YESUS MEMANGGIL KEDUA BELAS RASUL DAN MENGUTUS MEREKA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Rabu, 10 Juli 2019)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan S. Nikolaus Pick, dkk. Martir

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama, Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka, “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. (Mat 10:1-7) 

Bacaan Pertama: Kej 41:55-57; 42:5-7a, 17-24a; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-3, 10-11, 18-19

Bacaan Injil hari ini adalah tentang panggilan dan pengutusan para rasul Yesus yang berjumlah 12 (dua belas) orang itu.

Sebagaimana daftar (silsilah) nenek moyang Yesus Kristus (Mat 1:1-17), daftar nama para rasul mempunyai pesan penting. Misalnya di antara para pengikut yang dipilih-Nya menjadi rasul terdapat seorang (Lewi atau Matias) mantan pemungut cukai/pajak – orang yang berkolaborasi dengan pemerintahan penjajah di Roma – yang dipanggil oleh Yesus ketika masih aktif bekerja di kantor/pos cukai/pajaknya (Mat 10:3). Ada pula Simon orang Zeloti (Mat 10:4), seorang anggota kelompok yang terdiri dari orang-orang revolusioner yang melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Romawi dengan jalan kekerasan. Ada pula yang tidak jelas latar belakangnya atau asal-usulnya, seperti Yudas Iskariot yang kemudian mengkhianati Dia (Mat 10:4); namun demikian mayoritas yang dipanggil adalah para nelayan.

Yesus memang tidak mengenal favoritisme. Siapa pun atau apa pun mereka sebelum mengenal diri-Nya tidak penting bagi Yesus. Semakin dekat seseorang dengan Yesus dalam komunitas/keluarga-Nya, maka dia pun cepat-lambat akan berubah dan menyadari bahwa dirinya dapat saling bekerja sama dengan orang-orang lain, bahkan yang dulu mereka perlakukan sebagai musuh.

Yesus mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab untuk memberitakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat (Mat 10:7). Matius yang menulis Injilnya menjelang akhir abad I, ingin agar para pembaca Injilnya menyadari bahwa tanggung jawab itu telah menjadi tanggung jawab mereka juga. Dan sekarang tanggung jawab itu jatuh kepada kita, anda dan saya, para murid Yesus zaman now. 

DOA: Bapa surgawi, aku merasa takjub ketika menyadari bahwa Engkau masih mau mengasihi diriku. Walaupun aku lemah dan penuh dosa, Engkau telah berbelaskasih dan baik hati terhadapku. Pancarkanlah terang Roh Kudus-Mu atas area-area dalam diriku di mana aku sungguh membutuhkan belas kasih-Mu. Biarlah rasa penyesalanku yang benar di hadapan-Mu menghidupkan aku kembali, sehingga dengan demikian aku dapat melanjutkan hidupku sebagai sebagai murid Yesus Kristus yang setia. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 10:1-7), bacalah tulisan yang berjudulMARILAH KITA BERBAGI ANUGERAH DENGAN ORANG-ORANG LAIN” (bacaan tanggal 10-7-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-07 PERMENUNGAN ALKITABIAH JULI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-7-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 8 Juli 2019

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements