PEMBERITAHUAN KEDUA TENTANG SENGSARA DAN KEMATIAN-NYA

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIX – Senin, 12 Agustus 2019)

Peringatan Fakultatif: S. Yohana Fransiska dr Chantal

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut pajak Bait Allah kepada Petrus dan berkata, “Apakah gurumu tidak membayar pajak sebesar dua dirham itu?” Jawabnya, “Memang membayar.” Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan, “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea atau pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus, “Dari orang asing!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Jadi, bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau. Tangkaplah ikan pertama yang kaupancing dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” (Mat 17:22-27) 

Bacaan Pertama: Ul 10:12-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:11-15,19-20 

Baiklah dalam kesempatan ini kita menyoroti bagian pertama saja dari bacaan Injil hari ini (Mat 17:22-23).

Para murid Yesus seringkali dikritik sebagai orang-orang yang lamban mengerti. Mereka sudah segalang-segulung dengan Yesus selama tiga tahun. Mereka mendengarkan ajaran-ajaran-Nya, menyaksikan Dia menyembuhkan orang-orang sakit, membangkitkan orang yang sudah mati, mengusir roh-roh jahat, bahkan tiga orang dari para murid menyaksikan transfigurasi-Nya di atas gunung yang tinggi. Akan tetapi kelihatannya semua itu kurang cukup. Yesus telah menjelaskan kepada para murid-Nya bahwa perlulah bagi-Nya untuk menanggung penderitaan yang berat, penolakan dan kematian yang kejam-mengerikan di tangan para musuh-Nya …… menggenapi rencana Allah untuk penebusan kita (Mat 16:21). Akan tetapi Yesus juga mengatakan kepada mereka bahwa Dia tidak akan tetap mati. Dia akan bangkit lagi pada hari ketiga.

Dalam Bacaan Injil hari ini, ketika Yesus mengatakan kepada para murid untuk kedua kalinya tentang penderitaan sengsara-Nya yang akan terjadi tidak lama lagi, maka mereka menjadi sedih sekali. Mereka tidak mampu untuk memandang atau membayangkan melampaui prospek kematian Yesus. Janji-Nya akan kebangkitan barangkali tidak sampai ke dalam pikiran mereka, atau tidak terdengar oleh mereka karena sudah “keburu” menjadi sedih sekali. Atau, apakah mereka tidak percaya akan kebangkitan itu?

Memang mudahlah bagi kita untuk mengkritisi para murid untuk ketiadaan pemahaman, namun pikirkanlah mengenai hal-hal yang disampaikan kepada mereka. Apa yang dikatakan Yesus kepada para murid-Nya itu memang sungguh menantang – hampir-hampir tidak logis. Biar bagaimana pun juga Dia mengatakan kepada mereka hal-hal yang bahkan hari ini saja kita masih menyebutnya sebagai misteri iman. Tentu saja mereka membutuhkan waktu untuk melakukan permenungan atas apa yang mereka dengar – atau paling sedikit mengalaminya dan tidak sekadar mendengarnya.

Bahkan hari ini pun rencana Allah seringkali terselubung dalam misteri dan sungguh sulit untuk dipahami. Oleh karena itu bukannya sebagai pemicu kritik-kritik kita, contoh yang diberikan para murid dalam kasus ini seharusnya menjadi suatu sumber penghiburan dan pengharapan besar bagi kita semua. Kita tidak perlu langsung menjadi benar dalam pemahaman kita secara langsung. Kita juga – seperti para murid – pada akhirnya dapat mengatasi ketiadaan/kekurangan iman kita.

Selagi mereka menyaksikan dan mengalami terungkapnya penderitaan sengsara Yesus, para murid mulai memahami rencana Allah. Pada hari Paskah, mereka “bergerak maju” dari “keputusasaan dan kepengecutan” kepada “iman dan keberanian”. Ujung-ujungnya, mereka menjadi mengerti karena mereka bertekun. Oleh karena itu marilah kita melakukan hal yang sama. Marilah kita bertekun dalam iman-kepercayaan kita. Marilah kita mencari jawaban-jawaban dalam Kitab Suci dan ajaran-ajaran Gereja. Walaupun kiranya ada sesuatu yang tidak masuk akal, kita tetap dapat percaya bahwa Yesus mengetahui apa yang kita butuhkan dan Ia akan menyatakan diri-Nya dan kebenaran-kebenaran secara lebih penuh kepada kita – pribadi demi pribadi – selagi kita bertekun.

Saudari-Saudaraku yang terkasih, percayalah bahwa Yesus tidak akan meninggalkan kita! Yesus adalah sang Imanuel!

DOA: Yesus, ada saat-saat di mana sulit bagiku untuk percaya, namun aku tahu bahwa Engkau akan menyatakan diri-Mu dalam misteri-misteri kehidupan guna membimbingku. Tuhan Yesus, ajarlah aku agar dapat menjadi murid-Mu yang setia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 17:22-27), bacalah tulisan yang berjudul “BERMURAH-HATI KEPADA ALLAH DAN SESAMA (bacaan tanggal 12-8-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2019.  

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-8-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 9 Agustus 2019 [Peringatan Fakultatif S. Teresia Benedikta dr Salib, Perawan Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements