HARI INI TELAH TERJADI KESELAMATAN KEPADA SEISI RUMAH INI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIII – Selasa, 19 November 2019)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Agnes dr Assisi, Perawan [Ordo II]

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Ia pun berlari mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata kepadanya, “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Melihat hal itu, semua orang mulai bersungut-sungut, katanya, “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, lihatlah, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”  (Luk 19:1-10) 

Bacaan Pertama: 2Mak 6:18-31; Mazmur Tanggapan: Mzm 3:2-7 

“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah ini.” (Luk 19:9)

Czakheus-004erita mengenai Zakheus yang hanya terdapat dalam Injil Lukas ini memang selalu menarik. Setiap kali membaca perikop ini, selalu ada saja aspek yang menarik untuk disoroti. Misalnya, pada hari ini marilah kita mulai dengan pertanyaan: “Apakah kiranya yang menggerakkan hati Yesus sehingga sampai membuat pernyataan di atas? Apakah karena Zakheus mencari Yesus dengan caranya yang begitu kreatif – dengan memanjat pohon ara? Atau apakah karena keputusannya untuk membayar kembali segala keuntungan “haram” yang selama ini telah diperolehnya sebagai seorang pejabat pajak (kepala pemungut cukai)? Dlsb. Pada kesempatan kali ini baiklah kita soroti ungkapan kata-kata “hari ini”.

“Hari ini” adalah satu dari beberapa ungkapan kata-kata favorit dari Lukas, dan merupakan suatu unsur penting dari visinya perihal iman. Sebagaimana Lukas melihatnya, kata-kata “hari ini” mengingatkan kita bahwa keselamatan bukanlah sesuatu yang kita peroleh di masa mendatang yang jauh dari sekarang. Keselamatan itu adalah suatu rahmat yang dapat diperoleh dan dinikmati dalam hidup keseharian kita, kapan saja kita disentuh olehnya. Yesus menjanjikan penjahat yang bertobat di kayu salib: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk 23:43). Dalam hal ini, kematian dan kebangkitan jatuh bersamaan dalam satu tindakan belas kasih.

Bagi Zakheus, “hari ini” datang bukan pada saat kematiannya namun di tengah-tengah hidupnya. Hal ini adalah rahmat konkret dari suatu saat pembaharuan – suatu kesempatan untuk melakukan reformasi atas kehidupan lamanya yang disertai dengan pembaharuan positif atas kehidupan lamanya tersebut. Itu juga adalah waktu untuk mempersiapkan diri bagi suatu masa depan yang baru.

Keselamatan memang telah terjadi di rumah Zakheus ketika Yesus memasuki rumah “boss pajak” tersebut dan ketika dia berkata: “Tuhan, lihatlah, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seorang akan kukembalikan empat kali lipat” (Luk 19:8). Zakheus menerima penebusan-Nya karena dia bertobat dan tidak lupa untuk mengasihi orang miskin serta mengubah cara hidupnya secara radikal. Selain itu, Zakheus juga mengakui bahwa mungkin dia juga telah memeras orang lain dan membayar kesalahannya tersebut.

ZAKHEUS - 003Apabila kita berbuat dosa, kita menjadi buta rohani dan bahkan buta bahwa diri kita sebenarnya buta. Namun demikian Zakheus menduga dirinya buta terhadap keserakahan yang telah dilakukannya. Adalah suatu rahmat agung jika seseorang berdoa agar dibasuh dari kesalahan yang tidak disadarinya (lihat Mzm 19:13).

Injil – khususnya Injil Lukas – tidak menceritakan lebih lanjut tentang Zakheus, tetapi dengan banyak cara yang kecil-kecil Injil tersebut sungguh mengajarkan bahwa perjumpamaan dengan Yesus yang sejati senantiasa membawa hasil yang berdampak bukan sekadar untuk sesaat terhadap kehidupan spiritual seseorang. “Hari ini” akan selalu mengalir menuju keabadian bagi orang yang sungguh berjumpa dengan Yesus. Pada suatu “hari ini” yang tertentu ketika Yesus masuk ke dalam hidup Zakheus, hatinya tergerak untuk melihat seperti apa sih Yesus itu. Dia melihat juga seperti apa hidupnya sendiri. Kemudian dia menanggapi momen rahmat itu secara positif.

DOA: Tuhan Yesus, aku berterima kasih penuh syukur untuk karunia keselamatan yang telah Kauberikan kepadaku. Semoga aku tidak pernah cepat merasa puas dalam mengasihi-Mu dan sesamaku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 19:1-10), bacalah tulisan berjudul “MODEL PERTOBATAN YANG SECARA DITAWARKAN OLEH YESUS” (bacaan tanggal 19-11-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-11 BACAAN HARIAN NOVEMBER 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 20-11-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 November 2019 [Peringatan Fakultatif B. Salomea, Perawan-Ordo II S. Fransiskus] 

Sdr. F.X.Indrapradja, OFS