Posts tagged ‘ANAK DOMBA ALLAH’

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH!

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH!

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA II [Tahun B], 14 Januari 2018)

Keesokan harinya Yohanes berdiri di situ lagi dengan dua orang muridnya. Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka, “Apa yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya, “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka, “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan dia, waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula menemui Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” (Yoh 1:35-42) 

Bacaan Pertama: 1Sam 3:3b-10,19; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,4,7-10; Bacaan Kedua: 1Kor 6:13-15,17-20 

Marilah kita mencoba suatu pendekatan yang berbeda terhadap bacaan Injil hari ini. Marilah kita memohon Roh Kudus untuk membimbing kita (anda dan saya) selagi kita membayangkan ceritanya seakan terjadi di depan kita. Bayangkanlah Andreas. Dia adalah seorang murid dari Yohanes Pembaptis, namun dia juga adalah seorang nelayan. Kiranya Andreas adalah seorang yang sangat sibuk, namun dia masih menyediakan waktu untuk memelihara kehidupan spiritualnya karena dia dengan penuh semangat menanti-nantikan kedatangan sang Mesias. Itulah sebabnya mengapa Andreas begitu tertarik kepada Yohanes Pembaptis. Walaupun untuk itu dibutuhkan pengorbanan waktu dan juga upaya-upaya, Andreas merangkul ajaran Yohanes Pembaptis tentang pertobatan dalam rangka mempersiapkan suatu kunjungan istimewa dari Allah.

Sekarang, apa yang dikejarnya sudah semakin terasa dekat selagi Yohanes mendeklarasikan: “Lihatlah Anak Domba Allah!”  (Yoh 1:36). Dengan seorang murid Yohanes lainnya, Andreas lalu pergi mengikut Yesus (Yoh 1:37). Ia ingin menyediakan waktu bersama Yesus sehingga dengan demikian ia dapat mengkonfirmasikan dalam pikirannya apa yang telah dideklarasikan oleh Yohanes.

Marilah kita melanjutkan imajinasi kita selagi kita membayangkan Yesus berbincang-bincang sampai larut malam dengan Andreas dan murid Yohanes yang lainnya itu tentang ajaran Yohanes Pembaptis. Bayangkanlah Yesus mengkonfirmasi kata-kata yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis, namun Ia juga menyatakan kepada mereka berdua secara mendalam dan dengan kuasa, hal-hal yang belum pernah dipahami oleh mereka. Andreas dan kawannya kelihatannya telah diyakinkan oleh kata-kata Yesus, oleh sikap-Nya, dan oleh kehadiran-Nya. Barangkali masih banyak lagi yang harus dipelajari oleh Andreas dan kawannya, namun kiranya sudah cukuplah bagi mereka untuk diyakinkan bahwa Yesus memang layak dan pantas untuk diikuti.

Sekarang, marilah kita membayangkan diri kita (anda dan saya) sedang berbicara dengan Yesus. Baiklah kita memformulasikan beberapa pertanyaan kita sendiri dan menuliskan pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam buku catatan kita, lalu membayangkan Yesus menjawab pertanyaan-pertanyaan kita itu. Marilah kita menggunakan Kitab Suci untuk menambah “panas” imajinasi kita. Misalnya, bayangkanlah bahwa Yesus mengatakan kepada kita tentang segala janji Allah yang ada dalam Kitab Suci; tentang pembebasan dari dosa; atau tentang karunia Roh Kudus. Agar dapat mendengarkan kata-kata-Nya kita harus membuat hening pikiran kita. Segala sesuatu yang dialami oleh Andreas dan kawannya pada saat-saat mereka bersama Yesus dapat kita alami juga bila kita “datang dan melihat” (Yoh 1:39) dalam Perayaan Ekaristi dan dalam doa kita.

Allah sungguh ingin membuka hati kita bagi kasih-Nya sehingga dengan demikian kita – seperti Andreas dan kawannya – akan didorong untuk menemui para saudari-saudara kita lainnya dan berkata: “Kami telah menemukan Mesias” (Yoh 1:41), kemudian membawa mereka yang kita temui itu kepada Yesus. Untuk perbandingan, baiklah saudari-saudara mengingat apa yang dilakukan oleh perempuan Samaria setelah bertemu dengan Kristus di dekat sumur Yakub (Yoh 4:28-29). Allah dapat memberdayakan kita menjadi pewarta-pewarta Kabar Baik, asal saja hati kita terbuka bagi sentuhan-Nya yang penuh kasih.

DOA: Yesus, Engkau bertanya kepadaku mengapa aku mencari-Mu. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam diriku sekarang dan tunjukkanlah kepadaku jawaban dari jiwaku. Sembuhkanlah aku di mana saja aku perlu disembuhkan sehingga aku dapat mengikut Engkau dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatanku, kemudian membawa orang-orang lain kepada-Mu. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:35-42), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS BERTANYA: APA YANG KAMU CARI?” (bacaan tanggal 14-1-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 18-1-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 10 Januari 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements

KITA ADALAH UMAT PILIHAN ALLLAH YANG BARU

KITA ADALAH UMAT PILIHAN ALLAH YANG BARU  

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA II [Tahun A] –  19 Januari 2014)

HARI KEDUA PEKAN DOA SEDUNIA 

YOHANES PEMBAPTIS - 51Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksudkan ketika kukatakan: Kemudian daripada aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun dulu tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

Selanjutnya Yohanes bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun dulu tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah” (Yoh 1:29-34).

Bacaan Pertama: Yes 49:3,5-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,4,7-10; Bacaan Kedua: 1Kor 1:1-3 

Allah membuat persiapan-persiapan lama dan terinci sebelum mengutus Putera-Nya ke tengah-tengah dunia. Itulah peristiwa sangat besar dan agung yang baru saja kita rayakan beberapa pekan yang silam, HARI NATAL. Persiapan itu terutama  berkisar pada serangkaian pemilihan orang-orang yang akan memimpin kepada kedatangan Kristus. Itu adalah sebuah proses yang bersifat narrowing-down, semakin menyempit ke bawah. Apa maksudnya?  Dalam diri Adam, Allah telah memanggil segenap umat manusia untuk menjadi umat pilihan-Nya. Setelah kejatuhan manusia ke dalam dosa, Allah memilih seorang anak manusia, Abraham, untuk menjadi Bapak dari umat yang dipilih-Nya itu. Adam disusul oleh Ishak. Ishak disusul oleh Yakub yang mempunyai 12 orang anak laki-laki, karuhun dari ke-12 suku Israel. Dari 12 suku Israel itu, Allah memilih satu suku, yaitu suku Yehuda sebagai suku yang istimewa di mata-Nya. Dari suku inilah Dia menguduskan sebuah keluarga, yaitu rumah Daud. Dari rumah Daud inilah akan datang sang Juruselamat. Pada akhirnya, Allah memilih seorang dara kaum Anawim, Maria, sebagai seorang pribadi yang akan melahirkan Yesus. Dengan kedatangan Yesus, tindakan Allah mulai melebar dan meluas, karena Yesus datang untuk menjadi Juruselamat tidak hanya bagi orang-orang Yahudi, melainkan juga untuk seluruh dunia.

Bahkan pada periode seleksi di masa Perjanjian Lama, Allah secara bertahap membuat jelas bahwa Juruselamat yang akan datang itu adalah untuk semua orang. Bacaan Pertama pada Misa Kudus hari ini disusun sewaktu orang-orang Yahudi sedang dibebaskan dari pembuangannya di Babel. Di situ diindikasikan bahwa mereka akan menjadi sebuah sumber keselamatan bagi seluruh dunia: “Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa” (Yes 49:6).

Pada saat Yohanes Pembaptis melihat Yesus, seperti kita baca dalam Injil hari ini, oleh kuasa Roh Kudus dia menyadari bahwa Yesus adalah pemenuhan dari persiapan berabad-abad lamanya dalam Perjanjian Lama. Yohanes Pembaptis berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Sesungguhnya Yesus memang adalah Anak Domba Allah, tetapi jauh melebihi anak domba paska yang darahnya telah menyelamatkan umat Israel dari Mesir. Yesus adalah Anak Domba Allah yang darah-Nya akan membuang dosa semua orang di segala zaman. Yohanes Pembaptis adalah yang terakhir dari para nabi Perjanjian Lama, namun dalam artian tertentu kali ini dia berbicara atas nama para nabi sebelum dirinya, ketika dia berkata: “Dialah yang kumaksudkan ketika kukatakan: Kemudian daripada aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku” (Yoh 1:30).

Semua terang kebenaran dan rahmat Allah sepanjang sejarah Perjanjian Lama, kemudian mengerucut serta memusat pada seorang Pribadi, yaitu Yesus. Kebenaran dan rahmat yang mengalir lewat diri Yesus itu, sekarang harus disebarkan kepada setiap orang, karena semua orang dari setiap bangsa dipanggil untuk menjadi umat pilihan Allah yang baru. Dalam bacaan kedua Santo Paulus menulis kepada jemaat di Korintus, yang disebutnya sebagai “mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus” (1Kor 1:2). Inilah yang dimaksudkan dengan umat pilihan Allah yang baru!

BAPTISAN YESUS - SEBELUM YESUS DIBAPTISKita semua juga telah dikuduskan dalam Yesus Kristus. Kita telah dibaptis dengan Roh Kudus, “Pemberian dari Allah”, yang telah memberikan kepada kita kepenuhan rahmat. Dengan demikian tidak ada alasan bagi kita untuk mengalami “krisis identitas”. Segala persiapan selama berabad-abad yang dilakukan Allah untuk mengutus sang Juruselamat, semua yang dilakukan Yesus sepanjang masa pelayanan-Nya di muka bumi, telah disebarkan – melalui Kristus – kepada kita.

Selagi kita melangkah maju melalui tahun liturgi, kita akan mendengar dalam Misa Kudus kabar tentang karya-karya indah Allah yang dilakukan-Nya dalam Perjanjian Lama. Kita juga akan menyaksikan Yesus berkeliling mewartakan kabar baik keselamatan. Lalu, pada Pekan Suci, sekali lagi kita akan melihat Dia sebagai Anak Domba Allah yang mencurahkan darah-Nya untuk keselamatan kita. Kita akan merayakan kebangkitan-Nya dengan pengharapan bahwa kita pun akan turut ambil bagian dalam kebangkitan-Nya. Dalam Doa Syukur Agung IV pada Misa Kudus hari ini kita akan mendengar serta merenungkan dalam suasana doa, suatu ikhtisar dari semua hal yang baru disebutkan tadi.

Prefasi pada Misa Kudus hari ini akan mengingatkan kita sekali lagi bahwa sungguh layak dan pantas bagi kita untuk bersyukur dan memuji Allah atas segala sesuatu yang telah dilakukan-Nya bagi kita. Suatu sikap penuh syukur serta yang memuji-muji Allah harus menentukan nada dari penyembahan kita dalam Misa Kudus sepanjang tahun. Kita akan memiliki sikap itu apabila kita mengingat siapa kita ini sebagai “umat pilihan Allah yang baru”, orang-orang yang sekarang menikmati manfaat dari segala sesuatu yang Allah telah kerjakan dalam sejarah keselamatan.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau bertanya kepadaku mengapa aku mencari-Mu. Curahkanlah rahmat-Mu ke dalam diriku sekarang dan tunjukkanlah kepadaku jawaban dari hatiku. Sembuhkanlah aku di mana saja dalam diriku yang perlu disembuhkan, sehingga aku dapat mengikuti Engkau dengan segenap hatiku, segenap jiwaku, dan segenap kekuatanku, dan membawa orang-orang lain kepada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:29-34), bacalah tulisan yang berjudul “ANAK DOMBA ALLAH” (bacaan tanggal 19-1-14) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 14-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2014. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 16-1-11 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 Januari 2014 [Peringatan S. Berardus, Imam dkk., Protomartir Fransiskan] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

KARUNIA UNTUK MEMBEDA-BEDAKAN ROH

KARUNIA UNTUK MEMBEDA-BEDAKAN ROH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Masa Natal – Jumat, 3 Januari 2014)

 Keluarga Fransiskan: Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci 

YOHANES PEMBAPTIS - 4Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksudkan ketika kukatakan: Kemudian daripada aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun dulu tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

Selanjutnya Yohanes bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun dulu tidak mengenal-Nya, tetapi dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku. Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34)

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:29—3:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1,3-6 

Apakah kiranya kesamaan dari yang dimiliki oleh Yohanes Pembaptis dan nabi Samuel? Paling sedikit ada satu, yaitu karunia membeda-bedakan roh (discernment; lihat 1Kor 12:10). Pada saat Samuel bertemu dengan Isai dan anak-anaknya di Betlehem untuk mengurapi salah seorang anak Isai yang telah dipilih TUHAN (YHWH) sebagai raja guna menggantikan Saul, dia dapat mengatakan dengan pasti bahwa hanya satu – Daud – yang cocok. Hal itu berhasil dilakukannya karena dia senantiasa mendengarkan suara YHWH untuk mengetahui kehendak-Nya (1Sam 16:6-12). Berabad-abad kemudian, Yohanes sedang membaptis orang banyak di sungai Yordan ketika Yesus datang mendatanginya. Melihat Dia, Yohanes berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah” (Yoh 1:29).

Discernment adalah sebuah karunia spiritual (karunia Roh) yang diberikan oleh Allah kepada setiap orang yang telah dibaptis ke dalam Kristus. Artinya kita semua! Allah ingin kita terus memelihara karunia ini dan belajar bagaimana menggunakannya. Bagaimana kita dapat mengetahui kehendak Allah dalam hidup kita dan kehendak-Nya dalam berbagai situasi yang kita hadapi sehari-harinya, apabila kita tidak belajar bagaimana melatih/mempraktekkan karunia yang sangat berharga ini?

YOHANES PEMBAPTIS MEWARTAKAN PERTOBATANPada tingkat tertentu, kita semua memiliki kemampuan dasar untuk membeda-bedakan antara yang baik dan yang buruk, juga antara kebenaran dan dosa. Akan tetapi, pada tingkat yang lebih mendalam, kita mengetahui bahwa perbedaan-perbedaan antara benar dan salah terkadang dapat menjadi tidak jelas. Untuk “daerah abu-abu” ini kita harus lebih berhati-hati. Pertama-tama, kita perlu membawa isu yang kita hadapi dalam doa dan mohon Allah agar kita memperoleh kejelasan. Lalu, kita pun perlu memeriksa hati/batin kita. Apakah yang memotivasi kita? Bagaimana alternatif-alternatif pilihan yang sedang kita pertimbangkan itu, apabila kita menggunakan perintah-perintah Allah dan ajaran-ajaran Gereja sebagai tolok ukur? Bagaimana alternatif-alternatif pilihan kita itu, apabila kita bandingkan dengan apa yang kita ketahui tentang karakter Allah dan niat-niat-Nya bagi diri kita? Kemudian, dengan kemampuan yang kita miliki, kita harus mengambil keputusan.

Yohanes Pembaptis mampu untuk melakukan discernment  bagaimana dia harus hidup karena dia senantiasa berada dekat dengan Roh Kudus. Demikian pula dengan Samuel yang senantiasa mendengarkan suara YHWH. Bagi dua orang pilihan Allah ini, karunia membeda-bedakan roh ini tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan hidup mereka sendiri, melainkan juga memampukan mereka membaca hati orang-orang lain dan mendeteksi gerakan-gerakan Roh Kudus di dunia sekeliling mereka. Bagi mereka – dan juga bagi kita – discernment  tidak kurang daripada wawasan ke dalam pikiran dan hati Allah sendiri. Itulah sebabnya mengapa spiritual discernment menjangkau lebih jauh dan mendalam daripada sekadar pemikiran rasional yang baik. Yang sangat menentukan dalam suatu proses discernment ini adalah penyerahan diri kepada Allah.

DOA: Bapa surgawi, terangilah kegelapan hatiku dan berikanlah kepadaku iman yang benar, pengharapan yang teguh dan cintakasih yang sempurna. Berikanlah juga kepadaku, ya Tuhan Allahku, perasaan yang peka dan akal-budi yang cerah, sehingga aku dapat membuat keputusan-keputusan dalam kehidupanku – baik besar maupun kecil – seturut kehendak-Mu, dengan cara yang akan memberikan kehormatan dan kemuliaan bagi-Mu saja. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini  (1Yoh 2:29-3:6), bacalah tulisan yang berjudul “RENCANA ALLAH YANG SEMPURNA DIPENUHI MELALUI YESUS” (bacaan tanggal 3-1-14) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 14-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2014. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 3-1-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 2 Januari 2014 [Peringatan S. Basilius Agung & S. Gregorius dr Nazianze, Uskup & Pujangga Gereja]

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

YESUS ADALAH SANG ANAK DOMBA ALLAH

YESUS ADALAH SANG ANAK DOMBA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Masa Natal – Jumat, 4 Januari 2013)

Keluarga Fransiskan: Beata Angela dari Foligno, Ordo III Sekular 

Behold-The-Lamb-Of-God (1)

Keesokan harinya Yohanes berdiri di situ lagi dengan dua orang muridnya. Ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka, “Apa yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya, “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Ia berkata kepada mereka, “Marilah dan kamu akan melihatnya.” Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula menemui Simon, saudaranya, dan ia  berkata kepadanya, “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” Ia membawanya kepada Yesus. Yewsus memandang dia dan berkata, “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” (Yoh 1:35-42)

Bacaan Pertama: 1Yoh 3:7-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1,7-9 

Satu hari setelah Yohanes Pembaptis memberi kesaksian di depan publik, bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah, ia mengulanginya lagi secara privat kepada dua orang muridnya. Peristiwa sederhana ini barangkali memicu salah satu “reaksi-berantai” yang paling dinamis dalam sejarah,  khususnya di bidang iman-kepercayaan manusia.

Pertama-tama, Andreas dan seorang murid Yohanes lainnya pergi untuk menyelidiki siapa Yesus ini sebenarnya. Mula-mula mereka menyapa-Nya sebagai “Rabi”, namun setelah tinggal bersama-Nya selama satu hari mereka menjadi yakin bahwa Dia adalah sang Mesias (lihat Yoh 1:38,41). Andreas menjadi begitu bersemangat sehingga dia tidak menunda-nunda lagi untuk mensyeringkan pengalamannya dengan Simon, saudaranya. Setelah berjumpa secara pribadi dengan Yesus, Simon pun memulai hidup baru sebagai Petrus atau Kefas, artinya Batu Karang (Yoh 1:42). Di sisi lain, Filipus yang tinggal sekota (Betsaida) dengan Simon dan Andreas juga bertemu dengan Yesus pada keesokan harinya. Filipus “menularkan” pengalaman perubahan dirinya kepada Natanael, yang selang beberapa saat setelah perjumpaannya dengan Yesus membuat sebuah deklarasi, bahwa Yesus adalah “Anak Allah” dan “Raja orang Israel” (Yoh 1:45,49).

Sungguh exciting semua rangkaian cerita ini! Kata-kata yang diucapkan oleh seorang kawan, hati yang terbuka, suatu perjumpaan pribadi dengan Yesus – dan sebuah “komunitas orang-orang percaya” pun terbentuklah. Nelayan-nelayan tanpa pendidikan yang memadai kelak menjadi para rasul yang diberdayakan oleh Roh Allah sendiri, hal ini dimungkinkan karena bergabungnya mereka dengan Yesus. Mereka menjadi mengenal Dia yang telah lama dinanti-nantikan Israel dan telah dinubuatkan berabad-abad sebelumnya oleh para nabi Perjanjian Lama. Sejak perjumpaan pribadi mereka masing-masing dengan Yesus, sang Rabi dari Nazaret itu, mereka dan dunia tidak akan pernah sama lagi!

cu_lamb_window-258x300Seperti para murid Yesus yang pertama, kita pun akan menjadi semakin dekat dengan diri-Nya, semakin mengenal Dia, justru karena menyediakan waktu kita yang cukup untuk berjumpa dengan Dia dalam doa, dalam Kitab Suci, berjumpa dengan-Nya dalam diri orang-orang yang kita temui, dan teristimewa menerima kasih-Nya dalam Ekaristi Kudus.

Yesus ingin memenuhi hati kita dengan pengetahuan, pengenalan dan pengalaman akan diri-Nya sebagai sang Anak Domba Allah, Penebus kita, Saudara kita dan banyak lagi. Sebagaimana telah dialami oleh banyak orang sebelum kita, kita pun dapat mengalami transformasi selagi kita mengikuti Yesus. Kita dapat menjadi bagian dari “petualangan” yang dialami para murid-Nya yang pertama sementara kita menyediakan waktu untuk bersama dengan Yesus, kemudian memulai suatu reaksi-berantai iman-kepercayaan di antara para sahabat dan kawan kita.

Pada awal tahun baru ini, baiklah kita membuat komitmen lagi untuk melakukan beberapa hal yang akan menolong kita menyediakan waktu bersama dengan Tuhan Yesus: (1) Menyediakan sepuluh menit atau lebih untuk doa pribadi (di luar Ibadat Harian) setiap hari, memohon Roh Kudus untuk menyatakan Yesus kepada kita; (2) Memeriksa nurani kita setiap hari, mohon Roh Kudus menolong kita untuk melakukan pertobatan atas dosa-dosa yang selama ini memisahkan kita dari Allah; (3) Menyediakan waktu sedikitnya sepuluh menit setiap hari untuk merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci dalam suasana doa; (4) Merancang sebuah rencana yang akan menolong kita bertumbuh dalam iman, termasuk membaca bacaan-bacaan rohani dan secara aktif berpartisipasi dalam kehidupan Gereja.

DOA: Yesus, Anak Domba Allah, Engkau yang menghapus dosa-dosa dunia, kasihanilah kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (1Yoh 3:7-10), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPA YANG MELAKUKAN KEBENARAN ADALAH BENAR” (bacaan untuk tanggal 4-1-13 dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 4-1-12 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 28 Desember 2012 [Pesta Kanak-kanak Suci, Martir] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH, YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA

LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH, YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus,Hari Biasa Masa Natal – Kamis, 3 Januari 2013)

 Keluarga Fransiskan: Peringatan Nama Yesus Yang Tersuci 

BAPTISAN YESUS - SEBELUM YESUS DIBAPTISKeesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksudkan ketika kukatakan: Kemudian daripada aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun dulu tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

Selanjutnya Yohanes bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun dulu tidak mengenal-Nya, tetapi dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku. Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34)

Bacaan Pertama: 1Yoh 2:29—3:6; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1,3-6 

Saat yang sudah sekian lama dinanti-nantikan akhirnya tiba bagi Yohanes Pembaptis. Ia telah berseru-seru di padang gurun, “Luruskanlah jalan Tuhan”. Akhirnya sekarang ia dapat membuat deklarasi: “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29).  Kita dapat membayangkan betapa hati Yohanes dipenuhi sukacita dan rasa syukur. Misinya telah selesai ketika dia memberi kesaksian bahwa Yesus adalah “Anak Domba Allah” – Seseorang yang sebelumnya tidak dikenalinya, yang Allah telah nyatakan kepada-Nya pada akhirnya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya” (Yoh 1:32).

Dengan menyebut Yesus sebagai “Anak Domba Allah”, Yohanes sebenarnya memenuhi sabda Allah dalam Kitab Suci yang berbicara mengenai sang Mesias sebagai seekor anak domba – lemah lembut dan rendah hati, namun pada saat yang sama kuat dan agung. Yesus adalah “anak domba yang dibawa yang dibawa ke pembantaian” (Yes 53:7), namun Ia juga “ditakdirkan” untuk memimpin umat Allah, membebaskan mereka dari para lawan mereka dan memerintah mereka. Kita dapat melihat imaji-ganda ini secara paling jelas dalam Kitab Wahyu di mana Yesus digambarkan sebagai “Singa dari suku Yehuda” yang telah berkemenangan, dan sebagai Anak Domba, hanya Dialah yang dapat membuka gulungan kitab penghakiman Allah (Why 5:5-14).

LAMB OF GOD - 2Pada saat penuh berkat, Yohanes Pembaptis dimampukan untuk melihat Yesus tidak seperti sebelum-sebelumnya. Barangkali dalam masa Natal ini kita pun dapat mempunyai saat-saat penuh berkat seperti yang dialami Yohanes Pembaptis. Seperti Yohanes Pembaptis, kita pun dapat menerima pernyataanj/perwahyuan ilahi yang akan menggetarkan hati kita. Roh Kudus yang sama, yang telah memberdayakan Yesus dan membuka pikiran Yohanes Pembaptis berdiam dalam diri kita. Kita menerima Roh Kudus pada saat kita dibaptis. Nah, sekarang Roh Kudus ini menantikan kita untuk memanggil-Nya sebagai Guru dan Penghibur kita. Dalam doa kita hari ini, marilah kita mohon kepada Roh Kudus untuk menyatakan kepada kita lebih lagi tentang sang Anak Domba Allah yang memenuhi janji-janji Allah itu.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah mengutus Putera-Mu yang tunggal untuk menyerahkan hidup-Nya agar kami dapat mengenal dan mengalami kasih-Mu. Oleh Roh Kudus-Mu, terangilah kami agar dapat melihat kuat-kuasa dan keindahan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang perkasa – dibantai namun memerintah dengan jaya sebagai Raja segala raja. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:29-34), bacalah tulisan yang berjudul “KARUNIA UNTUK MEMBEDA-BEDAKAN ROH” (bacaan tanggal 3-1-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013.

Berkaitan dengan Bacaan Pertama (1Yoh 2:29-3:6), bacalah tulisan yang berjudul “MENYUCIKAN DIRI SAMA SEPERTI DIA ADALAH SUCI” (bacaan untuk tanggal 3-1-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 3-1-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 27 Desember 2012 [Pesta S. Yohanes, Rasul & Penulis Injil] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS