Archive for May, 2019

MINTALAH MAKA KAMU AKAN MENERIMA

MINTALAH MAKA KAMU AKAN MENERIMA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Yutinus, Martir – Sabtu, 1 Juni 2019)

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Tidak Aku katakan kepadamu bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yoh 16:23b-28) 

Bacaan Pertama: Kis 18:9-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,8-10 

“Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.” (Yoh 16:24)

Yesus, yang adalah satu dengan Bapa; mengenal hati Allah secara intim. Setiap hari, Dia ingin berbicara kepada kita tentang kasih Bapa yang begitu besar bagi kita. Dia ingin mengatakan kepada kita tentang hasrat Bapa untuk memberikan kita rahmat dan kekuatan-Nya, dan memberikan kita kebebasan, sebagai anak-anak-Nya, untuk langsung pergi kepada-Nya dengan segala permintaan kita. Oh, kita sungguh mempunyai Allah yang begitu mengasihi kita dan mahamurah. Allah tidak menempatkan penghalang apa pun bagi orang-orang untuk menemui-Nya. Dia telah melakukan segalanya untuk membuka jalan bagi kita untuk datang menghadap hadirat-Nya. Dia bahkan memberikan Anak-Nya sendiri, Yesus, agar kita dapat direkonsiliasikan dengan diri-Nya.

Walaupun demikian, kadang-kadang sikap skeptis manusiawi kita atau keragu-raguan kita untuk melenturkan sikap siap-siaga kita yang kaku akan menghalang-halangi kemampuan kita untuk menerima kasih-Nya. Kita cenderung berpikir bahwa kita perlu melakukan hal yang benar dan menyenangkan Allah sebelum Ia mengasihi kita. Dalam hal ini kita harus senantiasa mengingat kebenaran sederhana, bahwa Allah mengasihi karena Dia membuat/menciptakan kita dan mempermaklumkan kita sebagai “sangat baik” (Kej 1:31). Barangkali kita berpikir: “Allah tidak mengasihi diriku karena dosa-dosaku yang sudah segudang banyaknya ini.”  Di sini kita harus mempercayai sepenuhnya apa yang ditulis oleh Santo Paulus: “Akan tetapi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita” (Rm 5:8). Kasih-Nya kepada kita tidak pernah luntur, apa pun yang telah kita perbuat.

Thomas Hobbes mengatakan “homo homini lupus”, artinya “manusia adalah serigala bagi manusia lainnya”. Dalam dunia di mana serigala makan serigala seperti ini, maka mengakui kebutuhan kita menunjukkan bahwa kita lemah. Dengan demikian, kita menolak pikiran untuk menceritakan kepada Allah – atau bahkan mengaku kepada diri kita sendiri – betapa banyak kita membutuhkan kasih-Nya. Meskipun begitu, sesungguhnya kita semua lemah dalam banyak hal, maka kita sungguh membutuhkan kasih-Nya.

Allah rindu untuk menarik kita agar berada dekat dengan hati-Nya, untuk mendengar pengakuan kita bahwa kita sungguh membutuhkan Dia. Setiap hari kita dapat berpaling kepada-Nya dalam doa dan mohon kepada-Nya untuk menanamkan realitas kasih-Nya ke dalam hati kita. Kita dapat mendekati Dia setiap saat dan mohon pengampunan-Nya dan sentuhan kesembuhan-Nya. Mengalami kasih-Nya akan mendorong kita untuk mengikuti Dia secara lebih dekat lagi. Marilah kita membuka hati kita bagi Dia pada hari ini dalam doa dan memperkenankan Dia untuk mengisi diri kita dengan kehadiran-Nya.

DOA: Bapa surgawi, lelehkanlah apa saja dalam diri kami yang menghalangi kami menerima kasih-Mu. Kami tidak merasa malu untuk mengakui kebutuhan kami akan Dikau. Datanglah, ya Roh Kudus, dan penuhilah diri kami dengan curahan kasih-Mu pada hari Pentakosta. Semoga kami menjadi sumber air kasih-Mu bagi orang-orang di sekeliling kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:23b-28), bacalah tulisan yang berjudul  “MEMAHAMI KASIH ALLAH BAPA KEPADA PARA MURID YESUS” (bacaan tanggal 1-6-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-06 BACAAN HARIAN JUNI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-5-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 30 Mei  2019 [HARI RAYA KENAIKAN TUHAN – TAHUN C]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements

DUA HAL YANG BERBEDA, NAMUN SALING BERHUBUNGAN

DUA HAL YANG BERBEDA, NAMUN SALING BERHUBUNGAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet – Jumat, 31 Mei 2019)

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan bergegas menuju sebuah kota di pegunungan Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai di telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Berbahagialah ia yang percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. (Luk 1:39-56) 

Bacaan Pertama: Zef 3:14-18a atau Rm 12:9-16b; Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-6

Maria mengepak barang-barangnya dan kemudian bergegas pergi ke Ain Karem untuk mengunjungi saudaranya, Elisabet. Ia pergi untuk membantu Elisabet menyiapkan kelahiran bayinya justru pada umurnya yang sudah tua. Barangkali Maria juga berniat untuk bertanya-tanya kepada Elisabet tentang kehamilannya yang dipenuhi keajaiban itu.

Pada waktu Maria sampai di tempat tinggal Elisabet, dia memberi salam kepada saudaranya dengan rangkulan tradisional, namun Elisabet merespons dengan cara yang sangat non-tradisional. Bayi dalam rahimnya melonjak kegirangan, dan Elisabet pun kemudian berkata: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk 1:42). 

Sedikit banyak, kiranya Elisabet mengetahui apa yang telah terjadi dengan diri Maria yang masih muda usia itu. Barangkali dia mendengar tentang kehamilan Maria dari “kabar burung” atau gosip, atau melalui sepucuk surat dari Maria sendiri. Barangkali juga dia telah mendengar tentang perjumpaan Maria dengan malaikat Gabriel yang penuh misteri itu. Akan tetapi, “pengetahuan” Elisabet tentang situasi yang dihadapi Maria sebenarnya melebihi daripada sekadar sebagai akibat mempelajari berbagai fakta. Lukas menceritakan kepada kita, bahwa ketika Elisabet melihat Maria, dia “penuh dengan Roh Kudus” (Luk 1:41) dan menyerukan dengan suara nyaring kata-kata yang sekarang begitu familiar di telinga kita: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk 1:42; dalam doa “Salam Maria”). Mengetahui dan memahami sesuatu hal/peristiwa secara intelektual dan mengetahuinya oleh kuasa Roh Kudus merupakan dua yang hal berbeda, namun berhubungan.

Cerita ini menunjukkan bagaimana Allah rindu untuk menyatakan diri-Nya dan rencana-Nya kepada umat-Nya. Kemampuan kita untuk memahami kebenaran-kebenaran alkitabiah dan prinsip-prinsip moral adalah sebuah karunia dari Allah yang penting, namun ini hanyalah sebagian dari warisan kita. Kita juga mampu untuk menerima pernyataan spiritual dan penerangan dari Allah mengenai kebenaran-kebenaran dan prinsip-prinsip ini.

Santo Paulus mengatakan kepada jemaat di Korintus, bahwa Allah ingin menyatakan kepada mereka hikmat-Nya yang tersembunyi, “apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia” (1Kor 2:9-10; ayat 9 bdk. Yes 64:4). Santo Paulus juga berdoa bagi jemaat di Efesus, agar Allah menjadikan mata hati mereka terang, agar mereka mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: Betapa kayanya kemuliaan warisan-Nya kepada orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya yang besar, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus (Ef 1:18-20).

Demikian pula, Allah ingin berbicara kepada kita. Dia ingin mengatakan kepada kita betapa mendalam Dia mengasihi kita. Dia ingin menyatakan kepada kita rencana penyelamatan-Nya yang mulia dan peranan kita dalam rencana itu. Marilah kita mohon agar Allah menerangi diri kita pada hari ini sehingga kita dapat mengenal Dia dalam hati kita, sehingga dengan demikian kita dapat merangkul rencana-Nya yang agung-mulia itu secara lebih penuh lagi.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus, dan terangilah hatiku pada hari ini. Bukalah Kitab Suci bagiku. Tunjukkanlah kepadaku kasih Bapa. Penuhilah hatiku dengan sukacita-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Injil hari ini (Luk 1:39-56), bacalah tulisan yang berjudul “TAKUT AKAN ALLAH” (bacaan tanggal 31-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 31-5-18 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 29 Mei 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

INKARNASI YESUS DAN GEREJA

INKARNASI YESUS DAN GEREJA

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN [Tahun C] – Kamis, 30 Mei 2019)

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia diangkat ke surga. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya melalui Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang sebagaimana dikatakan-Nya, “telah kamu dengar dari Aku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” 

Lalu ketika berkumpul, mereka bertanya kepada-Nya, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawab-Nya kepada mereka, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa bilamana Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih di dekat mereka, dan berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga.” (Kis 1:1-11) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3,6-9; Bacaan Kedua: Ef 1:17-23 atau Ibr 9:24-28; 10:19-23; Bacaan Injil: Luk 24:46-53

“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya” (Kis 1:9).

Kenaikan Yesus ke surga tampaknya telah mengakhiri saat-saat para murid-Nya untuk mengambil manfaat dari Inkarnasi-Nya. Mereka tidak dapat lagi memandang wajah Allah, mendengarkan-Nya dan menyentuh-Nya. Namun demikian Yesus telah berjanji bahwa Dia tidak akan meninggalkan para murid-Nya di segala zaman sebagai yatim piatu (Yoh 14:8). Ia akan senantiasa menyertai kita (Mat 28:20), dan adalah lebih berguna bagi para murid jika Ia pergi (Yoh 16:7).

Yesus menyadari bahwa para murid-Nya tidak akan mengerti tentang kenaikan-Nya ke surga, maka Dia mengatakan kepada mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem. Dalam beberapa hari lagi mereka akan dibaptis dalam Roh Kudus (Kis 1:5). Mereka mematuhi Tuhan setelah kenaikan-Nya ke surga dan kemudian “kembali ke Yerusalem dengan sukacita”. Di Yerusalem mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah (Luk 24:52-53). Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama (Kis 1:14).

Setelah berdoa selama sembilan hari, 120 dari pengikut Tuhan Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus (Kis 1:15; 2:4). Pada hari itu juga (hari Pentakosta Kristiani yang pertama) telah dibaptis kira-kira sebanyak 3000 orang (Kis 2:41), dan dengan demikian lahirlah Gereja. Gereja akhirnya menjadi dikenal sebagai Tubuh Kristus, sebagai kelanjutan dan perkembangan dari inkarnasi Tuhan Yesus (lihat misalnya 1 Kor 12:12: Ef 1:23).

Saudari dan Saudaraku, marilah kita berdoa selama sembilan hari (Novena) kepada Roh Kudus agar hadir dan membimbing kita kekpada seluruh kebenaran (Yoh 16:13), khususnya kebenaran tentang Inkarnasi dan Gereja-Nya.

DOA: Datanglah, ya Roh Kudus, dan bersemayamlah di dalam diri kami. Semoga Engkau senantiasa menjadi terang hati kami dan kehidupan jiwa kami. Penuhilah diri kami dengan kekudusan dan hikmat-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Kedua hari ini (Ef 1:17-23), bacalah tulisan yang berjudul “IA NAIK KE SURGA TETAPI MENINGGALKAN ROH KUDUS, PENOLONG BAGI KITA PARA MURID-NYA” (bacaan tanggal 30-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-5-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 28 Mei 2019 [Peringatan S. Maria Ana dr Paredes, Perawan-OFS] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

BELAJAR DARI PAULUS DALAM BER-EVANGELISASI

BELAJAR DARI PAULUS DALAM BER-EVANGELISASI

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Rabu, 29 Mei 2019

Orang-orang yang mengiringi Paulus mengantarnya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.

Paulus berdiri di hadapan sidang Aeropagus dan berkata, “Hai orang-orang Atena, aku lihat bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak tinggal dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan napas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Allah dan mudah-mudahan mencari-cari dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini keturunan-Nya juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir dalam keadaan ilahi serupa dengan emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Tanpa memandang lagi zaman kebodohan, sekarang Allah memerintahkan semua orang di mana saja untuk bertobat. Karena Ia telah menetapkan suatu hari ketika Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu jaminan tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada yang mengejek, dan yang lain berkata, “Lain kali saja kami mendengar engkau berbicara tentang hal itu.” Lalu Paulus meninggalkan mereka. Tetapi beberapa orang menggabungkan diri dengan dia dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionidius, anggota majelis Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang lain bersama-sama dengan mereka.

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. (Kis 17:15,22-18:1) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 148:1-2,11-14; Bacaan Injil: Yoh 16:12-15

Dalam perjalanan misionernya yang kedua, Paulus pertama-tama sampai di Atena, setelah menghadapi berbagai tantangan dan mengalami berbagai kesulitan/persekusi, termasuk penganiayaan, pemukulan dan bahkan sampai dipenjarakan. Walaupun begitu, pekerjaan evangelisasi Paulus menghasilkan buah yang banyak.

Sebagaimana biasanya, Paulus bekerja di dua front: di rumah-rumah ibadat (sinagoga) dengan orang-orang Yahudi, dan di tengah-tengah tempat ramai dengan siapa saja yang lewat dan mau mendengarkan – “evangelisasi jalanan”. Di Atena, Paulus juga melakukan evangelisasi kepada orang-orang Yunani di tempat pertemuan akademis terbuka yang dinamakan Aeropagus.

Di Aeropagus, Paulus memuji orang-orang Atena untuk kesalehan mereka dalam melaksanakan praktek keagamaan, hal mana kelihatan dalam begitu banyak patung dewa-dewi yang ada. Secara khusus Paulus memperhatikan sebuah mezbah dengan catatan: “Kepada Allah yang tidak dikenal”. Ia menjelaskan kepada mereka, bahwa “Allah yang tidak dikenal” inilah yang diwartakan olehnya. Karena orang-orang non-Yahudi (baca: kafir) itu tidak familiar dengan Kitab Suci Ibrani, maka pendekatan Paulus adalah dengan menggunakan “teologi alamiah”, dengan menggunakan bukti-bukti dari alam ciptaan bahwa Allah itu ada. Paulus menyatakan bahwa pujangga-pujangga mereka sendiri mengatakan bahwa ada “seorang”  di atas dewa-dewi lain, di dalam Dia “kita hidup, kita bergerak, kita ada” (Kis 17:28).

Kata-kata Paulus kepada para filsuf Atena masih relevan sampai hari ini. Alam dan hati nurani kita menggerakkan kita untuk mencari Allah. Dalam kasih-Nya, Allah mengutus seorang Manusia untuk menghakimi dunia dalam kebenaran, dan sekarang Ia memanggil setiap orang untuk melakukan pertobatan. Dengan membangkitkan Yesus dari dunia orang mati, Allah telah memberikan kepada kita jaminan penebusan yang tidak usah diragukan lagi. Mendengar soal “kebangkitan orang mati” dari bibir Paulus sendiri, para filsuf Yunani menginterupsi, ada yang mengejeknya, namun ada juga yang mau mendengar lebih banyak lagi dan menjadi percaya.

Ini adalah tantangan kita pada hari ini. Cara kita menghayati kehidupan kita sungguh akan mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang bersifat kekal-abadi. Kita dapat bertanya kepada diri-sendiri: “Apakah pemikiran tentang pengadilan terakhir menakutkan anda? Apakah anda merasa worry bahwa anda akan kedapatan “masih kurang” pada saat kedatangan Yesus untuk kedua kalinya?” Ada dua alasan yang mungkin untuk hal ini: Bisa saja kita masih mempunyai dosa yang belum kita sesali dan mohon pengampunan-Nya atau bisa juga karena visi kita tentang Allah terlalu sempit. Oleh karena itu marilah kita menghadap Allah dan mengakui dosa-dosa kita. Marilah kita mohon pengampunan-Nya, percaya kepada janji-Nya untuk memulihkan kita. Allah tidak pernah berbohong dan Ia tidak akan menolak siapa saja yang datang kepada-Nya dengan hati yang remuk redam mohon pengampunan-Nya.

DOA: Ya Tuhanku dan Allahku, aku percaya bahwa Engkau ingin agar aku mengetahui betapa mendalam Engkau mengasihiku. Engkau menghendaki yang terbaik dari diriku. Aku menyerahkan diriku kepada kuat-kuasa-Mu agar aku dapat tetap melakukan hal-hal yang benar di mata-Mu. Penuhilah diriku dengan jaminan akan kasih-Mu dan gerakkanlah aku agar dapat dengan efektif membagikan kasih-Mu kepada orang-orang lain. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Injil hari ini (Yoh16:12-15), bacalah tulisan yang berjudul “TANYALAH KEPADA ROH KUDUS” (bacaan tanggal 29-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-5-18 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 26 Mei 2019 [HARI MINGGU PASKAH VI – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ROH KUDUS INILAH YANG AKAN MELANJUTKAN KARYA YANG TELAH DIMULAI OLEH YESUS DALAM DIRI PARA MURID

ROH KUDUS INILAH YANG AKAN MELANJUTKAN KARYA YANG TELAH DIMULAI OLEH YESUS DALAM DIRI PARA MURID

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Selasa, 28 Mei 2019)

OFMConv./OFS: Peringatan S. Maria Ana dr Paredes, Perawan [OFS]

Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, maka hatimu berdukacita. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. (Yoh 16:5-11) 

Bacaan Pertama: Kis 16:22-34; Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-3,7-8 

Tiga tahun lamanya para murid mengikuti Yesus ke mana-mana, dan kurun waktu tiga tahun itu bukanlah masa yang mudah bagi mereka. Mula-mula para murid menghadapi tantangan yang sungguh berat untuk mengenal siapa Yesus dan untuk mengikut Yesus mereka harus meninggalkan profesi lama mereka, malah dapat dikatakan segalanya. Lalu datanglah perjuangan pribadi untuk mengimplementasikan ajaran-ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sekarang mereka menghadapi tantangan terbesar, yaitu saat perpisahan dengan-Nya. Tidak mempunyai kepastian akan masa depan, mereka dipenuhi dengan dukacita (Yoh 16:6).

Kita dapat membayangkan bahwa ketika mereka duduk mendengarkan pengajaran Yesus pada Perjamuan Terakhir, maka tahun-tahun yang telah mereka jalani bersama selama ini terasa sangat singkat. Kiranya mereka menyayangkan mengapa mereka tidak mengetahuinya atau memahaminya lebih awal. Kalau mereka mengetahuinya, tentunya mereka akan lebih menaruh perhatian pada ajaran-ajaran sang Rabi dari Nazaret itu. Mereka akan mengajukan lebih banyak pertanyaan, dan menyediakan waktu lebih banyak lagi untuk berdoa bersama-Nya. Namun semuanya terasa “terlambatlah” sudah!

Akan tetapi, Yesus mengatakan kepada mereka bahwa hanya apabila Dia pergi maka rencana Allah bagi para murid dapat terpenuhi. Hanya setelah kepergian Yesus maka Roh Kudus akan datang untuk memenuhi diri mereka, dan Roh Kudus inilah yang akan melanjutkan karya yang telah dimulai oleh Yesus dalam diri mereka (Yoh 16:7-8). Melalui Roh Kudus, mereka akan melanjutkan belajar tentang perbedaan antara dosa dan kebenaran; mereka akan terus bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan akan kasih Bapa; mereka akan menjadi lebih menyerupai Yesus dalam setiap hal. Semua hal yang sungguh terjadi ini dapat kita baca dan renungkan dari Kitab Suci Perjanjian Baru.

Memang tidak mudahlah untuk memahami bahwa kita tidak mengalami kerugian sedikit pun karena tidak mengenal Yesus sebagai seorang manusia yang hidup sekitar 2.000 tahun lalu. Yesus bersabda: “Benar yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh 16:7). Dengan kehadiran Roh Kudus, kita dapat menjalin suatu relasi yang intim dengan Yesus sebagaimana yang dialami para murid-Nya ketika Dia masih hidup di muka bumi.

Sekarang, pertanyaan-pertanyaannya adalah: Apakah Roh Kudus bekerja dalam kehidupan kita (anda dan saya) pada hari ini? Apakah kita telah memperkenankan Dia untuk membawa kita ke dalam persekutuan dengan Yesus, atau apakah kita berdukacita seperti para murid Yesus yang pertama, karena prospek akan semakin jauh jarak antara Allah dan kita-manusia? Marilah kita mempercayai sabda Yesus tentang karunia-Nya bagi kita, yaitu Roh Kudus! Marilah kita percaya akan kehadiran Yesus pada hari ini, dan memperkenankan Roh Kudus-Nya untuk menaungi kita secara lengkap.

DOA: Roh Kudus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk kehadiran-Mu. Penuhilah diriku dan bergeraklah dalam diriku seturut kehendak-Mu. Perkenankanlah diriku mengalami sentuhan-Mu yang penuh kasih sekarang, selagi aku menyerahkan diriku kepada-Mu sekali lagi. Siapkanlah diriku untuk hari di mana aku akhirnya dapat berjumpa dengan Yesus Kristus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 16:5-11), bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH MEMBERIKAN ROH KUDUS-NYA” (bacaan tanggal 28-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 8-5-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 26 Mei 2019 [HARI MINGGU PASKAH VI – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

ROH KUDUSLAH YANG MENGUATKAN DAN MENGHIBUR KITA

ROH KUDUSLAH YANG MENGUATKAN DAN MENGHIBUR KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VI Paskah – Senin, 27 Mei 2019)

“Jikalau Penolong yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu sejak semula bersama-sama dengan Aku.”

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (Yoh 15:26-16:4a)

Bacaan Pertama: Kis 16:11-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-6,9

Kehidupan orang-orang Kristiani yang awal bukanlah suatu kehidupan yang mudah. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang Yahudi yang telah merangkul Yesus sebagai sang Mesias, dan sebagai akibatnya mereka mengalami pengejaran dan penganiayaan dari mayoritas bangsa Yahudi.

“Dikeluarkan dari sinagoga” berarti bahwa para pemimpin Yahudi melarang orang-orang Kristiani untuk melakukan kebaktian dan persekutuan dengan orang-orang Yahudi yang lain. Marilah sekarang kita lihat apa yang tercatat dalam Injil Yohanes: “Para pemuka Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan” (Yoh 9:22). “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbakti kepada Allah” (Yoh 16:2). Kesadaran berkomunitas orang-orang Yahudi pada abad pertama sangatlah tinggi. Dengan demikian “dikucilkan” dari komunitasnya merupakan suatu pengalaman yang sangat menyedihkan bagi orang-orang Kristiani yang pertama.

Namun demikian, Yesus menjanjikan Roh Kudus kepada para murid-Nya. Roh Kudus inilah yang akan melanjutkan menyatakan kepada mereka perihal kasih Yesus dan perlindungan-Nya (Yoh 15:26). Oleh kuat-kuasa Roh Kudus inilah orang-orang Kristiani yang pertama mampu dengan penuh kesabaran dan secara heroik menanggung penderitaan yang disebabkan oleh pengejaran dan penganiayaan para lawan umat Kristiani.

Ada sepucuk surat yang dinamakan “Surat kepada Diognetus”, sebuah epistola Kristiani kuno namun anonim. Surat ini menggambarkan hati dari umat Kristiani perdana: “Orang-orang Kristiani mengasihi semua orang; namun semua orang menganiaya mereka. Dihukum karena mereka tidak dapat dipahami, mereka dihukum mati, namun dibangkitkan kepada kehidupan lagi. Mereka hidup dalam kemiskinan; akan tetapi mereka memperkaya banyak orang. Mereka miskin-melarat secara total; namun memiliki suatu kelimpahan dari setiap hal. Mereka menderita karena ketiadaan kehormatan; namun itulah kemuliaan mereka. Mereka difitnah, namun nama baik mereka dipulihkan. Suatu berkat adalah jawaban mereka terhadap pelecehan terhadap diri mereka, rasa hormat adalah tanggapan mereka terhadap penghinaan. Sebagai balasan terhadap hal-hal baik yang mereka lakukan, mereka menerima hukuman karena dinilai melakukan tindakan melawan hukum, walaupun begitu mereka bersukacita, seakan menerima karunia kehidupan.” 

Mudahlah bagi orang untuk melupakan bahwa pengejaran dan penganiayaan terhadap umat Kristiani masih berlanjut sampai hari ini. Di banyak tempat di dunia kita mempunyai saudari dan saudara dalam Kristus yang menderita karena cintakasih mereka kepada Tuhan. Ada yang disiksa dan malah dibunuh sebagai martir oleh orang-orang yang pemerintah/penguasa yang anti Kristiani; ada pula yang dibuang dari kelompok etnis mereka sendiri. Ada juga yang menderita karena kesetiaan mereka kepada kebenaran bertentangan dengan ekspektasi dari keluarga atau rekan kerja.

Yesus memang benar ketika mengatakan bahwa siapa saja yang mengikut Dia dapat mengharapkan datangnya kesulitan dan pencobaan-pencobaan selagi mereka menjalani kehidupan seturut Injil Yesus Kristus. Akan tetapi, Yesus juga berjanji bahwa Roh Kudus akan ada bersama kita untuk menguatkan dan menghibur kita.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, kita tidak sendiri! Kasih Allah di dalam diri kita dan antara kita satu sama lain adalah suatu sumber sukacita yang besar, suatu sukacita yang mengalahkan kesulitan.

DOA: Datanglah Roh Kudus, jadilah kekuatan kami dan sukacita kami selagi kami memberikan kesaksian tentang Yesus. Kami juga berdoa untuk saudari-saudara kami yang menderita karena mengalami pengejaran dan penganiayaan karena iman mereka kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hiburlah mereka dalam perjuangan mereka memajukan Kerajaan-Mu di atas bumi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan  Pertama hari ini (Kis 16:11-15) bacalah tulisan yang berjudul “ALLAH DAPAT MEMILIH SIAPA SAJA YANG DIKEHENDAKI-NYA” (bacaan tanggal 27-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019.  

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-5-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 24 Mei 2019 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

JANGANLAH GELISAH DAN GENTAR HATIMU

JANGANLAH GELISAH DAN GENTAR HATIMU

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH VI [TAHUN C] – 26 Mei 2019)

Jawab Yesus “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersama-sama dengan dia. Siapa saja yang tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari Aku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. (Yoh 14:23-29) 

Bacaan Pertama: Kis 15:1-2,22-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 67:2-3,5-6,8; Bacaan Kedua: Why 21:10-14,22-23 

“Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yoh 14:27)

Ketika Yesus berkata kepada para murid-Nya untuk tidak gelisah dan gentar, mereka tidak menyadari bahwa mereka akan segera merasa sangat gelisah. Demikian juga ketika Yesus berkata kepada kita untuk tidak gelisah dalam Injil hari ini, kita mungkin tidak menyadari kata-kata-Nya hendaknya diterima secara pribadi dan dengan segera.

Kita sering kali berpikir bahwa pesan Yesus ini tidak secara khusus ditujukan kepada kita masing-masing, melainkan secara umum saja ditujukan untuk setiap orang. Selain itu, kita mungkin berpikir bahwa segala sesuatu berjalan dengan baik dalam hidup kita, dengan demikian kita tidak mengharapkan segera timbulnya kegelisahan. Pada waktu itu para murid Yesus yang  pertama salah, dan kita pun – para murid Yesus pada abad ke-21 ini – mungkin saja dapat berbuat kesalahan yang sama.

Para murid Yesus pada waktu itu berada di ambang waktu kegelisahan yang paling dalam dalam hidup mereka. Walaupun kita mungkin tidak mengetahuinya, kita mungkin sungguh-sungguh membutuhkan bantuan Roh Kudus (lihat Yoh 14:26).

Anggaplah bahwa dua pekan dari hari ini kita akan memerlukan pencurahan Roh Kudus – suatu Pentakosta baru – atau kalau tidak, kita akan dirundung oleh kegelisahan. Apakah hal itu akan terjadi atau tidak, kiranya yang paling bijaksana ialah siap untuk segala sesuatu yang akan terjadi, dengan dipenuhi Roh Kudus.

Mungkinkah kita (anda dan saya) menghendaki suatu Pentakosta baru yang melebihi keinginan kita yang lain? Yesus telah berjanji: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh 14-25-26). Datanglah, ya Roh Kudus !!!

DOA: Bapa surgawi, perkenankanlah aku untuk menginginkan kepenuhan Roh Kudus dalam diriku lebih daripada keinginanku untuk bernapas. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 14:23-29), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS YANG AKAN MENGAJARKAN SEGALA SESUATU DAN MEMBERI YESUS KEPADA KITA” (bacaan tanggal 26-5-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-05 BACAAN HARIAN MEI 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-5-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 23 Mei 2019  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS