BERSUKACITALAH KARENA NAMAMU ADA TERDAFTAR DI SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXVI – Sabtu, 6 Oktober 2018)

OFS: Peringatan S. Maria Fransiska dr ke-5 luka Yesus, Perawan

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, “Tuhan, setan-setan pun takluk kepada kami demi nama-Mu.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa atas segala kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.”

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.” Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya secara tersendiri dan berkata, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”  (Luk 10:17-24) 

Bacaan Pertama: Ayb 42:1-3,5-6,12-17; Mazmur 119:66,71,75,91,125,130 

Baru saja kembali dari misi mereka, para murid Yesus bersukacita karena kuasa luarbiasa yang telah diberikan Yesus kepada mereka untuk menolong orang-orang yang sakit dan tertindas. Namun Yesus dengan cepat mengingatkan para murid-Nya yang terdiri dari 70 orang itu, bahwa janganlah mereka sibuk memikirkan apa yang telah diberikan oleh-Nya untuk memberdayakan mereka. Yang benar adalah, bahwa mereka bersukacita karena Dia, sumber kuat-kuasa yang sekarang ada dalam diri mereka dan juga pencinta jiwa-jiwa mereka.

Yesus ingin agar para misionaris “junior” ini menghargai nilai-tertinggi keberadaan mereka bersama dengan diri-Nya. Para murid ini mempunyai privilese berdiam berjam-jam lamanya mendengarkan pengajaran-Nya dan belajar mengenai cintakasih-Nya. Para murid memiliki sukacita mengetahui bahwa Yesus telah membuka “jalan kepada Bapa” bagi mereka. Nama-nama mereka telah “terdaftar di surga” (Luk 10:20). Bukankah hal ini merupakan sebuah alasan yang jauh lebih besar dan penting untuk kegembiraan mereka?

Santa Bunda Teresa dari Kalkuta pada suatu kesempatan mengatakan, “Panggilanku didasarkan pada fakta bahwa aku milik Yesus. Hal itu berarti mengasihi Dia dengan perhatian dan kesetiaan yang tak terpecah-pecah. Pekerjaan yang kami lakukan tidak lebih daripada suatu sarana untuk mentransformir kasih kami kepada Kristus ke dalam sesuatu yang konkret.”

Sebagaimana para murid Yesus, kita pun seringkali mengalami kesulitan berurusan dengan tegangan antara melaksanakan tugas-tugas yang telah diberikan Allah kepada kita dan mengembangkan relasi kita dengan Yesus. Seringkali kita mengalami tegangan yang sama dalam hal relasi kita dengan orang-orang lain: Kita tergoda untuk menerapkan cara-cara fungsional dalam memecahkan masalah-masalah dengan pasangan hidup kita, anak-anak kita, para sahabat terdekat kita ……; padahal bertumbuh dalam kasih dan persatuan harus menjadi prioritas lebih utama daripada sekadar melaksanakan tugas-tugas kita.

Apabila kita membuka hidup kita bagi Yesus dan memperkenankan pernyataan diri-Nya meresap ke dalam hati dan pikiran kita, maka kita akan mulai mengenal kekayaan hikmat-Nya dan kasih-Nya. Sabda Allah dalam Kitab Suci akan terbuka bagi kita. Pola-pola pemikiran dan tindakan yang keliru akan disembuhkan. Kita akan berpaling kepada Roh-Nya untuk memohon pertolongan-Nya dalam mengambil keputusan-keputusan penting sepanjang hari. Kita yang lemah dapat menjadi kuat melalui relasi kita dengan Yesus. Kita yang miskin dapat menjadi kaya. Kita yang tuli dapat mendengar. Dan kita yang buta dapat melihat.

Marilah kita mulai pada hari ini. Marilah kita membuka hati kita bagi Yesus dalam doa-doa kita dan dalam pembacaan dan permenungan sabda-Nya dalam Kitab Suci. Marilah kita menyambut-Nya ke dalam setiap aspek kehidupan kita dan mohon kepada-Nya untuk mencerminkan kehadiran-Nya kepada setiap orang yang kita jumpai.

DOA: Roh Kudus, bukalah mataku lebih lebar lagi agar dapat melihat Yesus. Tolonglah aku untuk memandang Yesus sebagai Pribadi di atas segala segalanya yang lain. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:17-24), bacalah tulisan yang berjudul “BERSUKACITA BERSAMA TUHAN YESUS” (bacaan tanggal 6-10-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-10-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 4 Oktober 2018 [HARI RAYA S. FRANSISKUS ASSISI, Pendiri Tarekat] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements