Posts tagged ‘MALAIKAT ALLAH’

ROH KUDUS AKAN MENGAJAR KAMU APA YANG HARUS KAMU KATAKAN

ROH KUDUS AKAN MENGAJAR KAMU APA YANG HARUS KAMU KATAKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVIII – Sabtu, 20 Oktober 2018)

Aku berkata kepada-Mu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi siapa saja yang menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah. Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi siapa saja yang menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis di rumah-rumah ibadat atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu khawatir bagaimana kamu harus membela diri dan apa yang harus kamu katakan. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.” (Luk 12:8-12) 

Bacaan Pertama: Ef 1:15-23; Mazmur Tanggapan: Mzm 8:2-7 

NYT2010100712284619C

Kebaktian gereja di Munich, Jerman, telah selesai, ketika tiba-tiba perempuan itu melihat laki-laki itu; mantan prajurit SS Nazi yang bertugas menjaga di dekat pintu kamar mandi di kamp konsentrasi Ravensbruck. Banyak tahun telah berlalu, namun memori-memori membanjiri pikiran perempuan itu – ruangan yang penuh berisi laki-laki yang mengolok-olok dirinya, tumpukan baju, rasa takut yang bercampur dengan marah dan malu. Pada suatu hari, setelah baru saja menyelesaikan ceramahnya, seorang laki-laki muncul dari antara orang-orang yang hadir dan mendatanginya dan berkata kepada perempuan itu, “Betapa penuh syukur saya mendengar pesan anda, …… berpikir bahwa Yesus telah membasuh bersih dosa-dosaku!”

Mula-mula perempuan ini, yang sudah begitu sering berceramah tentang betapa perlunya mengampuni, tidak mau mengulurkan tangannya ketika laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk menyalaminya. Merasakan keengganan dirinya, kemudian perempuan itu memohon kepada Yesus untuk menolongnya mengampuni laki-laki itu. Tanpa mampu tersenyum sedikit pun, perempuan itu berdoa lagi: “Yesus, aku tidak dapat. Berikanlah pengampunanmu kepadaku.” Pada akhirnya, selagi dia berjabatan tangan dengan laki-laki itu, “terjadilah suatu hal yang luar biasa. Dari pundakku terus melewati lengan dan tanganku, terasa adanya sesuatu yang mengalir dari diriku kepada orang itu, sementara dari kedalaman hatiku mengalirlah keluar cintakasih bagi orang asing ini, hal mana hampir membuat aku ‘kewalahan’ karena karena rasa gembira yang penuh ketakjuban.”

Perempuan itu adalah Corrie ten Boom [1892-1983]. Siapa yang dapat menyalahkan Corrie untuk sikapnya yang tidak mau mengampuni? Keluarganya dihabiskan oleh para penguasa Nazi hanya karena mereka adalah orang-orang Kristiani yang menyembunyikan orang-orang Yahudi dari pengejaran para penguasa Nazi tersebut. Akan tetapi, melalui rahmat Allah yang bersifat supernatural, Corrie dimampukan untuk dapat melihat melampaui rasa sakit hatinya dan berpaling kepada Yesus dalam momen pengambilan keputusan yang krusial.  Sebagai bukti kebenaran-kebenaran dari hal-hal yang telah disyeringkan olehnya kepada orang-orang lain, sikap dan tindakan sederhana Corrie terhadap mantan-penganiayanya menunjukkan, bahwa belas-kasih dapat menang-berjaya atas penghakiman.

Apakah mereka mengetahuinya atau tidak – dan apakah kita mempersepsikannya atau tidak – sebenarnya setiap insan (Nazi, komunis, atheis, agnostik dlsb.) memiliki kerinduan untuk mengenal Injil. Itulah sebabnya, mengapa Allah memanggil kita masing-masing untuk menjadi saksi-saksi-Nya. Itulah sebabnya, mengapa Dia memberikan kepada kita berbagai kesempatan setiap hari untuk menyebarkan Kabar Baik-Nya kepada para anggota keluarga kita, para sahabat kita, para rekan-kerja kita dll. Evangelisasi tidak perlu sulit-sulit amat! Evangelisasi dapat sama sederhananya dengan percakapan sehari-hari. Dengan tetap berada dekat dengan Yesus membuat kita terus terbuka bagi gerakan-gerakan Roh-Nya. Dengan demikian, Injil yang kita hayati dalam kehidupan kita akan menarik banyak orang kepada Allah.

Marilah kita menjaga diri kita agar tetap terbuka bagi Roh Kudus dan senantiasa mengingat kebenaran yang satu ini: yaitu bahwa Roh Kudus inilah yang melakukan evangelisasi, bukan kita. Roh Kudus Allah-lah yang sesungguhnya merupakan SANG PEWARTA, Dia yang senantiasa bekerja di belakang layar.

DOA: Roh Kudus yang penuh kuasa dan kasih, berikanlah kepadaku hati seorang penginjil. Semoga diriku senantiasa mencerminkan kebenaran-kebenaran Injil. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 12:8-12), bacalah tulisan yang berjudul “MENGAKUI YESUS DI HADAPAN MANUSIA” (bacaan tanggal 20-10-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-10-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 17 Oktober 2018 [Peringatan S. Ignasius dr Antiokhia, Uskup & Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

CERITA TENTANG SUSANA YANG CANTIK DAN SOLEHA

CERITA TENTANG SUSANA YANG CANTIK DAN SOLEHA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Prapaskah – Senin, 3 April 2017)

 

Lalu hukuman  mati dijatuhkannya kepada Susana. Maka berserulah Susana dengan suara nyaring: “Allah yang kekal yang mengetahui apa yang tersembunyi dan yang mengenal sesuatu sebelum terjadi. Engkaupun tahu pula bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati meskipun tidak kulakukan sesuatupun dari apa yang mereka bohongi aku.”

Maka Tuhan mendengarkan suaranya. Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, maka Allah membangkitkan roh suci dari seorang anak muda, Daniel namanya. Berserulah ia dengan suara nyaring: “Aku ini tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!” Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya: “Apakah maksudnya yang kaukatakan itu?” Daniel pun lalu berdiri di tengah-tengah mereka, katanya: “Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti?” Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!”

Bergegas-gegas kembalilah rakyat lalu orang-orang tua itu berkata kepada Daniel: “Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahukanlah kami. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua.” Lalu kata Daniel kepada orang-orang yang ada di situ: “Pisahkanlah mereka berdua itu jauh-jauh, maka mereka akan kuperiksa.” Setelah mereka dipisahkan satu sama lain maka Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya: “Hai engkau, yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh. Oleh sebab itu, jika engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?” Sahut orang-orang tua itu: “Di bawah pohon mesui.” Kembali Daniel berkata: “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah sudah menerima firman dari Allah untuk membalas engkau!” Setelah orang itu disuruh pergi Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu: “Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu berahi telah membengkokkan hatimu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel dan merekapun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu!” Oleh sebab itu, katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?” Sahut orang tua-tua itu: “Di bawah pohon berangan.” Kembali Daniel berkata: “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya membinasakan kamu!”

Maka berseru-serulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang-orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai denganTaurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah. (Dan 13:41c-62)

Bacaan Pertama: Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62 [versi lebih panjang]; Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-6; Bacaan Injil: Yoh 8:1-11

Seandainya anda seorang sejarawan dan harus melakukan riset atas Kitab Daniel, maka anda dapat menjadi terkejut ketika menemukan bahwa ada banyak debat tentang keakuratan kitab Daniel tersebut, teristimewa apabila ditelaah dari sudut sejarah. Anda akan melihat bahwa walaupun kitab ini mengambil masa pembuangan Babel sebagai latar belakang, kitab itu sendiri baru ditulis hampir 400 tahun kemudian, yaitu semasa Antiokhus IV Epifanes menguasai tanah Palestina. Anda akan bertanya siapa Daniel itu, dan apakah ia menulis sebuah kitab yang dinamakan Kitab Daniel.

Akan tetapi, apabila hanya itu yang anda pelajari dari riset anda tentang Kitab Daniel, maka anda akan luput melihat kebenaran sesungguhnya, yang jauh lebih mendalam daripada berbagai fakta yang kelihatan. Mengapa? Karena Kitab Daniel tidak dimaksudkan untuk dibaca layaknya sebuah buku sejarah, melainkan sebagai sebuah buku cerita. Orang-orang Yahudi yang untuk pertama kalinya membaca Kitab Daniel barangkali sudah mengetahui faktanya. Mereka tahu bahwa raja Antiokhus telah membuat kegemparan yang sangat dibenci rakyat Yahudi, yaitu mendirikan sebuah altar untuk  memuja dewa Zeus di Bait Allah. Orang-orang Yahudi juga mengetahui bahwa raja Antiokhus ini telah mendeklarasikan dirinya sebagai seorang wakil Allah di atas muka bumi, dan ia pun menganiaya dan membunuh banyak orang Yahudi.

Orang-orang Yahudi juga mengetahui bahwa mereka membutuhkan contoh-contoh yang memberi inspirasi, cerita-cerita yang dapat menolong mereka mempertahankan iman-kepercayaan mereka dalam masa penuh pencobaan. Melalui inspirasi Roh Kudus, cerita tentang Susana – sejalan dengan cerita-cerita lain dalam Kitab Daniel – memenuhi kebutuhan tersebut dengan menampilkan “tokoh-tokoh” atau “pribadi-pribadi” yang menolak untuk menyangkal Allah yang mereka sembah, walaupun dalam situasi yang penuh bahaya dan terancam kematian. Cerita-cerita itu juga menunjukkan kuat-kuasa Allah yang sungguh luarbiasa untuk membebaskan orang-orang yang setia kepada-Nya. Cerita-cerita ini mengingatkan orang-orang Yahudi akan sesuatu yang tidak diungkapkan oleh situasi-kondisi yang mereka hadapi dan alami: bahwa mereka masih dapat bergantung pada Allah, apa pun yang terjadi.

Kitab Daniel bukanlah satu-satunya contoh dari cerita-cerita dalam Perjanjian Lama yang digunakan Roh Kudus untuk berbicara kepada umat-Nya. Kitab Tobit, Judit, dan Yunus adalah contoh-contoh hebat dari cerita-cerita yang memiliki kuasa untuk mentransformasikan – untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran Allah ke dalam kehidupan kita-manusia.

Saudari dan Saudaraku yang terkasih. Bukankah sungguh menakjubkan dan menyegarkan hati kita apabila kita mengetahui bahwa Allah sungguh berhasrat untuk berkomunikasi dengan kita, sehingga Dia mau menggunakan begitu banyak cara/jalan untuk sampai kepada kita: sebuah cerita, saat matahari terbenam yang indah, seorang sahabat, atau cara/jalan apa saja yang dipilih-Nya? Satu-satunya pekerjaan kita yang dibutuhkan hanyalah membuka mata dan telinga kita dan mendengarkan suara-Nya.

DOA: Bapa surgawi, bukalah hatiku bagi karunia imajinasi. Perkenankanlah diriku melihat Engkau dalam setiap hal: dalam sabda-Mu, dalam umat-Mu, dalam ciptaan-Mu, dan dalam setiap situasi yang kuhadapi dan alami pada hari ini dan hari-hari mendatang. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 8:12-20), bacalah tulisan yang berjudul “PENGAMPUNAN SEMPURNA DARI YESUS” (bacaan tanggal 3-4-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 17-04 BACAAN HARIAN APRIL 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-3-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  31 Maret 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

ENGKAU AKAN MELIHAT HAL-HAL YANG LEBIH BESAR

ENGKAU AKAN MELIHAT HAL-HAL YANG LEBIH BESAR

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Masa Natal – Sabtu, 5 Januari 2013) 

POHON ARA - 4 - SUBURKeesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Filipus berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus menemui Natanael dan berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya, “Mari dan lihatlah!”  Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada-Nya, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepada kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus berkata, “Apakah karena Aku berkata kepadamu, ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara,’ maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.” (Yoh 1:43-51)

Bacaan Pertama: 1Yoh 3:11-21; Mazmur Tanggapan: Mzm 100:1-5 

Natanael hanya disebut dalam Injil Yohanes, tetapi banyak ahli percaya bahwa dia adalah Santo Bartolomeus yang disebut dalam Injil-injil sinoptik, salah seorang dari 12 rasul. Sebagai salah satu pilar Gereja, pengalaman Natanael akan Yesus merupakan suatu kesaksian penting mengenai apa artinya perjumpaan dengan Tuhan itu. Kesaksian Natanael menceritakan banyak mengenai bagaimana seharusnya relasi kita dengan Yesus itu.

Yohanes Penginjil menunjukkan kepada kita bagaimana teman Natanael yang bernama Filipus memperkenalkan Yesus kepadanya. Pada waktu Natanael mendengar bahwa Yesus berasal dari Nazaret, dia samasekali tidak terkesan. Bagaimana mungkin Mesias yang sudah lama ditunggu-tunggu kedatangan-Nya justru berasal dari kota kecil tak terkenal di Galilea? Namun untuk menghormati Filipus, Natanael memutuskan untuk melihat sendiri siapa Yesus itu.

Kita lihat dari bacaan di atas, bahwa sikap skeptis Natanael membuka jalan kepada iman dan rasa takjub ketika dirinya bertemu dengan Yesus secara face-to-face. Sang Rabi dari Nazaret ternyata mampu membaca isi hatinya seperti sebuah buku yang terbuka! Yesus melihat bahwa Natanael adalah seorang “Israel sejati” yang tidak mengenal kepalsuan. Yesus juga mengatakan bahwa dia telah melihat Natanael “di bawah pohon ara.” Ini adalah suatu gambaran populer di kalangan para rabi di abad pertama tentang seorang yang dalam suasana doa merenungkan hukum TUHAN (YHWH).

“Di bawah pohon ara” adalah sebuah ungkapan Yahudi untuk menggambarkan seseorang yang mempelajari sabda Allah di Kitab Suci dalam suasana dan semangat doa. Pohon ara adalah lambang berkat Allah dan damai-sejahtera dari-Nya. Pohon ara ini memberikan naungan dari terik sinar matahari di siang hari dan tempat yang sejuk bagi seseorang untuk melakukan ‘rekoleksi’, ‘retret’  dan berdoa secara pribadi. Yesus melihat ke dalam hati Natanael dan melihat bahwa dia adalah seorang pendoa. Sebagai konsekuensi, Yesus menjanjikan kepadanya ganjaran bagi seorang pendoa: Natanael akan menerima wahyu tentang surga yang terbuka: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia” (Yoh 1:51). Sesuai dengan sabda Yesus itu, Natanael memang juga kemudian diperkenankan melihat hal-hal yang lebih besar. Ia adalah salah seorang murid yang bertemu dengan Yesus yang telah bangkit di pantai Danau Tiberias (lihat Yoh 21:1-14).

FILIPUS DAN NATANAELJuga hari ini Yesus melihat ke dalam hati kita masing-masing dan memberikan ganjaran yang sama. Dia akan membuka pintu gerbang surga bagi semua orang yang berdoa dengan rendah hati dan memproklamasikan diri-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dia akan mewahyukan/menyatakan misteri-misteri Kerajaan Surga kepada siapa saja yang mencari hadirat-Nya dalam doa. Apabila kita menyediakan waktu untuk berdoa dan melakukan studi atas sabda Allah yang terdapat dalam Kitab Suci, maka kita pun akan diberkati, seperti juga Natanael diberkati. Allah akan mewahyukan/menyatakan kepada kita kebenaran-kebenaran kerajaan-Nya. Dia akan menunjukkan kepada kita bahwa Yesus adalah Putera Allah, “Raja segala bangsa” (Why 15:3), “Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja” (Why 17:14; bdk. 19:16). Kita tidak akan sekadar melihat hal-hal ini secara intelektual. Kita akan sampai pada titik di mana kita dapat melihat hal-hal itu di kedalaman hati kita, dan perwahyuan/pernyataan ilahi itu pun akan mentransformasikan kita.

Marilah kita membuka hati kita terhadap perwahyuan Yesus, seperti yang dilakukan oleh Natanael. Selagi kita melakukannya, kobaran api Roh Kudus akan mulai membakar hati kita bagi Juruselamat kita. Hasrat kita untuk mengenal Tuhan akan lebih berkobar-kobar lagi, akhirnya menyerap ke dalam seluruh kehidupan kita. Kalau kita mencari Allah dengan rendah hati, kita dapat yakin bahwa Dia akan mentransformasikan hati kita, membuat hati itu menjadi lebih murni lagi. Marilah kita menyediakan waktu untuk mempertimbangkan sabda-Nya dalam Kitab Suci dan mendoakannya. Selagi kita semakin dekat dengan Yesus, kita pun akan ditransformasikan, dan surga pun akan dibukakan bagi kita.

DOA: Bapa surgawi, tolonglah aku agar senantiasa berdoa dan mempelajari sabda Allah. Siapkanlah hatiku untuk memahami kehendak-Mu. Murnikanlah hatiku selagi aku mencari jalan-jalan-Mu. Tunjukkanlah kepadaku Yesus. Bukalah surga bagi mata hatiku agar aku dapat melihat-Mu dalam segala kemuliaan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Yoh 3:11-21), bacalah tulisan yang berjudul “SALING MENGASIHI YANG DIUNGKAPKAN DALAM PERBUATAN” (bacaan untuk tanggal 5-1-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-1-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 28 Desember 2012 [Pesta Kanak-kanak Suci, Martir] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS