KESAKSIAN YESUS TENTANG DIRI-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Prapaskah – Kamis, 26 Maret 2020)

Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku tidak benar; ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran; tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Ia adalah pelita yang menyala dan bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku  bahwa Bapa telah mengutus Aku. Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa di dalamnya kamu temukan hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.

Aku tidak memerlukan hormat dari manusia. Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih terhadap Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia. Bagaimana kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa yang kepadanya kamu menaruh pengharapan. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya kepada apa yang ditulisnya, bagaimana kamu akan percaya kepada apa yang Kukatakan?” (Yoh 5:31-47) 

Bacaan Pertama: Kel 32:7-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 106:19-23 

Teguran Yesus kepada orang-orang Yahudi mengungkapkan “jurang” yang ada antara pandangan mereka sendiri tentang kesalehan dalam hidup berke-Tuhan-an dan hasrat paling akhir dari Bapa surgawi untuk mencurahkan hidup-Nya sendiri bagi umat-Nya. Sungguh mengejutkan, bahwa walaupun Yesus sedang menghadapi oposisi yang sangat keras dari lawan-lawannya, Dia tetap mengundang mereka untuk memilih keselamatan, hidup baru, dan dipermuliakan oleh Allah.

Cintakasih Yesus bagi domba-domba-Nya yang hilang mendesak diri-Nya bekerja tanpa lelah untuk membawa mereka kembali ke dalam Kerajaan Bapa-Nya. Yesus bahkan sangat rindu untuk melihat para pendakwa-Nya percaya pada testimoni-testimoni yang berkaitan dengan kuasa dan kasih-Nya – dari/lewat Bapa surgawi; Yohanes Pembaptis; karya-karya-Nya sendiri, penyembuhan-penyembuhan, dan banyak mukjizat serta tanda-heran lainnya yang diperbuat-Nya melalui kuasa Bapa; Kitab Suci dan kata-kata Musa – agar dengan demikian mereka akan percaya, melakukan pertobatan, dan menerima keselamatan. Cintakasih dan belas kasih (kerahiman) Yesus terus berlanjut bahkan pada hari ini, walaupun kita menentangnya. Allah memiliki hasrat mendalam untuk menyelamatkan setiap orang dari dosa dan kematian (maut).

Dalam hal ini, Santo Maximus [c.580-662], berkomentar sebagai berikut: “Kehendak Allah adalah menyelamatkan kita, dan tiada sesuatu pun yang menyenangkan-Nya selain kita kembali kepada-Nya dengan pertobatan sejati……. Sabda Allah Bapa yang ilahi hidup di tengah kita dalam daging (catatan: sebagai manusia) dan Ia melakukan, menderita, dan mengatakan semua yang diperlukan untuk mendamaikan kita dengan Allah Bapa, pada waktu kita berseteru dengan-Nya, dan untuk memulihkan kita kepada hidup penuh berkat dari mana kita sempat dibuang. Ia menyembuhkan sakit-penyakit fisik kita lewat mukjizat-mukjizat; Ia membebas-merdekakan kita dari dosa-dosa kita …… lewat penderitaan sengsara dan kematian-Nya, menanggung semuanya sendiri, seakan-akan Dialah yang bertanggung jawab, padahal Ia tanpa dosa” (diambil dari Epistola 11, teks bahasa Inggris).

Bilamana kita kembali kepada kawanan kita melalui pertobatan dan iman akan Allah, maka Bapa yang Maharahim tidak pernah ribut-ribut memarahi kita karena dosa-dosa masa lampau kita, melainkan Ia akan merangkul kita, memeluk kita erat-erat, memulihkan martabat kita sebagai anak-anak-Nya. Maka, tidak pernah akan terlambat bagi kita untuk kembali kepada-Nya. Dengan sabar Ia akan terus mencari kita, domba-domba yang hilang. Ketika Dia menemukan kita, maka Dia pun akan bergembira penuh sukacita. Apabila kita sudah lemas karena kelelahan, maka Yesus akan menggendong kita di atas pundak-Nya. Allah Tritunggal Mahakudus dan seluruh isi surga akan bergembira penuh sukacita setiap kali ada anak domba yang hilang kembali ke kawanannya.  Yesus bersabda: “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan” (Luk 15:7).

DOA: Tuhan Yesus Kristus, kami semua diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri, namun kami telah berlumuran dosa. Tuhan, kami mengakui dan menyesali segala dosa kami di hadapan-Mu dan bertobat. Kami menerima undangan-Mu untuk menerima kehidupan sejati, kesembuhan, dan pengampunan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 5:31-47), bacalah tulisan yang berjudul “MEMPERKENANKAN ROH KUDUS BEKERJA DALAM DIRI KITA” (bacaan tanggal 26-3-20) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 20-03 BACAAN HARIAN MARET 2020). 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 4-4-19 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 24 Maret 2020 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS