DUA PERUMPAMAAN YESUS TENTANG KERAJAAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXX – Selasa, 29 Oktober 2019)


Lalu kata Yesus, “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung bersarang pada cabang-cabangnya.”  Ia berkata lagi, “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Kerajaan itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu sebanyak empat puluh liter sampai mengembang seluruhnya.” (Luk 13:18-21)

Bacaan Pertama: Rm 8:18-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 126:1-6 

Bacaan Injil hari ini memuat dua perumpamaan Yesus tentang Kerajaan Allah. Untuk berbicara mengenai suatu realitas yang tidak/kurang familiar di telinga para pendengar-Nya, biasanya Yesus menggunakan imaji-imaji yang familiar. agar para pendengar-Nya dapat berkontak dengan kebenaran dari apa yang dikatakan-Nya. Kali ini Dia menggunakan imaji-imaji lahan tanah dan dapur. Dalam dua perumpamaan ini, Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Dia tahu bagaimana berpikir besar (how to think big) – dalam artiannya yang baik. Yesus mengajarkan perumpamaan-perumpamaan ini bukanlah sekadar untuk menarik banyak pendengar. Pada faktanya, Dia mengetahui bahwa tidak lama lagi, pada hari Kamis malam sebelum kematian-Nya, jumlah pengikut-Nya akan menyusut sampai seminimum-minimumnya.

Akan tetapi, Yesus menunjukkan di sini bahwa hati-Nya dipenuhi dengan keyakinan. Dari sebutir biji mustar/sesawi akan tumbuhlah sebuah pohon besar di mana burung-burung bersarang pada cabang-cabangnya. Dari sedikit ragi yang diadukkan ke dalam tepung terigu dalam jumlah tertentu akan mengembanglah adonan yang baik. Itulah gambaran Kerajaan Allah, yang dapat berkembang secara perlahan-lahan namun akan bertumbuh karena dibangun dengan benar seturut kehendak Allah.

Yesus tidak memusingkan diri untuk melihat hasil-hasil besar dalam angka-angka atau pengaruh-Nya dalam dunia politik sebelum Ia meninggalkan dunia ini. Yang diprihatinkan oleh-Nya adalah, bahwa benih-benih benarlah yang ditanam di kebun-Nya. Pada faktanya, dapatkah kita mengatakan bahwa rencana Allah bagi umat-Nya menunjuk pada kerendahan hati dan kepercayaan Yesus yang penuh pada Bapa dan Roh Kudus?

Yesus menanam benih-benihnya, namun Ia membiarkan pertumbuhan fenomenal dari Kerajaan Allah kepada pekerjaan Penerus-Nya, Roh Kudus. Setelah kenaikan Yesus ke surga, pada hari yang kesepuluh, datanglah angin kuat dan kobaran api Pentekosta yang cepat menyebar. Yesus membiarkan pertumbuhan Kerajaan Allah dilakukan oleh Roh Kudus dalam hidup para pengikut-Nya. Sebagai pembawa Kabar Baik, sebagai misionaris, kita membutuhkan keyakinan yang dimiliki Yesus itu, kerendahan hati-Nya dan kepercayaan-Nya yang penuh pada Bapa dan Roh Kudus.

DOA: Bapa surgawi, bimbinglah kami agar dapat menanam benih-benih yang benar, kemudian kami mengandalkan diri pada karya besar Roh Kudus yang akan membuat Kerajaan-Mu sungguh bertumbuh. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 13:18-21), bacalah tulisan yang berjudul “PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN YESUS TENTANG BIJI SESAWI DAN TENTANG RAGI” (bacaan tanggal 29-10-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 30-10-18 dalam situs/blog SANG SABDA)  

Cilandak, 28 Oktober 2019 [Pesta S. Simon dan Yudas, Rasul] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS