SETIAP RAHASIA KERAJAAN ALLAH PADA AKHIRNYA AKAN DINYATAKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan Wajib S. Padre Pio dr Pietrelcina, Imam –  Senin, 23 September 2019)

Keluarga Fransiskan Kapusin (OFMCap. & OSCCap.: Pesta S. Pius dr Pietrelcina (Padre Pio), Imam

Image result for IMAGES OF LUKE 8:16-18

“Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki pelita, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, bahkan apa yang dianggapnya ada padanya, akan diambil juga.” (Luk 8:16-18) 

Bacaan Pertama: Ezr 1:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 126:1-6 

Kadang-kadang kata-kata yang diucapkan oleh Yesus memang dapat membuat orang bingung, misalnya yang berikut ini: “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, bahkan apa yang dianggapnya ada padanya, akan diambil juga” (Luk 8:18). Sekilas lintas kata-kata Yesus ini dapat membuat kita merasa bahwa Dia bersikap kritis terhadap mereka yang serba berkekurangan – walaupun bukan karena kesalahan mereka. Namun apabila kita merenungkannya dengan lebih mendalam, maka kita pun disadarkan bahwa dalam hal ini Yesus berbicara mengenai apa yang telah diberikan-Nya kepada para pendengar-Nya: sabda pewartaan-Nya. Pembedaan yang dibuat Yesus adalah dalam hal bagaimana sabda-Nya itu diterima oleh para pendengar-Nya. Yesus memuji orang-orang yang menerima sabda-Nya dengan penuh syukur dan iman, karena mereka secara sukarela menerapkan dalam kehidupan mereka apa yang mereka terima dari Yesus dan kemudian menghasilkan buah (lihat Luk 8:15).

Yesus mendorong para pengikut-Nya untuk menaruh perhatian pada sabda-Nya dan Ia berjanji: “Tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan” (Luk 8:17). Setiap rahasia Kerajaan Allah pada akhirnya akan dinyatakan. Setiap misteri yang penuh teka-teki bagi kita – misalnya mengapa Yesus harus mati pada kayu salib, mengapa Allah memperkenankan adanya penderitaan, mengapa beberapa anggota keluarga kita lebih terbuka terhadap Allah daripada para anggota keluarga yang lain dlsb. – akan terungkap, dan kita akan melihat hal-hal tersebut dengan kejelasan yang melampaui batasan-batasan intelek manusia.

Bagaimana kita dapat menemukan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini? Melalui meditasi yang dilakukan dalam suasana doa dan studi atas sabda Allah. Semakin banyak kita melibatkan diri dalam mempelajari hikmat Allah, semakin terbentuk pula pikiran kita seturut pikiran Allah. Kita akan mulai berpikir seperti Allah berpikir, dan kita akan mengenal serta mengalami damai-sejahtera yang datang dari permenungan kita atas “dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah” (Rm 11:33). Dengan demikian, bersama Santo Paulus kita akan mampu memproklamasikan: “Kami memiliki pikiran Kristus” (1Kor 2:16).

Yesus berjanji bahwa apabila kita berpegang teguh pada apa yang telah kita terima, maka hal itu akan bertumbuh dan berbuah dalam diri kita. Selagi kita diberi makan oleh sabda Allah, terang dari hikmat-Nya akan memancar keluar dari diri kita, menembus kegelapan dunia. Kesaksian hidup kita akan menarik orang-orang lain kepada kita, dan kita akan mampu mensyeringkan hikmat yang telah kita terima dari Allah dengan mereka. Marilah kita memperkenankan sabda Allah dalam Kitab Suci untuk membentuk diri kita sehingga kita dapat menjadi duta-duta Yesus  untuk dunia.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah menaruh terang-Mu di dalam diri kami melalui sabda-Mu. Semoga terang-Mu dalam diri kami memancar keluar kepada semua orang yang kami temui. Datanglah, ya Tuhan, dan taklukkanlah kegelapan dengan terang kebenaran-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 8:16-18), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS ADALAH SUMBER SEGALA TERANG” (bacaan tanggal 23-9-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-9-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 20 September 2019 [Peringatan Wajib Martir-martir Korea] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS