ROH KUDUS DIANUGERAHKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG TAAT KEPADA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Paskah – Senin, 20 Mei 2019)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan/Pesta S. Bernardus dr Siena, Imam

“Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya, “Tuhan, apa sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”Jawab Yesus “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia. Siapa saja yang tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.  (Yoh 14:21-26) 

Bacaan Pertama: Kis 14:5-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 115:1-4,15-16 

“Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia.” (Yoh 14:23)

Janji indah bahwa Allah akan berdiam dalam diri kita dialamatkan kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Allah mengundang kita semua yang percaya untuk dituntun ke dalam hakekat kehidupan Trinitas (Allah Tritunggal Mahakudus) agar dapat dapat ikut ambil bagian dalam keilahian-Nya.

Antara Yesus dan para murid-Nya terjalin suatu relasi yang indah: Yesus mengajar mereka, menghibur mereka, menolong mereka dan menyembuhkan mereka. Dalam kehadiran-Nya, mereka memperoleh kekuatan, hikmat-kebijaksanaan dan pengetahuan. Namun sekarang Yesus akan segera kembali kepada Bapa-Nya. Apakah yang harus mereka lakukan? Siapakah yang akan mengarahkan mereka? Siapakah yang dapat menghibur mereka? Ternyata mereka tidak perlu merasa begitu khawatir, karena meskipun mau pergi meninggalkan para murid-Nya, Dia samasekali tidak melupakan mereka, karena Allah mengutus Roh Kudus dalam nama-Nya (Yoh 14:26).

Dengan memberikan Roh-Nya, Yesus mampu untuk memberikan kasih dan hidup-Nya secara berkesinambungan dan berlimpah walaupun Ia tidak lagi hadir secara fisik di dekat para murid-Nya. Melalui Roh-Nya yang berdiam dalam diri kita, kita tidak perlu merasa terpisahkan lagi dari Yesus. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, dosa – yang memisahkan kita dengan Bapa surgawi – tidak lagi mempunyai kuasa atas diri kita. Dengan menyerahkan diri kita kepada karya Roh Kudus, kita dapat disembuhkan dan ditransformasikan ke dalam gambar dan rupa Allah sesuai rencana semula (Kej 1:26,27).

Akan tetapi, untuk menerima Roh Kudus, kita perlu/harus taat kepada Allah dan perintah-perintah-Nya (Yoh 14:21,23). Sejak awal sejarah manusia, ketika dosa memasuki dunia, maka “ketidaktaatan”-lah – bukan ketaatan – yang lebih sering mencirikan relasi kita dengan Allah. Di sisi lain, Yesus adalah sungguh Putera Allah yang mengajar kita jalan ketaatan kepada Bapa-Nya (Flp 2:8; bacalah keseluruhan Flp 2:5-11) dan melalui ketaatan-Nya kita dibenarkan. Paulus menulis: “Sama seperti melalui ketidaktaatan satu orang banyak orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula melalui ketaatan satu orang banyak orang menjadi orang benar” (Rm 5:19).

Roh Kudus dianugerahkan kepada orang-orang yang taat kepada Allah (lihat Kis 5:32). Ketaatan digambarkan sebagai satu syarat yang diperlukan dari seorang pribadi untuk menerima Roh Kudus (Yoh 14:15-16). Ketaatan ini tidaklah didasarkan pada kekuatan keinginan kita sendiri, melainkan berdasarkan pada penyerahan kita kepada kehendak Allah. Kita dapat mengenal dan mengalami kehadiran Allah dan/atau Yesus selagi kita mentaati perintah-perintah-Nya. Dengan taat kepada Yang Ilahi, kita akan mampu mengalami kehadiran Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita, yang terus mengajar dan menghibur kita.

DOA: Tuhan Yesus, oleh rahmat-Mu tolonglah kami agar senantiasa taat kepada-Mu sebagaimana Engkau taat kepada Bapa di surga. Semoga Roh Kudus selalu memenuhi diri kami masing-masing dengan hidup-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 14:5-18), bacalah tulisan yang berjudul “INILAH YANG TERJADI DI LISTRA PADA HARI ITU” (bacaan tanggal 20-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 30-4-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 17 Mei 2019 [Peringatan S. Paskalis Baylon, Biarawan OFM) 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements