YESUS JUGA INGIN MEMBUAT KITA MENJADI BERBUAH

YESUS JUGA INGIN MEMBUAT KITA MENJADI BERBUAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Senin, 19 Desember 2016)

zakaria-dan-malaikat-gabrielPada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya hidup benar di hadapan Allah dan menuruti segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran kelompoknya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk  ke dalam Bait Suci dan membakar dupa di situ. Pada waktu pembakaran dupa, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Lalu tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran dupa. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan. Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan dia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus sejak dari rahim ibunya dan ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka. Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapak berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu, “Bagaimanakah aku tahu bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” Jawab malaikat itu kepadanya, “Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara kepadamu untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai hari ketika semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya kepada perkataanku yang akan dipenuhi pada waktunya.” Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, dan ia tetap bisu. Ketika selesai masa pelayanannya, ia pulang ke rumah.

Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya, “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (Luk 1:5-25)

Bacaan pertama: Hak 13:2-7.24-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 71:5-6,16-17

Apakah kiranya yang ada dalam pikiran Zakharia dan Elisabet selagi mereka merenungkan kabar dari malaikat Tuhan bahwa mereka akan diberkati dengan seorang anak laki-laki? Tentunya mereka merasa gembira dan penuh sukacita, namun pada saat yang sama juga merasa khawatir, takut dan heran. Akan menjadi apakah kiranya anak ini? Apakah yang ada dalam rencana Allah bagi umat-Nya sehingga Dia melakukan perbuatan yang ajaib? Peranan apakah yang kiranya akan mereka mainkan dalam rencana-Nya tersebut?

Kitab Suci menceritakan kepada kita bahwa pasutri lansia ini adalah orang-orang benar di hadapan Allah. Mereka melakukan segala sesuatu berdasarkan ketaatan kepada Allah, namun mereka tidak mempunyai anak karena Elisabet mandul. Kedua orang ini hidup di tepi Perjanjian Baru. Mereka berdua adalah tanda-tanda dari sesuatu yang akan datang, namun hal itu belum memanifestasikan diri: hidup berbuah limpah sebagai suatu bagian normal dari kehidupan dalam Kristus. Untuk segala kebenaran hidup mereka, mereka hanya mampu menjadi berbuah melalui intervensi penuh kuat-kuasa dari Allah. Tanpa tindakan Allah dalam kehidupan mereka, mereka akan tetap mandul.

Cerita tentang Elisabet dan Zakharia ini membantu mengungkap suatu kebenaran yang sangat penting tentang hidup dalam Kristus. Yesus datang ke dunia untuk memberikan kepada kita jauh lebih daripada sekadar suatu hidup ketaatan dan jujur-tulus. Ia juga ingin membuat kita menjadi berbuah. Ia ingin memberdayakan kita agar mengasihi sebagaimana Dia mengasihi, untuk mengampuni sebagaimana Dia mengampuni, dan sebagai agen-agen penyembuhan dan rekonsiliasai, sebagaimana Dia ketika masih hidup di atas bumi. Ini adalah warisan penuh kita dalam Kristus. Itulah sebabnya mengapa Yesus datang ke tengah-tengah kita sebagai seorang manusia.

Oleh kuasa Roh Kudus, kita dapat membawa dampak pada pekerjaan, di rumah, dan di lingkungan tempat tinggal kita. Kita dapat bergabung dalam petualangan besar millennium baru ini, yaitu membawa orang-orang kepada Kristus. Hidup kita dapat membuat suatu perbedaan. Allah dapat menggunakan kesaksian kita guna membawa pengharapan kepada banyak hati manusia yang selama ini dipenuhi kegelapan. Oleh kuasa Roh Kudus, kata-kata kita dapat menenangkan hati-hati manusia yang dipenuhi kecemasan dan hati-hati manusia yang menderita. Yesus telah mengamanatkan kita untuk ikut ambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Oleh karena itu, Saudari-Saudaraku, marilah kita bergabung dengan Yesus dan menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah.

DOA: Tuhan Yesus, kami berdoa untuk semua orang yang belum mengalami warisan mereka yang penuh dalam Engkau. Semoga mereka mengenal Engkau sebagai Juruselamat mereka dan mereka pun menjadi instrumen-instrumen Injil-Mu. Tuhan Yesus, oleh Roh Kudus-Mu berdayakanlah kami masing-masing agar kami mempunyai hidup yang berbuah. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:5-25), bacalah tulisan yang berjudul “ADAKAH YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH?” (bacaan tanggal 19-12-16) dalam situs/blog  SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 16-12  BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 19-12-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 15 Desember 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

IMANUEL, YANG BERARTI ALLAH MENYERTAI KITA

IMANUEL, YANG BERARTI ALLAH MENYERTAI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN IV [Tahun A] – 18 Desember 2016) 

YUSUF BERMIMPI BERTEMU DENGAN MALAIKAT TUHANKelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.) Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya. (Mat 1:18-24) 

Bacaan Pertama:  Yes 7:10-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6; Bacaan Kedua: Rm:1:1-7

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.)” (Mat 1:23).

Sungguh suatu mukjizat – “Allah menyertai kita!” Hal ini berarti lebih daripada sekadar Yesus datang ke tengah-tengah kita dan mengajar kita suatu cara hidup yang lebih baik. Tentunya ini sudah hebat. Akan tetapi, dalam inkarnasi, Allah sendiri sesungguhnya menjadi seorang dari kita! Dia bersama kita, bukan hanya secara fisik, melainkan juga dalam pikiran dan roh juga. Dia mengetahui dengan tepat bagaimana rasanya hidup sebagai manusia. Dia sama dengan manusia lainnya, kecuali dalam hal dosa (Ibr 4:15).

Dengan penuh gairah Yesus meninggalkan takhta surgawi-Nya untuk dapat dilahirkan sebagai seorang manusia di tengah dunia. Tentunya Dia excited ketika datang ke tengah-tengah kita-manusia. Dia ingin menarik kita kembali secara penuh – roh, pikiran, dan tubuh – kepada Bapa surgawi. Karena Dia adalah Imanuel – Allah menyertai kita – maka Yesus memahami sepenuhnya segala perjuangan dan rasa takut kita. Dia bukanlah orang asing apabila kita berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup kita. Dia menderita dan mengalami berbagai pencobaan dan mengetahui, mengenal dan juga mengalami rasa sakit dan takut kita. Dia menghadapi semuanya yang kita akan jumpai dalam kehidupan kita.

Sebelum Yesus datang, Allah menganugerahkan hikmat dan kekuatan kepada umat-Nya melalui para nabi. Namun karena kasih-Nya dan untuk menjamin kita kembali sepenuhnya kepada Dia, Allah mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk menjadi salah seorang seperti kita-manusia. Oleh karena Yesus ada bersama kita, maka sekarang kita mempunyai pengharapan akan kehidupan kekal! Pada hari ini, oleh kuasa Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam hati kita, maka Yesus masih merupakan Imanuel – Allah yang menyertai kita!

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, sekarang masalahnya apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa Yesus adalah seorang pribadi? Ini adalah janji Injil! Selagi kita membuat persiapan-persiapan terakhir dalam rangka menyongsong hari Natal, Yesus mengundang kita semua untuk meluangkan waktu berada bersama dia dalam doa. Yesus ingin agar kita membuka hati kita dan menerima kasih-Nya dan kesembuhan dari-Nya. Dia ingin mencurahkan kepada kita dengan pengharapan dan kemerdekaan. Selagi kita mengheningkan diri kita di hadapan hadirat-Nya, maka kita dapat menerima sukacita mendalam karena boleh mengenal Yesus secara pribadi – suatu sukacita yang akan mentranformasikan diri kita menjadi semakin rupa dengan diri-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, aku meletakkan hatiku di hadapan-Mu dan mohon kepada-Mu untuk memenuhi diriku dengan kehadiran-Mu. Aku ingin berjalan bersama Engkau dan mengenal Engkau sebagai Imanuel – Allah yang menyertai diriku. Oleh kuasa Roh Kudus-Mu, mampukanlah diriku agar dapat mengenal Engkau secara pribadi. Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Mat 1:18-24), bacalah tulisan yang berjudul “KATA-KATA SANG MALAIKAT MEYAKINKAN YUSUF” (bacaan tanggal 18-12-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 16-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-12-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 15 Desember 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SILSILAH YESUS KRISTUS (5)

SILSILAH YESUS KRISTUS (5)

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Kamis, 17 Desember 2016) 

matthew-1-1-17

Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham mempunyai anak, Ishak; Ishak mempunyai anak, Yakub; Yakub mempunyai anak, Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda mempunyai anak, Peres dan Zerah dari Tamar, Peres mempunyai anak, Hezron; Hezron mempunyai anak, Ram; Ram mempunyai anak, Aminadab; Aminadab mempunyai anak, Nahason; Nahason mempunyai anak, Salmon; Salmon mempunyai anak, Boas dari Rahab, Boas mempunyai anak, Obed dari Rut, Obed mempunyai anak, Isai; Isai mempunyai anak, Raja Daud. Daud mempunyai anak, Salomo dari istri Uria, Salomo mempunyai anak Rehabeam; Rehabeam mempunyai anak, Abia; Abia mempunyai anak, Asa; Asa mempunyai anak, Yosafat; Yosafat mempunyai anak, Yoram; Yoram mempunyai anak, Uzia; Uzia mempunyai anak, Yotam; Yotam mempunyai anak, Ahas; Ahas mempunyai anak, Hizkia; Hiskia mempunyai anak, Manasye; Manasye mempunyai anak, Amon; Amon mempunyai anak, Yosia; Yosia mempunyai anak, Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya mempunyai anak, Sealtiel; Sealtiel mempunyai anak Zerubabel; Zerubabel mempunyai anak, Abihud; Abihud mempunyai anak, Elyakim; Elyakim mempunyai anak, Azor; Azor mempunyai anak, Zadok; Zadok mempunyai anak, Akhim; Akhim mempunyai anak, Eliud; Eliud mempunyai anak, Eleazar; Eleazar mempunyai anak, Matan; Matan mempunyai anak, Yakub; Yakub mempunyai anak, Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. (Mat 1:1-17) 

Bacaan Pertama: Kej 49:2,8-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 72:3-4,7-8,17 

Mulai tanggal 17 Desember pada masa Adven bacaan-bacaan liturgis dipusatkan pada kedatangan Putera Allah sebagai anak manusia di tengah dunia, …… Natal. Hari ini kita merenungkan silsilah Yesus Kristus.

Karena bacaan ini merupakan silsilah, maka mudahlah untuk mengabaikan unsur-unsur mendetil yang membentuk keseluruhannya agar kita dapat langsung menyoroti hal-hal yang “baik-baik” saja. Akan tetapi, jika kita melihat dengan lebih teliti lagi, maka Matius tidak hanya mencatat silsilah Yesus di dunia ini. Matius ingin mengingatkan suatu pematahan hubungan dengn masa lalu, walaupun Yesus berada dalam garis keturunan Abraham dan Daud.

Sekilas lintas kita dapat mengatakan bahwa Matius menulis suatu silsilah sama saja seperti para ahli silsilah pada zamannya: Ia mengakarkan Yesus dalam warisan umat-Nya dan menyoroti kelanjutan-Nya dengan/bersama tokoh-tokoh besar Israel. Namun kalau kita melihat secara lebih dekat lagi, maka kelihatanlah bahwa Matius mematahkan hubungan dengan tradisi. Daripada sekadar mengikuti para bapa bangsa, Matius menyebutkan empat orang perempuan juga: Tamar, Rahab, Rut dan Batsyeba (istri Uria yang diselingkuhi oleh Daud). Yang lebih “mengejutkan” lagi adalah kenyataan bahwa empat orang perempuan yang disebutkan tadi memiliki sejarah pribadi yang tidak selalu mencerminkan cita-cita Yahudi perihal martabat perempuan. Satu orang dari perempuan-perempuan itu dikenal sebagai seorang pelacur, seorang lagi menjadi hamil karena bersetubuh dengan mertua laki-lakinya sendiri. Paling sedikit tiga orang dari mereka bukanlah orang Yahudi; dan satu orang dapat merupakan korban nafsu laki-laki atau seorang mitra dalam hubungan perselingkuhan (sama-sama mau) dan dalam konspirasi pembunuhan.

Matius memasukkan nama-nama perempuan ini sebagai suatu cara untuk mengejutkan para pembaca Injilnya. Sang penginjil ingin menunjukkan kepada mereka bahwa dalam Kristus Allah secara radikal telah memisahkan diri dari ekspektasi-ekspektasi manusia dan akan membawakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Selama masa persiapan Adven ini, dalam doa-doa kita boleh bertanya kepada Allah bagaimana Dia akan mengejutkan kita. Adakah orang-orang atau situasi-situasi yang kita tidak dapat bayangkan bahwa Allah adalah bagian dari itu semua? Kita dapat melihat lagi. Dia mungkin ingin memberdayakan kita guna mengasihi orang tertentu yang selama ini selalu membuat diri kita susah. Ia mungkin ingin menunjukkan kepada kita bahwa Dia dapat membuat mukjizat-mukjizat penyembuhan, baik untuk kesembuhan fisik maupun kesembuhan rohani melalui doa-doa. Dia mungkin ingin membuat diri kita (anda dan saya) sebagai alat damai-Nya di mana ada kekacauan atau keresahan.

Natal tinggal sembilan hari lagi, jadi belum terlambatlah bagi kita untuk bersiap-siap. Baiklah kita memikirkan situasi-situasi luarbiasa dalam hidup kita dan memohon kepada Allah untuk memberikan kepada kita perspektif yang baru. Baiklah juga kita mengharapkan Dia memanifestasikan diri tidak hanya ketika kita berdoa dan menghadiri Misa, melainkan sepanjang hari – bahkan dalam momen-momen penuh kegelapan. Biarlah “silsilah rohani” kita memiliki unsur-unsur yang mengejutkan juga seperti “silsilah fisik Yesus”!

DOA: Kami menyembah Engkau Tuhan Yesus Kristus dan segala puji-pujian adalah milik-Mu saja. Kami mengasihi Engkau, sang Pengarang dan Penyempurna iman kami. Hidup kami masing-masing beristirahat dalam Engkau saja. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 1:1-17), bacalah tulisan yang berjudul “SILSILAH YESUS KRISTUS DALAM INJIL MATIUS” (bacaan tanggal 17-12-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-12  BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-12-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 15 Desember 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

KESAKSIAN YESUS LEBIH PENTING

KESAKSIAN YESUS LEBIH PENTING

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Adven – Jumat, 16 Desember 2016) 

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku bahwa Bapa telah mengutus Aku. (Yoh 5:33-36) 

Bacaan Pertama: Yes 56:1-3a,6-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3,5,7-8

Allah telah memberkati kita dan akan terus memberkati kita, seperti dikatakan oleh sang pemazmur: “Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!” (Mzm 67:7-8); Ia ingin mengumpulkan semua orang kepada diri-Nya, bahkan orang-orang asing bukan Yahudi dan orang-orang yang terbuang  atau para sampah masyarakat (lihat Yes 56:6-8), juga mereka yang tidak merasa mengenal-Nya dengan baik. Dalam kemurahan hati-Nya, Allah mengutus para nabi untuk mengajarkan umat-Nya tentang kebenaran; Yohanes Pembaptis adalah nabi-Nya yang terakhir dan terbesar dari para nabi tersebut, jadi bukan orang lain! Tidak ada nabi lainnya yang menyusul !!!!! (baca dan renungkanlah Ibr 1:1-4).

Kebesaran jiwa Yohanes Pembaptis dapat kita lihat ketika dia berkomentar tentang Yesus: “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian setelah aku lebih berkuasa daripada aku dan aku tidak layak membawa kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api” (Mat 3:11).  Sebagai seorang saksi Yesus yang sejati, dia mengarahkan perhatian orang-orang kepada Yesus, dan untuk ini Yesus memuji Yohanes, mengakui Yohanes Pembaptis sebagai seseorang yang memberikan kesaksian tentang kebenaran (lihat Yoh 5:33). Yesus tidak memanggil Yohanes untuk membela diri-Nya; Dia memanggilnya sebagai seorang saksi yang dapat diandalkan demi kepentingan kita, agar kita dapat mendengarkan testimoninya.

Sekarang, inilah Pribadi yang dibicarakan oleh Yohanes, Ia yang membuat mukjizat-mukjizat dan banyak tanda heran lainnya. Karya-karya Yesus bahkan merupakan testimoni yang lebih besar daripada kata-kata baik yang diucapkan Yohanes tentang diri-Nya. Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan ini yang telah jauh-jauh hari dikatakan (dinubuatkan) oleh para nabi sebagai pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan oleh Mesias. Pekerjaan-pekerjaan itu yang dilakukan oleh Yesus itulah yang memberi kesaksian tentang Dia bahwa Bapa surgawi telah mengutus-Nya (lihat Yoh 5:36).

Kita mempunyai banyak saksi akan kebenaran dan kita memerlukan testimoni dari para saksi ini guna berbicara kepada hati kita. Dalam Kitab Suci, ada saksi Hukum, nabi-nabi, nabi istimewa Yohanes Pembaptis dan para rasul – semuanya berbicara mengenai Yesus dan membantu kita untuk mengenal Yesus dengan lebih mendalam lagi. Melalui mereka semua dan juga melalui karya-karya Yesus yang dilakukan-Nya dengan penuh keajaiban, Roh Kudus berbicara kepada kita, untuk membuat kemuliaan Yesus dikenal.

Selagi kita mendekati perayaan besar berkaitan dengan kedatangan Yesus ke tengah dunia, kita dapat memohon kepada Roh Kudus untuk memberi kesaksian dalam hati kita tentang kebenaran Yesus. Marilah kita sungguh terbuka bagi testimoni Roh Kudus ini, membaca Kitab Suci setiap hari, dan memberikan waktu kepada-Nya dalam doa dan ungkapan syukur kita. Selagi Roh Kudus mengajar kita tentang Yesus, kita pun akan digerakkan untuk lebih lagi mengasihi Allah dan sesama kita.

DOA: Roh Kudus Allah, Engkau adalah Roh Kebenaran. Engkau selalu beserta kami dan kami membuka hati kami bagi sabda kebenaran-Mu. Luaskanlah pengetahuan dan pemahaman kami tentang Yesus dan buatlah kasih kami kepada-Nya agar menjadi semakin mendalam, juga kasih kami kepada orang-orang lain yang begitu dikasihi-Nya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 5:33-36), bacalah tulisan yang berjudul “MENJADI ORANG KUDUS” (bacaan tanggal 16-12-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 14 Desember 2016  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

ALLAH SEBAGAI YANG PERTAMA DAN UTAMA DALAM HIDUP KITA

ALLAH SEBAGAI YANG PERTAMA DAN UTAMA DALAM HIDUP KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Adven – Kamis, 15 Desember 2016) 

1-0-jesus-christ-super-starSetelah utusan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan anginkah? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian haluskah? Orang yang berpakaian indah dan hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi, untuk apakah kamu pergi? Melihat seorang nabikah? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripada dia.” Seluruh orang banyak yang mendengarkan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes. (Luk 7:24-30) 

Bacaan Pertama: Yes 54:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 30:2,4-6,11-13 

Rasanya kita masing-masing pernah membayangkan orang macam apa kiranya Yohanes Pembaptis ini, seperti apa kiranya wajahnya, “tongkrongannya”, seperti apa suaranya, bagaimana kehidupannya di padang gurun – yang sendirian saja itu. Yang jelas orang ini memang bukan seperti orang-orang “normal”, tidak salah kalau kita katakan dia adalah seorang pribadi yang “aneh”. Pakaiannya kasar  dan makanannya belalang dan madu hutan. Dia mewartakan pertobatan kepada siapa saja yang datang kepadanya (lihat Mrk 1:4-6). Khotbah-khotbahnya begitu radikal sehingga ujung-ujungnya membuat dirinya dijebloskan ke dalam penjara oleh raja Herodes (lihat Luk 3:18-20). Yohanes memang begitu berbeda dengan kita sehingga sulitlah untuk menjadikannya seorang role model untuk kita teladani.

Sesungguhnya tidak dapat dipungkiri bahwa dalam banyak hal Yohanes Pembaptis memang tidak seperti kita, namun dia adalah seorang manusia biasa seperti kita juga. Misi yang diemban oleh Yohanes mungkin berbeda, namun caranya dia menjadi mampu menanggapi panggilannya pada hakekatnya sama dengan cara kita bertumbuh dalam kemampuan kita melaksanakan misi kita. Relasi Yohanes dengan Allah sangatlah  mendalam. Dia adalah seorang pendoa yang mengabdikan dirinya untuk mencari Allah dan mendengarkan-Nya. Injil Lukas mencatat tentang Yohanes Pembaptis: “Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Ia tinggal di padang gurun sampai hari ketika ia harus menampakkan diri kepada Israel” (Luk 1:80). Inilah tempat Yohanes menemukan kekuatan untuk berdiri teguh dan setia dalam mengerjakan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya.

john-baptist4Jikalau kita menempatkan Tuhan Allah sebagai yang pertama dan utama dalam hidup kita, maka Dia pun akan memimpin kita sebagaimana Dia telah memimpin Yohanes. Aspek terpenting dari relasi kita dengan Allah bukanlah apa yang kita perbuat bagi-Nya, melainkan apa yang kita perkenankan untuk dilakukan oleh Dia dalam diri kita. Allah berkeinginan untuk mendatangkan perubahan dramatis dalam kehidupan kita. Dia ingin menjalin relasi yang akrab dan mempribadi dalam kehidupan kita, di mana kita akhirnya dapat mengenal dan mengalami kasih-Nya, kemudian digerakkan untuk mengasihi-Nya. Dia ingin menganugerahkan kita dengan karunia-karunia Roh Kudus-Nya agar supaya pelayanan kita kepada-Nya akan menghasilkan buah berlimpah. Singkatnya, Dia ingin membuat kita serupa dengan Yesus!

Kita tidak perlu pergi ke padang gurun untuk mencari Allah. Dia ada di dalam hati kita setiap kali kita berdoa dan membaca serta merenungkan sabda-Nya dalam Kitab Suci dan menikmati berbagai faedah dan manfaat yang diperoleh dari sakramen-sakramen. Dia akan membimbing kita setiap kali kita menghentikan sejenak kegiatan rutin kita,  lalu  melakukan pemeriksaan batin secara singkat. Ia datang mendekati kita tidak dengan kata-kata yang muluk-muluk, melainkan kata-kata sederhana, seperti “Aku mengasihi kamu!” Dia akan menguatkan kita selagi kita menolong seorang sahabat atau rekan kerja yang membutuhkan bantuan. Kesempatan-kesempatan untuk memperbaharui komitmen kita kepada Kristus dan mencari hikmat-Nya selalu ada di sekeliling  kita!

DOA: Bapa surgawi, Allah yang baik, sumber segala kebaikan, satu-satunya yang baik. Biarlah Roh Kudus-Mu membentuk diriku sedemikian agar menempatkan Engkau sebagai yang pertama dan utama dalam hidupku, sehingga dengan demikian Engkau pun akan memimpinku sebagaimana Engkau telah memimpin Yohanes Pembaptis. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 7:24-30),  bacalah  tulisan yang berjudul “YANG TERKECIL DALAM KERAJAAN ALLAH LEBIH BESAR DARIPADA YOHANES” (bacaan tanggal 15-12-16) dalam situs/blog  SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 16-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2010)

Cilandak, 13 Desember 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

YOHANES PEMBAPTIS BERTANYA, YESUS MENJAWAB

YOHANES PEMBAPTIS BERTANYA, YESUS MENJAWAB

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Adven – Rabu, 14 Desember 2016) 

yohanes-pembaptis-di-penjara-2Ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata, “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Lalu Yesus menjawab mereka, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta  melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku.” (Luk 7:19-23) 

Bacaan Pertama: Yes 45:6b-8,18,21b-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9-14 

Jawaban Yesus kepada kedua orang murid Yohanes Pembaptis sangat menarik. Ia tidak memberikan jawaban “ya” atau “tidak”, konsisten dengan apa yang dikatakan-Nya dalam kesempatan lain: “Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar” (Yoh 5:31-32). Yesus juga tidak langsung membuka dompet-Nya dan mengambil KTP-Nya, kemudian menunjukkan KTP itu kepada kedua murid Yohanes Pembaptis seraya berkata: “Lihat ini, nama: Yesus; tempat/tanggal lahir: Betlehem, Yudea, tanggal 1-1-01; pekerjaan: Mesias dst.” Yesus memberikan “jawaban alkitabiah” yang jauh lebih dapat mengungkapkan tentang siapa sebenarnya diri-Nya.

Nabi Yesaya telah menggambarkan sukacita dari mereka yang ditebus: “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai” (Yes 35:5-6; bdk. Luk 7:22). Peranan Yesus adalah untuk membawa kepada orang-orang tertindas, miskin, “wong cilik”, segala berkat yang sudah dinubuatkan dalam Kitab Yesaya. Kerajaan-Nya adalah kerajaan keadilan, kasih dan damai-sejahtera. Kerajaan itu datang seturut “pemikiran” cara Allah sendiri, tidak dengan kekerasan, melainkan melalui undangan penuh kasih.

Segala mukjizat kesembuhan yang dilakukan Yesus dan kabar baik yang diwartakan oleh-Nya mencerminkan pekerjaan Mesias seperti dinubuatkan kitab para nabi. Jadi memang ada jawaban yang lebih bermakna bagi Yohanes Pembaptis daripada sekadar jawaban “ya” atau “tidak”. Kedua murid Yohanes Pembaptis akan melaporkan kembali kepadanya bahwa apa saja yang dikerjakan oleh Yesus memang penggenapan dari nubuatan-nubuatan mengenai Mesias, “Ia yang lebih berkuasa daripada aku akan datang” (Luk 3:16). Yang patut dicatat adalah pesan  tambahan yang diberikan oleh Yesus: “Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku” (Luk 7:23). Kata-kata Yesus ini merupakan suatu tantangan bagi Yohanes Pembaptis, dan juga tantangan bagi kita semua, yaitu untuk membuang dari pikiran kita pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai bagaimana Allah seharusnya bertindak dan untuk siapa. Ingat: Allah adalah Allah! Kita manusia hanyalah makhluk ciptaan-Nya.

RABI DARI NAZARET - 1Dalam Yesus kita semua terberkati, kita semua berbahagia, karena dalam Dia kita menerima kehidupan. Dia datang, menyembuhkan, mewartakan kabar baik, menderita, wafat dan bangkit kembali, sehingga kita dapat turut ambil bagian dalam kehidupan kekal yang telah dimiliki-Nya sejak keabadian sebagai Firman Allah (lihat Yoh 1:1 dsj.) Ia datang untuk mendamaikan kita dengan Bapa surgawi dan memberikan kepada kita kuasa Roh Kudus.

Kepada  semua orang yang tidak menemukan batu sandungan dalam diri-Nya, tetapi yang percaya dan  menerima-Nya, Dia memberikan kesempatan untuk partisipasi penuh dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus. Kalau begitu halnya, betapa terberkatinya kita, betapa bahagianya kita! Oleh karena itu kita – dengan penuh iman – harus berupaya untuk memperoleh kehidupan sedemikian.

Teristimewa dalam masa Adven ini, dalam suasana doa kita harus melakukan permenungan atas berbagai kesaksian yang ada dalam Kitab Suci, kesaksian Gereja sepanjang masa, termasuk kesaksian para kudus dan kesaksian umat beriman pada zaman modern ini.

DOA: Tuhan Yesus, kami mengakui Engkau sebagai Dia yang telah datang agar supaya kami dapat memperoleh kehidupan, dan memperolehnya secara penuh. Kuatkanlah iman kami, agar dengan demikian kami dapat menghayati secara lebih penuh kehidupan yang telah Kaumenangkan bagi kami. Amin.

Catatan: Bagi anda yang ingin mendalami lagi Bacaan Injil hari ini (Luk 7:18-23),  bacalah  tulisan yang berjudul “YESUS MEMANGLAH SANG MESIAS YANG DINANTIKAN ITU” (bacaan tanggal 14-12-16) dalam situs/blog  SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 16-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul untuk bacaan tanggal 16-12-15 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 12 Desember 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

BERBALIK KEPADA ALLAH

BERBALIK KEPADA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Lusia, Perawan Martir – Selasa, 13 Desember 2016)

KSFL (Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes St. Lusia [Fransiskanes Pematang Siantar]): Pesta S. Lusia, Perawan Martir, Pelindung Tarekat 

download“Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal dan pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Anak itu menjawab: Baik, Bapa, tetapi ia tidak pergi. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang pertama.” Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan pelacur percaya kepadanya. Meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.” (Mat 21:28-32) 

Bacaan pertama: Zef 3:1-2,9-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-3,6-7,17-19,23

Bayangkanlah bahwa kepada anda diberitahukan bahwa para koruptor dan bandar narkoba akan mendahului anda masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bagaimana anda akan bereaksi? Yesus menggunakan imaji-imaji serupa ketika Dia berbicara kepada para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Ada sejumlah dari mereka yang mengikuti hukum dengan teliti sekali, namun tetap luput/lalai menjalani sesuatu yang bersifat hakiki: Dengan tidak melakukan pertobatan, mereka sebenarnya menutup diri mereka dari belas kasih Allah!

Yesus mengajar para pendengar-Nya dengan menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang muda. Ayah dari orang muda ini memerintahkan kepadanya untuk bekerja di kebun anggur. Orang muda itu menolak, namun kemudian ia “mengubah pikirannya”: dia menyesal dan pergi! (Mat 21:30). Kata Yunani yang digunakan di sini adalah metanoia. Istilah ini dapat diterjemahkan/diartikan bahwa orang muda ini mengubah pikirannya atau dia bertobat. Karena pikiran orang muda itu tentang relasinya dengan sang ayah, maka dia berbalik dari “tidak” menjadi “ya”, dan kemudian melakukan apa yang  diperintahkan ayahnya tersebut. Jadi, sungguh mengagumkanlah apabila kita mau dan mampu memohon pengampunan dari Allah dan kemudian menerima rahmat-Nya untuk berubah!

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989Yesus sungguh rindu untuk melihat para pemuka Yahudi itu melihat dosa-dosa mereka sendiri, bertobat dan menerima belas kasih-Nya. Para PSK dan pemungut pajak dengan rendah hati bertobat, dan Ia berjanji bahwa bahwa mereka akan masuk ke dalam Kerajaan Allah! Lebih menggembirakan lagi adalah kenyataan bahwa Dia memberikan janji sedemikian kepada mereka yang telah mengabdikan diri guna menolong umat Allah – hanya apabila mereka mau berbalik kepada-Nya!

Selagi kita terus menjalani masa Adven ini, baiklah kita (anda dan saya) memeriksa hati/batin kita dan bertobat atas dosa-dosa kita. Selagi kita melakukannya, kita akan melihat kasih Allah dan kuat-kuasa-Nya mengubah diri kita. Dengan menerima sakramen rekonsiliasi, hati kita dapat menjadi terbuka bagi rahmat kesembuhan ilahi dalam cara yang tidak dapat dilakukan oleh jenis doa lainnya. Sebagai tanggapan,  janji Allah bergema melalui nabi Zefanya akan menjadi milik kita: “Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN (YHWH), yakni sisa Israel itu” (Zef 3:12-13).

DOA: Allah Yang Mahakuasa, aku memuji Engkau untuk belas kasih-Mu. Engkau adalah tempat pengungsianku. Kasih-Mu dan pengampunan-Mu hebat sekali. Aku menyembah Engkau dan dengan rendah hati datang ke hadapan hadirat-Mu. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk karunia pertobatan mulia yang Kauanugerahkan kepadaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 21:28-32),  bacalah tulisan yang berjudul “CERITA TENTANG DUA ORANG ANAK LAKI-LAKI” (bacaan tanggal 13-12-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 15-12-15 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 10 Desember 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS