Archive for January 1st, 2020

ITU HARUS TETAP TINGGAL DI DALAM KAMU

ITU HARUS TETAP TINGGAL DI DALAM KAMU

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan Wajib S. Basilius Agung & S. Gregorius dr Nazianze, Uskup-Pujangga Gereja – Kamis, 2 Januari 2020

Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias? Inilah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab siapa yang menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Siapa yang mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar sejak semula, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar sejak semula itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetapi tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.

Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari Dia. Karena itu, kamu tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, bukan dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Jadi sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. (1Yoh 2:22-28)

Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4; Bacaan Injil: Yoh 1:19-28 

“Apa yang telah kamu dengar sejak semula, itu harus tetap tinggal di dalam kamu.” (1Yoh 2:24)

Rasul Yohanes telah hidup bersama Yesus sejak awal-awal Yesus muncul di depan umum sebagai seorang rabi. Ia diam bersama-Nya selama tiga tahun penuh dan bahkan berdiri di dekat salib Kristus ketika wafat (Yoh 19:26-27). Apa yang membuat Yohanes begitu setia sebagai murid-Nya? Karena dia memperkenankan ajaran Yesus dan diri-Nya berdiam dalam dirinya (lihat Yoh 15:1-11). Yohanes percaya bahwa dengan tinggal dalam Yesus, maka dia akan mampu untuk menghasilkan banyak buah dalam Kerajaan Allah.

Di tahun-tahun setelah kematian Yesus, Yohanes tentunya sering sekali melakukan permenungan atas sabda Yesus. Ia tentunya mengingat dan mempelajari Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama) sambil juga mencatat pengalaman-pengalamannya. Maka, dengan berjalannya waktu, ajaran-ajaran Yesus tentang tinggal/berdiam dalam diri-Nya menjadi sebuah kenyataan selagi Yohanes berdoa, belajar dan bereksperimen dengan cara-cara yang berbeda-beda dalam meneladan sang Guru.

Seiring dengan bertumbuh-kembangnya komunitas-komunitas Kristiani awal, mereka pun mulai mengalami benturan-benturan budaya antara berbagai falsafah/filsafat dunia dan ajaran-ajaran Yesus. Bagaimanakah kiranya umat Kristiani yang masih muda usia berurusan dengan masalah-masalah abadi dari cinta dunia, nafsu kedagingan, dan keangkuhan hidup (1Yoh 2:12-17)? Dalam suratnya, Yohanes menggunakan segala hal yang telah dipelajarinya selama bertahun-tahun untuk mendorong dan menyemangati komunitasnya agar tinggal/berdiam dalam Kristus: “Apa yang telah kamu dengar sejak semula, itu harus tetap tinggal di dalam kamu” (1Yoh 2:24). Yohanes juga mengajak umatnya untuk senantiasa mengingat bahwa Roh Kudus telah dicurahkan atas diri mereka untuk mengajar mereka dan menolong mereka mengatasi berbagai halangan yang mereka hadapi (lihat 1Yoh 2:27).

Demikian pulalah dengan diri kita masing-masing pada hari ini. Kita terus dibombardir dengan ide-ide duniawi (misalnya lewat berbagai macam iklan), dorongan-dorongan kedagingan kita sendiri, dan rancangan-rancangan jahat dari Iblis. Siapa yang akan menyelamatkan kita? Yesus Kristus, Tuhan kita! Setiap hari, kita dapat mengisi pikiran kita dengan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Setiap hari kita dapat mencari kehadiran-Nya dalam doa. Setiap hari kita dapat mempraktekkan seni berdiam dalam Kristus. Yesus  berjanji bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan diri kita. Dengan demikian yang perlu kita lakukan adalah memperkenankan Dia membimbing/menuntun pikiran-pikiran dan tindakan-tindakan kita. Apabila kita melakukannya, maka kita akan memiliki rasa yakin-percaya. Kita akan diyakinkan bahwa Yesus telah mengalahkan dunia dan kita pun dapat mengalahkan dunia, karena kita berdiam/tinggal dalam Kristus dan Ia tinggal dalam kita.

Santo Basilios Agung, uskup di Kaisarea (330-379) dan Santo Gregorios, uskup di Nazianze (329-389) yang kita peringati hari ini adalah dua orang sahabat yang merupakan para teolog dan pujangga Gereja yang tersohor. Tugas pelayanan mereka sehari-hari, termasuk membela ajaran-ajaran Gereja terhadap serangan-serangan dari kelompok bid’ah, semua berkenan di mata Allah, karena mereka tetap tinggal di dalam Kristus pada situasi apa pun yang dihadapi.

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin tinggal dalam kehadiran-Mu sepanjang hari-hari aku hidup di dunia ini. Tolonglah aku untuk menghayati kehidupan yang bertumpu pada sabda-Mu. Ajarlah aku melalui bacaan-bacaan Kitab Suci bagaimana semestinya menghayati kehidupan yang penuh kasih dan syukur. Terima kasih, Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:19-28), bacalah tulisan yang berjudul “TUGAS YOHANES PEMBAPTIS ADALAH UNTUK MELURUSKAN JALAN TUHAN” (bacaan untuk tanggal 2-1-20), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 20-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2020. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 2-1-19 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 30 Desember 2019

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

SELAMAT TAHUN BARU 2020

Cilandak, 1 Januari 2020

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS