Posts tagged ‘MARIA TELAH MEMILIH BAGIAN TERBAIK YANG TIDAK AKAN DIAMBIL DARI DIA’

CERITA TENTANG MARIA DAN MARTA

CERITA TENTANG MARIA DAN MARTA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Selasa, 10 Oktober 2017)

Keluarga OFM: Peringatan S. Daniel dkk., Martir

 

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah desa. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil dari dia.” (Luk 10:38-42) 

Bacaan Pertama: Yun 3:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 130:1-4,7-8 

Betapa penuh sukacita saat-saat seperti ini bagi Maria, ketika dia dapat bersimpuh dekat kaki Tuhan Yesus untuk mendengarkan sabda-sabda-Nya yang menyejukkan. Yesus cuma menghendaki agar Maria dapat diam-hening di hadapan hadirat-Nya, dengan penuh perhatian mendengarkan-Nya, selagi Dia mengajar tentang Bapa dan Kerajaan-Nya. Di lain pihak, Marta tidak mampu ke luar dari kesibukan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan pada saat itu, dengan demikian kehilangan kesempatan untuk menerima sesuatu dari Tuhan Yesus.

Bayangkanlah sekarang sebuah dunia di mana semua orang Kristiani bersatu dalam satu tujuan di bawah kepemimpinan Kristus – di mana kegiatan mendengarkan dan doa mengawali setiap pekerjaan baik, di mana semua orang berdiam-hening bersama dalam kesatuan, dan Yesus dimanifestasikan dalam cintakasih agung kita satu sama lain. Sedikit orang yang akan mengatakan bahwa Maria dan Marta bukan merupakan orang-orang beriman yang bersatu. Namun, pada saat Yesus mengajar, hanya satu orang saja dari mereka yang tahu akan pentingnya arti menerima dari Yesus terlebih dahulu.

Pada hari ini, pertimbangkanlah hal-hal berikut ini: Apakah anda mengenal Yesus sebagai Juruselamat dan Sahabatmu, atau sekadar seseorang yang perintah-perintah-Nya anda harus taati? Apakah anda sungguh percaya bahwa Dia telah memerdekakan anda dari rasa takut akan kematian dan kuasa dosa, ataukah anda mengharapkan bahwa perbuatan-perbuatan baikmu akan dapat mengalahkan dan mengatasi dosa-dosamu?

Setiap hari, marilah kita mencoba membuat diri kita diam-hening tanpa ada pelanturan-pelanturan, meski untuk beberapa saat saja. Sediakanlah sedikit waktu setiap harinya untuk membaca firman Allah dalam Kitab Suci – saat di mana TV dan/atau radio dimatikan. Sesungguhnya ada banyak langkah yang dapat kitaambil dalam rangka  mewujudkan tekad untuk “mendengarkan”  Yesus dengan lebih penuh perhatian lagi. Tanyakanlah kepada Allah langkah-langkah apa yang mau diberikan-Nya kepada anda. Anda akan melihat bahwa Dia tidak hanya memberikan kepada anda jawaban atas pertanyaan anda tadi, tetapi juga rahmat yang anda butuhkan untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

DOA: Ya Allah Roh Kudus, bukalah kedua telingaku agar dapat mendengar suara-Mu hari ini. Ampunilah aku untuk saat-saat di mana aku melakukan pekerjaan tanpa mendengarkan bisikan suara-Mu. Berikanlah kepadaku rahmat untuk membuat kegiatan “mendengarkan” menjadi prioritasku yang pertama dan utama. Ya Allah Roh Kudus, jadikanlah aku seorang ‘pendengar yang baik’.  Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:38-42), bacalah tulisan yang berjudul “KESEIMBANGAN ANTARA DOA DAN PELAYANAN” (bacaan tanggal 10-10-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 4-10-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Oktober 2017 [Peringatan SP Maria, Ratu Rosario] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements

MARTA DARI BETANIA

MARTA DARI BETANIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Marta – Jumat, 29 Juli 2016) 

jesus-mary-martha-396319-print-do-not-copy-notice

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah desa. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil dari dia.” (Luk 10:38-42) 

Bacaan Pertama: Yer 26:1-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 69:5,8-10,14; Bacaan Injil Alternatif: Yoh 11:19-27; Mat 13:54-58

Apakah Marta salah karena dia begitu menyibukkan dirinya guna mempersiapkan makanan bagi Yesus dan para murid-Nya? Tentu saja tidak! Ingatkah kita betapa sering Yesus mengajar tentang pentingnya memperhatikan berbagai kebutuhan fisik orang-orang yang kita jumpai – memberi makan orang-orang yang lapar, memberi secangkir air kepada mereka yang merasa dahaga, memberi pakaian kepada yang telanjang, dan menyembuhkan yang sakit. Marta pasti diberkati untuk kebaikan hatinya melayani rombongan Yesus yang sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem ini.

Namun Yesus mengoreksi Marta, bukan untuk kerja kerasnya, melainkan atas kekhawatiran/kecemasan dirinya – dan kita dapat membayangkan betapa sibuknya Marta, menyiapkan ini-itu bagi tamu-tamu yang datang secara mendadak dan tidak diharap-harapkan. Namun Yesus membuat tenang Marta dan memberi kedamaian yang dibutuhkan oleh Marta: “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu”  (Luk 10:42). Apakah yang dimaksud dengan satu hal ini? Hal ini bukanlah isu “dan/atau”, melainkan bagaimana kita melaksanakan tugas-tugas kita.  Saudara perempuan Marta, Maria, dengan penuh damai mendengarkan Yesus, dan memusatkan perhatiannya pada diri-Nya. Marta juga dapat mengalami kedamaian jika dia mengakui privilese dari kerja pelayanannya dan menyadari dengan penuh syukur bahwa dia pun sedang membuat Tuhan senang.

Setiap orang dipanggil untuk melayani Allah dalam salah satu caranya, dan hal itu biasanya menyangkut kerja. Tahukah kita bahwa Yesus senantiasa bersama kita? Apakah kita merasa cemas ketika kita bekerja? Apakah kita percaya bahwa Yesus ingin agar kita merasakan kedamaian, dan Ia akan memberikan damai-Nya apabila kita memintanya?

Santo Augustinus dari Hippo (354-430) dalam salah satu khotbahnya mengatakan: “Marta, yang mengatur dan mempersiapkan segala sesuatu bagi Tuhan, banyak disibukkan untuk melayani. Saudara perempuannya, Maria, memilih untuk diberi makanan oleh Tuhan. … Telinganya yang setia telah mendengar suara: “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” (Mzm 46:11). Marta susah hati; sedangkan Maria berpesta. Maria mengatur banyak hal, sedangkan Maria memusatkan perhatiannya pada Dia. Dua-duanya baik; namun tentang mana yang lebih baik, apa yang dapat kita katakan? … “Maria telah memilih bagian terbaik.”

Ya, Marta, … sekarang engkau disibukkan dengan banyak melayani; engkau senang dalam memberi makan tubuh yang bersifat fana, walaupun tubuh-tubuh itu adalah tubuh-tubuh para kudus; namun apabila engkau telah sampai ke negeri itu (surga), akankah engkau menemukan di sana orang asing yang akan kauterima dalam rumahmu? Apakah engkau akan menemukan orang lapar, kepada siapa engkau akan berbagi rotimu? … Tidak ada satu pun dari hal-hal ini akan ada di sana, namun  apakah yang akan ada di sana? Apa yang dipilih oleh Maria; di sana kita akan diberi makan, dan tidak akan memberi makan kepada orang lain. Oleh karena itu apa yang dipilih Maria di sini akan mengalami kepenuhan dan kesempurnaan di sana” (terjemahan bebas dari Sermons on New Testament Lessons 103.3,6).

Hampir semua orang, yang harus berjuang dalam menghadapi tuntutan sehari-hari dalam pekerjaannya dan/atau keluarganya dapat memahami kejengkelan Marta terhadap Maria. Namun semua orang Kristiani perlu memahami kebenaran yang dimiliki Maria: Waktu kita berada bersama Tuhan memiliki nilai yang kekal-abadi; segalanya yang lain akan hilang, cepat atau lambat. Kita butuh untuk diberi makan oleh Dia sebelum kita dapat melayani siapa saja. Waktu yang kita pakai dalam doa-lah yang akan memampukan kita untuk melaksanakan tanggung jawab selebihnya dengan cara yang dikehendaki Allah.

DOA: Tuhan Yesus, perhatikan dan awasi kami selagi kami melakukan pekerjaan kami pada hari ini. Berikanlah kepada kami damai-Mu, yang mengusir segala kecemasan dan rasa khawatir, dan tolonglah kami untuk memfokuskan perhatian kami pada-Mu. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil Alternatif hari ini (Yoh 11:19-27), bacalah tulisan yang berjudul “MARTA DARI BETANIA PERCAYA” (bacaan tanggal 29-7-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-07 BACAAN HARIAN JULI 2016.  

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 29-7-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 26 Juli 2016 [Peringatan S. Yoakim dan Anna, Orangtua SP Maria]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS