SATU HARI UNTUK BERGEMBIRA DALAM KEBESARAN TUHAN DAN PENGHARAPAN AKAN KASIH-NYA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS – Jumat, 1 November 2019)

Lalu aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, “Janganlah merusak bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”

Aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: Seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

Setelah itu aku melihat: Sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat dihitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku dan umat dan bahasa, berdiri di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, “Keselamatan ada pada Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka sujud di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata, “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!” Lalu salah seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Aku berkata kepadanya, “Tuanku, Tuhan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku, “Mereka ini orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. (Why 7:2-4,9-14) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6; Bacaan Kedua: 1Yoh 3:1-3; Bacaan Injil: Mat 5:1-12a. 

Sejak awal eksistensinya, Gereja telah melakukan penghormatan bagi para martir dan pahlawannya. Apa yang dimulai pada tingkat populer-lokal perlahan-lahan terangkai ke dalam liturgi, diawali sekitar abad ke-4 dalam Doa Ekaristi. Pada abad ke-5, sebuah pesta untuk menghormati semua orang kudus dideklarasikan dalam beberapa gereja Timur, dan dari sana perayaan tersebut kemudian dilaksanakan di Roma. Pada tahun 835, Paus Gregorius IV [827-844] mendeklarasikan sebuah “Hari Semua Orang Kudus” sebagai hari pesta untuk seluruh Gereja.

Satu hari untuk memperingati para kudus sebenarnya merupakan satu hari untuk bergembira dalam kebesaran Tuhan dan pengharapan akan kasih-Nya. Kemenangan yang kita lihat dalam diri para kudus memberikan kesaksian tentang Tuhan sendiri. Bukan hanya upaya mereka sendiri yang menghasilkan kekudusan pribadi sedemikian, melainkan pekerjaan Tuhan sendiri yang ingin mencurahkan kepenuhan hidup Yesus ke dalam hati kita. Inilah yang telah menjadi pengharapan dan sukacita semua orang kudus, selalu dan di mana saja, dan merupakan pengharapan dan sukacita kita juga.

Kitab Wahyu berisikan sebuah visi tentang mereka yang telah ditebus Tuhan dan berkumpul di sekitar takhta Allah. “Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (Why 7:14). Kemenangan mereka yang ditebus datang melalui darah Yesus, yang membasuh-bersih mereka, memurnikan mereka, dan memeteraikan mereka dengan janji akan kehidupan kekal.

Sesungguhnya, oleh iman, kuat-kuasa dari darah Kristus tersedia bagi kita setiap hari. Kita dapat berpaling kepada Yesus setiap saat dan memohon agar darah-Nya menutup dosa-dosa kita dan membersihkan kita. Kita dapat memohon kepada-Nya setiap saat untuk mencurahkan kuasa kematian dan kebangkitan-Nya guna memperkuat kita dan memampukan kita untuk hidup sebagai anak-anak Allah. “Betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah” (1Yoh 3:1). Kita adalah anak-anak Allah; Dia telah mengadopsi kita sebagai milik-Nya sendiri! Setiap hari, tangan Bapa diulurkan kepada kita dan kita mempunyai privilese besar untuk berada dekat-Nya.

Marilah kita memusatkan pandangan kita pada Domba di tengah-tengah takhta yang telah berjanji untuk menjadi Gembala kita dan akan menuntun mereka ke “mata air kehidupan” (Why 7:17). Tuhan yang telah bekerja dalam kehidupan para kudus, sekarang siap untuk bekerja dalam diri kita apabila kita mau berpaling kepada-Nya. Allah kita – yang telah memilih kita untuk menjadi milik-Nya sendiri – adalah Allah yang mahasetia!

DOA: Roh Kudus, murnikanlah hatiku. Bentuklah aku agar dapat menjadi sebuah bejana yang layak bagi kehadiran-Mu. Penuhilah diriku dengan keyakinan akan kasih Yesus dan kuat-kuasa-Nya di dalam diriku. Aku akan pergi ke mana saja Engkau menuntunku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (1Yoh 3:1-3), bacalah tulisan berjudul “PENGHORMATAN KEPADA PARA KUDUS YANG KINI DENGAN PENUH SUKACITA MENIKMATI KEMULIAAN HIDUP KEKAL DALAM SURGA” (bacaan tanggal 1-11-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-11 BACAAN HARIAN 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-10-18 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 30 Oktober 2019 [Peringatan Fakultatif B. Angelo dr Acri, Imam Kapusin] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS