MEMBERITAKAN BAHWA KERAJAAN SURGA SUDAH DEKAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Benediktus, Abas – Kamis, 11 Juli 2019)

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; sembuhkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat nafkahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Apabila seseorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.” (Mat 10:7-15) 

Bacaan Pertama: Kej 44:18-21,23b-29,45:1-5; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:16-21 

“Pergilah dan beritakanlah: ‘Kerajaan Surga sudah dekat’.” (Mat 10:7)

Apakah yang dimaksudkan dengan “Kerajaan Surga” atau “Kerajaan Allah” ini, sehingga Yesus mengutus para murid/rasul-Nya untuk mewartakan Kerajaan itu? Banyak orang Yahudi telah lama berharap akan kedatangan sebuah kerajaan dunia, yang akan mengusir orang-orang Romawi yang selama itu menjajah dan menindas mereka. Akan tetapi Kerajaan Surga yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah sebuah kerajaan yang mengikuti norma-norma sebagaimana ditentukan oleh kekuasaan militer atau politik, melainkan ditentukan oleh kasih dan belas-kasih serta bela-rasa terhadap para pendosa yang terluka, mereka yang menderita sakit-penyakit dan hidup tanpa kerabat dan teman, bagi mereka yang tertimpa rasa takut dan tak berdaya karena terbelenggu oleh kuasa si Iblis.

Sebagai pertanda kedatangan Kerajaan Allah, para murid diperintahkan oleh Yesus untuk “menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang kusta, mengusir roh-roh jahat” (Mat 10:8). Bagaimana mungkin mereka akan mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan hebat seperti itu? Bukankah Yesus adalah satu-satunya Pribadi yang memiliki otoritas untuk melakukan segala hal itu? Jawabannya terletak pada satu pernyataan Yesus yang dibuat-Nya kemudian dalam Injil: “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 18:3).

Kerajaan Surga dimaksudkan bagi orang-orang sederhana, yang mempunyai rasa percaya seperti anak-anak (child-like trust, bukan childish) terhadap Bapa surgawi. Yesus memanggil para murid-Nya untuk melakukan hal-hal yang tak mungkin dengan pertolongan Allah. Hanya seorang pribadi sederhana saja yang dapat melakukan hal itu, seorang pribadi yang mengetahui dan menyadari bahwa dirinya tidak berarti samasekali, namun tetap percaya akan kemungkinan-kemungkinan tanpa batas dari Allah yang kekal dan Mahakuasa. Jadi, Yesus membawa sebuah Kerajaan yang dapat diakses oleh orang-orang yang memiliki iman dan rasa percaya yang sederhana.

Apa saja yang akan menjadi tanda-tanda Kerajaan  yang baru ini? Orang-orang akan menolak dosa dan mulai melayani mereka yang berada di sekeliling mereka. Ada juga yang dengan jelas berubah dari wajah muram karena tekanan dosa ke wajah cerah berseri-seri karena dosa yang telah diampuni. Karakteristik-karakteristik Yesus sendiri menjadi nyata terlihat dalam diri para pengikut-Nya selagi mereka mulai hidup dalam kasih, belas-kasih, kebaikan, dan kelemah-lembutan (Gal 5:22-23). Kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan, keserakahan oleh pelayanan yang dilakukan dengan kemurahan hati.

Kerajaan Allah tidak kurang riilnya pada hari ini ketimbang pada waktu Yesus untuk pertama kalinya mengutus para murid-Nya. Yesus terus hadir di tengah-tengah kita, Dia rindu untuk memajukan tujuan-tujuan-Nya dalam diri kita dan melalui kita. Apabila kita datang kepada-Nya dengan rasa percaya, seperti anak-anak kecil, Ia akan menggunakan kita untuk membawa pengampunan bagi para pendosa, pengharapan bagi yang letih-lesu dan berbeban berat, dan kesehatan bagi mereka yang menderita sakit-penyakit.

Sekarang, marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing, “Bukankah, sebuah Kerajaan seperti ini sangat pantas bagi seluruh hidupku?”

DOA: Tuhan Yesus, aku adalah murid-Mu. Aku ingin mengalami dan ikut ambil bagian dalam sukacita hidup dalam Kerajaan Surga. Kabulkanlah doaku ini, ya Tuhan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 10:7-15), bacalah tulisan yang berjudul “SETIAP ORANG KRISTIANI IKUT AMBIL BAGIAN DALAM MISI INI” (bacaan tanggal 11-7-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-07  BACAAN HARIAN JULI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-7-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 9 Juli 2019 [Peringatan S. Gregorius Grassi, Uskup, S. Agustinus Zhao Rong, Imam Martir dkk – Martir-martir Tiongkok] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements