APAKAH KITA BERSAMA YESUS DAN MENGUMPULKAN BERSAMA DIA?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Jumat, 11 Oktober 2019)

Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpin setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Karena itu, merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”  Apabila roh jahat keluar dari seseorang, ia mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Ia pun pergi dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.” (Luk 11:15-26) 

Bacaan Pertama: Yl 1:13-15;2:1-2; Mazmur Tanggapan: Mzm 9:2-3,6,16,8-9

Yesus bersabda, “Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan” (Luk 11:23). Mungkin saja Yesus menambahkan sedikit penjelasan atas pernyataannya tadi, misalnya: “Dia yang tidak menolong aku memanggul salib sebenarnya membuat salib itu lebih berat: dia yang tidak berjalan dengan Aku dan berbicara dengan-Ku dan hidup dengan-Ku, tentunya dia mengikuti seseorang lain di samping diri-Ku.”

Apabila kita merasa ragu-ragu apakah kita adalah pengikut/murid Kristus yang sejati atau tidak, apakah kita hidup bagi Kristus atau melawan Kristus, kita dengan mudah dapat memperoleh jawabannya dengan bertanya kepada diri sendiri – dan satu hari Jumat tentunya adalah sebuah hari yang baik untuk melakukan hal ini – apakah aku menolong Kristus memanggul salib-Nya? Apakah aku menyangkal diriku sendiri agar dapat menolong orang-orang lain yang membutuhkan pertolongan? Kristus memberikan hidup-Nya sendiri bagi kita semua. Apakah aku memiliki kemauan untuk memikul salib demi cintakasihku kepada orang-orang miskin, mereka yang membutuhkan pertolongan, mereka yang kesepian karena hidup sendiri dan diasingkan? Dapatkah aku mengorbankan waktuku, energiku, uangku agar orang-orang lain dapat hidup lebih pantas serta layak … dan lebih bahagia?

Apakah kita bersama Kristus dalam pemikiran-pemikiran dan kata-kata? Apakah hidup doa kita sedemikian rupa sehingga Kristus seringkali berada bersama kita dan kita dengan diri-Nya? Para sahabat cenderung untuk seringkali berkumpul bersama. Apabila hidup kita bagi Kristus, jika kita memandang Dia sebagai seorang sahabat yang kita kasihi, maka kita akan bersama dengan-Nya secara teratur dalam doa.

Kristus berada bersama dengan kita dalam Gereja-Nya. Dia membuat kehendak-Nya diketahui dan dikenal oleh kita melalui Gereja-Nya. Apakah kita bersama dengan Gereja yang adalah Tubuh Kristus sendiri? Atau, barangkali kita suka kritik sini kritik sana terhadap Gereja, sehingga dengan demikian mengkritisi Yesus Kristus, kepala dari Tubuh itu, …… menunjukkan bahwa kita melawan diri-Nya?

Sekali lagi, ingatlah akan sabda-Nya, “Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.” 

DOA: Tuhan Yesus, engkaulah Jalan, jalan satu-satunya bagi kami. Hanya apabila kami mati bersama-Mu, maka kami dapat sungguh bersama-Mu sampai kehidupan kekal. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:15-26), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS BERBICARA MENGENAI REALITAS ROH-ROH JAHAT” (bacaan tanggal 11-10-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2019.  

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-19-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 9 Oktober 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS