaturan diri-sendiri. Sebaliknya, tempatkanlah diriku di bawah pemerintahan-Mu, ke mana Engkau telah memberi isyarat kepadaku untuk datang. Pasanglah kuk/gandar atas diriku, agar aku dapat memikulnya bersama-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:28-30), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS BERJANJI UNTUK MENOLONG MEMIKUL BEBAN-BEBAN KITA” (bacaan tanggal 19-7-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-07 BACAAN HARIAN JULI 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 20-7-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 Juli 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

GANDAR YANG MENYENANGKAN DAN BEBAN YANG RINGAN

GANDAR YANG MENYENANGKAN DAN BEBAN YANG RINGAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV – Kamis, 20 Juli 2017)

 

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:28-30) 

Bacaan Pertama: Kel 3:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1,5,8-9,24-27 

“Pikullah gandar yang Kupasang …… sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan” (Mat 11:29,30).

Mengapa gandar (kuk) Yesus itu menyenangkan dan beban-Nya ringan? Apakah karena Dia mempunyai standar yang rendah bagi kita? Sama sekali tidak! Ingatlah sabda-Nya sebelum itu: “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna” (Mat 5:48). Apakah karena Dia menuntut sedikit saja komitmen dari diri kita masing-masing? Tidak juga! Ingatlah sabda-Nya: “Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:38). Jadi, bagaimana Yesus dapat mengatakan bahwa gandar-Nya menyenangkan dan beban-Nya ringan?

Banyak jawabannya terletak dalam penggambaran yang digunakan oleh Yesus. Sebuah gandar atau kuk adalah sepotong kayu yang dibuat sedemikian rupa untuk kemudian dipasang pada leher-leher dua ekor hewan agar membuat hewan-hewan itu dapat menjadi bersama-sama berjalan dengan memberikan keuntungan berupa kekuatan gabungan selagi mereka menarik kereta atau beban lainnya. Di mana Yesus dalam imaji ini? Apakah Dia berjalan di depan kita? Di belakang kita? Apakah dia duduk di dalam kereta yang kita tarik? Samasekali tidak, karena Dia ada di samping kita: Dia menarik kereta bersama kita. Dengan perkataan lain, Yesus mengundang kita untuk menyerahkan sikap “kemandirian” kita (yang keliru) dan memperkenankan kekuatan-Nya menjadi kekuatan kita sendiri. Yesus sangat mengetahui bahwa kita tidak dapat menjadi seperti Dia berdasarkan kekuatan kita sendiri, maka Dia menawarkan kuat-kuasa-Nya kepada kita sehingga dengan demikian kita dapat melakukan segala sesuatu melalui dan bersama Dia.

Kehadiran Yesuslah yang membuat tindakan mengikuti-Nya menjadi menyenangkan dan ringan. Keberadaan Yesus sebagai manusia seperti kita membuat diri-Nya sungguh mengetahui bahwa kehidupan itu dapat menjadi sedemikian sulitnya. Yesus juga mengetahui apa artinya mengalami godaan dan Ia memahami kelemahan-kelemahan manusia. Akan tetapi, karena Dia juga memiliki kodrat ilahi, Yesus adalah sumber segala rahmat dan kekuatan. Ia mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita, dan Ia menyediakan segala kebutuhan kita itu. Dia merasakan sakitnya luka-luka kita, dan Ia berjalan bersama kita langkah demi langkah sepanjang jalan, sambil menawarkan kepada kita kesembuhan dan penghiburan. Sungguh suatu sukacita apabila kepada kita dipasangkan gandar dengan Yesus sebagai kawan seperjalanan dalam kehidupan ini.

Apakah anda membutuhkan ketenangan dan kelegaan? Apakah anda membutuhkan kekuatan? Apakah anda membutuhkan seorang kawan yang setia? Ambillah tempatmu di samping Yesus dan dipasangkan gandar (kuk) bersama Dia. Percayalah kepada Yesus dan timbalah kekuatan dari Dia. Dia sangat ingin menolong anda! Percayalah!

DOA: Tuhan Yesus, aku memuji Engkau untuk kelemah-lembutan-Mu. Aku berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena kehadiran-Mu. Aku memilih gandar-Mu untuk dipasang di atas punggungku.  Aku percaya akan janji-Mu bahwa Engkau akan berada di sampingku pada waktu aku membutuhkan pertolongan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:28-30), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MENGUNDANG KITA” (bacaan tanggal 20-7-17) dalam situs/blog SANG SABDA  http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-07 BACAAN HARIAN JULI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-7-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 Juli 2017 [Hari Raya S. Odilia, Perawan Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS