BERSUKACITA BERSAMA TUHAN YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVI – Sabtu, 5 Oktober 2019)

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.”

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”  (Luk 10:17-24) 

Bacaan Pertama: Bar 4:5-12,27-29; Mazmur 69:33-37

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus.”  (Luk 10:21)

Baru saja kembali dari misi mereka, para murid Yesus bersukacita karena kuasa luarbiasa yang telah diberikan Yesus kepada mereka untuk menolong orang-orang yang sakit dan tertindas. Namun Yesus dengan cepat mengingatkan para murid-Nya yang terdiri dari 70 orang itu, bahwa janganlah mereka sibuk memikirkan apa yang telah diberikan oleh-Nya untuk memberdayakan mereka. Yang benar adalah, bahwa mereka bersukacita karena Dia, sumber kuat-kuasa yang sekarang ada dalam diri mereka dan juga pencinta jiwa-jiwa mereka.

Yesus ingin agar para murid-Nya ini menghargai nilai-tertinggi keberadaan mereka bersama dengan diri-Nya. Para murid ini mempunyai privilese berdiam berjam-jam lamanya mendengarkan pengajaran-Nya dan belajar mengenai cintakasih-Nya. Para murid memiliki sukacita mengetahui bahwa Yesus telah membuka “jalan kepada Bapa” bagi mereka. Nama-nama mereka telah “terdaftar di surga” (Luk 10:20). Bukankah hal ini merupakan sebuah alasan yang jauh lebih besar dan penting untuk kegembiraan mereka? (bacalah keseluruhan Luk 10:17-20).

Kita juga diminta untuk bersukacita dalam Tuhan Yesus. Ingatlah apa yang ditulis oleh Paulus kepada jemaat di Filipi: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Flp 4:4). Pantaslah kita bersukacita karena nama kita ada  terdaftar di surga (Luk 10:20). Yesus bersyukur kepada Bapa surgawi, “karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Luk 10:21). Kita bersukacita karena Bapa surgawi telah mewahyukan Putera kepada kita, dan Putera telah mewahyukan Bapa kepada orang “yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” (Luk 10:22).

Sudah sepatutnya kita bergembira dan bersukacita dalam Tuhan sebab “karena anugerah kita diselamatkan oleh iman; bukan hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah” (Ef 2:8). Kita bersukacita karena Kabar Baik Yesus Kristus yang telah dinyatakan kepada kita. “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” (Luk 10:23-24).

Melalui anggota keluarga kita, sekolah, lingkungan, guru agama dan pewarta sabda lainnya, kita memperoleh pernyataan atas Kabar Baik Yesus Kristus itu. Kita sepatutnya bersyukur atas anugerah Tuhan mengirim orang-orang itu kepada kita.

Sekali lagi kita bersyukur, bersukacita karena diperkenankan mengenal dan mengasihi Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau bersabda kepada para murid pada perjamuan terakhir: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.” Berikanlah kepadaku hati, pikiran, kehendak dan sukacita-Mu seturut kehendak-Mu yang kudus. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:17-24), bacalah tulisan yang berjudul “DOA DAN PERNYATAAN DIRI YESUS” (bacaan tanggal 5-10-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 6-10-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Oktober 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS