AKU AKAN MENJADI ALLAH MEREKA DAN MEREKA AKAN MENJADI UMAT-KU

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Prapaskah – Sabtu, 13 April 2019)

Peringatan S. Isidorus, Uskup Pujangga Gereja

Hari Sabtu Imam

Katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan. Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua  pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya.

Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia. Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN (YHWH), menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.” (Yeh 37:21-28) 

Mazmur Tanggapan: Yer 31:10-13; Bacaan Injil: Yoh 11:45-56 

Ini adalah sebuah nubuatan untuk orang-orang Israel yang membuat mereka bernyanyi dan menari dengan penuh sukacita: “Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN (YHWH), menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya” (Yeh 37:27-28). Pada suatu hari, YHWH Allah akan membawa umat-Nya keluar dari pembuangan dan tidak akan meninggalkan mereka lagi. Dia akan tinggal di tengah-tengah mereka dalam sebuah tempat yang dipenuhi belas kasihan ilahi, dan perlindungan serta damai sejahtera yang datang dari Allah. Di tempat suci ini, Allah yang Mahakudus akan membersihkan umat-Nya sehingga mereka akan meninggalkan dosa-dosa mereka dan berbalik mengikuti-Nya. Ini adalah awal dari sebuah relasi baru antara Allah dan umat-Nya.

Gereja, dalam artian tertentu juga adalah sebuah tempat pertemuan antara Allah dan umat-Nya. Seperti tempat suci yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama, Gereja adalah sebuah tempat berkat yang dibuat kudus oleh kehadiran Allah sendiri. Gereja adalah sebuah tanda kesetiaan-Nya dalam dunia yang semakin  gelap dan dipenuhi dengan ketidakpastian. Di sini, di dalam Gereja, orang-orang yang sudah ditebus oleh Tuhan berkumpul dan bersatu dalam ikatan kasih-Nya. Di sini, di dalam Gereja,  kasih Kristus di-sharing-kan satu sama lain antara para anggotanya dan juga dengan dunia. Gereja adalah sebuah tempat di mana para pendosa disambut dengan tangan terbuka, menerima pengampunan dari Allah dan dapat memulai suatu kehidupan baru.

MENGENANG SPIRIT OF ASSISI – SAO PAULO 2011. SDR DR RWANDHA, JEPANG DAN HONGKONG

Apakah hal di atas ini mencerminkan gereja paroki anda? Apakah hal ini mencerminkan relasi anda dengan warga paroki yang lain-lain? Gereja bukanlah sekadar sebuah tempat yang kita kunjungi setiap hari Minggu, melainkan juga siapa kita sebenarnya! Gereja berarti keseluruhan komunitas umat beriman – sebuah komunitas yang terdiri para warganya, yaitu pribadi-pribadi yang dibaptis dalam nama Kristus. Kita semua adalah bagian dari tubuh Kristus. Kita semua adalah tempat suci untuk berdiamnya Allah, bait Roh Kudus-Nya. Dalam artian yang sedemikian, maka kita semua adalah pengantara antara Allah dan umat-Nya. Kita semua dipanggil untuk menjadi sebuah tempat aman di mana para pendosa dapat menemukan belas kasihan, orang-orang yang kesepian dapat menemukan penghiburan, dan mereka yang telah menjadi “domba hilang” dapat menemukan jalan untuk kembali kepada Allah. Apa yang disebutkan ini juga kiranya  berlaku juga dalam “lingkungan” sebagai sebuah komunitas basis Kristiani, juga dalam komunitas-komunitas lainnya yang bersifat kategorial.

Sungguh suatu visi yang indah-menarik! Kita tidak perlu selalu menggantungkan segalanya kepada para imam atau dewan paroki kita. Kita semua dapat menyambut orang-orang asing, berdoa untuk mereka yang menderita sakit-penyakit, dan mengejar kekudusan. Yesus telah berjanji untuk ada bersama kita selalu. Dia adalah sumber kekuatan dan keberanian kita, yang menolong kita untuk menjadi GEREJA yang mau keluar ke tengah-tengah dunia yang sesungguhnya haus dan lapar akan kabar baik-Nya.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau begitu mengasihiku dan telah berjanji untuk bersama denganku selama-lamanya. Tolonglah aku agar dapat menjadi suatu tanda kehadiran-Mu dan perpanjangan berkat-berkat-Mu bagi orang-orang lain. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 11:45-57), bacalah tulisan yang berjudul “KATA-KATA MENENTUKAN DARI KAYAFAS, SANG IMAM BESAR” (bacaan tanggal 4-4-20) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 20-04 BACAAN HARIAN APRIL 2020. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-4-19 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 April 2020 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS