YESUS JUGA MENGUTUS ANDA DAN SAYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan Wajib S. Paulus Miki, Imam dkk.-Martir – Kamis, 6 Februari 2020)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan Wajib S. Petrus Baptista, Paulus Miki, Filipus dr Yesus dkk.-Martir

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mulai mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat saja, roti pun jangan, kantong perbekalan pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas-kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka, “Kalau di suatu tempat kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat  yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. (Mrk 6:7-13) 

Bacaan Pertama: 1Raj 2:1-4,10-12; Mazmur Tanggapan: 1Taw 29:10, 11ab,11d-12 

Bacaan Injil hari menceritakan bahwa setelah ditolak di Nazaret, Yesus memanggil kedua belas murid dan mulai mengutus mereka berdua-dua untuk mewartakan Injil dan menyerukan pertobatan serta menyembuhkan penyakit-penyakit yang diderita, dan juga untuk menguasai roh-roh jahat. Pertanyaannya adalah apakah para murid sudah sepenuhnya siap dan memenuhi syarat (qualified) untuk itu?

Menarik bagi kita untuk mencatat bahwa bahkan dalam cerita pengutusan para murid ini, Yesus tetap berada di pusat. Yesus-lah yang memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka (Mrk 6:7), seperti Ia pada awalnya telah memanggil masing-masing murid itu untuk datang dan mengikut-Nya (Mrk 3:13-19). Dengan berjalannya waktu, Yesus telah menyatakan diri-Nya dan men-sharing-kan hidup-Nya sendiri dengan mereka. Mereka ini bukanlah rasul-rasul yang mengangkat diri mereka sendiri, dan mereka pun bukanlah pribadi-pribadi yang memiliki kharisma dan kemampuan secara alamiah. Satu-satunya hal yang membedakan diri mereka dengan orang-orang lain adalah relasi pribadi mereka masing-masing dengan Yesus.

Sebelum Ia mengutus mereka berdua-dua, Yesus memberikan kepada kedua belas murid-Nya tersebut kuat kuasa dan otoritas atas roh-roh jahat (Mrk 6:7). Kuasa untuk menyembuhkan orang sakit sudah tercakup karena pada masa itu segala penyakit dilihat sebagai akibat ulah roh-roh jahat. Semua kuasa  para murid datang dari  Yesus. Para murid-Nya tidak pernah pergi ke sekolah teologi dan mereka pun belum mempunyai banyak pengalaman dalam melakukan penyembuhan penyakit dan pengusiran roh-roh jahat. Malah mereka kelihatannya mudah merasa takut dan tidak mempunyai iman yang diperlukan. Namun Yesus memberikan kekuasaan dan otoritas atas realitas-realitas fisik maupun spiritual! Para rasul tidak menawarkan diri mereka secara sukarela untuk misi yang dipercayakan kepada mereka. Inisiatif ada pada Yesus! Mereka sekadar diutus untuk memberi kesaksian siapa Yesus itu, dan untuk memberikan kesaksian tentang kuat-kuasa Allah melalui tindakan-tindakan mereka.

Ternyata tidak ada bedanya pada hari ini. Yesus yang sama, yang memanggil kedua belas murid-Nya sekitar 2.000 tahun lalu, pada hari ini juga memanggil kita masing-masing secara pribadi. Yesus yang sama ini memberikan kepada kita otoritas atas roh-roh jahat dan sakit-penyakit hari ini. Yesus yang sama ini mengutus kita untuk pergi mewartakan Injil Kerajaan Allah secara sederhana, menyembuhkan orang-orang yang sakit, baik fisik maupun spiritual, dan mengasihi tanpa syarat siapa saja yang dijumpai sebagaimana Yesus mengasihi. Kita tidak melangkah maju berdasarkan kemampuan, kesempurnaan kita, atau kuat-kuasa yang kita miliki, melainkan sekadar dalam nama dan kuasa Yesus Kristus. Sang Guru dan Tuhan kita itu telah memilih kita dan memperlengkapi kita agar dapat melakukan kehendak-Nya oleh kuasa Roh Kudus yang hidup di dalam diri kita.

DOA: Tuhan Yesus Kristus, tolonglah kami agar dapat mengenali panggilan-Mu, menerima kuat-kuasa dan otoritas-Mu, dan setia dalam mewartakan Kerajaan Allah seturut kehendak-Mu. Oleh Roh Kudus-Mu, perkenankanlah kami meneruskan anugerah kesembuhan dari-Mu kepada semua orang yang membutuhkannya. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:7-13), bacalah tulisan berjudul “SETIAP ORANG KRISTIANI DIUTUS OLEH YESUS” (bacaan tanggal 6-2-20) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 20-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2020. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-2-19 dalam situs/blog SANG SABDA. 

Cilandak, 5 Februari 2020 [Peringatan Wajib S. Agata, Perawan-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS