Posts tagged ‘EVANGELISASI’

ALLAH BEGITU MENGASIHI KITA DAN INGIN AGAR KITA ADA BERSAMA DIA

ALLAH BEGITU MENGASIHI KITA DAN INGIN AGAR KITA ADA BERSAMA DIA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Kamis, 16 Mei 2019)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Margareta dr Cortona, OFS

Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem. Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ. Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka, “Saudara-saudara, jika ada di antara kamu mempunyai pesan untuk menguatkan umat ini, sampaikanlah!” Lalu bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata, “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang teracung Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu. Empat puluh tahun lamanya Ia bersabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun. Setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman Nabi Samuel. Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul anak Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah bersaksi, “Aku telah mendapat Daud anak Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.’ Sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, dari keturunnyalah Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan baptisan tobat kepada seluruh bangsa Israel. Ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata, ‘Sangkamu aku ini siapa? Aku bukan Dia. Sesungguhnya Ia akan datang kemudian daripada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.’ (Kis 13:13-25)

Mazmur Tanggapan: Mzm  89:2-3,21-22,25,27; Bacaan Injil: Yoh 13:16-20

Apakah yang anda akan lakukan apabila anda dipanggil untuk memberitakan Injil Yesus Kristus kepada orang-orang yang anda belum pernah temui sebelumnya? Apakah hal paling penting yang anda ingin katakan kepada mereka? Pesan Injil sebenarnya jelas. Allah begitu mengasihi kita dan ingin agar kita ada bersama Dia. Dia selalu setia dengan janji-janji-Nya. Inilah pesan yang diwartakan oleh Paulus kepada orang-orang Yahudi di Antiokhia di Pisidia. Inilah juga pesan yang harus kita beritakan pada zaman modern ini.

Pada waktu Paulus dan Barnabas diutus untuk perjalanan misioner mereka yang pertama, mereka berkhotbah dalam sinagoga. Paulus menggunakan kesempatan ini untuk berbicara kepada orang-orang yang hadir tentang kesetiaan Allah dalam memenuhi janji-janji yang telah dibuat-Nya melalui para nabi. Secara singkat memaparkan jalan sejarah bangsa Yahudi sambil menggambarkan betapa Bapa di surga tetap setia kepada umat-Nya dari zaman ke zaman – bahkan pada saat-saat di mana mereka meninggalkan-Nya. Pada akhirnya, Allah memberikan Yesus kepada mereka, sebagai Dia yang melalui-Nya mereka dapat menerima keselamatan seperti yang dimaksudkan-Nya.

Apabila Allah tetap komit kepada umat-Nya dari abad ke abad, kita dapat mempercayai-Nya untuk kesetiaan-Nya kepada kita juga. Apalagi kita tahu bahwa kita adalah orang-orang pendosa yang sungguh membutuhkan penebusan. Yesus menyerahkan hidup-Nya sendiri agar kita dapat memperoleh suatu kehidupan baru. Yang kita perlukan hanyalah menerima kehidupan baru tersebut. Dalam Yesus kita mempunyai harta kekayaan yang tak terkira nilainya. Suatu jaminan dan pengharapan yang penuh berkat!

Kita dapat bertanya kepada diri kita masing-masing: Apakah aku telah mengalami kebenaran yang indah ini? Kita juga dapat mengambil waktu untuk memandang kehidupan kita di masa lampau dan mohon kepada Roh Kudus untuk menunjukkan kepada kita jalan-jalan yang telah kita tempuh di bawah bimbingan-Nya dan perlindungan-Nya. Kita mohon kepada-Nya agar menunjukkan kepada kita saat-saat di mana tangan-tangan Allah terlihat campur tangan dalam kehidupan kita, bahkan ketika kita sedang berada jauh dari diri-Nya. Baiklah kita mengingat juga kapan saja Dia menjawab doa-doa kita dan setia pada janji-janji-Nya. Marilah kita berterima kasih penuh syukur kepada-Nya untuk saat-saat itu dan biarlah kebenaran-kebenaran-Nya mencairkan hati kita masing-masing. Biarlah Dia merangkul diri kita dengan penuh kasih.

DOA: Terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu, ya Bapa, karena Engkau senantiasa beserta kami dan tidak pernah membuang kami. Terima kasih karena Engkau telah memberikan Putera-Mu yang tunggal kepada kami dan berbagi/syering hidup-Mu dengan kami. Kami juga berterima kasih karena Engkau menginginkan kami agar bersama-Mu sepanjang segala masa dan mengasihi kami dengan suatu kasih yang kekal. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 13:16-20), bacalah tulisan yang berjudul “HANYA APABILA KITA MEMPERKENANKAN YESUS MELAYANI KITA” (bacaan tanggal 16-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-4-18 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 14 Mei 2019 [Pesta S. Matias, Rasul] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

ROH KUDUS MASIH BEKERJA DI TENGAH-TENGAH UMAT ALLAH

ROH KUDUS MASIH BEKERJA DI TENGAH-TENGAH UMAT ALLAH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Rabu, 15 Mei 2019)

Sementara itu, firman Allah makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirena, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus, “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. Lalu mereka berpuasa dan berdoa dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.

Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setibanya di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka. (Kis 12:24-13:5)

Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3,5,6,8; Bacaan Injil: Yoh 12:44-50.

Paulus dan Barnabas. Di bagian pertama “Kisah para Rasul”, nama Saulus/Paulus jarang muncul terlepas dari teman baiknya yang bernama Barnabas. Pada kenyataannya, baik Gereja di Yerusalem  maupun di Antiokhia mengakui berbagai karunia hebat dari kedua orang ini, juga persahabatan erat antara keduanya. Mereka mengutus keduanya untuk berkarya bersama dalam misi-misi yang sensitif.

Meskipun Paulus sudah dikenal sebagai “Rasul kepada orang bukan Yahudi” Barnabas bersatu secara lengkap dengan Paulus dalam visi Gereja yang mendunia. Sampai titik tertentu, sebenarnya Paulus berutang banyak pada Barnabas, karena rasul yang tidak banyak bicara/dikenal inilah yang mencari Paulus, dan dialah yang melicinkan jalan untuk diterimanya Paulus (oleh para rasul) di Yerusalem. Dialah juga yang membawa Paulus ke Antiokhia untuk membantunya memimpin Gereja di sana (Kis 11:21-26).

Gereja Antiokhia. Selagi mereka berpuasa dan berdoa bersama, para tua-tua Gereja Antiokhia mendengar Roh Kudus mengatakan kepada mereka sesuatu yang baru dan berbeda. Mereka harus mengutus beberapa anggota jemaat sebagai misionaris untuk menyebar-luaskan Injil. Ini adalah sebuah arahan baru untuk keseluruhan Gereja. Para tua-tua tidak lagi cukup berharap dan menaruh kepercayaan bahwa Injil akan menyebar sejalan dengan pergerakan orang-orang. Sekarang, mandat untuk mewartakan Injil jauh lebih bertujuan. Bayangkanlah, karena para tua-tua jemaat ini berpuasa dan berdoa, mereka mampu menerima pangarahan dari Roh Kudus. Tetapi, mengapa selagi berpuasa? Mengapa bukan pada waktu-waktu yang lain?

Makna Puasa. Tuhan selalu dapat mencapai umat-Nya. Akan tetapi, kadang-kadang kita menjadi begitu disibukkan dengan tugas-tugas kita sehari-hari dan lupa untuk membuka hati kita terhadap dorongan-dorongan lemah-lembut dari Roh Kudus. Puasa menolong kita untuk menenangkan hati dan pikiran kita. Apakah yang dimaksudkan dengan puasa sebenarnya? Tidak makan dan minum? Kadang-kadang memang itu maksudnya. Namun puasa juga dapat diartikan sebagai berbagai kegiatan untuk mengurangi distraksi (pelanturan), untuk menenangkan hati, misalnya tidak menonton televisi selama satu malam, atau tidak mendengarkan siaran radio favorit kita agar kita dapat merefleksikan kehendak Allah dalam kehidupan kita.

Puasa dan doa tidak dapat dipisahkan. Penting untuk kita ingat-ingat selalu, bahwa puasa harus selalu disertai doa-doa, sebagai suatu cara menyerahkan hati kita kepada Tuhan sehingga Dia dapat membentuk kita dan memberdayakan kita. Doa dan puasa menolong kita untuk memisahkan diri kita dari pemikiran-pemikiran dan tugas-tugas duniawi kita, sehingga kita dapat datang ke hadapan hadirat Allah dengan lebih siap dan mengakui siapa Dia dan siapa kita yang berada di hadapan-Nya.

Selama puasa dan doa kita, kita menjadi lebih terbuka untuk mendengar suara Roh Kudus yang lemah-lembut itu. Barangkali Dia akan membuka diri kita bagi suatu pekerjaan baru dan istimewa yang diinginkannya untuk kita laksanakan. HARI INI PUN ROH KUDUS MASIH BEKERJA DI TENGAH-TENGAH UMAT ALLAH. Selagi kita membuat jiwa kita tenang dan memberikan hati kita lebih banyak lagi kepada Tuhan, maka Dia akan mengisi kehidupan kita dengan karunia-karunia (anugerah-anugerah)-Nya dan buah Roh.

DOA: Roh Kudus, hanya Engkau yang dapat membimbing kami dalam jalan-jalan Allah. Kami ingin membuka diri kami kepada-Mu sehingga rencana Bapa surgawi dapat dicapai lewat diri kami. Berikanlah kepada kami kekuatan untuk melakukan puasa – untuk membuat diri kami tenang sepenuhnya – sehingga kami dapat menjadi instrumen-instrumen kehendak Bapa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 12:44-50), bacalah tulisan yang berjudul “APA YANG AKU KATAKAN, AKU SAMPAIKAN SEBAGAIMANA DIFIRMANKAN OLEH BAPA KEPADA-KU” (bacaan tanggal 15-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.worpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 10-5-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 13 Mei 2019 [Peringatan SP Maria dr Fatima] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS: DUA ORANG RASUL KRISTUS

SANTO FILIPUS DAN YAKOBUS: DUA ORANG RASUL KRISTUS

(Bacaan  Injil Misa Kudus, Pesta S. Filipus dan Yakobus, Rasul – Jumat, 3 Mei 2019)

Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat dia.”

Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Siapa saja yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, aku akan melakukannya, supaya Bapa dimuliakan di dalam anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yoh 14:6-14) 

Bacaan Pertama: 1Kor 15:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:2-5 

Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santo Filipus dan Yakobus, dua dari 12 orang rasul Kristus. Tidak banyak yang kita ketahui tentang Filipus dan Yakobus (yang bukan saudara Yohanes, anak-anak Pak/Bu Zebedeus) ini. Menurut Injil Yohanes, Filipus berasal dari Betsaida, kota asal Andreas dan Simon Petrus, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa dia adalah mitra-usaha kedua kakak-beradik itu (Yoh 1:44). Sebelum Yesus membuat mukjizat pergandaan roti dan ikan untuk kepentingan orang banyak, Ia bertanya kepada Filipus di mana mereka dapat membeli roti, supaya orang banyak dapat makan. Filipus – “sang usahawan” – langsung saja menunjukkan kepiawaiannya dalam hal “kalkulasi biaya” sekalipun pada waktu itu belum ada kalkulator: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja” (lihat Yoh 6:5-7).

Berkata-kata tanpa tedeng aling-aling rupanya sudah merupakan sifat yang melekat pada diri Filipus. Ingatkah anda ketika dia membujuk Natanael agar menemui Yesus? Ketika temannya itu meragukan credentials yang dimiliki Yesus dengan sebuah ungkapan klasik, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”, Filipus hanya mengatakan begini kepada Natanael: “Mari dan lihatlah!” (lihat Yoh 1:43-47). Injil Yohanes juga bercerita mengenai Filipus yang membawa beberapa orang Yunani kepada Yesus dengan bantuan Andreas (Yoh 12:20-22). Di samping beberapa catatan di atas, nama Filipus hanya muncul beberapa kali saja dalam kitab-kitab Injil sinoptik (Mat 10:3; Mrk 3:18; Luk 6:14). Patut diingat bahwa Rasul Filipus tidak sama dengan Filipus yang melayani sebagai seorang diakon di dalam Gereja Perdana (Kis 6:5;8:6).

Tentang Rasul Yakobus yang bukan anak Zebedeus lebih sedikit lagi yang kita ketahui. Rasul ini disebut juga Yakobus anak Alfeus. Ada beberapa catatan singkat dalam kitab-kitab Injil sinoptik tentang perutusannya sebagai rasul Kristus (Mat 10:3; Mrk 3:18; Luk 6:15). Untuk membedakannya dengan Yakobus anak Zebedus (yang mati dibunuh oleh Herodus; Kis 12:1-2), Yakobus kita hari ini juga suka dinamakan “Yakobus kecil” atau “Yakobus muda”. Ada tradisi-tradisi gerejawi yang melihat dia sebagai Yakobus sama yang mempimpin komunitas awal di Yerusalem (Kis 15; Gal 1:19; 2:9), namun identitasnya yang sejati tetap saja tidak/belum jelas.

Kita tidak perlu merasa heran, bahwa kendati begitu sedikit informasi yang kita miliki tentang kedua orang kudus yang kita rayakan pada hari ini, Gereja tetap menilai mereka sebagai rasul-rasul Kristus yang sejati. Biar bagaimana pun juga Yesus tidak memilih mereka karena kemampuan kepemimpinan mereka atau banyaknya pengetahuan teologis yang mereka miliki. Yesus memanggil orang-orang biasa yang sedang bekerja, mempunyai rumah kediaman dan keluarga. Dan ketika mereka menanggapi panggilan Yesus, hidup mereka pun “dijungkir-balikkan” karena mereka telah berjumpa dengan sang Putera Allah sendiri. Sejak saat itu, kehidupan mereka pun samasekali berbeda karena secara berkesinambungan Roh Kudus membuat mereka semakin serupa dengan gambaran Yesus yang mereka layani.

Sebagai umat yang sudah dibaptis, kita pun ikut ambil bagian dalam panggilan untuk menjadi rasul-rasul masa kini. Kata Yunani apostolos  berarti “orang yang diutus pergi” (untuk suatu misi tentunya), dan dalam Kristus kita semua diberi amanat untuk membawa terang Injil ke tengah dunia. Ketika kita berjumpa dengan Kristus yang sudah bangkit dalam doa, pembacaan serta permenungan sabda-Nya dalam Kitab Suci, dan sakramen-sakramen, maka kita pun kemudian diutus sebagai saksi-saksi Kristus, seperti halnya dengan Filipus dan Yakobus, ke dunia di sekeliling kita, lewat kata-kata dan pola kehidupan kita sehari-hari.

DOA: Tuhan Yesus, Filipus minta kepada-Mu, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (Yoh 14:8), dan Engkau pun menyatakan siapa Diri-Mu kepadanya. Selagi kami bersembah-sujud di hadapan-Mu, tunjukkanlah kebaikan-Mu yang penuh kasih, dan berdayakanlah kami agar mau dan mampu menjadi saksi-saksi-Mu di tengah-tengah para saudari dan saudara kami lainnya yang belum mengenal Engkau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:6-14), bacalah tulisan yang berjudul “SANTO FILIPUS DAN SANTO YAKOBUS: RASUL-RASUL KRISTUS” (bacaan tanggal 3-5-19), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 3-5-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 1 Mei 2019 [Peringatan S. Yusuf Pekerja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KEDUA BELAS RASUL DIUTUS OLEH YESUS

KEDUA BELAS RASUL DIUTUS OLEH YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Kamis, 7 Februari 2019)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan/Pesta S. Koleta dr Corbie, Ordo II [Klaris]

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mulai mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat saja, roti pun jangan, kantong perbekalan pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas-kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka, “Kalau di suatu tempat kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat  yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. (Mrk 6:7-13) 

Bacaan Pertama: Ibr 12:18-19,21-24; Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-4,9-11 

Sungguh suatu momen yang exciting bagi kedua belas rasul! Yesus memanggil mereka dan mengutus mereka ke luar untuk memulai misi untuk mana Dia memilih mereka. Dua belas rasul itu adalah pribadi-pribadi yang harus melaksana misi Yesus, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang serupa dengan pekerjaan-pekerjaan dalam pelayanan Yesus sendiri: mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, mengusir roh-roh jahat, mengurapi orang sakit dan menyembuhkan mereka (lihat Mrk 6:13).

Dua belas rasul ini sudah sekian lama dekat dengan Yesus – segalang-segulung – praktis sejak awal karya pelayanan-Nya di depan umum. Mereka menyaksikan mukjizat-mukjizat dan berbagai tanda heran yang dibuat-Nya, malah diajar secara khusus oleh Yesus dengan penjelasan-Nya secara personal tentang perumpamaan-perumpamaan-Nya. Saat penuh keakraban ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dua belas rasul ini guna diutus sebagai wakil-wakil resmi Yesus, membawa hidup-Nya ke tengah dunia. Kata dalam bahasa Yunani apostolos berarti “duta”, atau seorang yang diutus.

Kedekatan persekutuan yang mereka nikmati bersama Yesus dan tanggung-jawab yang dipercayakan Yesus kepada mereka menjadi semakin dipenuhi teka-teki karena fakta menunjukkan bahwa mereka sering tidak memahami siapa diri Yesus. Benih-benih ketidakpahaman ini dapat terlihat  sebelumnya ketika para rasul tidak mampu memahami perumpamaan-perumpamaan Yesus dan bagaimana mereka terheran-heran penuh takjub ketika Yesus menenangkan badai di danau (Mrk 4:35-41). Penjajaran cerita tentang posisi para rasul yang penting dan ketiadaan pemahaman mereka itu jelas sepanjang Injil Markus. Akhirnya terbuktilah bahwa pemahaman benar tentang Yesus hanya datang melalui efek-efek dari kematian dan kebangkitan Yesus sendiri serta pengutusan Roh Kudus.

Yesus mengetahui benar kelemahan-manusiawi dari para rasul-Nya. Oleh karena itu Yesus memberi instruksi kepada dua belas rasul berkaitan dengan misi mereka. Yesus memberi petuah kepada mereka untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, melainkan untuk mengandalkan diri pada Allah  dan hospitalitas orang-orang yang akan mendengar dan menerima pelayanan mereka. Yesus menekankan ketergantungan kepada Allah dan urgency dari karya misioner para rasul (Mrk 6:8-10). Hal ini bertentangan dengan kecenderungan kita yang normal untuk mementingkan kepentingan kita dan menggantungkan diri pada berbagai sumber daya yang kita miliki, bahkan ketika berupaya untuk melayani Allah dan melakukan pekerjaan-Nya. Kondisi manusiawi kita  adalah untuk mencoba mengendalikan Allah dan membuat agar Dia cocok ke dalam hidup kita dan rencana-rencana kita.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus. Bukalah pikiran dan hati kami dan berikanlah kepada kami pemahaman mendalam tentang siapa Yesus itu dan suatu hasrat untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan-Nya kepada kami. Tolonglah kami untuk melepaskan kendali atas hidup kami agar kami dapat lebih penuh lagi menaruh kepercayaan kepda Allah dan perhatian-Nya kepada kami. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil (Mrk 6:6b-13), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS JUGA MENGUTUS ANDA DAN SAYA” (bacaan tanggal 7-2-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-2-18 dalam situs/blog SANG SABDA] 

Cilandak, 5 Februari 2019 [Peringatan S. Agata, Perawan Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ORANG GERASA YANG DISEMBUHKAN ITU DIUTUS OLEH YESUS SENDIRI UNTUK MEMBERITAKAN BELAS KASIH ALLAH

ORANG GERASA YANG DISEMBUHKAN ITU DIUTUS OLEH YESUS SENDIRI UNTUK MEMBERITAKAN BELAS KASIH ALLAH

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Senin, 4 Februari 2019)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Yosef dr Leonisa, Imam Biarawan Kapusin

Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Orang itu tinggal di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantai itu diputuskannya dan belenggu itu dipatahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak, “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya, “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Kemudian Ia bertanya kepada orang itu, “Siapa namamu?” Jawabnya, “Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir mereka keluar dari daerah itu.

Di lereng bukit itu banyak sekali babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan merasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati lemas di dalamnyal

Penjaga-penjaga babi itu lari dan menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan Legion itu. Mereka pun merasa takut. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mulai mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan ini meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu, “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” Orang itu pun pergi dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala sesuatu yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran. (Mrk 5:1-20) 

Bacaan Pertama: Ibr 11:32-40; Mazmur Tanggapan: Mzm 31:20-24

Orang yang kerasukan roh jahat di daerah orang Gerasa ini mengalami keterasingan yang sangat membuatnya menderita: tidak ada orang yang dapat menjadi teman-bicaranya kecuali orang-orang mati di pekuburan; tidak ada suara-suara kecuali suara berbagai godaan, tuduhan dan kemarahan yang menyiksa orang itu siang dan malam. Siksaan yang menimpa dirinya begitu buruk dan berat sehingga satu-satunya keringanan yang dapat dinikmatinya adalah dengan menyakiti dirinya sendiri secara fisik, agar untuk sementara waktu dapat mengalihkan pikirannya dari kesedihan batiniah yang mendalam. Para tetangganya kadang-kadang mencoba untuk campur-tangan, namun metode-metode yang mereka gunakan – rantai dan isolasi/ mengasingkan dirinya – hanyalah menambah penderitaannya. Yang lebih buruk lagi adalah, orang itu mengalami bahwa pada saat-saat yang paling gelap, ia justru dirasuki oleh kekuatan yang bukan natural sehingga mampu melakukan kekerasan yang lebih berbahaya lagi.

Pada suatu malam, ketika badai berkecamuk dengan dahsyatnya – pada saat-saat jeritannya menyaingi deru angin topan – orang yang kerasukan roh jahat ini merasakan ada suatu kehadiran yang sungguh berbeda. Tiba-tiba badai dahsyat itu mereda (Mrk 4:37,39). Sebuah perahu merapat ke pantai dan beberapa orang turun dari perahu. Seorang di antaranya secara khusus menarik perhatian orang Gerasa ini dan ia juga heran sekali dan bertanya dalam hatinya, “Bagaimana orang dapat survive di tengah danau yang diamuk angin topan yang sedemikian dahsyat?” Tidak ada waktu untuk berdebat; dan dalam hatinya dia tahu bahwa bagaimana pun juga dia harus menemui orang ini. Orang Gerasa ini pun merasa bahwa orang asing ini menawarkan kepadanya sebuah pengharapan yang bahkan ia sendiri pun tidak berani untuk memimpikannya, yaitu pembebasan dirinya.

Bahkan ketika dia berlari mendatangi Yesus, “orang asing” itu, suara-suara familiar dalam dirinya mulai terdengar lagi, malah dengan intensitas yang tidak pernah dialami sebelumnya. Sampai di kaki Yesus, dia menyembah-Nya, lalu mulailah keluar kata-kata dari mulutnya yang disuarakan dengan keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” (Mrk 5:7).

Cerita selanjutnya adalah “adegan” pengusiran roh-roh jahat dengan momen-momen penuh ketegangan dan manifestasi kuasa ilahi ….. dan orang Gerasa itu pun bebas-merdeka! Seluruh penderitaannya telah diangkat dari dirinya dan suara-suara “aneh” yang selama itu mengganggunya telah dibungkam oleh kuat-kuasa Putera Allah sendiri. Atas permintaan mereka sendiri, roh-roh jahat itu diusir masuk ke dalam kawanan babi-babi yang kemudian terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Ketika orang-orang datang untuk melihat apa yang telah terjadi, mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan Legion yang banyak itu. Setelah mendengar ceritanya, orang-orang Gerasa itu mulai mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Sementara itu, orang yang telah disembuhkan oleh Yesus mohon kepada-Nya untuk diperkenankan menyertai-Nya. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi berkata kepadanya: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” (Mrk 5:19). Sungguh luar biasa! Orang ini diutus oleh Yesus sendiri untuk memberitakan belas kasih Allah kepada orang-orang di sekelilingnya! Ia menjadi seorang misionaris, dan tentunya melakukan tugas perutusannya itu dengan penuh syukur …… karena dia telah mengenal dan mengalami sendiri kasih Yesus atas dirinya.

DOA: Tuhan Yesus, kami ingin mengenal dan mengalami damai-sejahtera-Mu. Penuhilah diri kami dengan hidup-Mu dan bebaskanlah kami dari kegelapan yang selama ini menghalangi kami untuk menerima kasih-Mu. Bebaskanlah kami, ya Tuhan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 5:1-20), bacalah tulisan yang berjudul “PADA SUATU HARI DI DAERAH ORANG GERASA” (bacaan tanggal 4-2-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2019.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 29-1-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 31 Januari 2019 [Peringatan S. Yohanes Bosko, Imam & Pendiri Tarekat]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MENJADI YESUS DAN MEMBAGIKAN-NYA KEPADA ORANG LAIN

MENJADI YESUS DAN MEMBAGIKAN-NYA KEPADA ORANG LAIN

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA III [TAHUN C] – 27 Januari 2019

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Lalu tersebarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Kitab Suci. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah membuka kitab itu, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk 1:1-4; 4:14-21) 

Bacaan Pertama: Neh 8:3-5-7,9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-10,15; Bacaan Kedua: 1Kor12:12-30 (1Kor 12:12-14,27) 

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku” (Luk 4:18)

Pada zaman Perjanjian Lama, raja-raja, imam-imam, dan kadang-kadang para nabi diurapi dengan minyak sebagai tanda bahwa Allah telah menetapkan mereka untuk suatu tugas tertentu. Dengan berjalannya waktu, umat Israel mulai mengharapkan kedatangan seseorang yang akan memimpin mereka kepada kebebasan yang lengkap, yaitu seorang tokoh yang mereka namakan “sang terurapi” – “Mesias” (Inggris: Messiah; Ibrani: Mâsyiah) atau “Kristus” (Inggris: Christ;  Yunani: Khristos).

Sebagai umat Kristiani, kita mengetahui bahwa Yesus memenuhi ekspektasi ini. Yesus datang sebagai seorang raja, imam dan nabi yang sempurna bagi umat Allah. Ia adalah sang Mesias, yang diurapi tidak dengan minyak, melainkan dengan Roh Kudus, dan dalam kuat-kuasa Roh Kudus Ia membuat mukjizat-mukjizat, mewartakan Injil, dan mengasihi tanpa batas.

Karena kita telah dibaptis ke dalam Kristus, kita masing-masing dapat berkata dengan penuh keyakinan: “Roh Tuhan  ada padaku” (Luk 4:18). Walaupun Roh Kudus berdiam dalam diri kita, selalu ada yang lebih dari Dia yang dapat kita terima – walaupun barangkali kita tidak boleh berkata kita menerima lebih lagi Roh Kudus, melainkan Dia menerima lebih dari kita!

Bapa surgawi sangat senang untuk mencurahkan Roh-Nya ke dalam hati kita masing-masing. Apakah kita (anda dan saya) membutuhkan lebih lagi hikmat untuk hidup kita? Roh Kudus membawa karunia-karunia hikmat dan pengertian (lihat Yes 11:2-3; 1 Kor 12:7-8). Dapatkah kita lebih menggunakan kasih, sukacita, atau damai sejahtera? Dengan kehadiran Roh Kudus datanglah buah-buah Roh (lihat Gal 5:22-23).

Santa Bunda Teresa dari Kalkuta mendefinisikan evangelisasi sebagai tindakan untuk “menjadi Yesus, membagikan Yesus” (Inggris: Be Jesus, share Jesus). Inilah yang ingin dibuat mungkin oleh Roh Kudus bagi kita. Instrumen yang paling efektif dari evangelisasi adalah testimoni dari apa yang diberikan oleh hidup kita kepada Yesus. Pengamatan Paus Paulus VI adalah sebagai berikut: “Melalui kesaksian tanpa kata-kata ini orang-orang Kristiani membangkitkan pertanyaan-pertanyaan yang tak dapat dihalang-halangi dalam hati orang-orang, yang melihat bagaimanakah orang-orang Kristiani hidup Mengapakah mereka hidup secara  demikian ini? Apa atau siapakah yang mengilhami mreka? Sebab apakah mereka ada di tengah-tengah kita? Kesaksian semacam ini sudah merupakan suatu pewartaan Kabar Baik dengan secara diam-diam dan suatu hal yang sangat berpengaruh dan efektif” (Imbauan Apostolik EVANGELII NUNTIANDI (Mewartakan Injil) tentang Karya Pewartaan Injil dalam Jaman Modern; 8 Desember 1975, 21). Berbagai upaya untuk menginjili dapat saja gagal, tetapi apa saja yang kita lakukan dalam kasih tidak akan gagal, karena kasih tidak (pernah) gagal.

Oleh karena itu, Saudari dan Saudaraku, marilah kita berjuang untuk “menjadi Yesus dan membagikan Yesus”, dengan senantiasa mengingat bahwa Roh Tuhan ada pada kita!

DOA: Roh Kudus, milikilah hatiku dengan semakin mendalam. Buatlah diriku semakin serupa dengan Yesus, Tuhan dan Juruselamatku! Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:1-4; 4:14-21), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH MESIAS YANG DIRINDUKAN KEDATANGAN-NYA” (bacaan tanggal 27-1-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-1-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 24 Januari 2019 [Peringatan S. Fransiskus dr Sales, Uskup Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BUKAN KARENA MEREKA ADALAH MANUSIA-MANUSIA SEMPURNA

BUKAN KARENA MEREKA ADALAH MANUSIA-MANUSIA SEMPURNA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Timotius dan Titus, Uskup – Sabtu, 26 Januari 2019

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus atas kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus. Kepada Timotius, anakku yang terkasih: Anugerah, rahmat dan  damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku mengucap syukur kepada Allah yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu melalui penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi, janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. (2Tim 1:1-8) 

Bacaan Pertama (Alternatif): Tit 1:1-5; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-3,7-8a,10Bacaan Injil: Luk 10:1-9 

Pada hari ini Gereja memperingati secara khusus Timotius dan Titus, dua orang rekan-kerja Paulus dalam mewartakan dan menyebarkan Injil. Timotius adalah putera dari seorang ayah Yunani dan ibu Yahudi yang soleha. Para penulis biasanya melihat Timotius sebagai seseorang yang jauh lebih muda dari Paulus. Ia bergabung dengan Paulus pada perjalanan misionernya yang kedua, menolong sang rasul mendirikan gereja di Filipi dan menjadi seorang pemimpin gereja di Efesus (Kis 16:1-5; 1Tim 1:3). Di sisi lain Titus adalah seorang tangan-kanan Paulus yang paling dipercaya; peranannya instrumental dalam gereja-gereja Korintus dan Kreta (2Kor 8:16.23; Titus 1:5).

Kedua orang ini menjadi orang kudus bukan karena mereka adalah manusia-manusia sempurna.  Misalnya saja Timotius; dia belum berpengalaman dan tidak yakin kepada dirinya sendiri dalam berurusan dengan orang-orang lain. Paulus harus mengingatkan Timotius bahwa Yesus telah menganugerahkan kepadanya suatu roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban yang lebih dari cukup untuk mengatasi kelemahan alamiah seseorang (2Tim 1:7). Kelihatannya Timotius juga memiliki perut (pencernaan) yang sering lemah (1Tim 5:23). Namun di sisi lain Timotius juga memiliki hati yang mengasihi Yesus. Dalam menempatkan kepentingan Yesus Kristus di atas segalanya, Paulus memandang tinggi sekali Timotius, seperti ditulisnya kepada jemaat di Filipi: “… tidak ada seorang pun padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia” (Flp 2:20).

Apakah anda memiliki hati yang sungguh mengasihi Yesus? Apabila anda dapat menjawab “ya”, maka sesungguhnya anda dapat membawa Kristus kepada orang-orang lain, seperti yang telah dilakukan oleh Timotius dan Titus. Kita semua tidak perlu menjadi orator atau pengkhotbah ulung untuk mewartakan Kabar Baik-Nya. Kita tidak perlu secara sempurna membersihkan diri dari segala dosa atau masalah dalam kehidupan kita, meski pun pertobatan batiniah tetap merupakan syarat utama. Yang kita perlukan adalah hati yang dapat diajar, hati yang mengasihi Yesus dan ingin melayani Dia dan orang-orang lain yang kita hadapi.

Sayangnya, ada begitu banyak orang yang memandang diri mereka masing-masing tidak dalam suatu terang yang positif, melainkan dalam terang yang negatif. Orang-orang itu memusatkan perhatian mereka pada segala hal yang menurut pandangan mereka adalah penghalang-penghalang dalam hidup Kristiani mereka. Apabila hal yang begitu merupakan kecenderungan pada diri kita, maka pantaslah kita mohon kepada Yesus agar kita mampu memandang diri kita sendiri seperti Dia memandang kita. Ingatlah selalu bahwa Yesus sangat mengasihi kita masing-masing – Dia menebus kita, membersihkan kita oleh darah-Nya, memenuhi diri kita dengan Roh-Nya dan melengkapi kita semua sebagai agen-agen yang dinamis bagi kerajaan-Nya.

Oleh karena itu marilah kita memberi kesempatan kepada Yesus agar bekerja melalui diri kita hari ini juga. Lupakan dulu segala keterbatasan kita dan pikirkanlah apa yang dapat dilakukan-Nya melalui diri kita. Kita masing-masing mohon kepada-Nya agar diberikan kesempatan untuk bertemu atau berada dalam suatu situasi, dimana kita dapat mensyeringkan kasih-Nya dengan orang lain. Kita boleh yakin bahwa apa yang kita lakukan itu menyenangkan hati-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, penuhilah diriku dengan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban, sama seperti yang telah Dikau anugerahkan kepada Timotius dan Titus. Berikanlah kepadaku keberanian untuk mengatasi keraguan apa saja yang ada dalam diriku untuk menjadi pelayan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (2Tim 1:1-8), bacalah tulisan yang berjudull “TIMOTIUS DAN TITUS: ANAK-ANAK ROHANI PAULUS” (bacaan tanggal 26-1-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-1-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 24 Januari 2018 [Peringatan S. Fransiskus dr Sales, Uskup Pujangga Gereja]  

Sdr. F.X. Indrapradja. OFS