Archive for April 21st, 2019

PERCAYA KEPADA JANJI TUHAN DAN JURUSELAMAT KITA ATAU BERITA HOAX?

PERCAYA KEPADA JANJI TUHAN DAN JURUSELAMAT KITA ATAU BERITA HOAX?

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI SENIN DALAM OKTAF PASKAH, 22 April 2019)

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata, “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Lalu kata Yesus kepada mereka, “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Sementara mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata, “Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Apabila hal ini terdengar oleh gubernur, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Cerita ini tersebar di antara orang Yahudi sampai sekarang. (Mat 28:8-15) 

Bacaan Pertama: Kis 2:14,22-32; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5-7,8-11

“Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati.” (Mat 28:5-7)

Ini adalah kata-kata malaikat yang ditujukan kepada Maria Magdalena dan Maria yang lainnya, ketika mereka  mengunjungi makam Yesus pada hari Minggu Paskah (Mat 28:1,5).  Bayangkan betapa bingung dan galau mereka setelah peristiwa penyaliban Yesus di bukit Kalvari. Ajaran Yesus telah menimbulkan pengharapan besar dalam diri mereka dan menginspirasikan mereka untuk berharap bahwa Allah akan bertindak dengan cara-cara dramatis bagi bangsa Israel. Akan tetapi yang terjadi malah sama sekali di luar dugaan dan segala pengharapan mereka. Yesus ditangkap, diadili, dianiaya dan dihukum mati di atas kayu salib, sebuah kematian yang hanya dijatuhkan atas diri para penjahat. Tentunya perempuan-perempuan itu sedang dirundung malang dan kepedihan yang luarbiasa menekan.

Memang Yesus telah berjanji kepada para murid-Nya bahwa Dia akan bangkit kembali, namun ide seperti itu terasa terlalu besar dan berat bagi para murid untuk mencernanya serta memahaminya dengan benar.  Nah, sekarang dua perempuan itu diberitahu oleh malaikat bahwa Yesus sungguh telah bangkit, seperti yang telah dijanjikan-Nya. Hal apa lagi yang lebih mengagetkan? Lagi dan lagi, Allah membuktikan bahwa Dia selalu setia dengan janji-Nya. Jadi, sabda Allah bukanlah penyebab keprihatinan – bahkan ketakutan. Sebaliknya, sabda-Nya senantiasa harus dilihat sebagai dasar kuat bagi iman dan pengharapan kedua perempuan itu dan para murid lainnya. Seperti kita baca dalam Bacaan Injil di atas, Kristus yang bangkit sendiri malah menjumpai kedua orang perempuan tersebut di tengah perjalanan pulang mereka dari kubur guna menyampaikan pesan malaikat tentang kebangkitan Kristus kepada para murid yang lain (lihat Mat 28:8-10).

Tentunya ceritanya tidak selesai di situ karena sementara itu para murid juga mendengar berita hoax yang beredar, berita mana bersumber pada keculasan Mahkamah Agama Yahudi untuk menyebarkan berita bohong (Inggris: hoax) bahwa jenazah Yesus telah dicuri oleh para murid ketika para serdadu yang menjaga sedang tidur. Ada proses suap-menyuap atau sogok-menyogok yang melatar-belakangi berita hoax di sini guna membungkam mulut para serdadu yang menjaga kubur berbicara kebenaran, dan pada saat yang sama untuk menyebarkan kebohongan (lihat Mat 24:11-15). Sekitar dua ribu tahun kemudian, iman kita juga ditantang, karena dampak hoax itu masih ada dan nyata di beberapa kalangan sampai hari ini.

Yesus telah bangkit dan mencurahkan Roh-Nya. Kita telah menjadi anak-anak Allah. Namun realitas-realitas ini juga dapat kelihatan terlalu besar untuk kita percayai dengan nalar manusiawi kita. Di samping itu hikmat dunia menasihati kita agar memusatkan perhatian kita pada realitas-realitas yang lebih kecil dan bersifat keduniaan: untuk mencari keamanan sedapat mungkin, betapa pun sementara sifatnya, di tengah ketidakpastian kehidupan kita.

Hidup itu pilihan. Life is a choice. Dalam hal ini kita dapat memilih untuk berdiri bersama dua orang perempuan dan para murid Yesus yang setia, atau ……. Marilah kita meyakini bahwa kita dapat diberdayakan oleh sabda Allah seperti dialami oleh para murid Yesus yang setia. Janji-janji Allah sungguh riil dan dapat memberikan jaminan besar bagi kita. Kita dapat menaruh iman-kepercayaan kita pada tindakan mahadahsyat yang telah dilakukan Allah – kebangkitan Putera-Nya. Yesus telah berjanji untuk menarik semua orang kepada diri-Nya (Yoh 12:32) dan memberikan Roh-Nya kepada semua orang yang meminta (Luk 11:9,13).

Sekarang, baiklah kita bertanya kepada diri kita sendiri: “Apakah aku merasa jauh dari Allah pada hari ini? Apakah aku mempunyai kebutuhan yang mendesak?” Yesus bersabda: “Mintalah, maka engkau akan menerima!” Apa saja yang telah dijanjikan oleh Allah, Ia akan akan mampu melakukannya!

DOA: Bapa surgawi, Engkau telah membangkitkan Yesus, Putera-Mu terkasih, dari kematian ke kehidupan. Terpujilah Engkau, ya Allah! Engkau mempunyai kuasa untuk memenuhsi janji-janji-Mu. Dalam Engkau, ya Tuhan Allahku, segala hal adalah mungkin. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 28:8-15), bacalah tulisan yang berjudul “MAUT TELAH DIKALAHKAN OLEH-NYA” (bacaan tanggal 22-4-19) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-04 BACAAN HARIAN APRIL 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 2-4-18 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 April 2019 [HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

CARILAH DAN PIKIRKANLAH HAL-HAL YANG DI ATAS

CARILAH DAN PIKIRKANLAH HAL-HAL YANG DI ATAS

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH KEBANGKITAN TUHAN, 21 April 2019)

Karena itu, apabila kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, tampak kelak, kamu pun akan tampak bersama dengan Dia dalam kemuliaan. (Kol 3:1-4) 

Bacaan Pertama: Kis 10:34a,37-43; Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2,16-17,22-23; Bacaan Kedua  (alternatif): 1Kor 5:6b-8; Bacaan Injil: Yoh 20:1-9 

Pada hari kebangkitan yang agung ini, hari kebangkitan Yesus, kita semua dipanggil untuk mengangkat pandangan dan hati kita kepada Kristus yang “duduk di sebelah kanan Allah” (Kol 3:1). Kita dipanggil untuk mengkontemplasikan Yesus dalam kemuliaan-Nya – juga pernyataan kemuliaan kita sendiri di masa depan, apabila kita bertekun mencari “hal-hal yang di atas” (Kol 3:2,4). Akan tetapi, selagi kita mencari hal-hal yang di atas, marilah kita juga merayakan kebangkitan dengan memandang ke belakang, yaitu kepada kehidupan di dunia yang membuat semuanya menjadi mungkin.

Kebangkitan Yesus adalah pembenaran dari seluruh keberadaan-Nya di atas bumi. Allah membangkitkan-Nya bukan sekadar karena Dia merupakan korban tak bersalah dari suatu hukuman mati yang tidak adil. Sebaliknya yang terjadi! Setiap hal tentang cara Yesus menjalani kehidupan-Nya di dunia ini mengarah pada hari kemenangan yang penuh kemuliaan ini. Kebangkitan-Nya merupakan titik kulminasi dari hidup-Nya yang dipenuhi dengan kerendahan-hati (kedinaan), ketaatan dan cintakasih kepada Bapa-Nya di surga. Setiap tindakan penundukan diri terhadap Bapa-Nya, setiap pilihan untuk mengambil risiko dalam mengasihi manusia (bukannya tetap berdiam dalam zona nyaman-Nya) – teristimewa kasih-Nya pada orang-orang kecil di mata masyarakat, setiap pengungkapan kekudusan dan belas kasih Allah – semua ini membentuk fondasi bagi kemaha-dahsyatan kuasa yang mampu menggulingkan batu penutup kubur-Nya. Tentu saja, maut tidak pernah dapat mengalahkan Yesus, di mana saja dan kapan saja!

Kebangkitan Yesus merupakan tanda bahwa diri-Nya sangat berharga di mata Allah Bapa dan secara lengkap-sempurna menyenangkan hati-Nya. Nah, apakah dengan demikian membuat diri-Nya tidak dapat didekati oleh kita “orang-orang biasa saja”? Kita tidak mempunyai akses untuk datang kepada-Nya!? Bukankah apabila iman, rasa percaya, dan kekudusan merupakan tolok-ukur bagi kebangkitan,  maka harapan seperti apa yang harus kita miliki? Akan tetapi, di atas dikatakan bahwa kita juga telah dibangkitkan (lihat Kol 3:1). Lagipula, baik untuk kita mengingat selalu, bahwa kita ada dalam Yesus sepanjang hidup-Nya, bukan hanya pada waktu Dia mematahkan kuasa dosa dan maut. Ia bersatu dan menyatu dengan kita masing-masing sejak saat dikandung dalam rahim Bunda Maria.

Nah, melalui baptisan dan iman, kita dibuat menjadi ikut ambil bagian dalam kebenaran Yesus sendiri. Kita tidak saja diampuni, melainkan juga diberdayakan untuk hidup sebagaimana Dia hidup. Ingatkah kita  ketika membaca Injil, kita bertanya-tanya kepada diri sendiri bagaimana kiranya mengikuti apa yang disabdakan Yesus dalam  “Sabda-sabda Bahagia” (“Ucapan Bahagia”; Mat 5:1-12); atau dalam bagian lain dari “Khotbah di Bukit” berikut ini: “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna” (Mat 5:48). Kita begitu terjebak dalam segala kegagalan dan kelemahan kita sehingga kita luput melihat apa yang telah dicapai oleh kebangkitan Yesus Kristus bagi kita.

Kekudusan bukanlah sesuatu yang tidak mungkin; karena kalau begitu Allah tidak akan pernah bersabda kepada Musa agar berbicara kepada bani Israel: “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN (YHWH), Allahmu, kudus” (Im 19:2). Selagi kita menaruh kepercayaan kita dalam diri Yesus dan segala sesuatu yang dicapai-Nya melalui hidup, kematian dan kebangkitan-Nya, maka hidup-Nya yang kudus dan penuh kasih dapat menggantikan kehidupan kita yang penuh dosa dan mementingkan diri sendiri. Melalui Roh-Nya kita sungguh telah menerima setiap prinsip kesempurnaan Yesus, kehidupan-Nya sebagai manusia dan dimampukan untuk untuk hidup seperti Dia hidup. Pada kenyataannya, Yesus sendiri mengatakan kepada kita bahwa kita akan diberdayakan agar mampu melakukan bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada yang diperbuat-Nya: “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu” (Yoh 14:12).

Tentu iman kita sering goyah dan kita tidak selalu menerima segala sesuatu yang ditawarkan oleh Yesus. Walaupun begitu, kegoyahan iman kita tidak dapat mendiskreditkan atau menghilangkan apa yang telah dicapai oleh Yesus. Setiap kali kita tergoda untuk menjadi ragu-ragu, kita dapat berpaling kepada Yesus, dan bersama Santo Tomas kita dapat berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh 20:28). Kita dapat percaya tanpa melihat karena yakin akan sabda-Nya: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29). Ketika Yesus mengembusi para murid-Nya, Dia juga mengembusi diri kita masing-masing. Dengan demikian surga telah  terbuka bagi kita, dan setiap saat kita melakukan tindakan iman yang paling kecil sekali pun, mengambil langkah yang terkecil untuk hidup seperti Yesus, membuat keputusan paling kecil untuk mengatakan “tidak” terhadap dorongan-dorongan negatif dalam diri kita, maka kita secara lebih penuh masuk ke dalam kehidupan itu.

Selagi kita merayakan Paskah, baiklah kita merayakan kebangkitan dan juga kulminasi dari kehidupan Yesus yang dipenuhi dengan kebenaran. Marilah kita bersukacita bahwa kebenaran-Nya telah diberikan kepada kita dan kita telah diberdayakan untuk hidup seperti Yesus hidup. Kita telah dibangkitkan bersama Kristus dan menjadi ciptaan baru dalam Dia. Hidup-Nya aktif dalam diri kita, mampu untuk mencapai segala sesuatu yang dapat atau pernah kita bayangkan. Baiklah kita mengharapkan terjadinya mukjizat-mukjizat transformasi selagi kita menaruh kepercayaan dalam warisan sangat berharga yang telah dimenangkan oleh Yesus bagi kita. Kita adalah sungguh anak-anak Allah! (lihat Yoh 1:12).

DOA: Tuhan Yesus yang bangkit, aku memuji-muji Engkau! Putera Allah yang sempurna, Manusia yang sempurna, Engkau sepenuhnya menyenangkan hati Bapa-Mu di surga. Engkau pantas menerima segala pujian untuk hidup-Mu yang dipenuhi kebenaran, untuk kematian-Mu yang suci, dan untuk kebangkitan-Mu yang mulia dan penuh kuat-kuasa. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena telah mengundang diriku untuk ikut ambil bagian dalam hidup-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 30:1-9), bacalah tulisan dengan judul “PASKAH: KEBANGKITAN YESUS KRISTUS” (bacaan tanggal 1-4-18), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 19-04 BACAAN HARIAN APRIL 2019. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-4-18 dalam situs SANG SABDA) 

Cilandak,  21 April 2019 [HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS