Posts tagged ‘MANNA’

YESUS ADALAH SANG ROTI KEHIDUPAN

YESUS ADALAH SANG ROTI KEHIDUPAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Selasa, 17 April 2018)

Sebab itu, kata mereka kepada-Nya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu? Apakah yang Engkau kerjakan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga.”

Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang  memberikan kamu roti yang  benar dari surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi. (Yoh 6:30-35)

Bacaan Pertama: Kis 7:51-8:1a; Mazmur Tanggapan: Mzm 31:3-4,6-8,17,21

Sejak awal Allah telah memiliki kerinduan untuk memberi makan umat-Nya dengan kehadiran-Nya dan memberikan kepada mereka suatu bagian dalam kehidupan ilahi-Nya. Berbicara secara profetis dalam nama Tuhan, sang pemazmur menulis: “Akulah TUHAN (YHWH), Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. …… umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya” (Mzm 81:11,17). Misalnya, dalam Keluaran (Kel 16:4-5), Allah menurunkan hujan makanan (manna) dari surga ke atas anak-anak-Nya di padang gurun.

Yohanes bercerita di sini tentang sekelompok orang yang berkumpul di sekeliling Yesus untuk meminta bukti nyata siapa diri-Nya sebenarnya. Mereka mengemukakan fakta bahwa pada zaman Musa, Allah mencurahkan mana dari surga kepada nenek moyang mereka sebagai bukti bahwa Dia ada bersama umat-Nya. Itulah sebabnya mengapa mereka juga menginginkan sebuah “tanda” yang dapat memupus ketidakpercayaan mereka. Dalam menanggapi tuntutan tersebut, Yesus menjelaskan bahwa Dia sendiri adalah tanda yang dimaksud: “Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi” (Yoh 6:35). Di sini Yesus minta kepada orang-orang itu untuk mempraktekkan iman mereka.

Yesus mengatakan bahwa Bapa-Nyalah – bukan Musa – yang memberikan roti manna dari surga kepada orang-orang Israel pada waktu berkelana di padang gurun menuju tanah terjanji, untuk menopang kehidupan mereka dan menolong ketiadaan kepercayaan mereka kepada-Nya. Sekarang Ia telah datang sebagai roti dari surga yang sesungguhnya, diutus oleh Bapa-Nya untuk memenuhi umat dengan kehidupan ilahi. Yesus mencoba untuk menjelaskan bahwa agar menimba manfaat dari roti kehidupan ini, pada instansi pertama mereka membutuhkan iman. Tanpa iman, mereka tidak akan mampu untuk menerima semua yang ingin diberikan-Nya kepada mereka.

Percayakah kita bahwa Yesus adalah roti dari surga yang sejati? Percayakah kita bahwa Dia adalah Allah yang menjadi manusia, wafat, bangkit dan kemudian mengirimkan Roh Kudus untuk memberi makan kepada kita? Percayakah kita bahwa Yesus dapat membawa kita kepada kehidupan yang dimaksudkan Allah bagi kita sejak dahulu kala? Apabila kita mendekati altar Tuhan dengan iman seperti ini, maka kehidupan kita pun ditransformasikan. Marilah kita secara sadar mengambil keputusan untuk percaya kepada sang Putera Allah. Jika kita melakukannya, maka damai sejahtera dan penjaminan kembali akan memenuhi diri kita. Setiap orang yang percaya – walau pun sedikit saja – akan menerima bukti secara berlimpah.

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa Engkau datang untuk menyelamatkanku dari dosa dan maut. Walaupun imanku lemah, Engkau datang kepadaku dan memberi makan imanku yang kecil ini sampai menjadi sebuah dasar kepercayaan yang pasti akan segala janji-janji-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:30-35), bacalah tulisan yang berjudul  “ROTI KEHIDUPAN: MAKANAN YANG MAMPU MENGENYANGKAN JIWA DAN RAGA KITA” (bacaan tanggal 17-4-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-04 BACAAN HARIAN APRIL 2018) 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 2-5-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 April 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements

ROTI YANG TURUN DARI SURGA

ROTI YANG TURUN DARI SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Kamis, 4 Mei 2017)

Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: ‘Mereka semua akan diajar oleh Allah.’ Setiap orang, yang telah mendengar dan belajar dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, Siapa saja yang percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti kehidupan. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Siapa saja yang memakannya, ia tidak akan mati. Akulah roti kehidupan yang telah turun dari surga. Jikalau seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia. (Yoh 6:44-51)

Bacaan Pertama: Kis 8:26-40; Mazmur Tanggapan: Mzm 66:8-9.16-17,20

Yesus seringkali berbicara dengan para murid/pengikut-Nya tentang janji akan kehidupan kekal. Ajaran-Nya bahwa Dia sendiri adalah roti kehidupan merupakan pernyataan-Nya lebih lanjut tentang rencana Bapa surgawi yang sempurna untuk memenuhi diri kita dengan rahmat dan kuasa kehidupan kekal. Sebagaimana Allah menopang bangsa Israel dengan manna yang turun dari surga selama masa pengembaraan mereka di padang gurun menuju tanah terjanji (Kel 16), Yesus sekarang adalah sang “roti kehidupan” yang diberikan kepada umat-Nya (Yoh 6:51). Yesus adalah pemenuhan/penggenapan rencana Allah bagi kita, yang memberikan hidup-Nya sendiri untuk menopang kita.

Sebagaimana Allah memelihara bangsa Israel dengan penuh kasih, demikian pula Dia memelihara kita, memberikan Yesus kepada kita sebagai “roti kehidupan”. Yesus memberikan makanan kita dengan menyatakan Bapa-Nya  kepada kita, “seorang” Bapa yang mengasihi kita tanpa batas. Ini adalah pernyataan tentang kasih Bapa surgawi yang menggerakkan kita untuk meninggalkan dosa dan berpaling kepada Yesus, menyerahkan diri kita kepada-Nya dalam iman. Kasih Allah begitu besar; Ia telah berjanji bahwa siapa saja yang datang kepada Putera-Nya tidak akan pernah mati, melainkan akan memiliki hidup kekal.

Bagaimana kita (anda dan saya) menerima hidup kekal dari Yesus? Ini adalah sebuah perjalanan iman dan ketaatan yang dimulai pada saat kita dibaptis dan dimaksudkan untuk dilanjutkan terus selama hidup kita di dunia ini. Selagi kita memohon kepada Roh Kudus untuk terus membebaskan diri kita dari dosa dan mengajar kita tentang Yesus, Ia akan menulis kebenaran-Nya dalam hati kita dan menggerakkan kita untuk menjadi semakin serupa dengan Juruselamat kita. Kita mengalami proses transformasi ini selagi kita berdoa, merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci, berupaya untuk sungguh saling mengasihi dengan sesama, dan menerima Yesus dalam Sakramen Ekaristi.

Setiap hari, Yesus ingin menyatakan kasih-Nya dan rahmat-Nya kepada kita secara lebih mendalam lagi. Setiap hari, Dia ingin menyembuhkan kita dan mengubah diri kita untuk menjadi semakin serupa dengan rupa dan gambar-Nya. Sebagaimana kita membutuhkan makanan setiap hari agar dapat survive, demikian pula kita membutuhkan Yesus, sang “roti kehidupan” setiap hari. Kuat-kuasa-Nya yang bekerja dalam diri kita masing-masing dapat membuat kita menjadi “manusia baru” yang memiliki semangat berkobar-kobar untuk mengikuti jalan transformasi-Nya.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah memberikan kepada kami Yesus, sang “roti kehidupan”. Lanjutkanlah pekerjaan-Mu, ya Allah, dalam diri kami, membuka hati dan pikiran kami bagi Roh Kudus. Hari ini dan setiap hari, kami ingin mengalami secara lebih mendalam lagi hidup kekal yang Engkau telah janjikan kepada kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 8:26-40), bacalah tulisan yang berjudul  “FILIPUS MEWARTAKAN INJIL DENGAN KUATKUASA ROH KUDUS” (bacaan tanggal 4-5-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-05 BACAAN HARIAN MEI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-4-16 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 2 Mei 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ALLAH MEMBERIKAN YESUS KRISTUS – ROTI KEHIDUPAN

ALLAH MEMBERIKAN YESUS KRISTUS – ROTI KEHIDUPAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVI – Rabu,  24 Juli 2013) 

HOW GOD FED HIS PEOPLESetelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.

Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN (YHWH) ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.”

Lalu berfirmanlah YHWH kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari.”

Kata Musa kepada Harun: “Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Marilah dekat ke hadapan YHWH, sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu. Dan sedang Harun berbicara kepada segenap jemaah Israel, mereka memalingkan mukanya ke arah padang gurun – maka tampaklah kemuliaan YHWH dalam awan.

Lalu berfirmanlah YHWH kepada Musa: “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah YHWH, Allahmu.”

Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab  mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan YHWH kepadamu menjadi makananmu.” (Kel 16:1-5,9-15)

Mazmur Tanggapan: Mzm 78:18-19,23-28; Bacaan Injil: Mat 13:1-9 

Ketika YHWH-Allah mendengar keluhan dan sungut-sungut orang-orang Israel, Ia meresponsnya dengan penuh bela rasa. Di padang gurun Allah menyediakan manna dan juga burung puyuh bagi mereka. Walaupun orang-orang Israel diliputi rasa khawatir dan takut, Allah menunjukkan bahwa Dia akan menopang mereka sepanjang perjalanan mereka menuju tanah terjanji. Allah mengatakan, bahwa setiap pagi orang-orang Israel harus mengumpulkan manna secukupnya untuk konsumsi hari itu sehingga mereka akan terus kembali kepada-Nya dan menggantungkan diri sepenuhnya pada-Nya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Tidak sekali pun Allah pernah kedapatan tidak peduli terhadap umat-Nya, kapan dan di mana saja! Hari lepas hari, Dia memelihara umat-Nya. Dia adalah Allah yang mahakuasa dan sekaligus juga Allah yang mahabaik, seperti dikatakan oleh sang pemazmur: “Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit, menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit; setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah. Ia telah menghembuskan angin timur di langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya; Ia menurunkan kepada mereka hujan daging seperti debu banyaknya, dan hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut; Ia menjatuhkannya ke tengah perkemahan mereka, sekeliling tempat kediaman itu. Mereka makan dan menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan” (Mzm 78:23-28).

770295ee - EKARISTIJikalau YHWH-Allah menyediakan makanan bagi orang-orang Israel di padang gurun, maka Dia menopang kehidupan kita dengan memberikan Yesus Kristus, sang Roti Kehidupan. Yesus adalah pemberian Allah bagi kita setiap hari selagi kita melakukan perjalanan melalui padang gurun dosa menuju tanah terjanji, yaitu surga. Yesus berjanji bahwa barangsiapa yang makan daging-Nya dan minum darah-Nya tinggal di dalam Dia (Yoh 6:56).  Nah, setiap kali kita menerima-Nya dalam Ekaristi, Yesus mencurahkan lebih banyak lagi sebagian dari hidup ilahi-Nya untuk menopang kehidupan kita, mengampuni kita dan melindungi kita.

Meskipun Allah secara tetap memperhatikan dan merawat mereka, orang-orang Israel masih saja menggerutu, marah-marah kepada YHWH dan hamba-Nya, Musa. Memang betapa mudahnya bagi orang-orang yang sedang berada dalam kesulitan-kesulitan dan godaan-godaan, untuk melupakan betapa setia dan penuh kasih Allah kita itu. Kita mulai berpikir bahwa Dia sebenarnya tidak mau melihat kita ketika kita berada dalam kegelapan, atau sesungguhnya Dia memang tidak begitu peduli pada kita. Apakah yang menjadi respons Allah dalam hal ini? Ia tidak menyerah atau meninggalkan kita, Dia malah terus memberikan makanan bagi kita. Dia terus melindungi kita dan memberikan rahmat-Nya kepada kita.

Setiap hari kita mempunyai kebutuhan akan Yesus Kristus, sang Roti Kehidupan. Oleh karena itu, setiap kali kita menerima Komuni Kudus, penuhilah hati itu dengan rasa syukur dan penyembahan bagi Allah yang telah begitu setia kepada kita. Sebagaimana orang-orang Israel, kita masing-masing juga akan mengalami penderitaan karena pencobaan. Sekali pun demikian, kita harus tetap berpegang pada Allah yang mahasetia ini. Kita tidak boleh sampai terjebak oleh rasa waswas dan khawatir, karena Yesus tinggal di dalam diri kita, dan kita di dalam Dia. Tidak ada apa dan siapa pun yang dapat memisahkan kita dari Yesus Kristus (bdk. Rm 8:35-39).

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau tidak pernah meninggalkan daku. Belas kasihan-Mu terus berlanjut hari demi hari. Aku memuji-muji-Mu karena Engkau menjadi Roti Kehidupan bagiku, sehingga aku pun dapat mengalami kepenuhan hidup. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Mat 13:1-9), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH MEMERINTAH DALAM HATI YANG KUAT BERAKAR DALAM FIRMAN-NYA” (bacaan tanggal 24-7-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-07 BACAAN HARIAN JULI 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 20-7-11 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 17 Juli 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ROTI KEHIDUPAN YANG TURUN DARI SURGA

ROTI KEHIDUPAN YANG TURUN DARI SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Selasa, 16 April 2013)

YESUS KRISTUS - 13 I AM THE WAY THE TRUTH AND LIFESebab itu, kata mereka kepada-Nya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu? Apakah yang Engkau kerjakan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga.”

Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang  memberikan kamu roti yang  benar dari surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi. (Yoh 6:30-35)

Bacaan Pertama: Kis 7:51-8:1a; Mazmur Tanggapan: Mzm 31:3-4,6-8,17,21

Keserupaan antara mukjizat manna (Kel 16:4) dan mukjizat pergandaan roti dan ikan (Yoh 6:1-13) tidak luput dari pikiran orang banyak yang berbondong-bondong mengikuti Yesus (Yoh 6:1-2). Yang membuat kita agak terkejut adalah, bahwa setelah mukjizat besar penggandaan roti di atas gunung berumput hijau itu yang dilanjutkan dengan ajaran-Nya: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yoh 6:29); tokh orang banyak itu masih saja minta diperlihatkan sebuah tanda lagi (Yoh 6:30).

Bukannya membuat sebuah mukjizat atau tanda-heran lainnya, Yesus malah melanjutkan pengajaran-Nya kepada mereka secara lebih jelas bagaimana diri-Nya itu sungguh unik. Yesus mengatakan kepada kepada mereka bahwa Dia adalah pemenuhan dari segala sesuatu yang dilakukan dan dibela oleh Musa: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang  memberikan kamu roti yang  benar dari surga” (Yoh 6:32). Dalam bahasa aslinya dan terjemahan bahasa Inggris, kita melihat bahwa kata “memberikan” diungkapkan secara berbeda, yang pertama dalam bentuk masa lampau (past tense: gave) dan yang kedua dalam bentuk sekarang (present tense: give), perbedaan mana bersifat signifikan. Roti yang turun dari surga (manna) ketika bangsa Israel mengembara di padang gurun memuaskan kebutuhan faali (fisik) bangsa Israel dan menopang mereka selama perjalanan mereka menuju tanah terjanji. Sekarang ada “roti” yang baru, Putera Allah yang tunggal, berada di tengah-tengah mereka dan Ia telah menjanjikan hal-hal yang jauh lebih besar. Ia datang ke dunia untuk memuaskan setiap rasa lapar dan haus yang dapat dikenal dan dialami hati manusia.

Seperti Musa, Yesus adalah seorang nabi utusan Allah untuk memimpin umat-Nya dari cengkeraman perbudakan di Mesir menuju tanda terjanji yang bebas-merdeka. Namun Yesus jauh lebih besar daripada Musa. Yesus bukan nabi sembarang nabi! Yesus adalah Pribadi kedua dari Allah Tritunggal Mahakudus! Musa memberi makanan kepada bangsa Israel yang rusak setiap malam dan ia memimpin mereka ke tanah terjanji yang berlokasi di dunia ini. Di lain pihak, Yesus memberikan diri-Nya sendiri sebagai “Roti Kehidupan” … roti untuk hidup kekal. Yesus memimpin umat-Nya keluar dari perbudakan dosa menuju Kerajaan Surga – tanah tujuan dari segala sesuatu yang telah dijanjikan Allah kepada manusia. Di masa lampau kebutuhan bangsa Israel hanya dapat dipuaskan secara parsial saja; namun sekarang semua kebutuhan kita dapat secara penuh dipuaskan selagi kita datang menghadap Yesus dan menyambut tubuh dan darah-Nya. Yesus sungguh adalah seorang Pribadi yang penuh dengan kemurahan-hati. Ia tidak pernah alpa menawarkan diri-Nya sendiri kepada kita, “Roti Kehidupan” yang turun dari surga. Tidak ada makanan yang semanis “roti kehidupan” ini, yang mampu mengenyangkan jiwa dan raga kita. “Roti Kehidupan” ini sebenarnya tidak dapat diperbandingkan dengan roti-roti atau bermacam makanan lainnya, justru karena  anugerah Allah yang ini bersifat kekal-abadi dan memang hanya dimaksudkan bagi kita. Tidak ada hal lain yang dapat memuaskan kebutuhan-kebutuhan kita, selain “Roti kehidupan” yang turun dari surga ini!

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau adalah “Roti Kehidupan”, satu-satunya yang dapat memuaskan rasa lapar kami yang terdalam. Kami datang menghadap hadirat-Mu pada hari ini dan berdoa, “Tuhan, berikanlah kepada kami Roti ini selalu”. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:30-35), bacalah tulisan yang berjudul “ROTI HIDUP KITA YANG SEJATI” (bacaan tanggal 16-4-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-04 BACAAN HARIAN APRIL 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “AKULAH ROTI KEHIDUPAN” (bacaan tanggal 24-4-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 7:51-8:1a), bacalah tulisan yang berjudul  “SANTO STEFANUS, MARTIR PERTAMA” (bacaan 10-5-11) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-4-12 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 8 April 2013

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS