NGEREJA-NYA DIPERUNTUKKAN BAGI SEMUA ORANG

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVIII – Rabu, 7 Agustus 2019)

Peringatan (Fakultatif) S. Sixtus II, Paus dkk. Martir – Peringatan (Fakultatif) S. Kayetanus, Imam

Keluarga OFMCap./OSCCap. Dan OFMConv.: Peringatan (Fakultatif}: B. Agatangelus dan Kasianus, Imam Martir

Kemudian Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Lalu datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya, “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita sambil berteriak-teriak.” Jawab Jesus, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, “Tuhan tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Lalu Yesus berkata kepadanya, “Hai ibu, karena imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Seketika itu juga anaknya sembuh.  (Mat 15:21-28) 

Bacaan Pertama: Bil 13:1-2a,25-14:1,26-29,34-35; Mazmur Tanggapan: Mzm 106:6-7a,13-14,21-23

Dalam kitab-kitab Injil, hanya dua orang yang dipuji oleh Yesus untuk iman-kepercayaan mereka yang besar: Yang pertama adalah seorang perwira tentara Romawi yang berkata kepada Yesus: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Mat 8:8). Yesus berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya tentang iman sang perwira itu: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel” (Mat 8:10). Yang kedua adalah perempuan Kanaan yang diceritakan dalam bacaan Injil hari ini, yang “ngotot” mohon kepada Yesus agar anak perempuannya disembuhkan/dilepaskan dari kuasa roh jahat. Memang pada teks di atas yang diambil dari Perjanjian Baru edisi TB II-LAI pujian Yesus tidak secara eksplisit mengungkapkan betapa besar iman sang ibu Kanaan itu, namun kiranya pujian Yesus itu lebih jelas terasa dalam teks Alkitab TB I-LAI. Bunyinya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki” (Mat 15:28). Yang menyentuh hati adalah kenyataan, bahwa kedua orang yang memiliki “iman besar” itu adalah bukan orang Yahudi …… orang-orang kafir; mereka yang dipandang tidak bersih oleh sebagian besar umat Yahudi.

Sekali lagi, kedua pribadi yang disebutkan di atas bukanlah orang Yahudi dan …… dua-duanya datang kepada Yesus demi orang lain, sang perwira demi hambanya (Mat 8:6) dan perempuan Kanaan demi anak perempuannya (Mat 15:22). Dalam kedua kasus ini, Yesus melakukan penyembuhan dari jarak jauh. Baik sang perwira maupun perempuan Kanaan itu jelas-nyata adalah orang-orang yang rendah hati: dengan bebas mereka mengakui status mereka yang lebih rendah sebagai orang-orang yang tidak termasuk dalam bilangan orang Israel yang mengikat perjanjian dengan Allah (lihat Mat 15:26).

Kedua orang itu mempunyai iman-kepercayaan yang besar kepada Yesus. Perwira itu sangat yakin bahwa Yesus mempunyai kekuasaan atas segala sesuatu. Di lain pihak, ketetapan hati perempuan Kanaan itu menunjukkan bahwa dia yakin dan percaya bahwa Yesus dapat menolongnya.

Yang harus digaris-bawahi di sini adalah bahwa kita tidak dapat membuat pengalaman kedua orang tadi menjadi suatu rumusan tentang bagaimana meminta Allah untuk melakukan apa yang kita inginkan. Namun kita harus percaya pada kuat-kuasa-Nya, maka kita pun tidak akan dikecewakan.

Perlakuan Yesus terhadap kedua orang bukan Yahudi tersebut merupakan tanda bahwa Gereja-Nya diperuntukkan bagi semua orang. Namun demikian kita harus memperhatikan betapa seriusnya Yesus menanggapi perjanjian Allah dengan umat Yahudi (lihat Mat 15:24-26). Perhatikanlah tanggapan Yesus terhadap permohonan perempuan Kanaan itu (Mat 15:25): “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (Mat 15:26).

Allah memang memilih umat-Nya, dan pilihan-Nya membuat segala sesuatu menjadi berbeda. Sampai saat ini Ia masih berhubungan dengan kita – baik orang Yahudi maupun umat Kristiani – bukan sebagai perorangan melainkan sebagai umat yang mengikat perjanjian dengan-Nya.

Marilah kita belajar dari perempuan Kanaan ini, teristiwa kerendahan hatinya yang tulus dan ketekunannya dalam menyampaikan permohonannya kepada Yesus. Janganlah kita menjadi merasa gelisah bagaimana kita dapat bertumbuh sebaik-baiknya di dalam dua keutamaan yang disebutkan tadi. Setiap hari kita menghadapi berbagai tantangan dan pencobaan yang sebenarnya memberikan banyak kesempatan kepada kita untuk belajar cara mendekati Yesus seperti dicontohkan oleh Ibu Kanaan ini dan oleh sederetan panjang nama-nama orang kudus yang terdapat dalam Kitab Suci dan sepanjang sejarah Gereja, a.l. Santa Monika.  Yang diperlukan oleh kita adalah agar tetap membuka mata hati kita dan menjaga agar hati kita tetap murni. Dengan demikian kita masing-masing dapat dibentuk oleh Roh Kudus menjadi pribadi yang rendah hati dan tekun. Maka kita pun akan menyadari  bahwa sebenarnya Yesus selalu ada bersama kita, menguatkan iman-kepercayaan kita dan mendengar doa-doa kita. Ingatlah bahwa Dia adalah Imanuel – Allah yang menyertai kita (Mat 1:23). Dalam ayat terakhir Injil Matius tercatat bahwa Dia sendiri bersabda: “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat 28:20).

Sekarang, baiklah dalam keheningan kita masing-masing bertanya kepada diri sendiri: “Apakah ada hal-hal dalam hidupku di mana aku telah merasa bosan meminta kepada Tuhan apa yang kubutuhkan? Apakah kisah tentang perempuan Kanaan itu memberikan sebuah pelajaran kepadaku?”  

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah menjadikan diriku bagian dari umat perjanjian. Tolonglah aku agar dapat memahami arti dari hidup sebagai anggota Gereja-Mu. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 15:21-28), bacalah tulisan yang berjudul “KARENA IMANMU” (bacaan tanggal 7-8-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 8-8-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 5 Agustus 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements