PANGGILAN UNTUK MELAYANI ALLAH DAN SESAMA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXII – Selasa, 13 November 2018)

OFM: Peringatan S. Didakus dr Alkala, Biarawan

“Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Apakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. (Luk 17:7-10) 

Bacaan Pertama: Tit 2:1-8,11-14; Mazmur Tanggapan: 37:3-4,18,23,27,29 

Seorang ibu bercerita mengenai pengalamannya berkaitan dengan musik. Sebagai seorang gadis yang masih sangat muda usia, perempuan ini harus berjuang dengan pelajaran pianonya. Baginya penting untuk memainkan nada-nada lagu presis sama seperti tertulis dan untuk mengikuti semua nuansa yang diberikan dalam notasi-notasi. Kesalahan-kesalahan dirasakan olehnya sebagai kegagalan pribadi. Menyadari siapa dirinya, perempuan itu hanya bermain piano secara privat, kecuali kalau diminta untuk resital/pertunjukan.

Pengalaman yang “menyakitkan” dengan piano ini datang kembali ketika anak perempuannya mulai belajar piano juga. Namun tidak seperti sang ibu, puterinya itu maju dengan pesat dalam pelajaran pianonya. Perempuan itu mengatakan, bahwa tidak susah baginya untuk melihat mengapa. Cinta anak perempuannya itu pada musik datang dari kedalaman hatinya, dan walaupun setia dengan komposisi sebuah lagu, anak ini mempunyai bakat untuk memperkenankan musiknya mengalir melalui dirinya. “Hasilnya sungguh jauh lebih manis daripada apapun yang pernah kuhasilkan dengan penuh ketaatan pada setiap nada dan instruksi pada setiap lembaran lagu”, ujar sang ibu.

Sebagai para hamba/pelayan Tuhan, kita diundang untuk bermain “musik” juga – “musik pelayanan penuh kasih bagi orang-orang di sekeliling kita”. Apabila kita melaksanakan tugas-tugas kita hanya berdasarkan kewajiban, maka efeknya dapat seperti sesuatu yang dipaksakan dan tanpa roh. Sebaliknya, apabila kita menyerahkan diri kita sepenuhnya ke dalam tangan-tangan penyelenggaraan Allah dan dipenuhi dengan kasih-Nya, maka Dia akan membebaskan kita dari kesibukan  yang membuat musik kehidupan kita begitu melelahkan. Selagi kita  menyediakan waktu untuk bersama dengan Tuhan dalam doa, maka kehangatan kasih-Nya memperlembut hati kita dan mulai mengalir melalui diri kita.

Panggilan kita untuk melayani Allah dan umat-Nya bukanlah seperti musik yang harus kita terus praktekkan agar menjadi sempurna. Sebaliknya, kita belajar bagaimana melayani tanpa mengingat kepentingan kita sendiri dengan sekadar melakukannya, yaitu dengan melakukan pelayanan tanpa pamrih itu. Melodinya menjadi lebih baik setiap kali kita menolong keluarga kita, secara bijaksana bekerja sebagai pembawa damai dalam lingkungan di mana kita hidup, atau dengan sabar mendengarkan curhat dari seorang sahabat yang membutuhkan bantuan, dlsb. Apabila kita mendekat pada kasih Tuhan yang begitu menyegarkan, maka pelayanan kita pun akan jauh lebih baik daripada apa saja yang kita lakukan karena melihatnya sebagai sekadar tugas.

SUSTER-SUSTER FMM IN ACTION

Kita semua adalah para musisi yang tak pantas untuk memainkan madah kasih dari Allah. Namun apabila kita menjaga keseimbangan antar doa dan pelayanan dalam hidup kita, maka Dia akan mentransformasikan cara kita yang lemah/buruk dalam membawakan lagu-Nya menjadi sebuah lagu yang membawa sukacita-Nya ke tengah dunia.

DOA: Yesus, Engkau adalah hamba yang taat dari Bapa surgawi melalui kasih yang sempurna. Tolonglah kami agar dapat mengenal kasih-Mu dalam doa-doa kami dan dalam tindakan-tindakan kami. Berikanlah hati kami kepada kami, sehingga dengan demikian lewat diri kami orang-orang lain dapat mengenal kasih-Mu juga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 17:7-10), bacalah tulisan yang berjudul “BIARLAH KRISTUS MENGAJAR KAMU APA YANG HARUS KAMU LAKUKAN SELANJUTNYA” (bacaan tanggal 14-11-17) dalam situs/blog PAX ET BONUM https://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 17-11 PERMENUNGAN ALKITABIAH HARIAN NOVEMBER 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-11-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 12 November 2018 [Peringatan S. Yosafat, Uskup & Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements