KARYA-NYA MASIH BERKELANJUTAN SAMPAI HARI INI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Rabu, 4 September 2019)

OFS (Ordo Franciscanus Saecularis): Peringatan Fakultatif S. Rosa dr Viterbo, Perawan Ordo III S. Fransiskus

Kemudian Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Lalu Ia berdiri di sisi perempuan itu dan mengusir demam itu, maka penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya ke atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Dialah Mesias.

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang terpencil. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Di kota-kota lain juga Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.” Lalu Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea. (Luk 4:38-44)

Bacaan Pertama: Kol 1:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 52:10-11

Hari itu tentunya merupakan Hari Kemenangan bagi Yesus! Ia memulai hari sabat itu dengan menanamkan kesan mendalam di hati orang-orang Kapernaum, mengajar di sinagoga dengan penuh kuasa (Luk 4:31-32) dan mengusir roh jahat (Luk 4:33-37). Kemudian Yesus kembali ke rumah Simon Petrus di mana Dia menyembuhkan ibu mertua Simon dari demam keras (Luk 4:38-39). Pada malam harinya, banyak orang sakit dan orang yang kerasukan roh-roh jahat dibawa kepada-Nya. Yesus melayani mereka satu-persatu; sakit-penyakit disembuhkan dan roh-roh jahat diusir pergi (Luk 4:40-41). Inilah bukti nyata bahwa Yesus telah datang dan melakukan segala hal yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya, yaitu “untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19; bdk. Yes 61:1-2).

Dengan demikian, tidaklah mengejutkan apabila orang-orang Kapernaum berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka (Luk 4:42). Yesus memang lain: Di Kapernaum Ia diterima dan dapat melanjutkan karya pelayanan-Nya dengan penuh kenyamanan, namun Ia memilih untuk meninggalkan kota itu agar dapat melanjutkan pewartaan tentang Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan di tempat-tempat lain. Sebagai Pribadi yang diurapi Allah dengan Roh Kudus dan diutus untuk mewartakan Kabar Baik kepada semua orang, Yesus tidak mau berhenti hanya karena diakui sebagai seorang pembuat mukjizat. Ia didorong oleh Roh Kudus yang hidup dalam diri-Nya untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu mendirikan Kerajaan Allah di atas bumi ini.

Dengan menyajikan cerita-cerita penyembuhan orang-orang sakit dan pembebasan orang-orang yang dirasuki roh-roh jahat yang semakin banyak jumlahnya, Lukas menunjukkan bagaimana Yesus terus bekerja. Selama pelayanan-Nya, Yesus tidak pernah berhenti bekerja – tidak hanya membuat berbagai mukjizat dan tanda heran lainnya, melainkan juga mengampuni dosa orang-orang dan menyatakan Allah Bapa kepada mereka. Yesus senantiasa mencari semakin banyak orang, memanggil mereka untuk melakukan pertobatan batin dan menjalin relasi dengan Allah Bapa secara lebih mendalam.

Sekarang Yesus berada di surga dalam kemuliaan dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, namun Yesus tetap melanjutkan karya untuk memajukan Kerajaan-Nya di tengah dunia. Sebagai para anggota tubuh Kristus di dunia, kita terus menerima dari Yesus pelayanan-Nya untuk dalam hal penyembuhan, pembebasan dari ikatan/pengaruh roh-roh jahat, dan juga pengampunan dosa. Yesus tidak pernah berhenti memanggil kita untuk masuk ke dalam kehidupan dengan diri-Nya dan oleh kuasa Roh Kudus-Nya terus membentuk diri kita agar mengalami pertumbuhan progresif dalam hal kekudusan, kuat-kuasa untuk mengalahkan dosa, dan mengasihi sesama kita. Oleh karena itu marilah kita mengikuti Yesus Kristus dengan sepenuh hati. Marilah kita membuka hati kita bagi kuat-kuasa-Nya yang memberi kehidupan dan cintakasih.

DOA: Tuhan Yesus, bukalah diri kami agar dapat mengalami kepenuhan berkat-berkat Kerajaan Surga. Perkenankanlah sabda-Mu membawa kehidupan bagi kami dan menyatakan tujuan-tujuan-Mu bagi kami-manusia yang masih hidup di dunia. Kami ingin menanggapi rahmat-Mu secara mendalam. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 4:38-44), bacalah tulisan yang berjudul YESUS MENYEMBUHKAN ORANG-ORANG YANG MENDERITA BERMACAM-MACAM PENYAKIT (bacaan tanggal 4-9-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabdaa.wordpress.com; kategori: 19-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-9-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 2 September 2019 [Peringatan para martir Fransiskan dalam Revolusi Perancis] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements