APA YANG AKU KATAKAN, AKU SAMPAIKAN SEBAGAIMANA DIFIRMANKAN OLEH BAPA KEPADA-KU  

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Rabu, 6 Mei 2020)

Lalu Yesus berseru, “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan siapa saja yang melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan. Jikalau seseorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, aku tidak menghakiminya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Siapa saja yang menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menghakiminya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Aku tahu bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Karena itu, apa yang Aku katakan, Aku sampaikan sebagaimana difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Yoh 12:44-50)

Bacaan Pertama: Kis 12:24-13:5a;  Mazmur Tanggapan: Mzm  67:2-3,5,6,8

Bagian pertama dari Injil Yohanes (bab 1 s/d 12) seringkali disebut “Kitab Tanda-Tanda”. Bab-bab in menggambarkan kehidupan Yesus di tengah masyarakat manusia, Ia membuat mukjizat (Yohanes Penginjil menyebut mukjizat-mukjizat itu sebagai “tanda-tanda”) dan memanisfestasikan kemuliaan-Nya memberi kesaksian atas kodrat ilahi-Nya. Yesus mengubah air menjadi air anggur di sebuah pesta perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11), menyembuhkan orang sakit dan buta (Yoh 5:2-18; 9:1-41), membuat mukjizat penggandaan roti dan ikan (Yoh 6:1-14), dan membangkitkan Lazarus dari kematian (Yoh 11:1-44). Melalui tanda-tanda ini, Yesus berupaya untuk menarik orang-orang agar percaya kepada-Nya: “Apabila Kristus datang, mungkinkah Ia akan melakukan lebih banyak tanda mukjizat daripada yang telah dilakukan oleh Dia ini?” (Yoh 7:31).

Dalam “Kitab Kemuliaan” (bab 13 s/d 21) Yesus membuka hati-Nya bagi para murid-Nya, membasuh kaki-kaki mereka (Yoh 13:3-16), menjanjikan Roh Kudus kepada mereka (Yoh 14:16-17), dan berdoa untuk persatuan dan kesatuan mereka (Yoh 17:20-26). Kata-kata  Yesus dalam bagian kedua menuntun kita kepada tanda terbesar dari semua tanda, yaitu Putera Allah ditinggikan di atas kayu salib (Yoh 3:14; 8;28; 12:32).

Hal yang sama dalam “Kitab Tanda-Tanda” dan “Kitab Kemuliaan” adalah cara Yesus berupaya menyatakan Bapa-Nya. “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku” (Yoh 12:44). Yesus menerima identitas-Nya, otoritas-Nya dan misi-Nya dari Bapa-Nya. Yesus adalah pencerminan kasih Bapa, dan keseluruhan tujuan-Nya di dunia adalah untuk melakukan apa yang diminta oleh Bapa untuk dilakukan oleh-Nya (Yoh 12:50).

Yesus membuat tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) untuk membawa orang banyak kepada iman; Ia tidak datang sekadar untuk “tebar pesona” di tengah umat manusia. Melalui tanda-tanda yang dibuat-Nya, Yesus ingin menyatakan hati Bapa. Ia ingin agar kita semua mengenali terang Allah, bahkan di tengah-tengah kedosaan dan kegelapan (Yoh 12:46). Ia menjadi manusia agar kita dapat melihat Allah dengan wajah manusia. Yesus tidak malu untuk memanggil kita saudari dan saudara-Nya. Dia berlutut di samping kita ketika kita mengangkat hati kita kepada Bapa dalam doa. Dalam setiap hal yang dilakukan oleh-Nya, niat Yesus adalah agar kita mengalami kasih Bapa bagi kita – kasih yang membawa diri-Nya ke tengah dunia sebagai sang Anak Domba yang kematian-Nya membawa kehidupan bagi kita.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengutus Roh Kudus untuk mengajar kami tentang kasih Bapa surgawi. Perdalamlah hidup dalam Roh di dalam diri kami, sehingga kami dapat mengenal, mengasihi, dan melayani Bapa seperti Engkau lakukan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 12:24–13:5a), bacalah tulisan berjudul “ALLAH MENCIPTAKAN KITA MASING-MASING UNTUK SUATU TUJUAN TERTENTU” (bacaan tanggal 6-5-20)  dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.worpress.com; kategori: 20-05 BACAAN HARIAN MEI 2020. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 15-5-19 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 5 Mei 2020 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS