KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVI – Kamis, 3 Oktober 2019)

Keluarga Besar Fransiskan: Ibadat Sore I/Transitus Bapak Fransiskus

Setelah itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan pemilik tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau kantong perbekalan atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.” (Luk 10:1-12) 

Bacaan Pertama: Neh 8:1-4a,5-6,7b-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-11 

“Kerajaan Allah sudah dekat.” (Luk 10:11)

Apakah misi para murid Yesus? Yesus memberikan kepada murid-murid-Nya sebuah pernyataan misi (mission statement) yang jelas ketika Dia memerintahkan kepada mereka untuk memproklamasikan kepada orang-orang: “Kerajaan Allah sudah dekat padamu” (Luk 10:9). Ini juga merupakan misi kita, para pengikut Yesus di jaman NOW.

Kita tidak perlu menjadi seorang pakar Kitab Suci terlebih dahulu, memakai seragam khusus, atau menggunakan bahasa yang indah-indah untuk melaksanakan misi ini. Apa yang harus kita lakukan hanyalah menjadikan orang-orang di sekeliling kita mengetahui bahwa Allah sangat memperhatikan dan mengasihi mereka dan ingin agar mereka mengalami kasih-Nya yang menyembuhkan. Kalau kita menunjukkan kepada orang-orang lain bahwa kita sungguh memperhatikan mereka, maka mereka pun cukup terbuka terhadap upaya kita berdoa bagi kebutuhan-kebutuhan mereka. Ini sungguh merupakan kesempatan bagi Allah untuk bekerja melalui diri kita!

Ada anak muda Katolik yang sudah lama tidak ke gereja karena menurut dia segalanya adalah rutinitas yang membosankan. Pada suatu hari dia diajak oleh seorang teman lamanya ke pertemuan pendalaman Kitab Suci yang diselenggarakan oleh OMK paroki setiap dua minggu sekali. Setelah beberapa bulan kemudian anak muda itupun memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kasih Allah dan pengampunan-Nya – semua karena dia mempunyai teman-teman yang bertemu secara regular dan berdoa bersama mereka.

Ada saat-saat di mana kita bertemu dengan orang yang tidak pernah ke gereja atau untuk jangka waktu tertentu meninggalkan gereja. Suatu undangan pribadi yang disampaikan dengan kata-kata sopan dan tidak menyakitkan serta sambutan sederhana-terbuka terkadang merupakan satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk bergabung dengan kita dalam Perayaan Ekaristi, pertemuan pendalaman iman/Kitab Suci dlsb. Bukan sesuatu yang hebat, bukan? Saya sendiri mengalaminya, bukan sebagai pribadi yang mengundang, melainkan sebagai si “anak hilang” yang sudah tidak pergi ke gereja sekitar 10 tahun (sekali-kali saja pergi) lamanya. Pada masa itu, ilah/berhala saya adalah karir saya. Memang saya suka membaca buku-buku tentang Yesus, Injil, sejarah Gereja dlsb., namun seringkali sampai pada kesimpulan yang salah (karena tanpa bimbingan dari pribadi-pribadi yang menguasai materi dan jelas tanpa bimbingan Roh Kudus). Ketika kami sekeluarga pulang ke Indonesia dari beberapa tahun dinas di New York, AS., kami suka didatangi pasutri yang tinggal beberapa blok dari rumah kami. Mereka tidak bosan-bosan mengajak kami ke gereja (paroki Cilandak yang baru didirikan). Bangunan gerejanya sendiri belum ada, tetapi masih menyewa ruangan di JIS, Jalan Terogong Raya, Jakarta Selatan. Singkat cerita, antara lain karena upaya pasutri inilah saya sekeluarga kembali ke pangkuan Gereja Katolik yang satu, kudus dan apostolik.

DOA: Tuhan Yesus, perkenankanlah dan gunakanlah diriku untuk ikut serta dalam karya-Mu memanen/menuai jiwa-jiwa untuk Kerajaan-Mu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10-1-12), bacalah tulisan yang berjudul “ROH  KUDUS ADALAH SANG AGEN PERTOBATAN” (bacaan tanggal 3-10-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 4-10-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 1 Oktober 2019 [Pesta S. Teresia dr Kanak-kanak Yesus, Perawan & Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS