Posts tagged ‘KITAB KELUARAN’

SEBAGAIMANA YHWH MEMBEBASKAN ORANG ISRAEL DARI PERBUDAKAN DI TANAH MESIR, YESUS MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA

SEBAGAIMANA YHWH MEMBEBASKAN ORANG ISRAEL DARI PERBUDAKAN DI TANAH MESIR, YESUS MEMBEBASKAN KITA DARI PERBUDAKAN DOSA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, TRI HARI PASKAH: KAMIS PUTIH, 18 April 2019)

Berfirmanlah TUHAN (YHWH) kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi YHWH.

Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, YHWH. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat daripada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. (Kel 12:1-8,11-14) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13,15-18; Bacaan Kedua: 1Kor 11:23-26; Bacaan Injil: Yoh 13:1-15

Hari ini, pada awal Tri Hari (Triduum) Paskah yang agung, cocoklah apabila kita membaca narasi tentang orang-orang Israel yang sedang bersiap-siap untuk meninggalkan hidup perbudakan mereka di Mesir. Selama akhir pekan yang penuh kuasa dan rahmat ini, Allah memanggil kita juga untuk mempersiapkan diri untuk “keluaran” (exodus) kita sendiri menuju kebebasan yang telah dimenangkan oleh Putera-Nya yang tunggal, lewat kematian-Nya di kayu salib di Kalvari.

Sepanjang pekan ini, kita telah bertanya terus, “Apakah yang telah dicapai oleh Salib Kristus?” Sore ini, dalam cerita tentang Paskah yang pertama, kita dapat melihat sebuah “pratanda” dari darah yang akan dicurahkan oleh Yesus dari atas kayu salib, dan kuasa dari darah itu untuk mengalahkan dosa dan maut. Pada Paskah pertama, orang-orang Israel harus membubuhkan pada kedua tiang pintu rumah mereka dan juga ambangnya dengan darah anak domba (kambing) jantan yang mereka sembelih, sebagai perlindungan dari malaikat pembunuh. Anak domba itu tidak boleh bercacat, seperti Yesus yang tanpa dosa – suatu kurban persembahan kepada Bapa yang sempurna dan sepenuhnya dapat diterima. Sekarang, karena Dia mencurahkan darah-Nya bagi kita, Yesus juga telah memenangkan bagi kita perlindungan melawan kekuatan-kekuatan jahat.

Ketika Allah melihat darah Yesus, maka maut (kematian) dan dosa melewati kita (Paskah=Dia lewat). Melalui iman akan darah-Nya, kita mengalami “keluaran” kita sendiri dari perbudakan dosa dan dibawa ke hadapan hadirat-Nya. Upaya-upaya kita untuk membebaskan diri kita sendiri, untuk menyenangkan hati Allah, tidak akan berhasil sepenuhnya. Oleh karena itu, daripada mencoba untuk membuat diri kita kudus dengan mengandalkan kekuatan atau kerja keeras kita sendiri, kita harus yakin bahwa kita dilindungi oleh darah sang Anak Domba. Dengan demikian barulah kita mengenal dan mengalami perlindungan dari sengat dan tipu-daya si Jahat, juga pembebasan/pelepasan dari kuasa dosa.

YHWH menebus orang-orang Israel dari tanah Mesir, demikian pula Yesus juga menebus kita. Seperti Musa yang telah membebaskan orang-orang Israel dari penindasan Firaun, Yesus juga telah membebaskan kita dari perbudakan dosa/Iblis. Sementara kita memasuki akhir pekan yang penuh rahmat dan kuasa ini, marilah kita menaruh di hadapan-Nya segala hal yang selama ini telah membelenggu kita dengan cara-cara dunia ini. Marilah kita memohon kepada-Nya untuk menunjukkan kepada kita kemuliaan-Nya selagi kita menantikan-Nya pada akhir pekan ini.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah Penebus dan Juruselamatku. Dalam tiga hari ke depan ini aku menanti-nantikan kebangkitan-Mu dengan tongkat di tanganku, dengan kasut pada kakiku, dan pinggang yang terikat, siap untuk mengikuti Engkau menuju kebebasan sejati. Terpujilah Engkau selalu, ya Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 13:1-15), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS SIAP UNTUK MEMBASUH KAKI KITA” (bacaan tanggal 18-4-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-04 BACAAN HARIAN APRIL 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 29-3-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 April 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

DIRIKU ADALAH YANG TERAKHIR !!!

DIRIKU ADALAH YANG TERAKHIR !!!

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Prapaskah – Kamis, 15 Maret 2018)

Berfirmanlah TUHAN (YHWH) kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Lagi Firman YHWH kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murkaku bangkit terhadap mreka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati YHWH, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, YHWH, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimiliki-Nya untuk selama-lamanya.” Dan menyesallah YHWH karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya. (Kel 32:7-14) 

Mazmur Tanggapan:  Mzm 106:19-23; Bacaan Injil: Yoh 5:31-47

Sekali peristiwa ada seorang bintang olahraga terkenal yang menaruh di atas meja kerjanya sebuah plakat dengan tulisan “I am third”, artinya saya yang ketiga. “Apakah maksudnya?”, orang-orang bertanya kepada sang bintang. “Sangat sederhana”, sahutnya: “Allah adalah yang pertama, orang-orang lain adalah yang kedua, dan saya adalah yang ketiga”. Walaupun atlit ini memiliki rasa percaya diri dan self-esteem yang sehat, dia menyadari bahwa panggilan terbesar dalam kehidupan setiap pribadi manusia pertama-tama adalah untuk melayani Allah, kemudian melayani sesama, barulah disusul dengan pemenuhan kebutuhan pribadinya sendiri. Dalam bacaan hari ini, kita dapat melihat bahwa skala prioritas dari Musa juga serupa dengan sang atlit. Lihatlah bagaimana Musa memberi tanggapan ketika YHWH Allah mengancam untuk mengatakan “cape deh” dan berniat menurunkan murka-Nya atas umat-Nya karena ulah mereka, padahal orang-orang itu telah dibawa-Nya dari perbudakan di Mesir. Sebaliknya YHWH akan membangkitkan “sebuah bangsa besar” untuk Musa dan turunannya (lihat Kel 32:10). Bukannya memandang dengan penuh harapan masa depan yang begitu cerah, Musa malah menolak kehormatan seperti itu dan dia kemudian melakukan syafaat untuk umat (bacalah lagi: Kel 32:11-13).

Ya, Musa memang rendah hati, tetapi dia juga dapat menjadi berani. Musa menunjukkan semacam kerendahan hati yang berani, yang selalu mempertimbangkan kebutuhan spiritual dan kepentingan orang-orang lain di atas kepentingannya sendiri. Ada tertulis: “Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi” (Bil 12:3), namun ini adalah kelembutan hati yang dikombinasikan dengan kekuatan, yaitu kekuatan batin untuk memikul tanggung jawab kepemimpinan tanpa gembar-gembor; di samping itu dia juga memiliki kekuatan lahiriah untuk mengoreksi dan menantang orang-orang lain bahkan ketika dia mendorong serta menyemangati mereka. Dalam mempertahankan keseimbangan antara kebaikan hati dan keteguhan seperti diperlihatkan oleh Musa inilah dia dapat disebut sebagai seorang tokoh pendahulu dari campuran sempurna antara bela rasa dan keadilan yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus.

Seperti Musa dan juga seperti Yesus, kita pun harus berkata, “Aku adalah yang ketiga”. Kita melakukan hal ini dengan menerima secara jujur kelemahan-kelemahan kita dan dengan rendah hati menerima talenta kita sebagai karunia atau anugerah dari Allah – karunia-karunia yang diberikan kepada kita dalam “bejana tanah liat” (lihat 2Kor 4:7). Dalam menggunakan karunia-karunia ini, kita dipanggil untuk menyeimbangkan “merpati” dan “elang” yang ada di dalam diri kita. Kita dipanggil untuk berbicara lantang dengan penuh keyakinan demi keadilan, tanpa mengkompromikan prinsip-prinsip kita dengan popularitas (pencitraan?). Kita dipanggil untuk memperhatikan orang-orang yang menderita dan susah – teristimewa mereka yang dekat dengan kita – dan menunjukkan kepada dunia betapa berharga dan istimewanya berpihak kepada “wong cilik”, orang-orang miskin, mereka yang menderita sakit-penyakit, mereka yang tertindas dan termarginalisasikan.

Kalau kita mengesampingkan berbagai ganjaran yang bersifat duniawi, maka kita pun akan menemukan kehormatan yang jauh lebih besar: menjadi anggota tubuh Kristus, yang membutuhkan dan melayani satu sama lain dalam kesatuan persaudaraan Kristiani.

DOA: Bapa surgawi, dengan penuh kasih Engkau telah memanggilku ke dalam kerja pelayanan-Mu. Aku membuat komitmen untuk menempatkan diriku dalam pemeliharaan dan bimbingan-Mu. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 5:31-47), bacalah tulisan yang berjudul “KESAKSIAN YESUS TENTANG DIRI-NYA” (bacaan tanggal 15-3-18) dalam situs/ blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-04 BACAAN HARIAN APRIL 2019). 

(Tulisan ini revisi dari tulisan dengn judul sama untuk bacaan tanggal 15-3-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 2 April 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BERJAGA-JAGA MENANTIKAN PEMBEBASAN KITA

BERJAGA-JAGA MENANTIKAN PEMBEBASAN KITA

(Bacaan Perjanjian Lama Misa Kudus, TRI HARI PASKAH: MALAM PASKAH – Sabtu, 15 April 2017)

Berfirmanlah TUHAN (YHWH) kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.”

Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu YHWH menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang dikiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka – segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda – sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, YHWH yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkat: “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab YHWH-lah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.”

Berfirmanlah YHWH kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang-orang mereka yang berkuda.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah YHWH mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu YHWH menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan YHWH terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada YHWH dan mereka percaya kepada YHWH dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi ini bagi YHWH yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi YHWH, sebagai Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.” (Kel 14:15-15:1) 

Bacaan-bacaan Kitab Suci lainnya tidak disebutkan di sini karena jumlahnya banyak. 

Pada malam hari ini, selagi Gereja melakukan vigili (berjaga-jaga; Inggris: vigil), bacaan Kitab Suci yang banyak dalam Malam Paskah ini mengingatkan kita semua akan perbuatan-perbuatan mulia Allah dan kebaikan-Nya bagi kemanusiaan dari abad ke abad. Kita ingat bahwa pada malam sebelum berangkat ke Laut Merah, Musa dan bangsa Israel juga berjaga-jaga, menantikan pembebasan dari para pengejar mereka seperti telah dijanjikan. Akan tetapi tidak hanya anak-anak Abraham yang berjaga-jaga pada malam itu. YHWH sendiri tetap bersama mereka sepanjang malam itu, melindungi mereka dalam bentuk awan, layaknya seorang ibu melindungi anak-anaknya.

Allah sama yang menjaga bangsa Israel sekarang juga melakukan vigili bersama kita pada hari ini. Apakah kita menyadarinya atau tidak, Allah memperhatikan kita semua sekarang:          Ia ke luar untuk menemui kita, bahkan ketika kita berjuang untuk meluangkan waktu dengan Dia. Kita tidak boleh berpikir bahwa semuanya tergantung pada kita; karunia istimewa apa pun yang kita nantikan, Allah sebenarnya sudah ada di sana bersama kita (anda dan saya) dan kita dapat percaya penuh akan kasih-Nya bagi kita.

Seperti bangsa Israel yang menaruh kepercayaan penuh pada Allah untuk pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir, barangkali kita juga sedang menantikan pembebasan kita sendiri. Allah yang membelah Laut Merah dan membangkitkan Yesus dari antara orang mati sungguh mampu untuk melakukan hal-hal yang menakjubkan dan Ia dapat membebaskan atau memerdekakan kita.

Pada saat-saat kekuatan dan keberanian kita terasa mulai lemah, Allah akan mengangkat kita dan menggendong kita. Apabila kita menantikan Allah untuk melakukan sesuatu yang penuh kuasa dalam hidup kita, maka dapat dipastikan bahwa Dia tidak melupakan kita. Sebaliknya, Allah justru menanti-nanti bersama kita, sampai saat yang tepat untuk memberikan kepada kita apa saja yang kita butuhkan. Oleh karena itu kita harus sabar dan penuh pengharapan. Kita harus bergabung dengan bangsa Israel dalam menantikan tiba saatnya dini hari yang akan mengusir kegelapan malam.

Selagi kita mendengar bacaan-bacaan yang begitu banyak pada malam ini, pantaslah kita merenungkan kesetiaan Allah kepada umat-Nya: “Pandanglah segala angkatan yang sudah-sudah dan perhatikanlah: Siapa gerangan percaya pada Tuhan lalu dikecewakan?” (Sir 2:10). Tentu saja tidak! Kita harus menaruh kepercayaan pada belas kasih-Nya (kerahiman-Nya), maka kita pun tidak akan dikecewakan.

DOA: Ya Tuhan Allah, kebaikan-Mu tak terbandingkan. Aku menaruh kepercayaan pada  kasih-Mu dan tidak merasa takut. Berjaga-jagalah bersamaku, ya Tuhan, karena secara bersama-sama kita dapat mengatasi segala macam penghalang. Terpujilah Engkau, sekarang dan selama-lamanya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Perjanjian Baru hari ini (Rm 6:3-11), bacalah tulisan yang berjudul “MATI TERHADAP DOSA, TETAPI HIDUP BAGI ALLAH DALAM KRISTUS YESUS” (bacaan tanggal 15-4-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-04 BACAAN HARIAN APRIL 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-3-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 13 April 2017 [HARI KAMIS PUTIH] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

MENYEBERANGI LAUT TEBERAU

MENYEBERANGI LAUT TEBERAU

(Bacaan Kitab Suci Misa Kudus, TRI HARI PASKAH: MALAM PASKAH – Sabtu, 4 April 2015)

MUSA MEMBELAH LAUT MERAH - KEL 15Berfirmanlah TUHAN (YHWH) kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.”

Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu YHWH menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang dikiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka – segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda – sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, YHWH yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkat: “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab YHWH-lah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.”

KELUARAAN 14 PASUKAN MESIR TERJEBAKBerfirmanlah YHWH kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang-orang mereka yang berkuda.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah YHWH mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu YHWH menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan YHWH terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada YHWH dan mereka percaya kepada YHWH dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi ini bagi YHWH yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi YHWH, sebagai Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.” (Kel 14:15-15:1) 

Bacaan-bacaan Kitab Suci lainnya tidak disebutkan di sini karena jumlahnya banyak. 

Bacaan dari Kitab Keluaran ini hanyalah salah satu bacaan dari banyak bacaan Kitab Suci yang dibacakan pada Misa Kudus Malam Paskah. Bacaan ini menggambarkan kesetiaan Allah kepada umat Israel. Orang-orang Yahudi ini mencoba untuk menyelamatkan diri dari perbudakan di Mesir dan pergi menuju Tanah Terjanji, namun musuh-musuh mereka mengejar mereka dan musuh-musuh itu ada tepat di belakang mereka. Dalam ketakutan mereka, orang-orang Israel sebelumnya menyampaikan keluhan mereka kepada Musa kondisi mereka akan lebih baik apabila tetap tinggal di tanah Mesir. Akan tetapi Musa mengatakan kepada mereka untuk tidak takut: “YHWH akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja” (Kel 14:14).

Air yang dipisah/dibelah oleh kuat-kuasa YHWH-Allah lewat tangan Musa memberi jalan hidup kepada orang-orang Israel, namun menjadi jalan kematian bagi musuh-musuh-Nya. Dengan menyeberangi Laut Teberau, orang-orang Israel bebas dari kekuasaan musuh-musuh mereka. Penyeberangan Laut Teberau adalah lambang Sakramen Baptis yang membebaskan seorang pribadi manusia dari kekuasaan dosa dan menempatkan dia bersama dengan Israel baru, Gereja – umat Allah, menempuh perjalanan menuju Tanah Terjanji surgawi.

images (3)Penyeberangan Laut Teberau adalah peristiwa yang tak terlupakan dalam sejarah bangsa Yahudi. Banyak tanda-tanda besar yang diberikan oleh YHWH di Mesir dan di padang gurun, untuk menghimpun umat-Nya menjadi satu bangsa. Tidak ada sesuatu pun yang mengesankan, karena begitu menentukan, seperti penyeberangan Laut Teberau, yang menjadi kemenangan total dan pembebasan dari perbudakan. Begitu pula dalam kehidupan umat Kristiani tak ada satu peristiwa pun yang begitu menentukan seperti Sakramen Baptis. Di sini jelas letak garis pemisah antara mati dan hidup, antara lama dan baru, antara dosa dan rahmat.

Lewat pembaptisan, seorang pribadi manusia mulai terhitung sebagai umat Allah dan menerima Roh baru, seperti dikatakan-Nya lewat mulut nabi Yehezkiel: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yeh 36:26). Lewat pembaptisan seorang pribadi manusia dimampukan untuk menepati perintah-perintah Allah, tidak hanya karena terpaksa, melainkan dari keyakinan hati-baru, yang dipusatkan pada peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Kepadanya akan diberi makan manna-Ekaristi, Anak Domba yang disembelih, minum dari karang-padas Kristus, darah yang dicurahkan dari tubuh-Nya di kayu salib.

Dengan pembaptisan seorang pribadi manusia masuk dalam perjalanan umat Israel, umat Allah yang melakukan perjalanan ziarah menuju Tanah Terjanji. Semua dipanggil dalam satu tubuh, semua dipanggil menuju kekudusan menurut jalan masing-masing dalam biara, dalam keluarga, dengan tugas yang berbeda-beda, namun yang semua membangun dunia dalam Kerajaan Kristus. Kita semua berkewajiban untuk berjuang dan merasul atas dasar panggilan masing-masing sebagai umat Allah: pembawa terang baru, hidup baru dan Roh baru, yang tidak pernah boleh padam lagi, tetapi sebagai kekuatan harus nyata dapat disumbangkan sebagai pengabdian umat Kristiani.

DOA: Bapa surgawi, perkenankanlah aku menaruh kepercayaan pada kasih-Mu dan kerahiman-Mu. Terangilah kegelapan hatiku senantiasa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Rm 6:3-11, bacalah tulisan yang berjudul “MALAM UNTUK BERJAGA-JAGA” (bacaan tanggal 4-4-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-04 BACAAN HARIAN APRIL 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 19-4-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 1 April 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS