MEMBERITAKAN KERAJAAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, PERINGATAN SANTO BARNABAS, RASUL – Selasa, 11 Juni 2019)

KONGREGASI FRANSISKANES SAMBAS [KFS]: HARI RAYA S. BARNABAS, RASUL – HARI JADI KONGREGASI

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; sembuhkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kami telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa kantong perbekalan dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat nafkahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. (Mat 10:7-13) 

Bacaan Pertama: Kis 11:12b; 13:1-3; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:2-6

Yesus mendelegasikan wewenang (dan tanggung jawab yang menyertai wewenang itu) kepada keduabelas rasul-Nya untuk memberitakan bahwa Kerajaan Surga (=Kerajaan Allah) telah dekat (Mat 10:7). Sebelum itu Yesus wanti-wanti menandaskan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah ke domba-domba yang hilang dari umat Israel” (Mat 10:5-6). Jadi, masih terbatas pada lingkup  bangsa Israel.

Matius yang diperkirakan menulis Injilnya menjelang akhir abad pertama Masehi, ingin agar pembaca Injilnya menyadari bahwa tanggung jawab itu telah menjadi tanggung jawab mereka juga. Sekarang tanggung jawab tersebut jatuh kepada kita, para murid-Nya di zaman modern ini.

Mat 10:9-10 memberikan nasihat kepada para murid untuk melakukan perjalanan layaknya backpackers, yaitu “to travel light”! Suatu nasihat yang praktis masih berlaku sampai hari ini. Barangkali anda juga sudah mengetahui bahwa pesan dalam Mat 10:9-10 memberi inspirasi kepada Fransiskus dari Assisi [1181-1226] dan satu-dua pengikutnya untuk mulai menghayati hidup Kristianinya sebagai pengkhotbah keliling, komunitas mana berkembang sampai menjadi keluarga rohani terbesar di dalam Gereja Katolik. Bahkan gereja Kristen Lutheran, Anglikan, Methodis memiliki komunitas-komunitas Fransiskan juga. Namun kedua ayat itu tidaklah berarti bahwa setiap murid Yesus harus menjadi Fransiskan.

Kerajaan Allah yang dinanti-nantikan oleh orang Yahudi akan tiba pada akhir zaman, telah datang di tengah umat manusia dengan perantaraan Yesus. Tidak ada yang lebih penting daripada memberitakan hal itu. Yesus hanyalah menginstruksikan keduabelas murid-Nya untuk meninggalkan segala sesuatu yang akan membebani dan mengganggu kegiatan kerasulan mereka.

Dalam memberi instruksi kepada keduabelas murid-Nya ini, Yesus tidak memasukkan satu tugas ke dalam misi mereka, yaitu tugas “mengajar”. Walaupun “pengajaran” memegang peran yang sentral dalam penggambaran Matius tentang Yesus, hal ini tidak disebutkan. Kelihatannya tugas “pengajaran” dicadangkan sampai “Amanat Agung” yang disampaikan sebelum kenaikan-Nya ke surga. Pada waktu itu kepada sebelas rasul (12 orang minus Yudas Iskariot), Yesus memberikan “Amanat Agung” (great commission): “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman” (Mat 28:18-20).

The Great Commission Matthew 28:16-20

Dalam perjalanan sejarah Gereja, “Amanat Agung” ini sering kali menjadi great ommission (sebuah kelalaian besar), padahal “mewartakan Injil sesungguhnya merupakan rahmat dan penggilan yang khas bagi Gereja, merupakan identitasnya yang terdalam. Gereja ada untuk mewartakan Injil, yakni untuk berkhotbah dan mengajar, menjadi saluran karunia rahmat, untuk mendamaikan para pendosa dengan Allah dan untuk mengabadikan kurban Kristus di dalam Misa, yang merupakan kenangan akan kematian dan kebangkitan-Nya yang mulia” (Paus Paulus VI, Imbauan Apostolik EVANGELII NUNTIANDI, 8 Desember 1975, #14).

Pada hari ini Gereja memperingati Santo Barnabas, Rasul, mitra kerja Santo Paulus, dua orang pewarta besar dalam sejarah Gereja, teristimewa pada masa Gereja Perdana. Dua orang pewarta besar tersebut melaksanakan “Amanat Agung” dari Kristus di atas dengan setia, taat dan penuh keberanian. Jerih payah mereka sangat berbuah, sebagaimana dapat kita lihat dalam sejarah Gereja yang sudah berumur 2.000 tahun ini. Penjelasan lebih lengkap tentang orang kudus ini dapat dilihat dalam Bacaan Kedua (Kis 11:21b;13:1-3).

DOA: Roh Kudus, bentuklah aku agar dapat menjadi pewarta KABAR BAIK Yesus Kristus yang efektif, berani serta tetap taat kepada Gereja-Nya yang sejati. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 11:21b;13:1-3), bacalah tulisan yang berjudul “CERITA TENTANG BARNABAS, SEORANG PEWARTA KABAR BAIK YESUS KRISTUS YANG PATUT KITA TELADANI (bacaan tanggal 11-6-19) dalam situs/blog SANG SABDA  http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-06 BACAAN HARIAN JUNI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-6-18 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 10 Juni 2019 [PERINGATAN SP MARIA, BUNDA GEREJA]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements