JADILAH KEPADAMU MENURUT IMANMU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Adven – Jumat, 6 Desember 2019)

Peringatan Fakultatif S. Nikolaus, Uskup

Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka, “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Lalu meleklah mata mereka. Kemudian Yesus dengan tegas berpesan kepada mereka, “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu. (Mat 9:27-31) 

Bacaan Pertama: Yes 29:17-24; Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1,4,13-14 

Kasihanilah kami, hai Anak Daud” (Mat 9:27). Dengan kata-kata inilah dua orang buta berseru kepada Yesus. Mereka sadar bahwa mereka terjebak dalam kegelapan, dan mereka mereka memohon dengan sangat kepada sang Rabi dari Nazaret ini – yang mereka rasakan bukan sekadar seorang rabi biasa – untuk mencelikkan mata mereka. Melihat hasrat mereka, Yesus bertanya: “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” (Mat 9:28). Ketika mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya” (Mat 9:28), Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu” (Mat 9:29). Langsung saja mereka meninggalkan kegelapan dan masuk ke dalam terang, semua itu disebabkan iman-kepercayaan mereka bahwa Yesus mampu melakukan sesuatu yang jauh melampaui kemampuan-kemampuan manusiawi.

Dua orang ini adalah sebuah contoh bagi kita, bukan hanya karena iman mereka, melainkan juga karena keterbukaan hati dan fleksibilitas pikiran mereka. Dalam artian tertentu kita semua menderita kebutaan – suatu kebutaan spiritual yang disebabkan tidak mengenal Yesus dan cara-cara-Nya. Kita tidak tahu sampai berapa dalam komitmen Yesus kepada kita, atau sampai berapa kuat Ia dapat bekerja dalam kehidupan kita. Kita semua cenderung untuk mereduksi kehidupan Kristiani kita menjadi seperangkat peraturan “lakukan” dan “jangan lakukan” (do’s and don’ts) sehingga kita luput dari kemungkinan bahwa Yesus mungkin ingin mengejutkan kita dengan sesuatu yang baru dan berbeda. Akan tetapi dua orang buta ini percaya bahwa hanya dengan satu sentuhan saja, Yesus mampu untuk memulihkan penglihatan mereka.

Allah memang ingin mengejutkan kita, membuat kita surprise. Ia ingin menyembuhkan kita dari kebutaan kita dan kekakuan pikiran kita yang terikat pada dunia ini saja. Dia ingin terang-Nya terbit di atas kita sehingga kita dapat diubah dan mulai “melihat” kehidupan tidak seperti sebelumnya, bahkan hal-hal luarbiasa seperti penyembuhan-penyembuhan ajaib – kata kerennya: miraculous healings. Yesus ingin menunjukkan kepada kita bahwa Injil bukanlah seperangkat hukum dan/atau resep, melainkan sebuah undangan kepada suatu relasi pribadi dengan diri-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita menyambut Yesus ke dalam tempat-tempat gelap dalam pikiran kita. Marilah kita mohon kepada-Nya untuk menyingkirkan cara-cara kita yang kaku dalam berpikir tentang Dia dan Injil-Nya. Sebagaimana dua orang buta dalam bacaan Injil hari ini, marilah kita berseru kepada Yesus mohon belas kasihan dan mohon kepada-Nya untuk membuka mata kita bagi kasih dan kuasa-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin melihat. Bukalah mataku agar dapat melihat Engkau dengan lebih jelas lagi. Bukalah hatiku agar dapat mengasihi-Mu secara lebih mendalam. Berikanlah kepadaku sebuah hati yang luwes-fleksibel, sebuah hati yang selalu siap untuk mengenal Engkau secara baru. Tuhan, kejutkanlah diriku dengan kasih-Mu! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini [Mat 9:27-31], bacalah tulisan yang berjudul “INJIL BUKANLAH SEPERANGKAT HUKUM DAN/ATAU RESEP, MELAINKAN SEBUAH UNDANGAN KEPADA SUATU RELASI PRIBADI DENGAN YESUS” (bacaan tanggal 7-12-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-12 DESEMBER 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-12-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 4 Desember 2019 [Peringatan Fakultatif S. Yohanes dr Damsyik, Imam Pujangga Gereja]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS