MENJADI BEBAS UNTUK MEWARTAKAN KABAR BAIK  

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Selasa,  10 Juli 2018)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan S. Gregorius Grassi, Uskup, S. Augustinus Zhao Rong, Imam dkk. Martir-martir Tiongkok

Sementara kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan itu diusir, orang bisu itu dapat berkata-kata. Lalu heranlah orang banyak, katanya, “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Tetapi orang Farisi berkata, “Dengan kuasa pemimpin setan ia mengusir setan.”

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Mat 9:32-38)

Bacaan Pertama: Kej 32:22-32; Mazmur Tanggapan: Mzm 17:2-3,6-8a,15 

Tujuan Matius menulis Injilnya antara lain adalah untuk menunjukkan bagaimana peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus memenuhi semua yang telah ditulis dalam Perjanjian Lama. Sepanjang Injilnya, Matius berusaha untuk mengkonfirmasi bahwa Yesus adalah pemenuhan janji-janji Allah kepada umat-Nya. Cerita tentang penyembuhan seorang bisu yang kerasukan roh jahat dalam bacaan Injil hari ini mengilustrasikan suatu pemenuhan nubuatan dalam Kitab Yesaya: “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai” (Yes 35:5-6).

Matius juga menceritakan bagaimana hati Yesus tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak yang mengikuti diri-Nya. Yesus memahami teriakan minta tolong dalam hati orang-orang itu agar disembuhkan dan Ia memiliki bela-rasa bagi mereka, “karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala” (Mat 9:36). Dari kedalaman hati-Nya Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat 9:37-38).

Kelihatannya Matius telah memberikan sebuah tempat yang strategis dalam Injilnya untuk cerita tentang penyembuhan orang bisu yang kerasukan roh jahat ini. Matius menempatkan cerita ini pada bagian akhir dari serangkaian cerita penyembuhan dan tepat sebelum Yesus memanggil kedua belas rasul dan mengutus mereka untuk perjalanan misioner mereka yang pertama (Mat 10:1-15). Dalam konteks ini, Matius telah membuat penyembuhan orang bisu yang kerasukan roh jahat sebagai lambang dari panggilan untuk mewartakan Injil. Dengan diusirnya roh jahat tersebut, maka orang yang kerasukan itu menjadi bebas untuk mewartakan Kabar Baik; artinya dia dapat menjadi salah seorang pekerja yang dikirim untuk tuaian itu (Mat 9: 38).

Dalam artian tertentu, kita sebenarnya seperti orang yang kerasukan itu. Kemampuan kita untuk berkisah tentang Yesus kepada orang-orang lain seringkali terkendala oleh kerja licin-lihai dari si Jahat dan roh-roh jahat pengikutnya melalui rasa takut gagal dlsb. Akan tetapi, Yesus sungguh dapat membebaskan kita dengan sentuhan-Nya yang menyembuhkan selagi kita menghadap-Nya dalam doa dan mencari hikmat-Nya dalam Kitab Suci. Kita dapat memohon kuasa Roh Kudus agar memampukan kita mewartakan Injil, baik lewat kata-kata yang kita ucapkan maupun teladan hidup kita. Marilah kita berdoa, memohon agar Allah sudi mengirimkan lebih banyak pekerja – orang-orang biasa seperti kita – yang telah mengenal dan mengalami kasihYesus dan memang ingin melayani-Nya. Tuaian memang banyak, dan kita semua diundang untuk ikut menuai!

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau membebaskan kami dari cengkeraman si Jahat dan memberikan kepada kami hidup yang baru. Tolonglah kami agar senantiasa setia kepada-Mu. Jadikanlah kami pekerja-pekerja untuk tuaian-Mu, membawa banyak orang ke dalam Kerajaan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:32-38), bacalah tulisan yang berjudul “ORANG FARISI MENUDUH YESUS MENGUSIR SETAN DENGAN KUASA PEMIMPIN SETAN” (bacaan tanggal 9-7-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-07 BACAAN HARIAN JULI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 10-7-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Juli 2019 [HARI MINGGU BIASA XIV – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements