CARA BAGAIMANA ROH KUDUS BEKERJA DI ATAS MUKA BUMI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIX – Jumat, 26 Oktober 2018)

Yesus berkata lagi kepada orang banyak, “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: “Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Mengapa engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” (Luk 12:54-59) 

Bacaan Pertama: Ef 4:1-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 24:1-6 

“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilai, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk 12:56)

Allah senang sekali mengungkapkan pikiran dan isi hati-Nya kepada kita. Sepintas lalu bacaan di atas memang memberi kesan bahwa Yesus sekadar menegur para murid-Nya – dan kita tentunya – karena tidak menaruh perhatian pada tanda-tanda zaman. Akan tetapi, Dia sebenarnya mendorong kita untuk memandang ke sekeliling kita dan melihat sendiri bagaimana Roh Kudus-Nya bekerja di atas muka bumi. Sepanjang memandang, kita akan melihat bahwa “tuaian memang banyak” (Luk 10:2). Dunia dewasa ini sangat menderita kelaparan dan kehausan. Apa yang diderita umat manusia yang hidup dalam dunia yang materialistik ini – seringkali tanpa menyadarinya – adalah kelaparan dan kehausan berkaitan dengan pengenalan akan kasih Allah. Kita-manusia mencoba untuk mengisi kekosongan dalam hidup kita dengan pengganti-pengganti palsu dari cintakasih yang jujur, misalnya uang, kesuksesan, kenikmatan seksual, hal-hal duniawi, narkoba dan alkohol. Sebagai akibatnya, kita luput melihat keberadaan satu-satunya kasih yang sungguh-sungguh dapat memuaskan rasa lapar dan haus kita: …… kasih Allah sendiri.

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Santo Paulus menulis bahwa segenap ciptaan menantikan saat anak-anak Allah akan dinyatakan (Rm 8:19). Inilah yang dirindukan oleh Bapa surgawi. Inilah sebabnya mengapa kita diciptakan – adopsi kita sebagai anak-anak Allah. Inilah sebabnya mengapa tidak ada hal lain yang dapat memuaskan kita. Di kedalaman hati kita, sebenarnya kita merindukan untuk dipersatukan dengan Yesus.

Banyak orang memandang akhir dunia dengan rasa takut sebab mereka tidak pernah mengenal dan mengalami sukacita karena menjalin relasi intim dengan Allah sebagai Bapa mereka. Semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin jelas pula kita akan mampu untuk membaca tanda-tanda zaman karena kita tidak akan merasa takut akan apa yang kita akan lihat. Kita akan mulai memahami niat-niat Allah dan menaruh kepercayaan bahwa Dia senantiasa bekerja untuk kebaikan segenap ciptaan-Nya. Bersama sang pemazmur kita dapat berdoa: “Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup” (Mzm 119:77).

Kepada kita semua telah diberikan Roh Kudus. Janganlah kita menantikan kedatangan kembali Yesus secara pasif. Sebaliknya, marilah kita berdoa dengan tekun: “Datanglah Kerajaan-Mu; jadilah kehendak-Mu, di atas bumi dan di dalam surga”. Selagi kita menantikan kedatangan kembali sang Kristus Raja, marilah kita memohon kepada Roh Kudus agar Dia memperbaharui pikiran kita dan memampukan kita memahami cara-cara-Nya. Dengan demikian kita akan lebih siap bagi kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan.

DOA: Roh Kudus, perbaharuilah pikiran-pikiran kami. Ajarlah kami untuk menantikan kedatangan kembali Kristus dengan antisipasi yang penuh pengharapan. Siapkanlah diri kami untuk menanggapi – dalam iman dan ketaatan – apa saja yang diminta oleh Bapa surgawi dari diri kami masing-masing untuk kami kerjakan. Bentuklah kami – Gereja – menjadi mempelai perempuan yang murni dan tanpa noda yang dirindukan oleh Bapa untuk diberikan kepada Yesus, Putera Bapa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 12:54-59), bacalah tulisan yang berjudul “HARI LEPAS HARI, YESUS MENAWARKAN PENGAMPUNAN KEPADA KITA MASING-MASING” (bacaan tanggal 26-10-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-10-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 24 Oktober 2018 [Peringatan S. Antonius Maria Claret, Uskup] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements