CERITA TENTANG SALAH SEORANG BOANERGES

(Bacaan Pertama  Misa Kudus, Pesta Santo Yakobus, Rasul – Kamis, 25 Juli 2019)

Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Dengan demikian, maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.

Namun demikian karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Karena kami tahu bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus, Ia juga akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi karena kamu, supaya anugerah yang semakin besar berhubungan dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah. (2Kor 4:7-15) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 126:1-6; Bacaan Injil: Mat 20:20-28 

“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” (2 Korintus 4:8-9)

Pada hari ini kita merayakan pesta Santo Yakobus, saudara dari Yohanes Penginjil dan anak dari Zebedeus. Kedua rasul bersaudara ini diberi oleh Yesus nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh (Mrk 3:17). Atas perintah Raja Herodes Agrippa, Yakobus ditangkap dan dibunuh (Kis 12:1-2). Dengan demikian Yakobus merupakan rasul Kristus pertama yang dibunuh sebagai martir bagi Yesus Kristus.

Yakobus pastilah seorang rasul yang sangat kuat karena dialah yang dipilih oleh Herodes Agrippa untuk yang pertama dipancung, hal mana menyenangkan hati orang Yahudi (Kis 12:3). Oleh karena itu, Herodes Agrippa membuat rasul Petrus menjadi target selanjutnya (Kis 12:3).

Yakobus – rasul Kristus pertama yang mati demi kasih kepada-Nya – kiranya bersama Yohanes pernah merupakan masalah bagi rasul-rasul lain, gara-gara permohonan ibunda mereka yang meminta jabatan istimewa bagi kedua anaknya itu (lihat Mat 20:20-28, khususnya ayat 24; bdk. Mrk 10:35-45). Jabatan Menko-Menko dalam kabinet Kristus? Dengan penuh kesabaran Yesus berkata kepada para murid-Nya bahwa cara untuk mencapai kemuliaan adalah dengan merendahkan diri untuk melayani dengan rendah hati (Mat 20:26-27).

Yakobus pada akhirnya menerima nasihat Yesus dan menyimpannya dalam hatinya. Setelah Pentakosta, Yakobus tidak mencoba untuk menyelamatkan hidupnya sendiri. Bersama para rasul yang lain, Yakobus secara terus-menerus memberitakan Kabar Baik Yesus Kristus kepada orang banyak. “Kisah para Rasul” mencatat: “Setiap hari mereka mengajar di Bait Allah dan di rumah-rumah dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias” (Kis 5:42), serta membuat mukjizat-mukjizat dan berbagai tanda heran lainnya (lihat Kis 5:12). Dengan iman yang besar, Yakobus memberikan hidupnya sendiri demi cintakasih kepada Allah dan umat-Nya (bdk. Mat 20:28).

Seperti Yakobus, semoga hidup kita menjadi sedemikian kuatnya dalam Yesus, sehingga dengan demikian kita merupakan seorang “tanda lawan” yang menjadi “masalah” bagi siapa saja yang menentang Yesus dan segala sabda dan perbuatan baik yang dilakukan-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Allah Yang Mahalain, kuduslah nama-Mu. Semoga kehadiran Roh-Mu di dalam hati kami masing-masing – seperti halnya dengan Rasul Yakobus, kami tidak mengenal rasa takut dalam mengikuti jejak Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (2Kor 4:7-15), bacalah tulisan yang berjudulBIARLAH DIRI KITA JUGA DILUCUTI” (bacaan tanggal 25-7-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-07 BACAAN HARIAN JULI 2019.  

Cilandak, 22 Juli 2019 [Pesta S. Maria Magdalena] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements