Posts tagged ‘IBU MERTUA PETRUS’

MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA YESUS

MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Rabu, 10 Januari 2018)

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Seluruh penduduk kota itu pun berkerumun di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya mencari-cari Dia. Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata kepada-Nya, “Semua orang mencari Engkau.”  Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.  (Mrk 1:29-39)

Bacaan Pertama: 1Sam 3:1-10,19-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,5,7-10

Yesus menyembuhkan setiap orang yang datang kepada-Nya di Kapernaum. Dia menerima setiap orang, bahkan orang-orang yang mungkin dipertimbangkan sebagai orang-orang yang tak masuk hitungan. Bagi Yesus, tidak ada orang yang dibuang. Yesus membuat jelas bahwa Dia datang untuk menjungkir-balikkan pekerjaan Iblis serta roh-roh jahat pengikutnya, dan membereskan perusakan/kerusakan akibat dosa. Melalui jamahan penyembuhan-Nya, Yesus mengundang setiap orang untuk mengikuti Dia dan memperkenankan Dia memerintah dalam hati mereka.

Ibu mertua Simon Petrus adalah seorang dari mereka yang menerima undangan Yesus itu. Begitu dia menerima jamahan penyembuhan dari Yesus, dia mulai melayani-Nya dan para murid yang ikut serta dengan-Nya (Mrk 1:31). Kelihatan di sini tidak ada keragu-raguan di pihak sang ibu mertua: Dia begitu bersyukur atas apa yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap dirinya, sehingga setelah disembuhkan langsung saja dia bangkit berdiri untuk melayani-Nya.

Melalui Yesus, kerajaan Allah telah datang kepada kita – suatu sentuhan surga pada bumi. Yesus menawarkan penyembuhan kepada masing-masing dari kita – tubuh, pikiran dan roh – sehingga kita pun akan menanggapi dengan penuh sukacita, melayani Dia dan umat-Nya dalam cintakasih. Ibu mertua Simon memberikan kepada kita sebuah contoh cara pelayanan Kristiani. Seandainya dia tidak disembuhkan terlebih dahulu, maka dia pun tidak akan mampu untuk melayani. Tetapi, sekali dia mengalami kerahiman dan penyembuhan ilahi dari Tuhan, dia pun bebas untuk memberikan dirinya sendiri secara penuh bagi Tuhan.

Yesus memanggil kita semua untuk melayani Allah dan sesama. Akan tetapi, sebelum kita menjadi pelayan-Nya, adalah vital bahwa kita mengalami karya penyembuhan-Nya dulu dalam hidup kita. Kita semua telah dilukai oleh efek-efek dosa, dan kita membawa tanda-tandanya dalam tubuh dan hati kita. Sampai berapa jauh kita memperkenankan Tuhan melayani kita dengan menyembuhkan diri kita, sampai sebegitu jauh pula kita akan mampu bergabung dengan-Nya dalam pekerjaan membangun kerajaan-Nya di muka bumi ini. Melayani Tuhan bukanlah sesuatu yang kita kerahkan dari kebaikan kita sendiri. Ini adalah sesuatu yang bertumbuh dalam diri kita selagi kita menyerahkan hidup kita kepada tangan-tangan penyembuhan sang Guru dan Dokter Agung. Marilah kita membawa luka-luka dan sakit-penyakit kita kepada Yesus dan mohon kepada-Nya agar menyembuhkan kita, sehingga kita dapat menjadi pelayan-pelayan-Nya yang penuh sukacita.

DOA: Tuhan Yesus, datanglah dan sembuhkanlah kami sehingga kerajaan-Mu akan datang ke muka bumi ini dalam kepenuhan dan kuat-kuasa. Kami menyerahkan hidup kami kepada-Mu agar supaya kami dapat mengasihi-Mu, melayani-Mu dan bersama dengan-Mu, dengan demikian dapat menjadi perpanjangan tangan-Mu bagi duna di sekeliling kami. Terpujilah Nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:29-39), bacalah tulisan yang berjudul “KITA PUN SEMAKIN SEDIKIT BERBICARA DAN LEBIH BANYAK MEMAKAI WAKTU KITA UNTUK MENDENGARKAN SUARA TUHAN” (bacaan tanggal 10-1-18), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 18-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-1-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Januari 2018 [HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

KESELAMATAN DARI YESUS

KESELAMATAN DARI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Rabu, 11 Januari 2017 

healing-of-the-mother-in-law-of-peter-3Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Seluruh penduduk kota itu pun berkerumun di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya mencari-cari Dia. Ketika mereka menemukan-Nya, mereka berkata kepada-Nya, “Semua orang mencari Engkau.”  Jawab-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota sekitar ini, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.  (Mrk 1:29-39)

Bacaan Pertama: Ibr 2:14-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-4,6-9

Pernahkah anda berhenti dan berpikir tentang cara yang luarbiasa bagaimana Allah menciptakan kita (anda dan saya)? Bilamana kita sedang menanggung derita dalam satu aspek kehidupan kita – apakah itu penderitaan spiritual/rohani, psikologis/kejiwaan, atau fisik/badani – maka setiap hal lainnya dapat menjadi tidak seimbang … out of balance!  Pikirlah dan bayangkanlah bagaimana orang-orang yang menderita karena relasi yang terluka cenderung untuk lebih rentan terhadap sakit-penyakit. Pikirlah dan bayangkanlah bagaimana sehatnya dan wajah yang berseri-seri memancarkan kebahagiaan seorang pengantin perempuan pada hari pernikahannya. Sungguh mentakjubkan jika kita sungguh merenungkan betapa kompleksnya kita sebagai manusia.

Bayangkanlah ibu mertua Petrus yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya karena sakit demam. Pikiran-pikiran apa yang kiranya berkecamuk dalam kepalanya? Kenyataan bahwa seorang rabi muda usia yang populer datang berkunjung ke rumahnya, dan ia tidak mampu untuk menyambut dan melayani dengan penuh hospitalitas kepada “tamu agung” tersebut? Apakah perempuan itupun menjadi frustrasi karena ketidakmampuannya untuk bergabung dengan orang banyak guna mendengar pengajaran-Nya? Apakah kekhawatirannya akan fisiknya yang semakin lemah karena penyakitnya? Akan tetapi, dengan perintah yang sederhana (namun penuh dengan kuat-kuasa) yang diucapkan Yesus, ia pun disembuhkan. Demamnya langsung hilang, dan ia pun menerima rahmat untuk meninggalkan segala kesusahan hatinya dan menyediakan diri sepenuhnya untuk melayani para tamu yang datang ke rumahnya.

jesus-heals-the-sickDari sejak awal Yesus menunjukkan bahwa Ia datang ke tengah dunia untuk membawa keselamatan penuh – kesembuhan dalam artiannya yang lengkap. Yesus tidak hanya muncul satu hari, wafat di kayu salib, dan kembali ke surga. Tiga tahun lamanya Yesus berkeliling di tanah Galilea, Yudea dll. guna melakukan karya pelayanan di tengah masyarakat. Ia mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan kepada orang banyak (Ingat peristiwa terang yang ketiga dalam doa Rosario). Berjam-jam setiap harinya Yesus menyembuhkan orang-orang sakit dan membuat berbagai tanda heran lainnya, seperti mengusir roh-roh jahat yang merasuki pribadi manusia, memulihkan penglihatan orang dan Ia tak bosan-bosannya menawarkan pengharapan kepada orang-orang yang sedang dilanda kekhawatiran dan rasa takut (lihat Luk 4:18-19; bdk. Yes 61:1-2). Yesus datang untuk membawa suatu restorasi lengkap-total bagi kepribadian kita masing-masing, sesuatu yang dimulai dalam hidup ini dan mencapai kepenuhannya pada waktu kita dipersatukan dengan Dia pada akhir zaman.

Sekarang, apakah kita (anda dan saya) sungguh percaya bahwa Yesus memiliki kuat-kuasa untuk menyembuhkan kita? Apakah kita percaya bahwa Dia dapat menyembuhkan berbagai kenangan/ingatan yang menyakitkan, memulihkan relasi-relasi yang berantakan, dan membuang sakit-penyakit fisik yang kita derita?

Saudari dan Saudaraku dalam Kristus, marilah kita melangkah dalam iman untuk menghadap Dia. Percayalah bahwa Dia baik. Iman seperti ini dapat memindahkan penghalang-penghalang, bahkan penghalang yang besar seperti sebuah gunung (lihat Mat 17:20). Iman seperti ini dapat membuat kita menjadi mengakar kuat dalam kasih Kristus. Dengan demikian, apakah kita telah disembuhkan secara sempurna atau belum, kita akan tetap mengalami damai-sejahtera karena kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan mengalami restorasi secara penuh.

DOA: Tuhan Yesus, aku menaruh semua perkaraku dan keprihatinanku di dekat kaki-kaki-Mu dan percaya sepenuhnya bahwa Engkau akan memperhatikan semua itu. Oleh Roh Kudus-Mu, ajarlah diriku bagaimana memahami dengan penuh dan benar kepenuhan dari keselamatan yang Engkau rencanakan bagiku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:29-39), bacalah tulisan yang berjudul “MENYERAHKAN HIDUP KITA KEPADA YESUS” (bacaan untuk tanggal 11-1-17), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 17-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-1-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 9 Januari 2017  [PESTA PEMBAPTISAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KESEMBUHAN YANG KITA PEROLEH DARI YESUS

KESEMBUHAN YANG KITA PEROLEH DARI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Rabu, 2 September 2015)

Keluarga Fransiskan: Peringatan B. Yohanes Fransiskus Burte, Severinus Girault, Apolinaris Morel, dkk.-Martir-martir Revolusi Perancis 

Guercino_God_the_FatherKemudian Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Lalu Ia berdiri di sisi perempuan itu dan mengusir demam itu, maka penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya ke atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Dialah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang terpencil. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Di kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.” Lalu Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. (Luk 4:38-44)

Bacaan Pertama: KoL 1:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 52:10-11

“Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya ke atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka”  (Luk 4:40). 

Guna menyembuhkan kita-manusia dari sakit-penyakit dan penderitaan, Bapa di surga mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal, Yesus, untuk menjadi Juruselamat kita, sang Dokter dan Penyembuh Ilahi.

Pada waktu Yesus mengawali karya-Nya di tengah publik, Dia langsung saja dikenal sebagai seorang tabib yang diutus Allah untuk menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir roh-roh jahat yang menempel pada dan/atau merasuki diri orang-orang dlsb.

IBU MERTUA PETRUSOrang-orang tahu bahwa Yesus menyembuhkan orang-orang sakit yang dibawa kepada-Nya. Yesus meletakkan tangan-Nya ke atas orang-orang yang sakit, yang buta, yang lumpuh, yang terganggu mentalnya dlsb. dan mereka semua menjadi sembuh, termasuk ibu mertua Simon Petrus tentunya. Yesus memuji orang-orang yang disembuhkan oleh-Nya karena iman mereka kepada-Nya, untuk kepercayaan mereka akan kebaikan hati-Nya, akan kuat-kuasa-Nya, dan akan kasih-Nya kepada mereka. 

Yesus adalah sang Imanuel (=Allah yang menyertai kita; Mat 1:23; Mat 28:20). Dia senantiasa berada bersama kita masing-masing, sekarang dan di sini. Yesus sangat mengasihi kita sekarang sebagaimana Dia mengasihi para murid-Nya dan orang-orang pada masa hidup-Nya di dunia  sebagai seorang manusia. Sebagai para murid-Nya kita pun sangat rindu untuk mendengarkan sabda-Nya. Sebagai murid-murid Yesus, kita percaya kepada-Nya dan sepantasnyalah apabila kita memohon kepada-Nya untuk meningkatkan iman kita. Kita juga diajar oleh-Nya untuk saling mengampuni, dan hal tersebut harus datang dari hati kita yang terdalam. Kita pun senantiasa harus memohon penyembuhan-Nya, baik pikiran maupun tubuh kita. Kita juga harus memohon kepada Yesus untuk membuang semua kepahitan dan penolakan yang ada dalam hati kita masing-masing.

Marilah kita juga memohon kepada Yesus untuk mengambil dari diri kita semua kesempitan pandangan dan ketamakan/keserakahan, sehingga dengan demikian kita dapat membuka hati kita lebar-lebar bagi rahmat-Nya yang menyegarkan. Setiap kali kita menerima tubuh Yesus dalam Komuni Kudus, kita pun harus memperkenankan kehadiran-Nya yang penuh kuat-kuasa untuk mengerjakan kesembuhan dan tanda-tanda heran lainnya dalam diri kita masing-masing.

DOA: Tuhan Yesus, tolonglah aku sekarang  juga supaya dapat mengampuni setiap orang yang telah mendzolimi atau menyakiti diriku dengan cara apapun, kelihatan maupun tidak kelihatan. Aku memohon pengampunan dari mereka yang telah kusakiti, sengaja maupun tidak sengaja. Aku juga memohon kepada-Mu, ya Yesus, agar supaya Engkau membuang dari diriku segala halangan terhadap kuat-kuasa penyembuhan-Mu. Sembuhkanlah diriku dari segala sesuatu yang membuat diriku tidak bahagia, merasa cemas dan susah, depresi, kesendirian yang menekan atau kepahitan hidup. Biarlah kehadiran-Mu yang indah mengubah kesedihanku menjadi kegembiraan penuh sukacita. Berikanlah kepadaku rasa damai-sejahtera yang mendalam. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. Amin

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 4:38-44), bacalah tulisan yang berjudul “SEMAKIN PENUH KOMITMEN TERHADAP RENCANA ALLAH” (bacaan tanggal 2-9-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-09  BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 3-9-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 31 Agustus 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KATAKAN SAJA SEPATAH KATA

KATAKAN SAJA SEPATAH KATA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XII – Sabtu, 27 Juni 2015)

YESUS DAN CENTURIONKetika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu, Yesus pun heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.” Lalu Yesus berkata kepada perwira itu, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Pada saat itu juga sembuhlah hambanya. 

Setibanya di rumah Petrus, Yesus melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangun dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan semua orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya digenapi firman yang disampaikan melalui Nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Mat 8:5-17) 

Bacaan Pertama: Kej 18:1-15; Mazmur Tanggapan: Luk 1:46-50,53

Kedua bagian dalam bacaan Injil hari ini merupakan cerita-cerita indah sangat relevan dalam proses pematangan iman-kepercayaan kita masing-masing. Yang pertama adalah tentang iman mengagumkan dari seorang perwira (centurion) non-Yahudi yang dipuji oleh Yesus (Mat 8:5-13). Yang kedua adalah tentang penyembuhan ibu mertua Petrus yang sakit demam dan tentang pelayanan Yesus kepada orang banyak (Mat 8:14-17). Saya akan menyoroti bagian pertama, yaitu yang menyangkut sang perwira dan imannya.

Peristiwa yang menyangkut sang perwira itu menunjuk kepada pertobatan kaum non-Yahudi (baca: kafir) di masa setelah Yesus naik ke surga. Yesus dengan jelas mengungkapkan betapa dirinya terkesan sekali dengan iman sang perwira. Bahkan sebelum sang perwira membuktikan imannya, Yesus menunjukkan bahwa Dia bersedia untuk datang dan menyembuhkan hamba sang perwira. Yesus memiliki belarasa terhadap semua orang, apakah mereka Yahudi atau non-Yahudi. Sekarang marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing: “Apakah kebaikan hati kita, kesiap-sediaan kita untuk menolong orang lain juga tidak dipengaruhi oleh berbagai prasangka dan praduga, seperti halnya dengan Yesus?” “Atau, apakah kita mempunyai daftar nama-nama dari mereka yang menurut kita tidak pantas untuk kita kasihi?”

Iman sang perwira tidak terbatas, tanpa syarat. Ia berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”  (Mat 8:8).  Perwira ini percaya bahwa Yesus mampu menyembuhkan dari jarak jauh, tanpa harus mengunjungi hambanya di rumah miliknya  atau kontak pribadi yang bagaimana pun juga. Ini adalah inti pokok dari cerita Injil hari ini. Di sini ditunjukkah bahwa sang perwira percaya  bahwa Yesus memiliki kuat-kuasa ilahi atas segenap alam ciptaan.

Bacaan Injil di atas menunjukkan bahwa Yesus takjub pada iman-kepercayaan sang perwira. Yesus menggunakan peristiwa itu untuk memberi pengajaran kepada orang banyak. Pertama-tama Yesus mengatakan  bahwa sang perwira memiliki iman-kepercayaan yang lebih besar daripada yang selama itu dijumpai-Nya di kalangan orang-orang Yahudi, yaitu umat pilihan Allah sendiri (lihat Mat 8:11). Kedua, apabila anak-anak pilihan dari Abraham tidak mengambil langkah awal untuk percaya, maka Kerajaan-Nya akan diambil dari mereka untuk diberikan kepada orang-orang non-Yahudi (baca: kafir) seperti sang perwira.

Kita adalah umat Kristiani. Kita telah dipilih untuk menerima sang Sabda, untuk menerima karunia iman dan kasih. Kita adalah warga umat Allah. Kalau begitu, mengapa kita tidak merupakan saksi-saksi Kristus (dan Kabar Baik-Nya) yang lebih baik? Mengapa orang-orang yang tidak percaya tidak menunjuk kepada kita dan berkata: “Ada yang istimewa tentang orang-orang Kristiani itu, marilah kita melihatnya?” (pelajarilah Kis 2:41-47; 4:32-35). Sekadar menjadi anggota Gereja dan rajin menghadiri Misa Kudus pada hari Minggu bukanlah jaminan atas iman kita, bukan juga jaminan atas keanggotaan kita dalam Kerajaan-Nya. Seseorang – sederhana dan tidak mempunyai latar-belakang pendidikan hebat-hebat – yang baru saja masuk menjadi anggota Gereja, sungguh dapat membuat diri kita malu karena melihat iman orang itu yang murni tanpa syarat apapun. 

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Engkau menanggung segala sakit-penyakitku, memikul segala penderitaanku. Engkau adalah andalanku, ya Yesus. Sembuhkanlah dan kuatkanlah imanku yang lemah ini. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 8:5-17), bacalah tulisan yang berjudul “DIALAH YANG MEMIKUL KELEMAHAN KITA DAN  MENANGGUNG PENYAKIT KITA” (bacaan tanggal 27-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 28-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 23 Juni 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS