Posts from the ‘13-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2013’ Category

MARILAH KITA MENGHADAP ALLAH

MARILAH KITA MENGHADAP ALLAH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari biasa Pekan Biasa III – Kamis, 31 Januari 2013) 

REV 5Jadi, Saudara-saudara, kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, oleh darah Yesus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tirai, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang imam agung sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu, marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita berpegang teguh pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pebuatan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti yang dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, terlebih lagi sementara kamu melihat hari Tuhan semakin mendekat (Ibr 10:19-25).

Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6; Bacaan Injil: Mrk 4:21-25

Kalau kita mempelajari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru secara serius-menyeluruh, maka akan terungkaplah mercu suar kebenaran yang memancarkan sinar cahaya dari awal sampai akhir, yaitu bahwa Allah mengasihi kita masing-masing dan Ia tidak pernah berhenti memanggil kita untuk datang kepada-Nya. Hal ini adalah kebenaran yang sangat mengejutkan apabila dilihat dalam terang kekudusan Allah dan kedosaan kita.

Allah sepenuhnya sadar akan dosa-dosa kita – bahkan lebih daripada kita sendiri. Namun Ia ingin membersihkan kita, menyembuhkan kita dan menguatkan kita. Dia mengutus Putera-Nya ke tengah-tengah dunia untuk kemudian mencurahkan darah-Nya dari kayu salib bagi kita semua. Inilah contoh betapa dalamnya kasih Bapa surgawi bagi kita.

Melalui kematian Yesus dan kebangkitan-Nya, dosa-dosa kita diampuni dan kita pun menerima kuasa untuk berubah. Sekarang, terbukalah jalan bagi kita untuk “menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh” (Ibr 10: 22) dari hari ke hari. Rasa percaya dan ketaatan kepada Bapa yang telah ditunjukkan oleh Yesus di kayu salib sekarang tersedia bagi kita sehari-hari selagi kita membuka hati kita untuk menerima kasih-Nya.

Sesungguhnya sebelum kita berdosa melawan Dia – bahkan sebelum kita lahir ke dunia – Bapa surgawi sudah berniat untuk mengutus Putera-Nya agar kita dipenuhi dengan kehidupan dan kasih ilahi. Dosa-dosa kita tidak akan menghentikan Allah mengasihi kita atau mengundang kita masuk ke hadapan hadirat-Nya. Paulus menulis: “…… tetapi di mana dosa bertambah banyak, di sana anugerah menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian anugerah akan berkuasa oleh pembenaran untuk hidup yang kekal, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita (Rm 5:20-21).

Dengan Allah yang sedemikian penuh empati dan kasih, mengapa kita begitu sering bergumul sendiri dan merasa ragu-ragu menghadap Dia untuk mohon pertolongan dan bimbingan-Nya? Barangkali pandangan kita tentang Allah telah dibuat melenceng oleh suatu ide duniawi: Pandangan bahwa kita harus membuat diri kita pantas dikasihi oleh Allah, telah berhasil menyusup ke dalam hati kita. Hal ini menyebabkan kita meninggalkan Tuhan. Barangkali luka-luka dalam keluarga kita telah membuat kita menjadi enggan untuk mempercayai orang lain. Sesungguhnya realitas yang indah adalah, bahwa Allah dapat menyembuhkan hati kita dan memenuhi diri kita dengan kasih dari hati-Nya. Dia dapat melakukan hal ini setiap kali kita berdoa. Jesus selalu berdoa syafaat bagi kita, melingkupi kita dengan kasih-Nya. Penulis ‘Surat kepada Orang Ibrani’ mengatakan: “Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang melalui Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibr 7:25). Oleh karena itu marilah “kita sekarang dengan penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, oleh darah Yesus” (Ibr 10:19). “Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni” (Ibr 10:22). Kasih-Nya kepada kita tidak pernah luntur!

DOA: Tuhan Yesus, aku memuji-muji Engkau dengan penuh rasa syukur karena Engkau telah mencurahkan darah di kayu salib bagiku dan sesamaku. Aku berterima kasih kepada-Mu karena aku dapat menghadap Engkau setiap saat untuk mohon pertolongan-Mu, penghiburan dari-Mu dan pengampunan-Mu. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 4:21-25), bacalah tulisan yang berjudul “PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN YESUS” (bacaan tanggal 31-1-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-1-11 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 9 Januari 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

MENJADIKAN DIRI KITA TANAH YANG BAIK

PERUMPAMAAN - ORANG YANG MENABUR BENIHMENJADIKAN DIRI KITA TANAH YANG BAIK

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa III – Rabu, 30 Januari 2013)

Keluarga Fransiskan: Santa Yasinta Mareskoti, Perawan – Ordo III Sekular 

Pada suatu kali Yesus mulai mengajar lagi di tepi danau. Lalu datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Ia mengajarkan banyak hal dalam  perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka, “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah tanam-tanaman itu dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Sebagian jatuh di tanah yang baik, sehingga tumbuh dengan subur dan berbuah. Hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” Lalu kata-Nya, “Siapa yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu bertanya kepada-Nya tentang perumpamaan itu. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun memang melihat, mereka tidak memahami, sekalipun memang mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan diberi pengampunan.” Lalu Ia berkata kepada mereka, “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu mereka segera murtad. Yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri; itulah yang mendengar firman itu, lalu kekhawatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” (Mrk 4:1-20)

Bacaan Pertama: Ibr 10:11-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 110:1-4 

Dengan perumpamaan ini, Markus menunjukkan satu pengajaran Yesus yang indah. Sebelum perikop ini Markus memusatkan perhatian pada banyak kerja dan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Sekarang, melalui perumpamaan ini penulis Injil mulai menyoroti cara Yesus mengajar. Yesus menggunakan perumpamaan untuk mengilustrasikan kemurahan-hati Allah yang berlimpah-limpah. Bapa surgawi selalu menaburkan benih-benih firman-Nya, mengundang kita untuk mengenal dan mengalami kasih dan kerahiman-Nya. Dia selalu mengulurkan tangan-tangan-Nya kepada kita.  Mengetahui bahwa kita memiliki seorang Bapa yang tidak pernah membelakangi atau menolak kita, maka seharusnya hal ini memberikan kepada kita damai-sejahtera dan pengharapan.

parable of the sower - 08Setiap benih yang jatuh pada tanah yang baik akan bertumbuh. Benih yang ditanam oleh Bapa surgawi tentunya akan bertumbuh manakala bertemu dengan hati yang terbuka bagi-Nya. Ini adalah janji Allah. Namun bagaimana kita menentukan apakah hati kita itu baik? Apa beberapa butir acuan:

  • Apakah keragu-raguan dan rasa tidak-percaya langsung mencuri damai-sejahtera yang dibawa oleh firman Allah? (lihat Mrk 4:15).
  • Apabila kesusahan atau penderitaan datang karena iman kita, apakah kita berdiri dengan kokoh dalam iman kita atau apakah kita jatuh dalam kompromi (lihat Mrk 4:16-17).
  • Apakah kita terlalu dibebani dengan pengurusan hal-ikhwal dunia? Apakah kesenangan karena harta-kekayaan dan berbagai hasrat akan ‘kenikmatan-kenikmatan’ mengambil tempat yang lebih besar dalam hati kita ketimbang kehadiran Yesus? (lihat Mrk 4:18-19).

Kita seharusnya tidak berputus-asa atas tanah yang berbatu-batu atau semak duri dari ketidak-percayaan, pelanturan-pelanturan atau rasa takut yang menghalangi firman Allah untuk kuat-mengakar dalam hati kita. Yesus senang sekali mengubah hati kita, asal saja dengan tulus-ikhlas kita mohonkan hal itu kepada-Nya. Yesus memiliki kesabaran yang sangat luarbiasa dengan kita masing-masing, seperti apa yang telah dicontohkan-Nya ketika membimbing/mengajar para murid-Nya yang bebal-bebal itu. Dia juga sangat senang untuk menjelaskan kepada kita mengenai ‘rahasia Kerajaan Allah’ selagi kita memperkenankan sabda firman-Nya bertumbuh dalam diri kita.

DOA: Roh Kudus Allah, siapkanlah hati kami untuk menerima firman Allah, lebih dan lebih banyak lagi. Nyatakanlah kepada kami hasrat mendalam dari Yesus untuk mengajar kami tentang ‘rahasia Kerajaan Allah’, dan juga betapa besar kasih-Nya serta kesabaran-Nya dalam menghadapi segala kelemahan kami. Tolonglah kami agar dapat sungguh berbuah bagi Kerajaan Allah. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Ibr 10:11-18), bacalah tulisan yang berjudul “OLEH SATU KURBAN SAJA” (bacaan tanggal 30-1-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-1-10 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 9 Januari 2013

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

PERSEMBAHAN YANG SEMPURNA

PERSEMBAHAN YANG SEMPURNA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Bisa Pekan Biasa III – Selasa, 29 Januari 2013) 

church-size-san-damiano-cross-image-on-canvas-with-ornate-gold-frame22859xlDi dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari hal-hal baik yang akan datang, dan bukan wujud dari hal-hal tersebut. Karena itu, dengan kurban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang beribadah. Sebab jika hal itu mungkin, bukankah orang tidak mempersembahkan kurban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya? Tetapi justru dengan kurban-kurban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah kambing jantan menghapuskan dosa.

Karena itu, ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki – tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku dating: dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

Di atas, Ia berkata, “Kurban dan persembahan, kurban bakaran dan kurban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan engkau tidak berkenan kepadanya” – meskipun dipersembahkan menurut hokum Taurat-. Kemudian kata-Nya, “Sungguh, Aku dating untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. (Ibr 10:1-10)

Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,4,7-8,10-11; Bacaan Injil: Mrk 3:22-30 

Di atas kayu salib, Yesus mempersembahkan satu  kurban saja karena dosa (lihat Ibr 10:12). Dari dirinya hukum Taurat tidak mampu membuat sempurna mereka yang mempersembahkan korban, karena hukum Taurat hanyalah merupakan “bayangan” dari keselamatan yang akan datang dan bukannya “gambaran” yang melukiskan hakikat dan bentuk sesungguhnya dari keselamatan itu. Mereka yang melakukan ibadat dalam Perjanjian Lama memasuki bayangan surga, sedangkan yang dalam Perjanjian Baru memasuki gambarannya. Upacara-upacara yang lama dilakukan berulang kali karena tidak mampu membersihkan hati nurani. Bahkan boleh dikatakan mengingatkan kembali dosa-dosa yang tak terhapuskan, dan bukannya memungkinkan orang mendekati Allah dalam ibadat (Ibr 10:1-3). Penulis ‘Surat kepada orang Ibrani’ dengan singkat-jelas mengatakan: “Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah kambing jantan menghapuskan dosa” (Ibr 10:4).

Sang pemazmur mendeklarasikan, “Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut” (Mzm 40:7; bdk. Ibr 10:5-6). Yesus datang untuk mengganti perjanjian yang lama dan berbagai upacara ibadat. Yesus sendirilah yang menyediakan segalanya yang diminta oleh Allah Bapa. Jika kita disucikan, artinya dijadikan umat Allah, ini disebabkan hanya karena Yesus menjalankan kehendak Allah.

(Ibr 10:9-10). Kita juga harus mengingat selalu, bahwa Yesus adalah “pendamaian untuk segala dosa kita dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia” (1Yoh 2:2).

Sejak saat dosa merusak relasi yang Allah inginkan terjalin dengan kita, Allah mulai menyatakan kepada kita bahwa hanya kurban penghapus dosa sempurnalah yang dapat mereparasi kerusakan itu. Seperti disinggung di atas, persembahan kurban di bawah perjanjian yang lama tidak sempurna; semua itu hanya memberikan “bayangan” saja dari apa yang pada awalnya dimaksudkan oleh Allah (Ibr 10:2-3). Semua kurban yang dilakukan sebelum Kristus memberi pertanda tentang hasrat Allah yang terdalam, yaitu kebebasan mutlak dari dosa dan kesalahan yang telah memisahkan kita dari diri-Nya. Kurban perjanjian lama. Kurban Perjanjian Lama menunjuk pada ketiadaan kemerdekaan umat manusia yang sungguh menyedihkan. Sebagai orang-orang yang telah ditebus oleh Kristus dari segala dosa dan kesalahan, maka kita pun dapat menikmati relasi yang langsung, mempribadi dan penuh kasih dengan Allah.

Hanya dalam Kristus dosa-dosa kita secara sempurna diampuni; hanya dalam Yesus kita dapat mengalami kebebasan anak-anak Allah yang begitu intens dihasrati oleh-Nya. Satu kurban hidup Yesus sudah cukup untuk menyempurnakan semua orang yang bergabung dalam iman. Pekerjaan baik, kurban, pertobatan, ketaatan pada perintah-perintah Allah bukanlah jalan untuk mendapatkan kebaikan Allah; semua itu hanyalah buah dari relasi yang benar dan penuh kasih dengan Dia, melalui Putera-Nya yang tunggal: Yesus.

Allah ingin menorehkan kebenaran ini dalam hati kita: Dendanya sudah dibayarkan, kurban sempurna telah dipersembahkan. Darah Yesus yang dicurahkan dari atas kayu salib telah membersihkan diri kita dari dosa-dosa kita dan menyembuhkan perpecahan yang selama itu terjadi antara kita dan Allah. Tidak ada lagi yang tinggal bagi kita, kecuali percaya dan memperkenankan kebenaran ini mentransformasikan diri kita dalam Yesus.

DOA: Allah Bapa kami, Engkau menciptakan kami agar dapat mengenal diri-Mu dan mengasihi-Mu dalam suatu relasi yang akrab/mesra dan mempribadi. Bimbinglah kami kepada iman yang lebih mendalam akan Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus. Semoga darah-Nya membersihkan dan menyembuhkan kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 3:31-35), bacalah tulisan dengan judul “SIAPA SAJA YANG MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH” (bacaan untuk tanggal 29-1-13), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. 

Cilandak, 9 Januari 2012

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

MEMPERKENANKAN YESUS BERKUASA ATAS DIRI KITA

MEMPERKENANKAN YESUS BERKUASA ATAS DIRI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Thomas Aquino, Imam & Pujangga Gereja – Senin, 28 Januari 2013)

KONFLIK DGN ORANG FARISI DLL. - DENGAN KUASA MANA ENGKAU ...Ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata, “Ia kerasukan Beelzebul,”  dan, “Dengan pemimpin setan Ia mengusir setan.”  Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan, “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Semua dosa dan hujat apa pun yang diucapkan anak-anak manusia akan diampuni. Tetapi siapa saja yang menghujat Roh Kudus tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa yang kekal.” Ia berkata demikian karena mereka mengatakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.  (Mrk 3:22-30)

Bacaan Pertama: Ibr 9:15,24-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-6 

Pada waktu kita (anda dan saya) dibaptis, sebenarnya diri kita direbut dari cengkeraman Iblis dan kita dibuat menjadi suatu “ciptaan baru” melalui darah Yesus. Iblis dapat saja merupakan “orang yang kuat” (Mrk 3:27), namun Yesus jauh lebih kuat lagi! Sekarang masalahnya adalah, apakah Saudari/Saudara sungguh percaya bahwa Yesus telah mengikat musuh kita yang bernama Iblis itu? Yang diminta oleh Yesus dari diri kita masing-masing adalah agar kita tetap hidup berkemenangan dengan memperkenankan Dia berkuasa atas diri kita. Karena Iblis senantiasa mencari peluang untuk masuk kembali ke dalam kehidupan kita maka kita mengambil langkah-langkah praktis untuk melindungi pikiran dan hati kita. Kita harus senantiasa mengingat apa yang ditulis oleh Santo Petrus: “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, …… (lihat 1Ptr 5:8-9).

Apabila kita bangun tidur di pagi hari, baiklah kita menyediakan beberapa menit untuk mengkomit hati dan keadaan kita kepada Yesus. Kemudian, di siang hari kita juga menyediakan waktu untuk dapat bersama dengan Yesus. Berbicara dengan-Nya dan mendengarkan Dia. Walaupun waktu kita terasa sangat langka, kita dapat memohon Roh Kudus untuk menolong kita menemukan peluang sebanyak sepuluh menit saja hening di hadapan hadirat Allah. Semoga dengan demikian kita dapat disegarkan kembali dan dikuatkan. Barangkali selama hari itu kita dapat menemukan waktu untuk membaca Kitab Suci dan merenungkan sabda Allah di dalamnya, dan memperkenankan sabda-Nya meresapi hati kita.

Selagi kita memperkenankan Yesus memenuhi hati kita, maka Iblis pun tidak akan dapat menemukan jalan masuk atau kelemahan kita yang dapat dimanfaatkannya. Paling-paling Iblis menjadi berhadapan dengan Yesus – orang yang lebih kuat – yang terus-menerus berdiri menjaga diri kita.

Pada saat Yesus wafat di kayu salib, Ia mengalahkan Iblis secara lengkap. Jadi sebenarnya Iblis sekarang seperti seekor anjing yang dapat menyalak keras akan tetapi tidak dapat menggigit! Iblis tidak dapat “menggigit” kita, apabila kita bertumpu pada kemenangan Yesus Kristus dan melengkapi diri kita dengan segala peralatan/senjata yang telah diberikan-Nya kepada kita. Kita harus mengingat, bahwa Allah – dalam Kristus – telah mengaruniakan kepada kita “segala berkat rohani di dalam surga”, dan telah membuat kita “kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya” (Ef 1:3,4).

Marilah kita menempatkan iman kita pada kuasa dan rahmat Allah! Berdirilah tegak selagi kita membangun pertahanan kita yang kuat! Perkenankanlah Yesus memerintah dan menguasai hati kita dengan lebih penuh lagi, dengan demikian Iblis pun akan pergi meninggalkan kita!

DOA: Tuhan Yesus, aku mengundang Engkau untuk mendirikan takhta-Mu di dalam hatiku. Tolonglah aku dalam membangun pertahanan yang kuat untuk melawan Iblis dan roh-roh jahatnya, dengan demikian aku dapat mengasihi dan menghormati Engkau, dan berkata “YA” sekali lagi pada janji-janji baptisku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 3:22-30), bacalah tulisan dengan judul “YESUS DAN BEELZEBUL” (bacaan tanggal 28-1-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “BAGAIMANA IBLIS DAPAT MENGUSIR IBLIS?” (bacaan tanggal 23-1-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-1-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Januari 2013 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ROH TUHAN ADA PADA-KU

ROH TUHAN ADA PADA-KU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Minggu Biasa III – 27 Januari 2013

Ordo Santa Ursula: HARI RAYA S. ANGELA MERICI, Pendiri Tarekat

DI SINAGOGA DI NAZARET

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Lalu tersebarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Kitab Suci. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah membuka kitab itu, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” (Luk 1:1-4; 4:14-21)

Bacaan Pertama: Neh 8:3-5-7,9-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-10,15; Bacaan Kedua: 1Kor12:12-30 (1Kor 12:12-14,27) 

Yesus datang ke Nazaret. Ia pergi ke sinagoga pada hari Sabat. Ia berdiri untuk membaca Kitab Suci. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya. Ia mengambil bacaan yang familiar, yang barangkali sudah dihafal luar kepala oleh umat karena menggemakan kerinduan mereka akan Sang Mesias yang akan datang memerdekakan mereka. Namun ternyata umat yang hadir belum tahu bahwa yang tengah berdiri di hadapan mereka itu adalah Dia yang dirindukan kedatangan-Nya itu.

Yesus mengidentifikasikan diri-Nya sebagai Sang Mesias, Dia yang diurapi Roh Kudus untuk membebaskan umat Allah dari dosa. Dia berdiri di tengah-tengah mereka sebagai Kabar Baik itu sendiri, yang datang kepada ‘orang-orang miskin’, ‘wong cilik’, yang semuanya membutuhkan penyelamatan. Dia membawakan kesembuhan lewat kata-kata-Nya dan jamahan-Nya, dan berkat dari Bapa dicurahkan atas semua orang yang menerima Dia.

YESUS MENGAJAR - DALAM SINAGOGA DI NAZARETSeperti pada waktu Dia berdiri di depan umat dalam sinagoga pada hari itu, Yesus sekarang juga berdiri di hadapan kita masing-masing seraya berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk 4:21). Apakah kita mengenali-Nya? Dapatkah kita memindahkan fokus pandangan mata kita, dari diri kita sendiri kepada Yesus, Harapan kita? Setiap hari Dia menawarkan kepada kita karya Roh Kudus yang telah ditawarkan-Nya kepada para kudus terbesar sepanjang masa.

Karena kematian dan kebangkitan Yesus, Roh Kudus telah datang berdiam dalam diri kita guna membawa kepada kita kebebasan dari dosa dan keakraban dengan Allah, Bapa kita. Dia telah datang untuk menyembuhkan hati kita dan tubuh kita. Dia telah datang untuk menyatakan kepada kita cinta kasih Bapa surgawi. Dia telah datang untuk memenuhi diri kita dengan sukacita di tengah-tengah banyak pencobaan yang kita hadapi. Dia menawarkan kepada kita semua hikmat-Nya dan kekuatan-Nya selagi kita berusaha untuk menyenangkan Tuhan. Selagi Roh Kudus memenuhi diri kita lebih dan lebih lagi, Dia dapat mengalir keluar – melalui kita – ke dunia di sekeliling kita, memberikan kuat-kuasa kepada kita guna mengalahkan dosa dan kejahatan, tidak hanya dalam diri kita, tetapi dalam diri orang-orang yang ada di sekeliling kita juga.

DOA: Roh Kudus Allah, kami merasa takjub bahwa Dikau akan datang dan hidup dalam diri kami! Kami membuka hati kami bagi-Mu dan mohon kepada-Mu agar berkarya dalam diri kami dan melalui kami. Terima kasih untuk cintakasih-Mu, penyembuhan-Mu dan kuasa-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Neh 8:3-5a, 6-7,9-11), bacalah tulisan yang berjudul “HARI INI ADALAH HARI KUDUS BAGI TUHAN ALLAH” (bacaan tanggal 27-1-13) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-1-10 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 6 Januari 2013 [HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

LEWAT KESETIAAN DAN DEDIKASI MEREKA BERDUA

LEWAT KESETIAAN DAN DEDIKASI MEREKA BERDUA

(Bacaan Pertama [alternatif] Misa Kudus, Peringatan S. Timotius dan Titus, Uskup –  Sabtu,  26 Januari 2013) 

TITUS AND TIMOTHY - 05

Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang tampak dalam ibadah kita, dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh allah yang tidak berdusta. Pada waktu yang dikehendaki-Nya, Ia telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita.

Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: Anugerah dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.

Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu. (Tit 1:1-5)

Bacaan Pertama alternatif: 2Tim 1:1-8, Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1-3,7-8,10; Bacaan Injil: Mrk 4:21-25 

Pada hari ini, 26 Januari, Gereja memperingati dua orang kudus yang mempunyai banyak keserupaan satu sama lain. Dua-duanya adalah anak-anak dari bapak yang kafir (non-Yahudi) dan menerima iman melalui evangelisasi yang dilakukan oleh Paulus. Keduanya teman seperjalanan dan sepelayanan, dan dua-duanya adalah orang kepercayaan Paulus. Kedua orang ini diberi tugas penting dalam Gereja perdana, dua-duanya adalah penerima surat Paulus yang termasuk kategori “surat-surat pastoral”. Lewat kesetiaan dan dedikasi mereka, Gereja perdana dibangun, diperkuat dan ditopang.

Banyak sekali yang harus dikerjakan pada masa mereka. Mungkin sekali sangat merepotkan, baik bagi Timotius maupun Titus. Bimbingan dari Santo Paulus sangat mendasar: “Supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur” (Tit 1:5). Inilah tugas mereka berdua, dan tetap merupakan tugas pribadi-pribadi yang mengikuti jejak mereka sebagai murid-murid Kristus.

Pekerjaan membangun, memperkuat dan menopang Gereja terus ada dari generasi ke generasi berikutnya dan tak pernah lengkap-selesai, melainkan terus berlanjut sampai kedatangan kembali Yesus dalam kemuliaan kelak. Bagi Uskup Titus, tugas ini termasuk juga menetapkan penatua-penatua (imam-imam) di setiap kota (Tit 1:5) yang – sebagai pembantu uskup – harus memimpin dan membimbing jemaat masing-masing. Bagi kita, tugas  itu mungkin untuk mewartakan Kabar Baik Yesus Kristus, melakukan pekerjaan guna menopang dan memperkuat umat beriman sebagai anggota-anggota dari Tubuh Kristus yang satu, untuk membantu orang bertumbuh dalam kekudusan, untuk terlibat dalam pekerjaan guna mencapai keadilan dan perdamaian, persaudaraan, atau barangkali membantu orang yang mempunyai kebutuhan atau berkekurangan.

Surat-surat Perjanjian Baru banyak berisikan wejangan-wejangan kepada para pembaca/ pendengarnya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang masih belum selesai. Surat kepada jemaat di Efesus, misalnya, mengingatkan semua umat beriman bahwa Kristuslah “yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus (Ef 4:11-12).

Penulis “Surat kepada orang Ibrani” menasihati para pembaca suratnya: “Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lalai memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang tanpa diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah orang –orang hukuman, karena kamu sendiri juga adalah orang-orang hukuman. Ingatlah juga orang-orang yang diperlakukan sewenang-wenang, karena kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini” (Ibr 13:1-3). Santo Paulus juga menulis: “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam berbagai jenis bahasa lidah” (1Kor 12:27-28). Semua dimaksudkan untuk memperkuat Gereja!

DOA: Tuhan Yesus, Engkau memanggil Timotius dan Titus untuk melayani Gereja-Mu. Semoga teladan dan doa-doa syafaat mereka akan menolong kami semua untuk melanjutkan tugas membangun dan memperkuat Gereja-Mu, agar pada saat kedatangan-Mu kembali pada akhir zaman, Engkau sungguh menemukan iman di muka bumi ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama [alternatif] hari ini (2Tim 1:1-8), bacalah tulisan yang berjudul “MENGOBARKAN KARUNIA ALLAH YANG ADA PADA KITA” (bacaan tanggal 26-1-13), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. Bacalah juga tulisan yang berjudul “JANGANLAH MALU BERSAKSI TENTANG TUHAN KITA” (2Tim 1:1-8; bacaan tanggal 26-1-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-1-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 6 Januari 2013 [HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

PAULUS DAN PERTOBATANNYA

PAULUS DAN PERTOBATANNYA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul – Jumat, 25 Januari 2013)

HARI PENUTUP PEKAN DOA SEDUNIA 

800px-Hans_Speckaert_-_Conversion_of_St_Paul_on_the_Road_to_Damascus_-_WGA21655

“Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat bersaksi. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.

Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah mendekati Damsyik, kira-kira tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Lalu rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Orang-orang yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. Lalu kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Karena aku tidak dapat melihat disebabkan oleh cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang yang saleh menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, hendaklah engkau melihat kembali! Seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan dengan berseru kepada nama Tuhan! (Kis 22:3-16).

Bacaan Pertama alternatif: Kis 9:1-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1-2; Bacaan Injil: 16:15-18 

Dari semua orang yang kita temui dalam Kitab Suci, Paulus kiranya menduduki salah satu tempat teratas – kalaupun tidak paling atas – dalam hal sepenuhnya taat kepada perintah Yesus untuk mewartakan Injil seperti diungkapkan dalam bacaan Injil hari ini. William Barclay malah memberi judul “AMBASSADOR FOR CHRIST” (DUTA BAGI KRISTUS) untuk bukunya tentang hidup dan ajaran Paulus (The Saint Andrew Press, 1973). Orang kudus ini berubah dari orang yang membenci Yesus menjadi orang yang sangat mengasihi-Nya dan memberikan hidupnya bagi Dia agar supaya setiap orang dapat mengenal kasih-Nya yang sangat indah.

PERTOBATAN PAULUS - 105Cerita tentang pertobatan dapat memenuhi diri kita dengan pengharapan besar. Ia pernah berdosa karena kesalahan serius, yaitu memimpin penganiayaan atas para pengikut Yesus. Namun demikian, Yesus menunjukkan belas kasih-Nya kepada Paulus dan menjadikan dia sebagai salah seorang kudus terbesar sepanjang masa. Apabila Yesus dapat melakukan “keajaiban” seperti itu terhadap diri Paulus, maka bayangkanlah apa yang dapat dibuat-Nya bagi kita! Pada hari ini kita merayakan pesta dalam rangka pertobatan seseorang yang dahulunya sombong, suka memaksakan kehendaknya, keras kepala, dan kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan. Pertobatan Paulus adalah sebuah tanda yang sungguh menyemangati kita dan menambah keyakinan kita bahwa belas kasih dan rahmat Yesus dapat mengubah para pendosa yang terburuk sekali pun, untuk menjadi pelayan-Nya yang sungguh tangguh.

Dengan Paulus kita tidak hanya merayakan pertobatannya yang dramatis pada awal perjalanannya bersama Yesus, melainkan juga pertobatannya yang terus-menerus dalam hidupnya. Kita dapat saja membayangkan Paulus sebagai seorang pribadi yang tidak pernah marah besar, selalu bersikap serta berperilaku baik dan lemah lembut, dan tidak pernah membuat kesalahan. Namun Perjanjian Baru memberikan gambaran yang agak lain tentang orang kudus ini. Di depan umum Paulus mengkonfrontasi Petrus ketika berada di Antiokhia (lihat Gal 2:11-14). Ia berselisih dengan Barnabas mengenai Yohanes Markus yang mengakibatkan perpecahan antara dua orang yang dahulunya bersahabat sangat erat (Kis 15:36-40). Paulus bahkan mengatakan orang-orang Galatia itu “bodoh” (Gal 3:1), padahal dia dipanggil untuk menggembalai jemaat itu dengan kasih Kristus.

Seperti kita semua, Paulus mempunyai sisi negatif dalam karakter pribadinya yang membutuhkan sekian tahun lamanya untuk diluruskan oleh Allah. Paulus tidak selalu merupakan suatu “model” kesempurnaan.  Sesungguhnya, dia adalah seorang pribadi manusia yang riil, yang berkembang dari seorang yang mengasihi diri sendiri menjadi seorang yang sungguh mengasihi Yesus. Hal tersebut dapat memakan waktu seumur hidupnya, namun Allah tetap setia. Paulus terus berjuang untuk menjadi serupa dengan Yesus. Jadi, di mana pun posisi kita hari ini dalam berjalan dengan Tuhan, bahkan jika kita “gagal banget”, jatuh dan jatuh lagi, Allah akan bekerja dalam diri kita apabila setiap kali kita jatuh kita bangkit lagi dan tetap berbalik kepada-Nya.

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, percayalah bahwa kita semua dapat ditransformasikan dengan penuh kuasa seperti Paulus juga.

DOA: Tuhan Yesus, betapa belas kasih-Mu terhadap para pendosa! Aku sungguh berterima kasih penuh syukur karena oleh Roh Kudus-Mu, Engkau membawa pertobatan dan transformasi mendalam dalam diriku.  Buatlah aku menjadi seorang kudus, bahkan ketika aku melihat diriku sebagai seorang pendosa besar. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama alternatif hari ini (Kis 9:1-22), bacalah tulisan yang berjudul “DALAM PERJALANAN KE DAMSYIK” dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 13-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2013. 

Bacalah juga tulisan yang berjudul “PERTOBATAN SANTO PAULUS” (bacaan tanggal 25-1-12) dalam situs/blog SANG SABDA; “PAULUS BERTOBAT” (bacaan tanggal 25-1-12) dalam situs/blog PAX ET BONUM; “SAULUS BERTOBAT DAN MENJADI PAULUS” (bacaan tanggal 13-5-11) dalam situs/blog SANG SABDA. 

Cilandak, 6 Januari 2013 [HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN] 

 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS