SUMBER-SUMBER AIR KEHIDUPAN BAGI KITA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran – Sabtu, 9 November 2019)

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. Lalu diiringnya aku keluar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat. (Yeh 47:1-2,8-9,12) 

Bacaan Pertama alternatif: 1Kor 3:9b-11,16-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3,5-6,8-9; Bacaan Injil: Yoh 2:13-22

Pada hari ini kita merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran, yaitu basilika tertua dan salah satu basilika yang paling penting di kota Roma. Pada abad ke-4, Konstantinus yang adalah Kaisar Kristiani pertama, membangun sebuah kapel di atas tanah yang diberikannya kepada istrinya. Berabad-abad lamanya gereja itu secara berulang-kali telah mengalami penghancuran, pembangunan kembali, perluasan, dan renovasi. Namun gereja itu selalu dipandang dan diakui sebagai gereja katedral dari Uskup Roma (Sri Paus).

Basilika Lateran sangatlah impresif – baik dilihat dengan mata maupun dilihat dari sudut sejarahnya – namun yang paling mengesankan adalah bagaimana basilika ini mengekspresikan tujuan Gereja. Sebuah contoh yang paling mencolok adalah tulisan yang tertera pada bejana pembaptisan: “Ini adalah mata air kehidupan, yang membersihkan seluruh dunia, yang berasal dari luka-luka Kristus.” Ini adalah pengingat yang penuh kuasa bahwa Gereja ada untuk melanjutkan karya Kristus di dunia!

Dua ribu tahun lalu, kehadiran Yesus secara fisik/badani membawa kebenaran, rahmat, dan kesembuhan kepada dunia. Namun apa yang dilakukan-Nya dalam dan melalui tubuh-Nya yang fisik itu, sekarang dilakukan-Nya melalui tubuh-mistik-Nya, yaitu Gereja, …… tidak hanya melalui struktur-struktur formal dan para pelayannya yang tertahbis (para klerus) melainkan juga melalui diri kita masing-masing para anggota tubuh-Nya yang awam. Kita semua adalah tangan-tangan dan kaki-kaki Yesus. Melalui kitalah – para anggota Tubuh-Nya, klerus maupun awam – Kristus mengkomunikasikan kasih-Nya, penyembuhan-Nya dan kebenaran-Nya. Nabi Yehezkiel melihat air yang menyembuhkan mengalir dari Bait Suci menuju ke segala penjuru. Dalam artian tertentu, itulah kita: anda dan saya! Kita masing-masing adalah bait Roh Kudus, dan Yesus ingin memenuhi diri kita secara berlimpah.

UAAkan tetapi, agar dapat membawa Kristus ke tengah dunia, kita sendiri harus masuk (membenamkan diri) ke dalam sumber air kehidupan sedalam-dalamnya. Doa-doa pribadi, karunia sakramen-sakramen, hikmat sabda Allah dalam Kitab Suci, kasih kepada saudari-saudara dalam Kristus – semua ini adalah sumber-sumber air kehidupan bagi kita. Apabila Konstantinus, orang yang paling berkuasa di dunia barat pada zaman itu dapat bertobat melalui kesaksian umat Kristiani, bayangkanlah betapa kesaksian kita dapat mempengaruhi para tetangga kita, para teman/sahabat kita, para rekan kerja kita. Apabila kita membenamkan diri kita dalam Kristus, maka kita sungguh dapat mengubah dunia.

Dalam hal ini marilah kita mengingat sabda-Nya: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dimuliakan di dalam Anak” (Yoh 14:12-13).

DOA: Roh Kudus, murnikanlah Gereja-Mu dan penuhilah kami semua dengan hidup-Mu, kasih-Mu, rahmat-Mu dan kebenaran-Mu. Datanglah, ya Roh Kudus, dan tolonglah kami agar mau dan mampu berbela-rasa terhadap orang-orang miskin dan menderita di sekeliling kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (1Kor 3:9-11, 16-17), bacalah tulisan yang berjudul “ADALAH SUATU PRIVILESE UNTUK MENJADI WARGA GEREJA YANG HIDUP” (bacaan tanggal 9-11-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-11 BACAAN HARIAN NOVEMBER 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tangga 9-11-18 dalam situs/blog  SANG SABDA) 

Cilandak, 7 November 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS