MURID-MURID YESUS YANG BERBAHAGIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVII – Sabtu, 13 Oktober 2018)

Keluarga Kapusin (OFMCap.): Peringatan B. Honoratus Kosminski, Biarawan

Ketika Yesus masih berbicara tentang hal-hal itu, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya, “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Tetapi Ia berkata, “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” (Luk 11:27-28) 

Bacaan Pertama: Gal 3:22-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:2-7

“Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharnya.” (Luk 11:28)

Dari Kidung Maria (Magnificat) kita mendengar Maria bernubuat “Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia” (Luk 1:48). Nubuatan Maria itu menggema sebagai kenyataan sewaktu ada seorang perempuan berseru kepada Yesus: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” (Luk 11:27).

Yesus menanggapi kata-kata yang diucapkan oleh perempuan itu dengan gamblang: Maria dan kita semua ini berbahagia, karena kita menjadi murid-murid Yesus, yakni orang-orang “yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya” (Luk 11:28).

Menjadi murid Yesus berarti menjadi berbahagia sebagaimana dialami oleh Bunda Maria dan seperti dia, kita masing-masing  juga dapat berkata: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38).

Menjadi murid Yesus berarti memiliki kehormatan atau “privilese” untuk menyangkal diri kita sendiri dan memanggul salib kita sehari-hari (lihat Luk 9:23). Menjadi murid Yesus berarti menjadi berkat bagi semua bangsa (Kej 12:2-3), dengan menjadikan semua bangsa murid-murid Yesus (Mat 28:19).

Kepada para murid-Nya, Yesus bersabda: “Berbahagialah matamu, karena melihat dan telingamu karena mendengar” (Mat 13:16). Semua bangsa sekarang dan pada masa-masa yang akan datang akan menyebut Maria  dan semua murid Yesus sebagai orang-orang yang berbahagia atau terberkati.

Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Paulus menulis: “… kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus” (Gal 3:27). Dengan demikian, berbahagialah kita semua (anda dan saya) yang mengikuti jejak Yesus Kristus dengan setia.

DOA: Bapa surgawi, tolonglah diriku agar lebih waspada dan peka terhadap suara Roh Kudus-Mu. Aku sungguh ingin mendengarkan dan mentaati suara-Nya sehingga dengan demikian aku dapat mengetahui berkat-berkat-Mu yang mendalam dalam hidupku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:27-28), bacalah tulisan yang berjudul “BERIKANLAH PUJIAN KEPADA ALLAH” (bacaan tanggal 13-10-18) dalam situs/blog PAX ET BONUM http://catataanseorangofs.wordpress.com; kategori: 18-10 PERMENUNGAN ALKITABIAH OKTOBER 2018. 

Cilandak, 11 Oktober 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements